Can I Hate You? (4)

Posted: September 11, 2012 in my korean notes

Part 4: niga animyon andwae

Hari ini jadwal kuliah sangat padat. Mulai dari pengumpulan tugas Pengenalan Ilmu Hubungan Internasional yang biasa disingkat PIHI, ulangan Sistem Ekonomi Indonesia juga pidato Bahasa Inggris untuk Diplomasi dan Hubungan Luar Negeri. Hah…pokoknya hari ini sangat melelahkan. “ kenapa hari ini begitu naas ya? Kata Dido keluar dari kelas sebelah. Dido sama-sama semester 2 tetapi beda kelas dengan Shin dan Nara. Dia kelihatan sangat capek, gimana gak capek? selama ini Dido memanggil Shin dengan sebutan hyung karena dia tahu kalau sebenarnya Shin itu berbeda satu tahun dari dia, harusnya sekarang dia sudah semester 4 jika ditinjau dari rata-rata usia.

“ haduh…tugas pak Dion beres, ulangan Bu Lydia kacau. Pidato tadi innalillahi….haduh…kenapa begitu sulit? Kapan ada waktu dimana semua mata kuliah itu diliburkan? Benar-benar…jinjja…..!” umpat Dido begitu kesal karena ulangan yang baru saja dia selesaikan ternyata hancur lebur. Semua jawaban meleset dan apa yang kemarin dia sudah pelajari tidak ada yang keluar. Ditengah kehampaaan karena naas ujian, dia melihat bidadarinya turun dari lantai atas. Dia sangat cantik dengan jepit rambut apelnya…Nara turun. Segera tanpa basa-basi Dido menghampiri. “ Nara aggassi, mau ke kantin ga? Yuk ke kantin…aku bayarin deh…” pinta Dido bersemangat. “ maaf, aku sudah kenyang. Oya, kamu tahu tidak dimana Shin? Dari pagi aku belum melihatnya…” tanya Nara tanpa dosa yang membuat hati Dido serasa diiris. Bagaimana bisa Nara menanyakan Shin disaat dia mengajaknya makan? (apes2). “ aku juga belum melihatnya….” Balas Dido singkat. Ring ding dong ring ding dong………………tiba-tiba HP Dido berbunyi, ternyata ada pesan masuk.

Image

“ aku hari ini demam, bisa tolong izinkan aku Do…jebal..kamsahamnida”, itulah sepenggal pesan dari Shin.

“Ya sudah, aku pulang dulu kalau begitu Dido, sampai jumpa…” kata Nara setelahnya. “ku katakan tidak ya, katakan tidak, katakan tidak,,,katakan….” Kata Dido dalam hati. Dia bingung apakah dia harus memberitahu Nara atau tidak tentang hal ini..

“ Nara, tunggu..aku baru saja dapat sms, katanya Shin sakit..jadi hari ini dia tidak bisa masuk, katanya dia demam…” infonya. Sontak Nara kaget dan langsung berbalik arah..” apakah benar dia sakit? Dimana dia sekarang? Di rumah sakit atau di rumah?” tanya Nara begitu khawatir. “ sepertinya dirumah, lagipula dia kan hanya demam…” jawab Dido santai. “ kau tahu dimana rumahnya?” tanya Nara lagi. “ apa kau mau ke sana? Aku antar ya…” bujuk Dido. “ tidak, berikan saja alamatnya, aku akan ke sana sendiri…”. “ya sudah kalau begitu, dia tinggal di jalan tulip no 33, tidak jauh dari sini…hati-hati ya…jalka…”. “ terimakasih…” balas Nara kalem lalu berlari menuju gerbang depan.

“Kenapa Nara dan Shin begitu akrab ya, apa hubungan mereka sebenarnya? Hah….kenapa aku memikirkannya, jelas-jelas Nara tidak suka padaku…lebih baik aku mempersiapkan untuk remidi besok,,,,,,,hah….kenapa hari ini begitu sial ya….jinjja jinjjja………”

Dengan langkah yang dipercepat dia berlari ke alamat rumah yang diberitahukan Dido tadi. Dengan tubuh yang masih bergetar dia terus saja berlari. Dia tidak peduli apakah dia akan jatuh saat ia berlari, yang ada di pikirannya sekarang hanyalah dia ingin bertemu dengan Shin saat itu juga. Dia ingin memastikan Shin baik-baik saja. Setelah cukup lama berlari, sampailah ia di depan gerbang rumah Shin. Rumah Shin sangat futuristic, mirip rumah-rumah orang Korea yang dulu sering ia lihat di drama-drama Korea. Di depan rumah Shin ada kolam ikan yang begitu besar..sangat cantik. Perlahan dia memencet bel dan tak lama kemudian datanglah sesosok pria tampan, ya..itu Shin sendiri. Shin dengan wajah yang tidak secerah biasanya segera mengajak Nara keluar dengan sepeda fixie-nya. Tanpa berkata sepatah katapun ia mengayuh sepedanya. Arahnya ke pantai, ya..Shin ingin mengajak Nara ke pantai dekat kampus. Sesampainya di pantai, Shin langsung melingkis celananya lalu bersiap berlari ke tengah.

Image

“ hah…..aku benci………….!” Teriak Shin kencang. Nara yang dari tadi memperhatikannya langsung menyahut. “ kenapa benci……………………???????” balasnya tidak kalah keras. Shin memalingkan wajahnya kearah Nara dan mendekatinya, mengkondisikan supaya mereka bisa duduk. Sambil terus memandangi laut, Shin berkata “ aku dulu, sekarang dan yang akan datang akan terus menyukaimu…tetapi dulu, sekarang dan yang akan datang kau belum tentu akan menyukaiku…aku sangat menyukai Cheonsa Nara Kusuma….sangat menyukainya…tapi…”. “ tapi apa?” sahut Nara ingin tahu. “ hah…kau ingin tahu alasannya? Apa karena kau menyukaiku juga? Tapi bukankah kau sangat membenciku karena aku sangat suka Korea? Bahkan saat aku menyebut kata itupun kau langsung bisa gemetaran ketakutan kan?”. “ iya….aku sangat menyukai Shin Hyun Jae…karena aku menyukainya maka aku sekarang tidak gemetaran lagi. Ketika aku memeluk dan bersandaran di tubuhnya, rasa takut dan gemetaran itu hilang. Aku sekarang tidak gemetar lagi mendengar nama Korea atau apapun tentang Korea. Aku juga sangat menyukai Shin, jadi…tetaplah begini Shin, aku sangat membutuhkanmu…” papar Nara dengan penuh kesungguhan juga denan suara yang lantang. Ini tiba-tiba sekali, sama sekali di luar perkiraan Shin bahwa Nara akan mengatakan semua ini. Shin langsung menitikan air mata. “ kenapa? Kenapa kau menangis? Ada apa?” tanya Nara khawatir. “ terima kasih kau membalas semuanya Nara, namun sepertinya semua ini harus berakhir di sini…aku harus berpisah untuk waktu yang sangat lama denganmu….aku harus pergi…” kata Shin tiba-tiba dan itu membuat Nara sangat shok. “ pergi? Kemana?” tanya Nara sangat penasaran. “ aku harus melanjutkan studi ku ke Korea, aku diterima dalam salah satu program beasiswa ke sana dan itu semua tidak bisa aku tolak, ke Korea adalah impianku saat ini…maafkan aku…” terang Shin. Nara langsung lemas. Dia tidak percaya ini terjadi lagi. Orang yang dia cintai sekarang akan pergi juga. “ mungkin 4 tahun lagi aku akan kembali ke sini…apakah kau mau menungguku?” Shin mememohon dengan tangannya yang menggenggam erat tangan Nara. Nara hanya diam dan terus berlinang airmata sembari menatap mata Shin yang sangat cantik. “ aku tahu hal seperti ini akan terjadi lagi, aku tidak akan menghalangimu Shin..kejarlah impianmu…impian yang ingin kau capai…aku akan baik-baik saja. Karenamu aku sadar bahwa tidak seharusnya aku memenjarakan diriku dalam kurungan anti korea seperti ini. aku harus terus berjuang untuk impianku juga. Aku sadar bahwa sebenarnya aku sama dengamnu, aku tidak bisa hidup tanpa Korea. Aku akan memperbaiki semuanya. Aku akan memulainya dari awal. Aku akan melepaskanmu pergi, aku juga akan berjuang di sini…jadi berjuanglah di sana Shinku….” Kata Nara dengan wajah cerah. Sontak Shin langsung memeluk tubuh Nara. Dia menangis. Dia benar-benar tidak ingin berpisah dengan Nara sekarang. Ini seharusnya adalah saat-saat yang paling menyenangkan yang dia bisa lalui bersama orang yang dia cintai, tetapi kini ia malah harus pergi untuk waktu yang cukup lama. Apakah ini bisa terjadi? Kenapa ini harus terjadi? Apa yang harusnya terjadi? Haruskah dia membatalkan beasiswa itu? Apakah itu yang harus dia lakukan sekarang? Apakah harus?

Image

“ semua akan datang dan pergi sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Semua akan berakhir dan kita tidak dapat menghalanginya. Semuanya telah ditakdirkan…aku sekarang dalam posisi yang sangat baik Shin, jangan mengkhawatirkan aku, aku bahkan akan menggantikan posisimu sebagai ketua Krusty…dan bahkan aku akan lebih hebat darimu…aku berjanji…yaksok….” Kata Nara dengan wajah yang penuh kebohongan. Dia sebenarnya sangat sedih tapi dia tetap saja mengatakan hal-hal seperti itu. “ dasar bodoh…apa yang kau ingin katakan sebenarnya?” Shin segera memeluk Nara. Dia tidak ingin membuat airmata Nara keluar lagi. Setelah lama disitu akhirnya mereka memutuskan pulang.

“kata Dido kau sakit, apakah karena kemarin? Kau kehujanan?” tanya Nara penasaran. “ tidak, bukan karena itu, aku sakit mendengar permohonan beasiswaku diterima, aku sakit karena aku tahu harus selalu berpisah denganmu….” Kata Shin ceria, kembali pada dia yang dulu. “ dasar bodoh, kalau kau mudah sakit seperti ini bagaimana kau bisa bertahan di Korea sana? Memang ada yang akan mengurusmu di sana?”. “ tentu saja ada. Aku akan mencari pacar di sana yang sangat cantik dan bisa mengurusi semua keperluanku di sana…haha” goda Shin. Nara hanya diam dan tersenyum. “ apakah kau tidak cemburu?” tanya Shin. “cemburu? Kenapa? Bukankah itu hal pertama yang harus kamu lakukan di sana setelah sampai? Kau harus mendapatkan gadis yang baik karena akupun tahu kau sangat baik. Pria baik bukankah harus mendapatkan wanita baik-baik juga?” terang Nara tanpa sedikitpun ada rasa cemburu. “ kau sebenarnya menyukai aku tidak sih? Kenapa kau malah mengatakan hal-hal seperti itu. Apa kau pikir aku sungguh-sungguh akan mencari pacar di sana? Hah…dasar…” kata Shin agak kesal karena Nara ternyata begitu lugu. “ jadi kau benar-benar tidak akan melakukannya? Kalau begitu apakah aku juga harus melakukan hal yang sama?” tanyanya polos. “ DASAR BODOH! TENTU SAJA HARUS! Kau tidak boleh berkencan dengan pria lain selama aku di Korea, kau akan mati jika melakukannya…” ancam Shin dan membuat Nara tertawa. “ baik-baik…arasseo…” kata Nara masih dengan senyum cerianya. Shin merasa sangat bahagia karena Nara telah kembali pada dirinya yang dulu. Dia kemudian akan bisa tenang menempuh studinya di Korea sebentar lagi.

===

Pertemuan terakhir akan digelar hari ini sebagai perpisahan untuk ketua Krusty yang akan ke Korea. Dia akan berangkat besok. Untuk itulah sebuah perayaan terakhir untuknya digelar hari ini. semua member Krusty hadir di sini, semua sangat sedih karena ketua yang mereka sangat idolakan harus pergi. Echalah merasa paling sedih. Dia tak henti-hentinya menangis hingga Shin sendiri yang harus menenangkannya. Tibalah di acara menyanyi yang sejatinya akan diadakan tes hari ini.  Shin maju ke muka ruangan.

Image

“terimakasih kalian mau meluangkan waktu untuk berkumpul di club ini bersamaku. Aku sangat menyayangi kalian semua. Aku akan berusaha dengan keras di Korea, kalianpun juga harus bekerja keras di sini. Aku akan menitipkan club Krusty ini pada salah satu diantara kalian. Dia adalah orang yang sangat berkompeten dalam hal ini, bahkan kemarin kalian telah tahu sendiri kan kompetensinya dalam hal Korea sangat bagus? Ya, jabatan ketua Krusty akan aku serahkan pada Nara. Dia yang akan memimpin club ini. tolong bantu dia…terima kasih”. Tepuk tangan menggema setelah sambutan itu.

“ baiklah…untuk mempersingkat waktu karena Shin hyung harus segera mempersiapkan diri maka tidak ada salahnya jika ia menyanyikan sebuah lagu untuk kita di sini…lagu yang paling hyung suka…kami ingin mendengarkan suara hyung sebelum pergi…jadi silahkan…” pinta Dido mewakili semua member. “ baiklah, aku akan menyanyikan sebuah lagu. lagu ini adalah lagu korea yang paling aku sukai sampai saat ini. lagu ini adalah milik penyanyi Korea favoritku, Yesung..aku akan menyanyikan lagunya yang berjudul niga animyon andwae…lagu ini aku persembahkan untuk seseorang yang sama dengan lirik di lagu ini. orang yang hanya dia. Orang yang harus dia. Orang yang aku tidak mau kecuali dia…nara, dialah orang itu…”. Sontak seluruh isi ruangan riuh oleh tepuk tangan, mereka tidak menyangka Shin akan melakukan hal seperti itu. Echa yang merasa dipermalukan di situ langsung keluar. Dido hanya mengeluarkan nafas panjang…” hah…mungkin ini memang bukan milikku…Nara menyukai Shin begitupun sebaliknya, apa boleh buat?”

“ baiklah semua,…mari kita dengarkan Shin hyung menyanyi…”

………..Niga animyon andwae (harus kamu)….harus kamu…harus kamu…

Aku tidak bisa hidup dengan yang lain…harus kamu….nara…

===

 *jadi kayak drama yee ni cerita😀

Komentar
  1. aneeminiechem08028박동림 mengatakan:

    hooh ki, aq baca di part 1 kan tragis, gada unsur2 loving2
    bareng part2 mpe 4 cintanya kentara
    eh tp bagus lho, feel bgt ma karakter shin d sini, aq suka
    BTW ini masih TBC ga? thu nasih echa gmna ama dido? hheh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s