Nara and Her Red Balloon

Posted: Februari 27, 2012 in my korean notes

“Lagi pengin bikin cerpen nih… tentang Nara, seorang Cassiopeia yang pengen banget nonton konser DBSK secara langsung…J”

Check this out chingudeul…

“apa? DBSK mau ke Indonesia? Kapan? Sumpah lo?” kata Nara antusias. “aduh…kenceng banget sih suara lo…gak usah teriak-teriak, gue gak budek Nara sayang…” balas Veve sambil menutup rapat telinganya. Suara Nara emang terkenal kenceng banget, bahkan pembicaraan lewat telepon aja jadi kaya ketemu langsung. “terus kira-kira tiketnya berapa ya Ve?” balas Nara dengan volume yang udah agak mendingan. “kira-kira 3 juta Ra..sebaiknya lo usahain dari sekarang deh..jangan sampe lo gagal lagi kayak tahun kemaren..” jawab Veve menasehati. “Lo bener..kapan lagi gue bisa liat DBSK secara live..yadah pulsa mepet nih…daaaa” pungkas Nara lalu mencari buku tabungannya.

“aduh…giliran DBSK mau ke sini tabungan gue malah udah ludes, gimana caranya dapet duit 3 juta ya? Mana mama lagi bokek lagi..kalau gue minta ke dia bisa-bisa perang dunia ketiga dimulai…” gumam Nara sembari nutup buku tabungannya yang ternyata gak bisa membantu. Tahun kemarin sebenernya boyband asal Korea Selatan itu udah pernah ngadain konser di Indonesia, tapi berhubung masalah financial, Nara gak nonton. Ceritanya saat duit untuk beli tiket udah susah payah terkumpul ternyata tiketnya udah keburu abis. Ya mau gimana lagi..mungkin belum rejeki. Nara adalah mahasiswa semester 3 jurusan Hubungan Internasional yang suka banget sama Korean Pop (K-pop). Itu adalah sebutan bagi para pecinta musik dan boyband/girlband asal negeri ginseng. Nara sendiri sangat mengidolakan salah satu boyband itu yakni Dong Bang Shin Ki (DBSK). 5 pemuda imut tapi gak kayak marmut itu udah menarik hatinya dari jaman-jamannya SMA dulu. Dari poster, majalah, dvd, gantungan hp, music video ampe mp3 yang berbau DBSK udah hampir semuanya dikoleksi Nara. Dia bahkan rela gak jajan ampe berminggu-minggu supaya bisa nyisihin uang buat beri original albumnya DBSK yang terbaru. Cuma satu keinginannya yang belum tercapai, nonton konser DBSK secara langsung.

Naranina

Nara and her red balloon

“lo kenapa Ra?” tanya Shinta, temen sekelas Nara yang dari SMA udah satu kelas. “gue bingung nih..DBSK mau ke sini, gue gak ada duit buat beli tiket..lo tahu kan kalau bisa liat konser mereka secara langsung itu harapan gue banget?” jelas Nara dengan wajah memelas. “udah…lo kan bisa pake cara kemaren, lo jual aja koleksi-koleksi lo sebagian buat nombokin atau pinjem uang dulu sama kakak lo. Lo juga bisa kan jualan pernak-pernik K-pop, ntar gue bantu deh..” saran Shinta. “lagi? Kita sekarang lagi padet-padetnya jadwal kuliah Shin, masa gue harus nyambi jualan?” balas Nara sambil memonyongkan bibir. “ya itu terserah lo aja, katanya Cassiopeia (sebutan fans DBSK)…” tandas Shinta. Setelah berfikir sejenak Nara mengangguk “ Ok…demi DBSK gua jabanin deh jualan kayak tahun kamarin…lets go!”

Setelah pulang kuliah, Nara segera membuka laptopnya dan mencari gambar-gambar DBSK yang keren untuk dicetak dalam bentuk pin, mug, gantungan hp, foto, poster dan kaos. Kebetulan bahan-bahan sisa tahun kemarin masih aja jadi gak usah cari tambahan terlalu banyak. Setelah semuanya selesai dia lalu log in akun jejaring sosialnya untuk promosi. Gak ada festival atau bazaar, twitter facebookpun jadi.

Sudah hampir sebulan Nara jualan via online. Shinta yang katanya mau bantu malah sibuk sendiri. Dia sibuk kerja part time,  Nara jadi gak enak buat minta tolong. Dan syukur banget…setelah dapet pinjeman dari kakaknya, Nara udah bisa dapet 3 juta. Dia seneng banget dan besok rencana mau beli tiket. Kebetulan tiket juga udah mulai dijual besok siang. Jangan sampe deh keabisan lagi.

            Paginya..

“lo kenapa Shin?” tanya Nara khawatir karena Shinta keliatan

pucet banget. “gue…” kata Shinta terbata dan gak nglanjutin kata-katanya. “udah lo ngomong aja, sebenarnya ada apa?” tanya Nara makin penasaran. “Gue kemarin mecahin pot keramik mahal di tempat gue kerja dan gue harus ganti hari ini kalo gak gue gak tahu…gue takut Ra…” beber Shinta yang rupanya air matanya mulai keluar. “udah lo tenang aja, emang berapa sih harga itu pot?”. “3 juta Ra…” jawab Shinta yang segera disambut Nara dengan teriakan HAAAA???? Mahal amat…!”. “iya, katanya itu pot dari luar negeri jadi mahal…tolongin gue Ra, kalo gue dipecat ntar uang kuliah gue gimana?”. Nara yang pada dasarnya paling gak tegaan liat sahabatnya  nangis tanpa pikir panjang langsung minjemin  uang 3 jutanya ke Shinta. “nih…lo pake aja dulu” kata Nara sambil menyodorkan uang itu. “ ini….”. “iya, ini rencananya mau gue beliin tiket hari ini tapi gak papa lo pake dulu aja..gue masih bisa liat konser-konser DBSK lain kali kok…”. “tapi Ra…”. “ udah pake aja, lo lebih butuh daripada gue..”. “makasih banget ya Ra…gue berhutang budi banget ma lo. Moga-moga lo bisa nonton konser DBSK walau gak sekarang…”. “amin….” jawab Nara lalu meluk  sahabatnya itu dengan hangat

Karena acara beli tiket batal, Nara langsung pulang setelah kuliah selesai. Sambil tiduran, dia asyik ngedengerin beberapa lagu DBSK favoritnya. Ada salah satu lagu yang ia putar berulang2, lagu itu berjudul Balloon..lagu itu menceritakan mimpi seorang anak kecil yang kemudian menggantungkan mimpinya pada sebuah balon berwarna merah. Nara sangat mirip anak itu, ia selalu menggantungkan impiannya untuk bertemu dengan DBSK…balon merah sarat mimpi itu lalu ia terbangkan dan berharap suatu saat langit akan menangkapnya kemudian malaikat2 memohon pada Tuhan agar impian Nara jadi kenyataan..

“mungkin tahun ini gue gak bisa ketemu kalian, tapi gue akan berusaha lagi untuk kesempatan yang lain, gue janji. Tapi kenapa perasaan gue gak enak ya?” gumam Nara lalu beranjak bangun. Beberapa saat kemudian Veve telpon. “gimana, lo udah beli kan hari ini?”. “gue gak jadi nonton Ve ”. “lhoh? Kenapa? Katanya duit lo udah cukup?”. “ada keperluan dadakan, I can’t help it,” pungkas Nara. “eh tunggu2…tadi gue liat temen sekelas lo si Shinta beli tiket bareng gue..dia suka DBSK juga ya? Gue baru tahu..” sontak Nara kaget. “apa? Shinta? Gak mungkin…”. “masa lo gak percaya ama gue? Dia beli sama cowok gitu, kayak couple…kayaknya cowoknya suka K-pop, stylenya keliatan banget..” terang Veve. Nara diam beberapa saat lalu menutup teleponnya.

            “ lo barusan beli tiket konser DBSK ya? Gue denger dari Veve” terang Nara kalem, padahal kan gak biasanya dia kalem,hayo…“ itu bisa gue jelasin Ra, itu karena cowok gue..dia bener-bener suka Korea dan pengin nonton itu bareng gue..gue bener-bener cinta sama….” belum selesai ngedengarin penjelasan Shinta, Nara nutup teleponnya. Tanpa dia sadari air matanya keluar. Setelah kejadian itu Nara jadi mendadak kalem dan rajin belajar (bukan mendadak dangdut lho yaJ), dia jarang ngomong apalagi sama Shinta. Peristiwa itu benar2 menjadi titik nadir Nara dalam hidupnya juga kemudian menjadi titik baliknya untuk berusaha lebih keras. Dia menjadi sadar kalau bertemu dengan DBSK adalah hal yang mahal baginya, ternyata…Namun tenggelam dalam rasa kecewanya pada sahabatnya sendiri bukanlah hal yang bijaksana. Yang harus dia lakukan adalah memulai semuanya dari awal dengan lebih baik lagi tanpa terus larut dalam perasaan benci. Setelah ia pikir2 lagi, bertemu di konser mereka di Jakarta bukanlah hal yang paling ia inginkan. Ia bukan penggila DBSK yang picik. Ia adalah penggemar Korea secara luas. Ia punya impian belajar di Korea sehingga ia memilih jurusan Hubungan Internasional. Ia mati2an belajar Teori HI untuk memperoleh akses lebih mudah untuk belajar HI di luar negeri. Ia mendalami bahasa Korea untuk memuluskan tujuannya..ia begini ia begitu. Ternyata memang peristiwa itu benar2 membuka pikiran Nara. Maka ia memutuskan mengembangkan, memompa terus balon merahnya dengan impian yang makin matang dan berharga untuk ia terbangkan untuk kedua kalinya.

Ahirnya…

Setelah setahun kerja keras akhirnya dia diterima menjadi mahasiswa di Yonsei University Korea berkat beasiswa.  “DBSK..i’m coming!” teriak Nara saat tiba di bandara Incheon Korea pagi itu. “ Udara terasa begitu hangat, sehangat hati dan ketulusan Nara untuk bisa ketemu idolanya, Dong Bang Shin Ki. “Gue sekarang ada di Korea, gue akan nonton live DBSK di Music Bank malem ini. Thanks karena lo juga gue bisa sampe sini, Shinta…” itulah pesan singkat pertama via emailnya yang langsung Nara kirim begitu ia sampai.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s