Can I Hate You (5)

Posted: September 17, 2012 in About EXO M & EXO K

Part5 : kenapa begitu sulit, Shin?

Hari ini begitu cerah. Awan yang berombak berwarna putih berseling biru terlihat sangat indah memenuhi langit. Deburan ombak dengan warna yang terlihat hampir sama juga bersautan menyapu bibir pantai yang berpasir putih. Semua terlihat sangat menawan dari kampus. Kampus memang terletak di tebing atas pantai sehingga dari sini kita dapat melihat dengan sangat jelas pantai begitu juga hamparan laut di depannya. Kota kecil yang tenang ini sangat bagus, sangat sepi juga sangat damai. Hati serasa mengembara ke tampat laksana firdaus yang begitu tenang, begitu indah, begitu menyenangkan dengan kedamaiannya. Ditambah dengan kumpulan bunga warna-warni yang mekar menghiasi sekeliling kampus sampai pantai. Musim bunga telah datang. Musim yang sangat indah. Musim permulaan. Musim dimana setiap tumbuhan menumbuhkan tiap bunganya untuk memberi warna terindah di planet kita ini. musim yang sangat menyenangkan. Musim bahagia.

Image

“apakah ini adalah sebuah kado musim semi? Aku memulai semuanya kembali. Semua kembali dengan hal yang baru. Hal yang akan kumulai dari nol lagi….hah…suasana begitu indah, sangat bersahabat…ini adalah hari pertamaku sebagai ketua Krusty…SEMANGAT  Nara!” kata Nara sambil mengepalkan tangannya. Ini adalah pertemuan pertama Krusty semenjak Shin pergi. Apakah yang akan terjadi pada pertemuan ini? jawabannya adalah…belum tahu.

Jam perpustakaan bahasa lantai 3 telah menunjukkan angka 15.00, semestinya semua member sudah ada yang berkumpul di ruangan itu. Tapi ternyata tak ada satupunyang datang. Hanya beberapa saat kemudian Dido datang beserta 2 rekan perempuan satu kelasnya. Dido agak heran kenapa hanya 4 orang yang hadir. Ini benar-benar janggal. Pertemuan yang biasanya dihadiri hampir 20 orang sampai-sampai kadang kursi dan mejapun kurang mendadak sepi. “ Nar, mana yang lain? kenapa Cuma kita?” tanya Dido penasaran. “ aku juga tidak tahu kenapa, lalu apa yang sebaiknya kita lakukan?” tanya Nara balik. Salah seorang member perempuan seumuran dia yang memakai kacamata cukup tebal menyahut “ apalagi, mari kita belajar sekarang…aku ingin bisa beberapa grammar hari ini…” katanya bersemangat. Perempuan satunya yang lebih terlihat modis mengangguk “ iya, kami ingin belajar denganmu Nara, ayo kita mulai sekarang. Dido pun mengangguk lalu segera mengambil tempat duduk. Nara tertegun sebentar dengan pernyataan 3 temannya itu. Kemudian dengan penuh semangat dia membuka tasnya, mengambil spidol dan kemudian langsung menjelaskan beberapa grammar Korea. Dia menjelaskan partikel subjek (eun/neun), objek (eul/reul) juga  beberapa partikel lain yang bersifat dasar. Nara menjelaskan dengan sangat gamblang dan jelas seperti dia benar-benar orang Korea. Kevina, gadis berkacamata yang tadi, kini menanyakan beberapa pertanyaan seputar penjelasan Nara barusan. Dia terlihat yang paling bersemangat. Narapun dengan sangat jelas menjelaskan semua jawaban atas pertanyaan tersebut. Kelas begitu hidup dengan aroma Korea di mana-mana. Mereka berempat sangat antusias satu sama lain. benar-benar seperti mau ke Korea saja, mereka sesemangat itu.

Image

Pukul 16.30. “ baiklah teman-teman, bagaimana kalau pertemuan ini kita cukupkan saja. Teman-teman di sini rupanya sangat pintar. Semua dapat memahami penjelasan dengan sangat baik. Aku sangat gembira melihatnya. Untuk pertemuan yang akan datang pasti akan semenyenangkan ini, aku sangat menantikannya…” kata Nara mengakhiri kelas. “ benar, sangat menarik…aku akan datang lagi minggu depan, pasti…” kata Venus, gadis cantik nan fashionable yang terlihat sangat Korean style itu. “ terima kasih…aku harap kalian datang lagi minggu depan, dengan demikian kita bisa belajar bersama-sama lagi…” balas Nara disertai dengan senyum manisnya. “ baiklah…mari kita pulang….” Kata Dido seraya melangkah keluar. Saat Venus, Kevina dan Dido akan keluar gerbang depan, tiba-tiba Nara mencegah mereka “ tunggu teman-teman”…kontan 3 orang itu berhenti dan menengok ke belakang. “ ada apa Nara?” tanya Kevina penasaran. “ kenapa hanya 3 orang yang datang? Kira-kira kemana 17 orang lagi yang biasa datang?” tanya Nara terlihat sangat ingin tahu. “ oh itu…paling-paling mereka malas. Mereka ingin belajar Korea karena menyukai Shin, jadi ketika Shin sudah tidak ada di sini maka mereka menjadi malas. Mereka memang seperti itu. Mereka tidak benar-benar ingin mengerti Korea seperti kami…” balas Kevina. Nara hanya mengangguk ditambah dengan mimik agak kecewa. Dido yang melihatnya berusaha menambahkan “ Kevina benar, kau tidak perlu memikirkan mereka, mereka hanya belum punya tujuan saja. Mereka belum menyukai Korea dengan hati mereka…tidak apa-apa…kami akan selalu datang kok di pertemuan ini walaupun tidak ada Shin hyung….” Kata Dido dengan disertai semyum imutnya. “ baiklah Nara, kami pulang dulu…tetap semangat ya Nara seonsaeng nim….” Kata Venus mengakhiri dan merekapun berpisah di situ. Nara dengan sepeda barunya lalu pulang. Sebenarnya ia agak kecewa dengan kenyataan tersebut tapi ia berusaha tenang. Kita tidak bisa memaksakan seseorang untuk menyukai apa yang kita sukai. Meyakinkan orang kalau Nara memang mampu dalam hal Korea ternyata sulit karena sejak awal orientasi member bukanlah ingin mendalami Korea melainkan hanya untuk mendalami ketua club Korea itu saja.

Image

“ini lebih sulit dari yang kubayangkan….” Kata Nara dalam hati sambil terus mengayuh fixienya.

===

Malam telah datang. Hawa dingin mulai merasuk. Sambil ditemani secangkir teh hangat, Nara membuka laptopnya. Laptopnya terlihat sangat hampa tanpa satupun unsur Korea di dalamnnya. Laptopnya yang dulu full dengan all about Korea. Mulai dari wallpaper, drama, film, music/mp3, video clip(mv) lagu Korea, jingle2 Korea, panduan belajar bahasa Korea, software games Korea dan semua tetek bengek yang berhubungan dengan Korea. Sekarang semua sangat terlihat berbeda. Semua kosong, tak ada satupun kata Korea yang ada di computer jinjing itu. Hanya nama Nara yang dari tadi berseliweran sebagai screen saver laptopnya.

“ semua harus diawali dari nol…baiklah Nara…ayo kita mulai sekarang….” Kata Nara penuh semangat. Ia lalu menancapkan modem dan bersiap untuk membuka beberapa alamat dimana dia bisa mendownload lagu Korea. Ia ingin sekali memiliki lagu-lagu itu di handphonennya lagi dan kemudian mendengarkannya… ia memasukkan sebuah nama boyband Korea ke dalam satu kotak pencarian dalam satu situs. Ia menuliskan kata super junior dan langsung deretan lagu milik boyband berpersonil 13 itu keluar. Ia kemudian mendownload beberapa lagu milik boyband kesayangannya itu. Yang pertama ia download adalah lagu balloon milik DBSK. Lagu itu adalah lagu yang punya banyak kenangan bagi Nara. Lagu itu adalah lagu yang sering diperdengarkan ibu Nara ketika Nara beranjak tidur. Lagu yang punya makna yang sangat dalam. Makna bahwa kita harus terus percaya pada mimpi kita, kemudian menerbangkannya dengan balon merah, berusaha meraih apa yang kita inginkan dengan antusias layaknya anak kecil yang sangat bersemangat untuk mendapatkan sesuatu. Namun pada kenyataanya mimpi kita juga bisa akan berubah ketika kita beranjak dewasa. Korea adalah impian Nara sejak kecil, dan ia pernah melupakan mimpi itu ketika dia dewasa seperti sekarang namun sejak lagu itu kembali mengalun di telinganya ia sadar bahwa impian masa kecilnya adalah impian sejatinya. Ia akan memperjuangkan mimpi masa kecilnya. Ya, ini adalah apa yang benar-benar Nara inginkan dulu, sekarang dan yang akan dating. Tetap sama, yakni Korea.

Image

Sambil memutar list lagu2 DBSK dari album mirotic, Nara terus melanjutkan downloadan-nya. Ia mendownload hampir semua lagu DBSK. Ia sangat rindu DBSK lebih dari apapun sejak ia membenci Korea.. “oppa..maafkan aku.. dan sekarang aku tahu aku tidak bisa hidup tanpa lagu2 kalian…kalian inspirasiku…” kata Nara sambil memandangi wajah2 oppadeul DBSK dari jendela google.

Lagu terakhir yang ia ingin download adalah…ini adalah lagu yang paling istimewa baginya karena Shin terakhir kali menyanyikan lagu ini ketika ia akan ke Korea. Ya…lagu dari Yesung yang berjudul Niga animyon andwae… lagu yang menceritakan bahwa ada seorang pria yang hanya akan mencintai satu wanita selama hidupnya…lagu yang sangat dalam dengan lirik maupun melodinya. Yesungpun menyanyikannya begitu sempurna hingga membuat siapapun yang mendengarkannya akan merasakan kedalaman perasaan lagu tersebut. Emosi yang begitu terasa, emosi seorang pria yang terang-terang mengatakan bahwa dia tidak bisa hidup bersama wanita lain kecuali wanita yang kini ia pilih. Ini benar-benar menggambarkan posisi Shin dan Nara sekarang. Lagu yang sangat indah…lagu yang sangat disukai Shin…

===

Pagi tiba. Semua aktivitas dimulai. Narapun segera menuju kampus karena hari ini adalah jadwal mata kuliah favoritnya, ekonomi politik Internasional (epi). Dia sangat tertarik pada mata kuliah yang satu ini karena ia ingin banyak mengetahui hal seputar ekonomi dan politik di dunia luar. Menjadi seorang pengusaha multinasional merupakan salah satu impiannya juga. Hari ini sangat ia tunggu-tunggu.

Image

Tiba di kelas, semua terlihat seperti biasa. Namun ketika ia menghampiri mejanya, ia menemukan meja dan kursinya rusak penuh dengan coretan ejekan di sana-sini. Ejekan yang sangat menyakitkan. Mulai dari Nara yang tidak tahu malu mengambil jabatan ketua Krusty. Nara yang miskin. Nara yang yatim piatu dan sebagainya. Namun ada satu hal yang paling membuat Nara tidak terima yakni Nara yang memanfaatkan Shin…Nara telah membuat Shin menderita karena menyukainya….Nara tidak termaafkan…juga ada kalimat seperti Shin telah diperbudak oleh kecantikan semu Nara…nara yang jahat. Dengan insiden itu terpaksa Nara tidak bisa mengikuti kuliah pagi ini. iapun dengan airmata berderai keluar dari kelas. Kevina dan Venus yang melihatnya langsung menhampiri Nara. “ Nar, sudah jangan menangis…ini semua ulah Kak Echa…dia memang begitu…sudah, kami akan mencarikan bangku baru untukmu…kamu duduk dulu di sini…” bujuk Venus lalu bersiap menuju bagian perlengkapan untuk mengambil bangku dan meja. Echa yang melihat semua itu sambil mengemut lollipop dengan tersenyum puas menghampiri Nara. “ bagaimana NARA? Apakah menyenangkan belajar di sini tanpa Shin? Mulai hari ini Shin tidak akan melindungimu lagi…dia sudah pergi dan tidak akan kembali…” kata Echa puas. Nara hanya diam dan berusaha menghentikan airmatanya. “ jika aku tidak bisa mendapatkan Shin maka kamu juga tidak boleh mendapatkannya…dan karena aku tahu bahwa orang yang selama ini disukai Shin adalah kamu maka aku tidak akan berhenti mengusikmu…aku akan membuat kamu menyesal telah disukai maupun menyukai Shin…” ancam Echa dengan lantang penuh kesadisan. “ aku sangat menyukai Shin…aku bahkan akan menyusulnya ke universitas barunya di Korea. Aku akan memilikinya di sana…dan kau? Kau tidak akan pernah bisa ke sana…kau hanya akan menderita jika terus setia padanya karena cepat atau lambat aku akan memilikinya…aku akan meminta ayahku yang memiliki universitas ini supaya aku dapat segera menyusul Shin…sebaiknya kau menyerah sekarang Nara…kau sudah kalah sekarang…gadis miskin sepertimu mustahil untuk menyusul Shin….aku tidak akan main-main dalam setiap kata-kataku jadi sebaiknya kau berhati-hati….” Kata Echa dengan sangat jelas membuat Nara bergeming. Echapun langsung meninggalkan Nara yang masih terduduk diam. Tiba-tiba….

“Tunggu!” perintah Nara keras kearah Echa. Echapun berpaling dan tertarik untuk mendengarkan. “ apa yang ingin kau katakan?” tanya Echa masih dengan arogansinya. “ aku tidak akan takut dengan semua ucapanmu…aku akan berjuang juga untuk bisa meraih apa yang aku inginkan…aku akan ke Korea juga, aku akan mewujudkan cita-citaku…aku juga akan menemui Shin, pasti aku akan bisa bertemu dengan dia kembali dan kami akan bisa bersama lagi..jadi kakak, jangan mengancamku lagi karena aku tidak akan takut sedikitpun. Jangan pula mengerjaiku dengan hal-hal semacam tadi karena aku pasti bisa mengatasinya dan mari kita bersaing secara sehat untuk mendapatkan Shin. Aku tidak akan bilang apa-apa kalau Shin nyatanya lebih memilihmu…namun aku juga tidak akan tinggal diam dan menyerah sekarang…aku akan memperjuangkan semuanya…impianku…korea dan tentu saja Shin…aku akan sangat berterimakasih jika kakak dapat berlaku fair dengan adik kelasmu ini…” kata Nara dengan begitu santai hingga membuat Echa agak merasa terpojok dan malu. Ditambah banyak sekali orang yang menonton mereka termasuk Dido, Venus dan Kevina. Mereka ber3 terlihat sangat senang melihatnya. Mereka sangat senang mendengar teman mereka nara yang begitu berani. Echapun segera berbalik arah dan keluar dari kerumunan itu. Nara masih berdiri di situ dengan tatapan penuh ambisi. Ia seperti baru saja menabuh genderang kompetisi tingkat tinggi dengan kakak kelasnya sendiri. Kakak kelas yang begitu terkenal dan bereputasi…

“ kau melakukan hal yang tepat Nara…tadi itu keren sekali…” komentar Dido dengan wajah girangnya seraya menepuk bahu Nara. Kevina mengangguk “ benar, tadi itu keren sekali Nara…”. Venus pun menyahut “ kami akan ada di belakangmu selalu…jadi kau tidak perlu kuatir….”. “ itu benar sekali, kami akan membantumu bertemu dengan Shin juga…aku akan mencarikan info beasiswa terbaru dari ayahku…ayahku kebetulan tahu persoalan beasiswa seperti itu…” sahut Dido. Nara sangat terharu mendengarnya..tidak ia sangka ada teman-teman yang sangat mendukungnya seperti itu.

“terima kasih semuanya…nomu kamsahamnida….” Kata Nara dengan wajah sangat berterimakasih. “ kita kan teman…untuk apa berterima kasih..” balas Dido dengan gayanya yang lucu. Venus dan Kevina segera menggiring Nara masuk kelas. “ semua akan baik2 saja Nara…” kata Kevina dan Venus yang sepertinya akan jadi malaikat pelindung Nara di kampus mulai hari ini. Dido juga akan menjadi satu peri yang punya kekuatan sihir untuk mengabulkan semua permintaan Nara…sihir yang semoga saja berhasil….

“kenapa ini begitu berat? Kenapa begitu susah Shin…..kuatkah aku?…bantu aku ayah, ibu, kakak…” pinta Nara dalam hati

 “langit…tolong bantu aku…kau yang begitu tenang dan biru, tolong bantu aku sekali lagi…sekali lagi….”

===

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s