71 Into The Fire : Perang dan Persahabatan

Posted: April 25, 2013 in my korean notes

Saya menonton film ini kurang lebih baru seminggu yang lalu. Film ini sendiri adalah film tahun 2010 yang bercerita tentang Perang Korea Utara dengan Korea Selatan pada tahun 1950 di Pohang. Sebanyak 71 pelajar ditugaskan untuk melindungi Sungai Nakdong dari serangan pasukan Korea Utara. Pelajar-pelajar tersebut merupakan anak muda yang sangat tidak familiar dengan senjata namun dalam keadaan genting diharuskan menjadi semacam tentara pelajar. Pemeran film ini sendiri adalah actor-aktor yang cukup terkenal yakni Kwon Sang Woo (berperan sebagai Goo Kap Jo) dan T.O.P dari boyband Big Bang (berperan sebagai Oh Jang Beom). Di sini TOP berperan sebagai pemimpin dari 71 tentara pelajar tadi. Dia adalah sosok pemimpin yang kompeten namun dia pendiam dan tenang sehingga Kwon Sang Woo selaku salah satu tentara tadi cenderung meragukan kepemimpinannya dan selalu berdebat bahkan bertengkar karena dia hanya merasa lebih capable dari TOP menurut saya. Namun pada saat teman akrab dari Kwon Sang Woo ini dibunuh oleh tentara Korea Utara dan suasana perang makin genting dia menjadi tergugah hatinya untuk berbuat yang terbaik dalam perang tersebut. Dengan akalnya dia berhasil merebut tank dan senjata dari Korea Utara dan berhasil memberikannya ke teman-temannya dan mengantarkan mereka pada kemenangan. Dalam film ini kita bisa melihat bahwa sebenarnya pasukan antar kedua kubu yang berperang tidaklah seimbang. Namun berkat kesolidan dan tekat mereka yang kuat untuk menang maka mereka dapat memanfaatkan semua yang ada untuk biasa berjuang meraih kemenangan.

71-Into-the-Fire-movie-and-music            Dalam film ini saya banyak belajar banyak hal yang berkaitan dengan perang. Yang pertama adalah filosofi dari seorang pemimpin dalam medan pertempuran. Di sini digambarkan bahwa TOP adalah pemimpin yang sebenarnya punya kemampuan namun karena karakternya yang pendiam maka dia merasa tidak cukup mampu untuk menjadi pemimpin karena mungkin anak buahnya akan menyepelakan dan sebagainya. Namun disini komandan yang menunjuk TOP menjadi pemimpin mengatakan kurang lebih bahwa “jika hatimu baik maka mereka akan mau mengikutimu”. Dari sini saya sangat terharu dan menjadi tahu bahwa hati yang baik adalah yang paling penting dan bisa menjadikan orang lain untuk mau mengikuti kita. Disini digambarkan komandan Korea Utara yang mempunyai arrogansi yang tinggi dan tidak pernah mau mendengarkan perkataan bawahannya bahkan tega membunuh bawahannya sendiri karena dianggapnya terlalu banyak bicara. Dengan etika seperti itu pada akhirnya dia terbunuh oleh pasukan 71 tadi karena sejak awal dia arogan dan terlalu menganggap remeh tentara pelajar tadi. Hal ini membuktikan bahwa moral dan etika seorang pemimpin akan menentukan hasil dari perang tersebut. Pemimpin yang kompeten, bermoral baik dan cermat akan bisa mengantarkan pasukannya dalam kemenangan. Pemimpin adalah orang yang dianggap capable sehingga selaku anak buah harus tunduk pada pemimpin selama apa yang dilakukannya benar dan sesuai dengan pandangan umum. Menjadi pemimpin juga bukan hal mudah sehingga perlu diapresiasi

5816353b65d9c620_71-into-the-fire_3         Hal lain adalah kita bisa melihat dari segi mentalitas para pasukan. Hal mengharukan adalah saat mereka menjanjikan pulang dengan selamat pada ibu mereka namun mereka harus gugur di medan perang. Saat mereka lapar mereka ingin makan masakan ibu mereka di rumah. Hal-hal inilah yang menjadi kesedihan tersendiri para tentara pelajar itu. Namun tidak ada pilihan lain kecuali terus berjuang untuk menang sehingga dapat kembali dengan selamat dan berkumpul dengan keluarga kembali. Hal lain adalah mengenai persahabatan yang bisa terbentuk karena mereka punya “musuh bersama”. Kadang konflik sesame golongan dapat diakhiri jika mereka punya musuh bersama. Hal ini terjadi dalam film ini dimana antarpasukan 71 malah sering terjadi konflik namun ketika mereka menyadari musuh mereka yang sebenarnya bukan teman mereka sendiri melainkan pasukan Korea Utara maka permusuhan tadi berubah menjadi persahabatan dan menghasilkan kerjasama yang solid.

71_-_into_the_fire_2010_part_6.flv_snapshot_15.13_[1980.01.07_01.12.49]

Film ini menurut saya wajib ditonton khususnya pada pecinta Korea. Film ini dapat memberikan gambaran pada kita tentang arti sebuah pengabdian pada negara, dedikasi pada tugas yang diemban serta perjuangan yang maksimal untuk bisa meraih tujuan bersama. Film ini diambil dari kisah nyata 71 tentara pelajar yang berperang di Pohang Girl’s Middle School pada 13 Agustus 1950. Pasukan berjumlah 71 pelajar ini berhasil mendelay pasukan Korea Utara selama 11 jam sehingga memberikan cukup waktu bagi tentara Korea Selatan dan PBB untuk bisa member serangan balasan. Mereka berhasil melakukan tugas mereka dengan baik dan menurut saya mereka layak disebut pahlawan. Walaupun mereka adalah anak muda yang belum berpengalaman sama sekali namun mereka tidak menyerah sampai akhir dan berhasil member kontribusi yang berarti bagi negara mereka.

Award untuk film ini:

Ternyata Film ini dibantu oleh Kementerian Pertahanan Korea Selatan (Ministry of National Defence). Pembuatannya sendiri sudah dimulai sejak 1 Desember 2009 dan berakhir pada 13 April 2010. TOP sendiri sempat mengalami cedera selama pembuatannya. Film ini rilis di Korea pada 16 Juni 2010. Film ini ditonton 3,358,960 pemirsa dan berhasil menjadi  besar penjualan film terbesar di Korea pada 2010 dan menghasilkan $20,967,660. Film ini juga diputar di  Hawaii International Film Festival. Film ini juga dimerambah United Kingdom’s Showbox and Germany & Switzerland’s Ascot Elite serta dityangkan di  Los Angeles, San Francisco, New York, Washington and Philadelphia. Budget estimasi untuk film ini adalah 12 billion Won (10.4 million USD). Sebenarnya lead actor dalam film ini adalah Kim Bum dan Yu Seung Ho namun oleh Taewon entertainment selaku pemegang produksinya diganti TOP dan Kwon Sang Woo. Saya tidak tahu apa penyebabnya namun sepertinya walaupun TOP dan Kwon terlalu dewasa untuk film yang menceritakan tentara pelajar yang masih muda (Kwon Sang woo sudah cukup berumur) namun sepertinya emosi dari TOP dan Kwon lebih dapet untuk film ini. Apapun itu yang jelas film ini daebak bgt chingudel🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s