Diplomasi Budaya Model Baru: Drama Korea

Posted: April 17, 2012 in my korean notes

Diplomasi bukanlah hal yang hanya bisa dilakukan di meja perundingan. Bukan pula melulu tugas para diplomat. Multi Track diplomacy, yakni diplomasi yang dilakukan semua aktor baik masyarakat, profesional, pebisnis, seniman dan sebegainya merupakan bahasan dalam era diplomasi dewasa ini terutama di Indonesia. Multi track diplomacy atau yang biasa disebut diplomasi total gencar disuarakan pemerintah demi satu tujuan, menunjukkan bargaining position kita di dunia internasional.

Diplomasi budaya adalah salah satu bentuk soft diplomacy yang sangat cocok dilakukan dalam momentum dunia damai seperti sekarang ini. Pendekatan budaya adalah pendekatan yang halus, tidak terlalu kentara namun dampak yang ditimbulkan sangat signifikan. Hans J. Morgenthau dalam bukunya Politik Among Nation mengatakan istilah imperialisme kebudayaan,  yakni upaya penggantian kebudayaan yang satu dengan yang lain yangmana bentuk ini adalah yang paling halus dalam hal imperialisme. Penaklukan tidak hanya pada hal-hal kasat mata seperti penaklukan wilayah namun ada yang dinamakan penaklukan dan pengendalian pemikiran manusia. Analoginya adalah agar negara A bisa menaklukan negara B, maka A tidak perlu menggunakan militer atau tekanan ekonomi jika A bisa menaklukan pemikiran semua pikiran penduduk yang menentukan negara B tersebut.

Image

Diplomasi budaya sendiri dapat dilakukan dengan  banyak cara dengan satu tujuan yakni mencapai apa yang dinamakan kepentingan nasional (nasional interest). Diplomasi ini dapat dilakukan seperti pada penyelenggaraan pagelaran kesenian di luar negeri sebagai upaya menarik minat warga asing yang akan mengarah pada peningkatan sektor pariwisata. Hal inilah yang sekarang digencar-gencarkan oleh Korea. Korea, sebuah negara di kawasan Asia Timur yang selama ini gaungnya tidak terlalu terdengar kini telah menggema hampir di seluruh benua. Dibanding dengan dua tetangga dekatnya Cina dan Jepang tentu Korea masih belum sefamiliar mereka. Barangkali selama ini kita hanya mengenal Korea karena produk elektroniknya seperti Samsung dan LG. Berbeda dari kebanyakan negara, pemerintah Korea menjadikan drama televisi sebagai komoditi ekspor. Tidak tanggung-tanggung, drama Korea telah menyebar bukan hanya seantero Asia tetapi merambah pasar Amerika dan Eropa. Bahkan aktor Koreapun ada yang didaulat berakting pada film sekelas Hollywood, yakni Rain (Jung Ji Hoon) dalam film Ninja Assasin.

Drama Korea adalah komoditi ekspansi budaya Korea yang dampaknya sangat signifikan bagi melesatnya pariwisata di Korea. Gelombang budaya Pop Korea (hallyu) membuat para penggemar Korea di luar negeri mulai manjadikan korea sebagai destinasi liburan mereka setelah mereka menjadi bagian dari gelombang ini. Drama Kerajaan atau saeguk merupakan sarana efektif Korea untuk menarik para wisatawan untuk secara langsung menikmati apa yang tersaji di drama tersebut. Contoh riil adalah keberhasilan drama Kerajaan Korea bertitel “Jewel In The Palace” yang menceritakan kisah dokter kerajaan wanita pertama di Korea yang kemudian menjadi pemicu orang-orang baik di ranah Asia sendiri, Amerika bahkan Eropa menjadi aware pada kebudayaan Korea. Melalui drama tersebut, orang-orang di luar Korea menjadi tahu kebudayaan yang ada di Korea dan kemudian menyukainya. Drama tersebut salah satu aspeknya adalah menyuguhkan apa itu hidangan khas Korea, bagaimana membuat saos khas Korea, bahan makanan seperti apa yang dipergunakan koki Kerajaan untuk memasak hidangan untuk Raja dan sebagainya. Hal inilah yang menimbulkan rasa kagum dan penasaran dari penggemar drama tersebut dan akhirnya memicu wisatawan luar negeri untuk langsung melihat dan mempraktekkan apa yang ada dalam drama tersebut sebagai bagian dari tur wisata ke Korea. Bahkan menurut data Korea International Trade Association (KITA) pada 2004, Hallyu meningkatkan  $1.87 juta atau 2.14 triliun won pada ranah pariwisata Korea.

Image

Akhirnya di masa damai seperti sekarang ini, diplomasi budaya dalam hal ini melalui drama merupakan salah satu cara jitu dalam meningkatkan peluang mencapai kepentingan nasional. Secara ekonomi keuntungan yang di dapat adalah peningkatan devisa melalui kunjungan wisman asing. Dari sisi budaya, apa yang akan membuat bangsa bangga adalah jika kebudayaan kita dapat dikenal luas oleh masyarakat internasional.

Image

Image

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s