Deep Tought: Style Saya Dalam Menulis Fakta

Posted: Januari 8, 2015 in my notes

Gue sekarang lagi ngikutin dramanya ShinHye JongSuk “Pinnochio”. Drama itu tema ceritanya adalah tentang news. Bagaimana sebuah berita dibuat dan kepentingan2 yang ada di balik berita itu. Dari situ gue semacam dapat “pencerahan” kalo berita/tulisan/artikel itu ada harusnya dengan bukti-bukti yang jelas dan tidak berdasarkan kepentingan salah satu pihak saja. Semua itu harus objektif dan bisa dipertanggungjawabkan.

Gue mengakui diri gue sangat newbie dalam menulis paling tidak sampai pertengahan tahun 2014. Gue rasa tulisan gue dari waktu ke waktu itu agak beda, semakin ke sini semakin lebih dewasa (menurut gue). Gue merasa dalam menulis pandangan guepun menjadi agak lain. Dari yang semula ga ada kata2 kayak #peace #love #happiness dll di tulisan gue sekarang jadi ada dsb. Itu karena gue berproses. Visi gue berubah, dari EXO yang pure karena pengen orang2 Indonesia lebih kenal EXO (mungkin bisa terinspirasi juga karena mereka), namun sekarang yang pengen gue share adalah bukan “dengan tulisan ini gue harap orang2 lain kenal GOT7, UNIQ, MADTOWN, Red Velvet, Bomi Apink” dsb tidak, bukan itu, sama sekali bukan itu. Gue ga terlalu peduli orang bisa lebih kenal sama mereka/ga atau jadi suka/ga sama mereka karena tulisan gue. Kalo toh misalnya lebih kenal ya syukur Alhamdulillah (mungkin karena tulisan2 itu ada orang bisa dapet hal2 positif/menghibur/inspirasi dari idol2 itu, gue ikut seneng) dan kalo ga ya ga ada masalah. Gue nulis ini karena hobi. Nulis ngebikin gue ngerasa damai, seneng, bisa ketawa, belajar juga, belajar untuk bisa respect, berbagi dsb (seperti hashtag2 yang gue buat di akhir tulisan gue).

Gue ga sempurna, banyak kesalahan yang gue buat selama gue nulis. Entah typo entah apapun. Namun kesalahan2 itu ga akan gue perbaiki dari awal  tapi akan gue perbaiki dengan cara meningkatkan kualitas tulisan gue dari waktu ke waktu. Yang salah biar salah (itu sebagai tanda kalo gue memang pernah salah) namun semakin ke depan dan kedepannya lagi gue  akan berusaha lebih baik agar ada peningkatan. Gue ga ngerubah bukan karena gue males tapi supaya jejak salah gue keliatan dan mungkin orang akan bisa tahu itu dan ketika mereka baca2 sampai tulisan2 selanjutnya, mereka akan sadar bedanya apa, peningkatannya apa dan tahu kalau gue adalah manusia yang masih berproses/belajar sampai saat ini dan bahkan sampai kapanpun gue dikasih usia. Karena dalam agama gue belajar itu sampai mati. Dengan proses itu, meskipun hasilnya tidak akan sempurna, gue ingin menjadi lebih baik aja dari waktu ke waktu.

Prinsip gue nulis fakta di sini adalah utamanya (mayoritasnya) dari apa yang mereka bicarakan di suatu acara (show/interview dsb) meskipun sumber2 lain ada juga. Bagi gue sumber yang paling valid adalah dari mulut mereka sendiri soalnya. Toh jika mereka bohong, gue ga punya kemampuan untuk menginvestigasi mereka apakah yang mereka katakan itu benar adanya. Namun secara simple bohong atau tidak itu bisa dilacak. Contoh jika setelah dia mengatakan A lalu untuk hal yang sama dia mengatakan B, bisa saja dulu dia berbohong. Meskipun ada pertanyaan lagi, mungkinkah dia tidak bohong tapi hanya perubahan pikiran? who knows? Itu rumit kan? Gue jujur pusing memikirkan itu sehingga gue memutuskannya dengan sebuah pemikiran sederhana. Apa yang gue tulis adalah “fakta” dengan alasan idol2 itu pernah membicarakan/melakukannya dan gue melihatnya sendiri, ada buktinya (via video, ini karena tidak ada jalan lain selain video/pic/official site/akun dsb bagi seorang netizen untuk tahu tentang idolanya). Gue tegaskan disini kalo sebatas itu aja “fakta” dalam konteks gue di blog ini. Gue bukan author yang bisa dapat fakta yang masuk ke ranah investigasi mendalam karena gue belum bisa melakukan internal communication dari semua subjek yang gue tulis, gue ga punya akses untuk itu.

Contoh, dalam salah satu fakta gue tertulis “JB lebih suka pisang dari apel”. Itu bagi gue fakta karena gue pernah denger dan liat di suatu acara kalo dia ngomong seperti itu, tapi bisa juga menjadi sebuah perdebatan lagi ketika misalnya di hari lain dia ditanya oleh acara yang berbeda dan mengatakan lebih suka apel. Lalu gue bisa apa jika itu terjadi? Gue ga bisa berbuat apa2 dong jika “fakta A” diganti “fakta B” oleh yang bersangkutan, semua jadi benar. Harapan gue di sini adalah misalnya gue nulis A di fakta A, dan besoknya gue nulis B untuk hal yang sama di fakta B, jangan menyalahkan gue karena yang berubah bukan gue tapi informasi yang gue dapatkan. Untuk itulah penting bagi kalian mengamati kapan gue menulis sesuatu sehingga tidak terkesan gue menshare informasi yang berbeda2. Contoh lagi yang lebih universal. Misalnya tanggal 2 Januari 2015 tersangka korupsi bernama A tidak mengakui perbuatannya di pengadilan dan dilaporkan dalam berita bahwa dia tidak mengakuinya di pengadilan itu (apakah itu fakta? Ya itu fakta, karena mulut A mengatakan tidak) namun 1 bulan kemudian dia mengaku (apakah itu fakta? Ya itu fakta, karena dia mengakui. Berarti 2 januari dan 1 bulan setalah itu adalah sama2 fakta meskipun jawabannya beda. Tidak mungkin 2 januari media mengatakan tersangka itu mengaku dia koruptor (meskipun fakta kalau dia memang koruptor dan harus dipenjara karena sudah ada bukti2nya). Media akan menulis “si tersangka faktanya tidak mengakui perbuatannya pada persidangan tanggal 2 januari meski sudah ada bukti dan baru mengaku 1 bulan kemudian”. Nah itu sama dengan tulisan disini, sangat dinamis karena objeknya manusia, bukan eksak/ilmu pasti yang segalanya bisa dicari dengan rumus yang misalnya ada soal matematika jawabannya 2 ya akan 2 selamanya jika rumus yang dipakai benar dan pengerjaanya benar. Manusia itu kompleks, ada perubahan pikiran, ada perubahan sikap dan untuk mencari kebenaran darinyapun sulit termasuk bagi gue. Belum tentu dengan metode yang benar (rumus yang benar) dan pengerjaan yang benar hal yang didapat akan benar. Contoh meskipun gue bisa dapet akses buat wawancara salah satu idol dan dapet jawaban, gue ga bisa menjamin jawaban itu benar untuk selamanya karena bisa saja di lain waktu dia berubah pikiran. Namun apakah wawancara gue itu bukan fakta? Tetep fakta kan meski bisa berubah?. Beda dengan ketika 1+1 adalah 2, sampai kiamat sekalipun 1+1 akan 2, tidak mungkin angka lain. Namun jika gue mewawancarai manusia, gue tanya “anda lebih suka makanan pedas/manis?” saat itu dia menjawab suka pedas namun karena setelah itu dia mengalami sakit lambung, dia tidak suka makan pedas lagi dan lebih suka manis. Manusia seperti itu, banyak perubahan. Dan meskipun dia menjadi tidak suka pedas sekarang, apakah dulu dia suka pedas itu bukan fakta? Fakta juga kan? Nah itu dia. Beda dengan 1+1 yang dari kita belum lahir sampai kita akan mati jika ditanya jawabannya akan tetap 2.

Karena rumit, untuk meminimalisir kesalahan gue sebisanya hanya menulis yang keluar dari mulut mereka aja, agensi mereka dan tulisan2 mereka di SNS. Bagi gue resiko sekali jika menulis dengan tanpa sumber2 itu, gue rasa gue tetep ada tanggungjawab juga meskipun yang gue tulis ini basicnya just for info, just for fun. Intinya gue rasa dalam membaca satu fakta/artikel/news/apapun itu jangan cuman terpaku dengan itu seolah2 itu berlaku untuk selamanya. Sama sekali bukan begitu karena semua itu dinamis/terus berubah. Jadikan itu referensi saja. Termasuk fakta di sini, jadikan sebuah referensi saja, bukan sesuatu yang terus menerus akan begitu karena perubahan pasti ada. Namun meskipun perubahan ada, yang lalu2 tetap adalah sesuatu yang pernah terjadi dan itu fakta. Mengenai opini gue semata yang banyak gue masukkan di tulisan gue, gue harap kalian uda paham tentang itu dan bisa memahami mana yang kira2 fakta mana yang bukan. Itu sebisa mungkin uda gue pisah dengan tanda (*) yangmana kata2 dalam tanda itu adalah opini gue semata.

Untuk judul di fakta2 yang gue tulis, gue ga ada pikiran kalo judul itu sendiri adalah selalu fakta. Itu judul yang gue ambil karena menurut gue mewakili isi postingan gue aja. Misalnya judul yang gue pilih “Fakta-Fakta GOT7 Part 1 (Jr suka Style Swag), itu bisa dibilang fakta karena Jr pernah bilang sendiri dia suka style itu di acara Mnet Begin, temen2nya pun mengiyakan, uda ada saksinya. Contoh lain misalnya “Fakta-Fakta UNIQ Part 1 “YiBo Jago Menggambar”, ini jangan dimaknai fakta karena meskipun ada buktinya gambar YiBo yang bagus, dia pernah posting di blog gambar2nya dan netizen banyak yang bilang bagus termasuk gue cuman bagus dan tidaknya gambar/jago dan tidaknya menggambar kan relatif, bisa aja gue bilang bagus dan kalian ga? nah jadinya itu fakta/ga? Judul seperti itu opini sebenernya karena “jago menggambar” itu opini gue, meskipun gambarannya bagus menurut banyak orang. Nah ini yang gue maksud, kadang nulis itu juga ga bisa terlalu kaku. Kan ga asik kalo judulnya “YiBo dan Member2 UNIQ Yang Lain Menggambar di Acara A”, menulis itu seni jadi kadang harus ada variasi rasa. Kalo kalian menjumpai judul2 yang jenisnya opini kayak gitu, tolong pertimbangkan hal ini “Linda memang nulis judul yang semacam pendapatnya dia aja, tapi kalo gue baca isinya, ada kok fakta2 yang gue bisa ambil juga dari postingan yang itu”. Itu maksud gue, meskipun judul gue semacam seni aja, biar menarik (bisa diperdebatkan kalo mau) tapi pertimbangkan itu dengan melihat bukti gambarnya. Ke depan gue akan lebih berfikir lagi kalo mau ngasi judul, gue ngomong kayak gini supaya clear aja.

Apakah kalian pernah mendengar tentang kebenaran umum? sesuatu yang menjadi seolah2 benar karena dirasa benar oleh banyak orang meskipun kadang tidak begitu? Contoh: kulit cantik itu adalah yang putih sehingga iklan di TV ramai2 mengiklankan iklan sabun yang membuat wanita jadi makin putih. Kulit cantik yang putih itu adalah kebenaran umum namun bagi gue itu ga benar karena cantik dan tidaknya warna kulit itu relatif. Ada juga orang yang menganggap kulit coklat lebih cantik karena exotic. Bagi gue kebenaran umum it not my style, karena gue rasa setiap orang punya style/pemikiran masing2 dalam memandang sesuatu dan itu ga bisa diacuhkan dengan yang namanya “kebenaran umum”. Akan terlihat aneh memang orang yang menolak kebenaran umum itu, terkesan nyleneh dan beda dari yang lain cuman selagi gue bener, kenapa gue harus takut dibilang beda? Agama gue mengajarkan kalo meskipun gue dianggap salah oleh jutaan manusia (dianggap bukan manusia pada umumnya oleh banyak orang karena aneh) kalo gue bener dimata Tuhan gue itu uda cukup. Selagi gue ga melakukan hal2 yang dimurkai Tuhan gue akan fine2 aja, bodo amat dengan orang2 itu. Itu masalah agama. Kalo masalah “duniawi” ya sama aja sebenernya, kalo banyak orang yang ga suka gue cuman karena gue punya jalan pikiran yang beda, ya itu masalah orang itu bukan masalah gue, gue ga masalah selama gue ga ngerasa berbuat salah dan melanggar prinsip agama. Bagi gue semua hal di dunia bisa diperdebatkan, belom tentu teori2 yang ada di dunia ini (yang kita pelajari) itu bener. Bagi gue yang bener itu cuman 1, kitab agama gue, gue muslim, itu aja. Yang lainnya mah gue ga percaya2 banget, haha. Jujur ini sebab gue nulis ini, gue semacam ada rasa takut karena gue sudah nulis banyak di blog ini jadi ini perlu gue luruskan biar clear. Gue ada rasa tanggungjawab ketika nulis ini dan gue ga mau gue ga bisa ngejawab terhadap apa yang uda gue tulis. Makanya pikiran ini keluar dalam kata2, ini hasil pergolakan batin gue sebenernya.

Mungkin ada pertanyaan lagi “kok linda bisa nulis ttg video yang belum disub?” ya itu karena gue belajar bhs Korea. Gue punya bukti kemampuan bahasanya jadi meskipun belom faseh banget gue cukup konek sama bhs Korea. Ga mungkin gue nulis ketika gue ga punya background dalam hal itu sama sekali. Video disubbpun kadang masih ada kekurangannya juga (jangan salah) dan dengan punya background bahasa itu ngebikin gue lebih hati2 juga dalam ngereview. Atau ada pertanyaan “kok fakta2nya part2an sih? Ga langsung kayak yang lain?” Ini karena gue ga mainstream. Gue #B dan gue tipe orang yang ga suka sama dengan orang lain. Gue punya pemikiran sendiri yang gue dapet dari berbagai proses belajar yang kadang hasil2nya ngebuat gue beda dari yang lain. Gue ga bilang gue jadi hebat karena itu, gue cuman ngerasa I have my own style saja. Selain tentu saja nulis berpart2 itu karena alesannya panjang banget tadi bahwa manusia itu berubah2 dan untuk tahu seseorang ga cukup hanya dari 1 atau 2 kejadian/sepatah dua patah omongannya doang. Semakin banyak data, semakin jelas mana yang konsistensinya tinggi, mana yang ga. Yang tingkat konsistensinya bagus berarti high level fakta (semakin akurat) dan yang berubah2 bukan salah gue tapi berarti orang yang ngomong itu jadi questionable. Gue rasa semua balik ke netizen masing, kalo mau berfikir lebih “ilmiah” ya kayak gini tapi kalo “ah bodo amat yang penting gue fun sama fakta yang ditulis Linda” ya ok, baik2 aja. Yang jelas gue uda pernah ngasi penjelasan ini. Kalian paham gue bersyukur, harapan gue tercapai. Ga pahampun gue uda berusaha. Yang penting gue uda menjelaskan system gue dalam nulis fakta di sini. Gue nulis ini karena takut pikiran kalian beda dengan maksud gue selama ini. Gue ngerasa gue bertanggungjawab penuh dalam semua yang gue tulis soalnya. Dan jika kalian merasa ada tulisan gue yang janggal/aneh/mencurigakan/ga jelas dsb tolong sekali bilang ke gue, gue bakalan ngejawab/memperbaiki itu. Gue terbuka dengan segala kritik dan saran. Kalo gue salah gue akan mengakuinya. Dan terimakasih bagi kalian yang uda nyempetin baca tulisan gue yang panjang banget ini.

#Peace #Love #Happiness

#Live #Love #Love #Learn #Laugh

#Respect #Sharing #Inspiring

Komentar
  1. HanB mengatakan:

    haii🙂

  2. alexis mengatakan:

    hahaha setelah baca artikel yang ini ,kayaknya ga akan ada lagi fakta fakta exo…,alasannya mungkin apa gara2 exo 2 anggota keluar sama satu anggota pacaran(padahal ngomongnya mau pacaran umur 35 ,apa gara2 cinta itu datang tiba2 yah.. ga kayak pekerjaan/impian yang mungkin bisa diprediksi,cinta datang tiba2..tiba2 kena dispact) dan terakhir nama fandom yang menurut aku ga banget EXO-L padahal kalo diliat senior2nya kebanyakan bagus2 kayak cassie trus elf trus sone(lebih enak dibaca dan didenger) exo-l tu semacam sub unit kayak suju-T suju-M exo-K exo-M exo-L(latin),ga bisa dipungkiri itu bencana alam exotic atau exo-L(lebih suka exotic) ampuuuun deh exo2 riwayatmu kini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s