Can I Hate You? (2)

Posted: September 11, 2012 in my korean notes

Part 2 : Aku membencimu, lagi…

.

DAFTAR PRASYARAT PENGAJUAN BEASISWA:……

…..

7. Mengikuti organisasi fakultas yang berkaitan dengan bahasa.

Ya, ini adalah musim pengajuan beasiswa. Setiap siswa di kelas Nara mulai mengumpulkan data-data untuk mengajukannya minggu depan. Namun ada satu syarat yang harus dipenuhi untuk pengajuan itu, yakni harus terdaftar dalam organisasi bahasa tingkat fakultas. Dan sudah bisa ditebak, satu-satunya organisasi bahasa yang ada di fakultas sosial tempat nara belajar hanyalah organisasi bahasa Korea yang didirikan oleh Shin beberapa bulan yang lalu. shin sendirilah yang menjadi ketua umumnya. Ini berarti tidak ada cara lain selain mengikuti kegiatan itu. Nara harus terdaftar dalam member KRUSTY (Korean Study Community) bentukan Shin untuk melengkapi berkasnya. Bagi Nara ini seperti makan buah simalakama, benar-benar tidak ada pilihan….

Pergantian kelas sebentar lagi. Dosen telah keluar dan ada sedikit waktu tenggang sebelum jam selanjutnya. Shin yang tengah asyik mendengarkan lagu-lagu Korea favoritnya lewat headphone tiba-tiba mendengar seperti ada suara yang ia sangat kenal memanggilnya. Shinpun langsung berbalik mencari sumber suara itu. Tak diduga….Nara yang memanggilnya. Segera Shin menghampiri Nara dengan semangatnya…

Image

“Apakah bulan Maret menjadi 28 hari atau bulan February bertambah menjadi 31 hari?” katanya slengekan kepada Nara. “ aku ingin masuk organisasi Koreamu…” kata Nara singkat. “ tunggu…tunggu…kenapa? Apa matahari terbit dari barat? Kenapa tiba-tiba kau mengatakan hal seperti itu?” tanya Shin penasaran. “ aku hanya ingin mengajukan beasiswa ke universitas dan masuk di organisasimu adalah salah satu syaratnya…” kata Nara datar. Shin mendengarkannya dengan ekspresi seperti mengkalkulasi sesuatu. “ jadi kau melakukannya hanya untuk keperluan beasiswa? Kalau itu alasannya maka aku tidak akan mengizinkannya….” Jawab Shin. “ hey! Kau! Kenapa aku tidak boleh ikut? Bukankah setiap orang punya motivasi sendiri? Kenapa kau begitu egois?” balas Nara dengan nada keras dan marah. “ lihat siapa yang egois…Aku hanya tidak ingin ada orang yang benci Korea masuk kedalam club Korea. Kau  selama ini membenciku hanya karena aku suka Korea kan?…hah…kenapa selama ini aku tidak menyadarinya? Dasar…” balas Shin. “iya benar sekali aku membencimu karena kau sangat menyukai hal yang sangat aku benci di dunia ini.. namun apakah kau juga tahu bahwa aku mau memohon mengemis untuk hal seperti ini hanya karena uang? Keluargaku meninggal karena aku, karena aku yang begitu menyukai Korea. Mereka meninggal dalam kecelakaan ketika aku dan mereka ingin menonton konser Dong Bang Shin Ki satu tahun yang lalu…sekarang aku harus melakukan segalanya sendiri. Aku harus bekerja part time untuk membayar uang kuliah. Aku bahkan tinggal sendiri di rumah kecil yang sepi dan bahkan belum yakin itu rumah keluargaku atau bukan. aku susah payah ingin melupakan semuanya tentang Korea tapi aku melah satu kelas denganmu yang begitu menggilai Korea. Tiap hari kaki dan tanganku selalu gemetaran ketika kau berkomentar maupun bertanya hal seputar Korea….aku sudah sangat menderita Shin…apa kau tahu? Kenapa ka terus saja mempersulitku?….” kata Nara hamper menangis. Dan benar, airmatanya jatuh dan dia segera berbalik mengambil tasnya dan pergi. Shin diam.

===

“ Apakah dia ingin uang beasiswa itu? Apakah dia benar- benar yatim piatu sekarang? Apakah dia benar-benar membenciku karena Korea? Apakah aku telah berbuat jahat padanya selama ini? apakah aku yang selalu membuat dia gemetaran dengan kata-kataku? Apakah aku yang bahkan membuat dia sakit? Apakah aku yang jadi penyebab dia sering membolos? Apakah aku orang yang yang sejahat itu? Ah……………!!!” teriak Shin dengan sangat keras di pinggir pantai dekat universitasnya sepulang kuliah. Ia terus memikirkan kata-kata Nara tadi. Dia benar-benar bingung apa hal yang ia harus lakukan sekarang. Ia menyukai Korea dengan segenap hatinya tapi orang yang selama ini ia sukai nyatanya sangat membenci Korea. Apakah ini harus diakhiri saja?. Perlahan Shin menuntun sepedanya untuk pulang. Matahari sudah hampir tenggelam. Suasana sangat sejuk. Deburan ombak menyapa dengan intensitas cukup tinggi…malam akan segera datang.

Udara di daerah ini cukup dingin di malam hari. Shin dengan ditemani gitar favoritnya berjalan ke taman kecil depan rumahnya. Dia duduk di sebuah ayunan dengan perlahan memainkan beberapa nada. Perlahan ia seperti mengembara dalam ingatannya tentang suatu peristiwa. Peristiwa beberapa tahun lalu yang ia yakin itu benar. Saat itu ia masih tinggal di ibukota. Dia sangat menyukai Korea sejak ia kecil. Iapun sangat menyukai berbagai music-musik Korea sejak ia duduk di sekolah dasar. Bahkan lagu pertama yang ia bisa mainkan dengan gitarnya adalah sebuah lagu Korea berjudul haengbok/ bahagia milik salah satu boyband Korea lawas. Ia perlahan mengingat suatu kenangan. Kenangan saat ia pertama melihat konser artis Korea di kotanya. Ia ingat saat itu Rainlah yang ke Indonesia. Dia duduk di barisan nomor 3 dari depan. Ia sangat senang kala itu karena Rainlah yang menjadi idolanya saat itu berkat drama Full Housenya yang ketika itu sangat booming di Indonesia. Saat itu dia melihat ada seorang gadis seumurannya duduk tepat didepannya yang begitu antusias dan terus menerus meneriakkan nama Rain bahkan ketika Rain belum keluar. Dia membawa banyak poster dan lightstick saat itu. Dia kelihatan sangat menggilai lagu Korea, terlihat dari semua lagu Rain yang dia bisa menyanyikannya dengan lancar. Hingga saat itu dia dipilih sendiri oleh Rain untuk maju ke atas panggung untuk ikut bernyanyi bersama dia. Dia sangat cantik. Dia seperti seorang malaikat yang turun dari langit. Dia adalah gadis pertama  bagi Shin yang begitu menyukai Korea. Shin sangat menyukainya bahkan ketika ia belum mengetahui namanya sekalipun. Gadis itu sangat istimewa bagi Shin…

Image

Dia memakai tali rambut berbentuk buah apel saat itu. Dia kelihatan sangat cantik dengan rambutnya yang ikal. Matanya yang sipit mirip orang-orang Korea. Dia sangat cerah, riang dan bersahabat. Namun, saat ini ia ternyata sudah sangat berubah. Ia bukan gadis yang Shin lihat 3 tahun yang lalu di konser. Dia kini sangat dingin, keras hati dan penyendiri bahkan yang lebih parah lagi dia sangat membenci Korea. Shin sangat berharap gadis yang saat ini satu kelas dengannya bukan Nara yang sekarang. Dia ingin Nara seperti 3 tahun yang lalu. namun sepertinya itu akan sangat berat karena sekarang semuanya telah berubah. Namun sekali lagi dia tetap tidak akan menyerah sekarang. Ia masih menginginkan Nara 3 tahun yang lalu. Nara yang selalu mengenakan tali rambut apel yang manis. Nara yang begitu menyukai Korea, sama dengannya.

===

Hari ini Nara mengenakan tali rambut apelnya. Dia sangat cantik hari ini. shin yang melihatnya begitu cantik langsung menghampirinya. “ tali rambutmu sangat bagus…mirip dengan milik seseorang…” kata Shin mengganggu seperti biasanya. Nara langsung berlalu. Dia malas meladeni anak itu untuk kesekian kalinya… “ dia adalah temanku 3 tahun yang lalu, dia sangat cantik, baik, bersahabat, ceria, ramah….pokoknya dia adalah seorang wanita yang sangat aku sukai…” beber Shin lumayan keras hingga membuat Nara tidak enak karena ternyata banyak mahasiswa lain yang melihatnya. Narapun menghampiri Shin. “ kenapa kau mengatakan semua ini, apa tujuanmu?..aku tidak tahu siapa gadis yang kau maksud dan aku juga tidak peduli siapa orang yang kau sukai tapi kumohon diamlah…” tegas Nara mengancam.

“ dia masih begitu marah rupanya. Dia belum bisa menerima keadaan…kasian Naraku,…..” kata Shin dalam hati.

Tiba di kelas. Nara meletakkan tasnya dan bersiap mengambil sesuatu dari dalamnya. Ketika ia bermaksud mengambil bolpoint yang kemarin sengaja ia tinggal di laci kelas supaya tidak lupa ia seperti meraba selembar kertas. Ia menarik kertas itu keluar dan ternyata adalah form pendaftaran untuk menjadi member Krusty. Ia kaget. Ia tidak percaya bahwa Shin melakukan ini. ia senang namun seperti biasa tubuhnya langsung gemetaran karena ada kata Korea di situ. Dengan tangan yang bergetar ia berusaha mengisi biodata yang ada di selebaran itu. Tiba-tiba sebentuk tangan yang sangat hangat memegang tangan Nara hingga gemetarnya hilang. Dia tak lain adalah Shin. Lalu ia segera menarik kertas itu kearahnya dan bersiap menulis biodata itu menggantikan Nara. Tentu saja Nara menolak namun karena Shin sangat pintar memaksa dan meyakinkan seseorang maka apa boleh buat. “ ayo cepat katakan siapa namamu?” kata Shin bersiap menulis di kolom nama. “ Cheonsa Nara Wijaya” jawab Nara datar. “ hah…namamu susah sekali, coba kalau yang menulis nama ini bukan aku, pasti akan salah paham. Apakah Cheon itu pakai h atau tidak, apakah hanya o apa memakai eo…hah…untung aku mengerti bahasa Korea” terang Shin bangga. Nara terus saja gemetaran. Shin yang mengetahuinya langsung memegang tangan Nara dengan tangan satunya. Jadi dia menulis sembari memegangi tangan Nara. “ katakan apa alasanmu mengikuti club ini?” tanya Shin selanjutnya. “ bukankah kemarin aku sudah mengatakannya.” jawab Nara singkat. “ apa itu benar-benar alasanmu? Hah….baiklah. aku ingin bercerita…” belum sempat melanjutkan kata-katanya Nara bersiap untuk keluar. “ aku tidak mau mendengarnya, terimakasih kau telah menuliskannya untukku. Aku akan hadir tepat waktu besok…” kata Nara sudah bersiap beranjak namun Shin melarangnya dengan terus menggenggam tangannya. Shin kemudian mengkondisikan agar Nara duduk kembali. “ dengarkan aku bicara, kenapa kau begitu tidak sopan pada orang yang telah menolongmu?…baiklah aku akan mempersingkat ceritaku. Jadi diamlah. Aku mendirikan club ini 3 bulan yang lalu dengan alasan yang sangat sederhana, karena aku sangat menyukai Korea, itu saja. Aku ingin ini menjadi sebuah club pecinta Korea di kampus ini yang dapat memberi gambaran tentang Korea yang lebih jelas. Disini kita dapat saling bertukar informasi seputar Korea dalam banyak hal, baik bahasa, budaya, edukasi dan sebagainya. Aku ingin club ini hidup, diikuti oleh orang yang begitu menyukai Korea, yang benar-benar ingin mengetahui seluk-beluk Korea secara lebih dalam….sama seperti aku dan kamu yang dulu……”. Sontak Nara kaget mendengar kalimatnya yang terakhir. “ kamu yang dulu? Kenapa dia bisa tahu bahwa dulu aku sangat menyukai Korea seperti dirinya?” tanya Nara dalam hati.

“ kau bahkan masih menggunakannya, tali rambut apel saat menonton konser Rain,,,itu kau kan?” tanya Shin tiba-tiba. Mata Nara terbelalak mendengarnya. Kenapa anak ini bisa tahu? Siapa dia sebenarnya? “ katakan, siapa kau sebenarnya? Kenapa kau bisa tahu aku menggunakan ini saat menonton konser Rain?”. “ jawabannya mudah, aku adalah orang yang selama kita di Jakarta selalu mengagumimu. Bahkan sampai sekarang… aku sudah tahu alasanmu membenci Korea saat ini, tapi aku mohon percayalah padaku, aku akan meyakinkanmu untuk bisa menyukai Korea lagi…kumohon izinkan aku melakukannya….” Pinta Shin penuh kesungguhan. Nara diam dan beberapa saat kemudian ia meneteskan air mata, sambil mengusapnya ia berkata “ kenapa kau ingin menolongku? Ah benar…tentu saja kau sangat menyukaiku karena aku dulu sama sepertimu…tapi bagaimana kau bisa menolongku? Apa kau bisa mengembalikan keluargaku? Apa kau bisa melakukannnya? Jika kau bisa, maka mulai saat ini aku akan menyukai korea lagi seperti dulu…kau diam? Kau tidak menjawab? Berarti kau tidak bisa kan? Benar kan kau tidak bisa? Aku sudah tahu….kau bahkan tidak tahu caranya….aku pergi dulu…” kata Nara terus berlalu keluar.

“Aku membencimu Shin,,,lagi…..” kata Nara dalam hati sembari terus berlalu dan menyeka air mata.

===

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s