Analisis Konstruktivisme dalam drama “The Queen of Classroom”

Posted: Agustus 9, 2013 in my korean notes

Kemaren gue baru aja ngrampungin nonton ini drama. Dan 3 episode terakhir beneran bikin gue mewek sejadi2nya. Bahkan pas gue ulang lagi part2 tertentu masi bisa bikin gue mengharu biru. Gue dari awal memang suka drama genre school dibandingin yang lain. Menurut gue kita bisa banyak belajar dari drama genre school, terutama tentang kehidupan remaja, pencarian jati diri, impian dll. Selain drama ini, drama genre school yang gue suka banget adalah God Of Study. Gue masi inget tentang legenda guru matematika yang dengan metodenya bisa mengubah anak sekolah yang udah kayak preman sekolah buat insyaf dan akhirnya mau belajar dengan keras di bawah bimbingan guru itu dan akhirnya berhasil menjadi dokter yang bisa menyelamatkan nyawa orang lain. Sama seperti di God of Study, The Queen of Classroom juga punya guru yang seperti itu. Guru ini memiliki metode khusus dalam mengajarkan makna kehidupan dan persahabatan bagi anak2 kelas 6 SD ini. Oya, Chanyeol EXO juga suka lhoh sama drama ini chingudeul..dia pernah bilang di salah satu interview baru2 ini dan ngrekomendasiin kita buat nonton drama ini.

Ma Yeo Jin atau Guru Ma adalah guru dengan aura misterius yang selalu memakai pakaian gelap sehingga tiap dia datang seakan2 ada angin dingin yang menegakkan bulu kuduk murid waliannya. Dia mengampu anak kelas 6 SD (kelas ke3, di sana kelas 6nya ada 4 kelas). Guru Ma ini selalu berlaku dingin ke murid2nya namun apa yang dia lakukan dan katakan selalu benar walopun dengan cara yang “kasar”. Soalnya kadang sesuatu yang lebih disukai orang kan sesuatu yang disampaikan secara menyenangkan walopun apa yang disampaikan itu ga masuk ke intinya dan cuman kata2 normatif ajah. Nah guru Ma ini beda, dia secara straight forward (secara langsung) menunjukkan pada murid2nya tentang realitas kehidupan yang ada di dunia. Ada penghinatan, persaingan, pem-bully-an, deskriminasi dan sebagainya. Guru Ma mengajarkan semua itu dengan membuat murid2nya secara langsung mengalaminya selama dia ajar. Guru Ma membuat mereka saling mendeskriminasi, bersaing, berhianat dsb namun saat sudah ada korban dia tetap akan turun tangan untuk mengakhiri “pelajaran” yang sudah dia rencanakan itu. Guru Ma memang sengaja memecah belah kelas tersebut agar dari situ mereka bisa menginsyafi setiap kejadian yang mereka alami dan belajar dari situ. Mereka dia harapkan untuk bisa punya impian, kuat, tidak mudah menyerah dan selalu bahagia. Dan yang terpenting adalah mereka harus bahagia dengan teman2 mereka dan menjalani hari selanjutnya tanpa sendirian lagi. Ini mengingat kasus2 bully masih banyak terjadi di kalangan sekolah di Korea. Guru Ma mengajarkan bahwa teman adalah hal yang berharga. Dia mengajarkan untuk selalu memikirkan bahwa jika kamu ingin bahagia maka temanmu juga menginginkan hal yang sama sehingga kalian harus bahagia bersama. Pada akhirnya kelas mereka mejadi kelas yang kompak, mereka jadi punya impian, menjadi sabahat yang baik bahkan sampai SMP.

Guru Ma adalah guru yang sangat hebat. Dia kelihatan sangat acuh dan dingin di luar namun dia mencintai dan memikirkan murid2nya lebih dari apapun. Kamar sewaannya penuh dengan buku2 dan catatan tentang keadaan murid2nya secara mendetail baik tentang keluarga, karakter, kejadian yang terjadi pada mereka dsb. Guru Ma mengetahui hampir semua hal tentang muridnya. Dia diam2 selalu mengawasi gerak setiap muridnya tanpa satupun murid yang tahu. Sebaliknya murid2 guru Ma tidak tahu apa2 tentang gurunya itu. Guru Ma dengan sikapnya itu membuat guru lain bertanya2 mengapa dia ingin menjadi guru? Guru Ma menjawab karena ada keajaiban pada setiap murid2 itu. Guru hanya pembimbing dan merekalah yang akan membuat keajaiban dengan membuat dunia menjadi lebih baik. Oleh karena itu dia harus menjadi guru yang kompeten dan apapun yang dia katakan adalah benar dan berguna bagi mereka. Keajaiban yang dibuat oleh guru Ma pada para muridnya antara lain terjadi pada karakter Oh Dong Goo, Kim Do Jin, dan Eun Bo Mi.

Oh Dong Goo adalah anak panti asuhan yang ditelantarkan ibunya sejak lahir. Namun dia tumbuh menjadi anak yang selalu ceria walopun tanpa ibu. Di depan, guru Ma selalu mengatakan kata2 yang melukai Dong Goo seperti Dong Goo tidak punya ibu sehingga dia kelihatan menyedihkan jika dia pura2 bersikap ceria tanpa memikirkan masa depannya..Dong Goo tidak suka belajar dan hanya suka bermain dengan teman2nya. Tapi Guru Ma diam2 selama ini mencari ibu Dong Goo dan terus tanpa henti tiap hari mengajaknya untuk sadar dan merawat anaknya. Ibu Dong Goo sendiri bekerja di tempat karaoke, bisa dibilang wanita nakal. Akhirnya karena kesabaran dan persuasi tanpa lelah yang dilakukan guru Ma, ibu Dong Goo menjadi sadar dan bersedia kembali pada anaknya.

Kim Do Jin adalah anak panti yang akhirnya diadopsi setelah beberapa kali mengalami penolakan. Akhirnya dia tumbuh menjadi pribadi yang kesepian dan melampiaskan semuanya dengan sering membully teman2nya sendiri. Akhirnya ketika kasus pembullyannya diketahui dia ingin mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, namun disaat2 terakhir guru Ma datang dan memegang tangannya dan mengatakan bahwa karena dia gurunya maka dia akan bertanggungjawab pada muridnya sampai akhir. Jika Do Jin ingin mati, maka guru Ma akan mati bersama Do Jin. Akhirnya Do Jin sadar dan dia meminta guru Ma menyelamatkannya. Do Jin setelah kejadian itu menjadi punya teman dan tidak melakukan pembullyan lagi.

Berikutnya adalah Eun Bo Mi. Dia menjadi siswa yang disingkirkan teman2nya (outcast) dari kelas 1 sampai kelas 5 SD. Karena “bantuan” Guru Ma secara “implicit” akhirnya Eun Bo Mi menjadi punya teman bahkan teman yang sangat baik sampai dia masuk SMP.

Guru Ma benar2 figur konstuktivis yang bisa mengubah dunia. Kenapa dunia? Karena dia adalah guru yang menciptakan generasi2 penerus masyarakat dunia. Dengan kemampuannya mencetak murid2 yang visioner, berarti dia berkontribusi bagi masa depan dunia, karena masa depan dunia terletak pada anak2. Dalam Hubungan Internasional (studi gue sekarang), konstuktivisme adalah salah satu teori HI. Konstuktivisme mengemukakan bahwa setiap sesuatu yang ada di dunia ini adalah seperti konstruksi bangunan yangmana kita bisa membuatnya, menghancurkannya, menata ulang dan apapun sesuai dengan kemauan manusia di dalamnya. Nah, orang yang bisa melakukan semua itu (mengubah konstuksi yang ada maupun menciptakan konstruksi baru) adalah norm enterpreneur. Dia mengubah konstruksi pikiran murid2nya yang semula acuh belajar, hidup tanpa impian dsb menjadi pribadi yang memikirkan masa depannya. Mereka yang semula acuh pada teman menjadi bisa menyadari pentingnya teman. Guru Ma juga menjadi inspirasi guru lain bahkan diceritakan ada guru yang sampai meniru gaya dia dalam mengajar. Menurut gue guru Ma adalah lebih dari apa yang murid harapkan dari seorang guru. Dia adalah konstuktivis sejati yang walopun selalu berhadapan dengan rintangan baik di lingkungan guru2, pemangku pendidikan pusat (karena metodenya dalam mengajar), orangtua murid bahkan murid2nya sendiri yang ketika itu belum sadar makna dibalik sikap gurunya itu, namun tetap berjuang sampai akhir hingga tibalah waktunya kelulusan dan terkuaklah sudah makna dibalik sikapnya selama ini. Di acara kelulusan, semua siswa guru Ma menangis sejadi2nya dan mengucapkan terimakasih yang begitu besar pada guru tercinta mereka. Ada yang berjanjia kelak akan menjadi pemain sepak bola dan mengunjungi Guru Ma, ada yang akan menjadi desaigner yang hebat dan akan membuatkan baju yang sangat indah untuk bu guru, ada yang sampai menulis setiap perkataan guru Ma di kelas dan membagikannya pada teman2 yang lain dsb. Guru Ma dengan masih sengan style sadis tetap mengatakan bahwa tidak ada tempat lagi bagi kalian di SD ini dan menyuruh mereka bersiap2 ke jenjang yang lebih tinggi yaitu Sekolah Menengah (SMP). Walopun style bicara guru Ma seperti itu, namun murid2 memahami dengan dewasa kalau mereka ga boleh cengeng seperti anak2 lagi dan harus  berusaha keras belajar untuk masa depan mereka dengan tanpa mengabaikan teman2 mereka. Akhirnya di akhir adegan guru Ma bertemu di tengah jalan dengan Shim Ha Na (salah satu muridnya) di hari pertama Ha Na masuk SMP. Shim Ha Na sangat bahagia bertemu dengan gurunya itu dan menanyakan suatu hal. “ibu guru sangat senang kan karena ibu kalah?”maksudnya selama ini hubungan guru dan murid dalam kelas mereka seperti orang berkelahi namun akhirnya muridlah yang menang karena mereka dapat bersatu dan menang sampai akhir (lulus). Guru Ma hanya diam dan tetap dengan wajah sinis, namun hana tahu kalo jawabannya iya. Hana kemudian pamit karena dia sudah terlambat. Guru Ma berbalik badan dan tersenyum manis (untuk pertama kali dari ep 1-16) ~gue nangis. Dia sadar telah berhasil dalam misinya menjadi guru yang membawa harapan bagi murid2nya. Selanjutnya dia akan tetap melakukan hal yang sama. Sosok guru yang luar biasa menurut gue. Chingudeul harus nonton juga yah..apalagi ChanYeol EXO juga suka banget nonton ini ^^. Kalo semua guru kayak dia gue yakin dunia akan menjadi lebih baik ^^.

The_Queen's_Classroom-0001

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ini link dramanya: http://www.gooddrama.net/korean-drama/the-queens-classroom-korean

Komentar
  1. Mariska Nada Debora mengatakan:

    Filmnya emang Daebak! Film terbaik sepanjang 2013😀

  2. NicMin mengatakan:

    jeongsonghamnida onnie.. aku baru kasih feedback.
    hehe dan menurut aku ini pas momentnya. baca postingan kamu itu bikin ngakak, cemberut-karna sering banget teleportasi ma Kai- hehe, haru, n nangis nie gegara Postingan yang ini ughhh seneng tapi aku hehe

    Guru dengan sosok guru Ma itu sangat jarang -banget -sekarang. jadi kepikiran severus pas aku baca diskripsianmu tentang guru Ma hehe… juga buat persahabatan.

    pantes dah alo Chanyeol oppa ngrekomendasiin nie drama.

    yaaakkk panjang ni kalo di terusin. hehe oke Thank buat postinganmu onnie, sangat membantu banget… ^^ We are One, EXO Saranghaja!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s