My Paper ^^: Pengaruh Hallyuwood bagi Peningkatan Sektor Pariwisata Korea Selatan

Posted: Juni 26, 2012 in my korean notes

Disusun oleh  :

Nama        : Aminah Linda Wardani

NPM          : 10430010

 

ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

SURAKARTA

2011

Kata Pengantar

            Puji Syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan hidayahNya, saya dapat menyelesaikan karya tulis yang berjudul “Pengaruh Hallyuwood bagi Peningkatan Sektor Pariwisata Korea Selatan” ini dengan baik.

Dalam karya tulis ini, tentu banyak pihak yang berperan sehingga karya tulis ini dapat terselesaikan dengan baik. Saya menyampaikan terima kasih kepada dosen pembimbing, teman-teman dan pihak-pihak lain yang turut membantu.

Karya tulis ini tentu masih jauh dari kesempurnaan, sehingga saya menantikan kritik maupun saran yang membangun untuk karya tulis ini.  Akhirnya saya berharap semoga karya tulis ini bermanfaat bagi semua pihak.

Penulis

DAFTAR ISI

 

Halaman Judul …………………………………………………………………… i

Kata Pengantar…………………………………………………………………… ii

Daftar Isi ………………………………………………………………………….. iii

           

  1. A.    BAB I Pendahuluan …………………………………………………………  1         
  2. B.     BAB II Pembahasan…………………………………………………………  2          
  3. C.    BAB III Penutup …………………………………………………………….  5

Daftar Pustaka

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.    Latar Belakang Masalah

            Pada zaman sekarang, promosi pariwisata di suatu negara tidak hanya dilakukan dengan cara-cara konvensional seperti pertukaran delegasi antar negara. Industri perfilman merupakan salah satu cara untuk mempromosikan tempat wisata sekaligus kebudayaan di suatu negara. Hal ini terjadi pada industri perfilman Amerika yang dikenal dengan sebutan hollywood dan industry perfilman India yang dikenal dengan sebutan Bollywood.

Film hollywood dan bollywood telah berekspansi ke banyak negara di dunia. Hal ini menyebabkan turut menyebarnya kebudayaan Amerika dan India ke negara pengimpor film tersebut. Fenomena tersebut berdampak pada peningkatan sektor pariwisata bagi Amerika dan India. Salah satu contohnya adalah peningkatan dalam hal kunjungan wisman atau wisatawan mancanegara ke negara tersebut untuk langsung mengunjungi tempat-tempat pembuatan film maupun ingin melihat kebudayaan masyarakat di negara tersebut secara langsung.

            hallyuwood merupakan industri perfilman dan pendramaan dari Korea Selatan yang tergolong baru. Walaupun baru, hallyuwood perlahan tumbuh menjadi salah satu industri perfilman yang kuat di dunia sehingga sangat berpotensi untuk meningkatkan potensi pariwisata Korea Selatan seperti halnya hollywood dan bollywood.

  1. B.     Rumusan Permasalahan

A.1. Bagaimana fenomena hallyuwood?

A.2. Apa pengaruh hallyuwood bagi peningkatan sektor pariwisata Korea Selatan?

  1. C.    Tujuan Penelitian

A.1. Menjelaskan fenomena hallyuwood

A.2. Membuktikan bahwa hallyuwood dapat meningkatkan sektor pariwisata di Korea Selatan.

BAB II

PEMBAHASAN

A.1. Fenomena Hallyuwood

Hallyu, yang dalam bahasa Inggris berarti Korean wave (Gelombang Korea) adalah istilah yang diberikan untuk tersebarnya budaya pop Korea Selatan secara global di berbagai negara di dunia[1]. Hallyuwood sendiri adalah istilah untuk menyebut industri film dan drama asal Korea Selatan. Awal mula kesukaan akan budaya pop Korea Selatan dimulai dari Cina dan Asia Tenggara mulai akhir 1990-an[1]. Istilah hallyu diadopsi oleh media Cina setelah album boyband asal Korea Selatan (H.O.T) dirilis di Cina. Setelah itu, drama televisi Korea Selatan mulai diputar di Cina dan menyebar ke negara-negara lain seperti Hongkong, Vietnam, Thailand, Indonesia, Filipina, Jepang, Amerika Serikat, Amerika Latin dan Timur Tengah[1].

            Drama Korea Selatan merupakan penyebab dari fenomena hallyu di berbagai negara. Masyarakat Korea Selatan suka menonton drama, film dan mendengarkan musik. Tiga hal tersebut menjadi pasar tersendiri bagi Korea Selatan. Produsen televisi Korea Selatanpun bersedia mengeluarkan biaya yang besar untuk memproduksi drama. Beberapa diantara drama tersebut dijadikan komoditi ekspor dan memperoleh kesuksesan. Drama televisi yang memicu hallyu antara lain Dae Jang Geum (Jewel in the Palace) selaku drama kolosal atau saeguk, Winter Sonata dan Stairway to Heaven. Di Indonesia sendiri, berbagai stasiun televisi menayangkan  drama Korea Selatan, seperti RCTI yang menayangkan drama Endless Love (Autumn in My Heart) dan Indosiar yang menayangkan Full House.

1.

 http://id.wikipedia.org/wiki/Hallyu, diakses pada Kamis, 26 Mei 2011 pukul 14.55

Sineas Korea Selatan sangat menyadari bahwa drama Korea Selatan memiliki daya jual ekspor yang tinggi. Oleh karena itu, mereka selalu berusaha untuk membuat drama sebagus mungkin sehinga bisa terus menjadi komoditi ekspor. Puncaknya terjadi saat drama Winter Sonata diputar di Jepang, Cina dan Taiwan. Karena kesuksesan drama tersebut di tiga negara tersebut maka saat itu muncullah istilah hallyu. Jadi hallyu bukan hanya fenomena boyband (musik) seperti apa yang terjadi pada awalnya di Cina melainkan drama maupun film yang kemudian diidentikkan dengan hallyuwood.

Dari kurun waktu antara tahun 2002-2005 drama melankolis Korea Selatan tayang di Asia termasuk Indonesia. Drama tersebut antara lain Endless Love, Winter Sonata, Love Story in Harvard, Glass Shoes, Stairway to Heaven, All in, Hotelier, Memories of Bali dan Sorry, I Love You. Setelah itu muncullah drama komedi romantis seperti Full House, Sassy Girl Chun Hyang, Princess Hours, Prince Hours, My Name is Kim Sam Soon, My Girl, Hello My Lady dan Coffe Prince. Selain itu, drama Korea Selatan berlatar belakang sejarah juga ikut mencetak rating tinggi, seperti Jewel in the Palace, Great Queen Seon Deok, Hwang Jin Yi, Iljimae dan Jumong. Pada kurun waktu 2008-2009, drama Korea Selatan yang mendapat banyak perhatian di Indonesia adalah Boys Before Flowers (BBF) yang merupakan adaptasi dari komik Jepang ternama dengan judul asli Hana Yori Dango.

Fenomena hallyu ini memicu orang-orang di negara pengimpor drama Korea Selatan untuk mempelajari bahasa dan kebudayaan Korea Selatan. Hallyu juga diikuti dengan banyaknya perhatian pada produk Korea Selatan, baik makanan, musik, film, drama hingga barang-barang elektroniknya. Dalam hal musik, seiring dengan fenomena hallyu, fenomena kegemaran akan boyband (grup musik pria dengan spesialisasi menyanyi dan menari) asal Korea Selatan muncul. Label Manajemen artis Korea Selatan seperti SM Entertaimentpun membentuk boyband fenomenal seperti Super Junior dan Dong Bang Shin Ki (DBSK). Kemudian SM kembali mengorbitkan artis-artis mereka seperti SHINee, F (X) dan Gilrs Generation. Dari YG Entertainment, muncullah penyanyi seperti Se7en, Whee Sung, Big Bang dan 2NE1. Dari JYP Entertainment muncul 2PM, 2AM, Wonder Girls dan Miss A. Kemudian J-Tune mengeluarkan boyband MBLAQ, Cube tidak ketinggalan mengorbitkan Beast. Berkat fenomena drama Hallyu, penyanyi seperti Rainpun menjadi sangat terkenal di seluruh Asia karena berakting di drama laris Full House. Hallyu melalui ekspor drama dan filmnya menjadikan turut terpromosikannya kebudayaan Korea Selatan di berbagai negara. Hal itu terjadi karena dalam drama Korea Selatan selalu terselip adegan maupun setting yang menggambarkan kebudayaan Korea Selatan. Contohnya adalah adegan menarikan tarian tradisional dalam drama Hello My Lady, menyanyikan lagu kanak-kanak khas Korea Selatan  dalam drama Full House, memakai pakaian tradisonal Korea Selatan (hanbok) seperti dalam drama Princess Hours, menyantap makanan tradisional Korea Selatan (kimchi) seperti dalam drama kolosal populer Jewel in the Palace, maupun mengunjungi wahana hiburan di Korea Selatan (Lotte World) dalam drama Stairway to Heaven.

2.

3.english.visitkorea.or.kr/enu/FU/FU_EN_15.jsp?cid=288934, diakses pada Kamis, 26 Mei 2011 pukul 13.00 WIB

 

http://www.koreatimes.co.kr/www/news/special/2008/05/180_23641.html, diakses pada Kamis, 26 Mei 2011 pukul 13.15 WIB

A.2. Pengaruh Hallyuwood bagi Peningkatan Sektor Pariwisata Korea Selatan

Data tahun 2005 menunjukkan bahwa hallyu menyokong GDP (Gross Domestic Product) Korea Selatan sebanyak 0.2%[2]. Hallyu menyokong $ 1.87 milyar atau 2.14 triliun won pada sektor eksport dan pariwisata pada tahun 2004. Pada kategori penjualan merchandise, hallyu menyumbang $ 918 milyar[2]. Lee In Ho, selaku peneliti senior Korea Selatan mengatakan bahwa fenomena hallyu ini harus dimanfaatkan Korea Selatan untuk meningkatkan perekonomian mereka. Korea Selatan harus menjaga agar fenomena hallyu ini tetap menjadi demam dan kegemaran orang-orang di luar Korea Selatan[2].

Dalam hal sektor pariwisata, secara lebih rinci Insitut Penelitian Korea Selatan mengatakan bahwa jumlah wisman ke Korea Selatan meningkat dari 647.000 menjadi 968.000 pada 2004. Peningkatan wisman ini disebabkan meningkatnya masyarakat di luar Korea Selatan yang ingin berkunjung langsung ke Korea Selatan karena terkena demam hallyu. Setelah melihat drama-drama Korea di televisi mereka menjadi punya keinginan untuk mengunjungi tempat-tempat shooting drama tersebut secara langsung. Salah satu contohnya adalah banyak wisman yang mengunjungi Dae Jang Geum Village di Korea Selatan setelah menonton drama Dae  Jang Geum (Jewel in the Palace).

Peningkatan wisman akibat hallyu secara rinci contohnya terjadi di kota Chuncheon di Korea Selatan. Pada tahun 2003, jumlah wisman sebesar 140.000 wisman. Pada 2004 meningkat secara signifikan menjadi 370.000 wisman dan kembali meningkat menjadi 390.000 wisman pada 2005[3]. Dari data-data tersebut jelaslah bahwa hallyu benar-benar meningkatkan sektor pariwisata di Korea Selatan.

BAB III

PENUTUP

  1. A.    Kesimpulan

Dari bahasan mengenai pengaruh hallyuwood bagi peningkatan sektor pariwista Korea Selatan, kesimpulan yang diperoleh adalah:

  1. Hallyuwood yang merupakan industri perfilman dan pendramaan asal Korea Selatan telah mendunia, terbukti dengan ekspansinya yang hampir ke seluruh dunia, baik Amerika, Asia, maupun Timur Tengah.
  2. Hallyuwood tidak sekedar mambawa nama film dan drama Korea Selatan ke luar negeri tetapi juga mambawa nama K-POP atau musik Korea Selatan ke luar negeri.
  3. Hallyuwood memberikan sumbangsih GDP bagi Korea Selatan berkat ekspor drama maupun kunjungan wismannnya.
  4. Hallyuwood terbukti dapat menjadi sarana untuk meningkatkan sektor pariwisata Korea Selatan berupa peningkatan kunjungan wisman ke Korea Selatan.
  1. B.     Saran

      Dari bahasan mengenai pengaruh hallyuwood bagi peningkatan sektor pariwista Korea Selatan, saran dari penulis adalah:

  1. Pemerintah Korea Selatan hendaknya lebih bisa memanfaatkan peluang hallyuwood dengan lebih maksimal, sehingga dapat meningkatkan sektor ekonomi yang pada akhirnya membuka lapangan pekerjaan baru bagi Korea Selatan pada khususnya maupun tenaga kerja asal Indonesia, yang manjadi pilihan yang dipercaya Korea Selatan selama ini.
  2. Kerjasama antara pemerintah Indonesia maupun Korea Selatan hendaknya dilakukan terkait fenomena hallyuwood ini, terlebih Indonesia adalah salah satu negara yang sangat terpengaruh oleh adanya hallyuwood. Kerjasama yang bisa dilakukan misalnya pembuatan film maupun drama bersama yang melibatkan artis Indonesia dan Korea Selatan sehingga artis-artis Indonesiapun bisa go internasional. Selain itu, diadakannya konser-konser bersama antara musisi Korea Selatan dan Indonesiapun dapat dilakukan untuk mempererat hubungan bilateral kedua negara melalui seni dan kebudayaan seperti ini.

 

DAFTAR PUSTAKA

1. http://id.wikipedia.org/wiki/Hallyu, diakses pada Kamis, 26 Mei 2011 pukul 14.55

2. english.visitkorea.or.kr/enu/FU/FU_EN_15.jsp?cid=288934, diakses pada Kamis, 26 Mei 2011 pukul 13.00 WIB

3. http://www.koreatimes.co.kr/www/news/special/2008/05/180_23641.html, diakses pada Kamis, 26 Mei 2011 pukul 13.15 WIB

Komentar
  1. Cho Soo Neul mengatakan:

    Ternyata pengaruh Hallayuwood hampir mirip sama Hollywood
    Kapan ya Indonesia bisa mendunia ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s