Fakta-Fakta BTS Part 158 (Rap Monster X Youth X Sexy Brain X Hip Hop)

Posted: Oktober 5, 2015 in About BTS
Tag:

BANG! TAN! BTS!

Source: Article – Star1 2015 October Issues Interview (Credit: atstar1.com, translated: KimmyYang)

  • “The Best Moment In Life Pt.1” adalah album mereka tentang anak muda, masa2 yang penuh keceriaan juga ketakutan di sisi yang lain. RapMon ditanya tentang masa mudanya, apakah masa mudanya termasuk yang pudar atau terang?. Dia ngejawab dua2nya, seperti berada di antara padang pasir dan lautan. Kadang merasa sedang berada di padang pasir, namun pada waktu tertentu merasa seperti di lautan, berubah2 tiap waktu *gue rasa ga hanya RapMon, banyak orang yang merasa seperti itu juga. Kadang ngerasa bahagia, kadang ngerasa sengsara di masa mudanya. Bagi gue usia 20an memang bener seperti kata anak2 BTS, the best moment in life, masa2 yang indah sekaligus mengkhawatirkan. Masa2 yang semacam jadi core-nya fase kehidupan manusia. Masa dimana keinginan orang untuk melakukan apa yang dia suka sedang membara2nya cuman mereka banyak menemui kekhawatiran pada masa depan mereka. Masa dimana manusia mulai mencari jawaban akan dibawa kemana hidup dia, akan diisi dengan apa hidup dia. Gue sebelum usia 20an ga begitu berfikir tentang ini, cuman sejak usia gue awal 20an (22 tepatnya), gue mulai banyak mikir hidup gue akan gue bawa kemana dan diisi apa. Itu menyenangkan, proses berfikir itupun menyenangkan, cuman bener kata BTS, juga mengkhawatirkan di sisi yang lain. Timbul pro kontra dalam fase itu dan itu kadang bikin frustrasi juga. Gue rasa orang2 yang belum sampe usia 20an akan ngerasa kurang konek sama apa yang gue bicarakan dan ga perlu konek sekarang juga, karena ini sebuah proses yang ada waktunya sendIri. Kalo kalian ga konek berarti memang belum waktunya, dan ga perlu juga dipaksa untuk konek. Pada saatnya nanti gue yakin kalian akan merasakan hal yang serupa. Merasakan kalo usia 20an itu bener2 punya kesan mendalam dalam kehidupan kalian, titik balik kalian untuk kemudian menjadi pribadi yang seperti apa ke depannya. Dan sebagai orang yang rentan usianya hampir sama dengan BTS, gue ngerasa terwakili juga sama musik/konsep mereka, terutama di “the best moment in life pt.1” ini*
  • Musik BTS berubah tiap waktu, secara konseppun juga berubah. Jika sebelumnya mereka bicara tentang school/kehidupan sekolah, sekarang mereka bicara tentang youth di “the best moment in life pt.1” ini. RapMon ditanya perubahan mereka itu seperti apa. RapMon ngejawab kalo musik yang mereka buat memang berubah seiring berjalannya waktu. Mereka membuat musik yang sesuai dengan usia mereka (usia yang ada di range mereka). Kenapa? Karena mereka ingin membuat musik yang mewakili cerita/hal2 yang terjadi di range usia mereka kepada orang lain yang range-nya sama. Dengan begitu, musik merekapun akan relate/nyambung/mewakili pendengarnya *jadi intinya mereka semacam pengen membuat musik/konsep yang bisa kena di hati orang2 yang se-range dengan mereka. Menurut gue ini masuk akal, seperti yang gue bilang di depan, orang akan relate sama sesuatu kalo berada dalam fase itu. Orang ga bisa ngerasain bahagianya punya cucu kalo usia dia masih 20-an dan belum menikah, logikanya kan gitu. Karena range mereka teen (belasan) akhir dan 20-an awal, maka otomatis fase itulah yang bener2 mereka pahami untuk saat ini dan dibuatlah karya based on dari fase itu/hal2 yang mereka rasakan di fase itu, sehinggga orang2 di fase usia itu diharapkan akan relate sama kisah mereka juga. Gue rasa konsep BTS di “the best moment in life pt.1” ini brilliant banget, inilah hip hop menurut gue. Sesuatu karya yang mewakili banyak pikiran orang, menyuarakan perasaan diri sendiri dan itu sampe ke orang lain. Karya yang disamping artistic juga bisa dikaji secara lebih dalam, menjadikan gue pribadi jadi banyak berfikir juga, lebih banyak berfikir tentang kehidupan ini, masa muda ini. Ibarat rasi bintang, konsep youth-nya BTS ini kayak satu titik bintang yang terhubung dengan berjuta2 titik yang lain yang membentuk satu rasi bintang tertentu, yakni rasi bintang “youth” tadi. Orang yang ngerasa dia di range “youth” bisa semacam “senasib” dengan mereka, punya pola perjuangan yang mungkin hampir sama dengan mereka, punya pemikiran yang mungkin juga hampir sama dengan mereka, dan itu indah banget menurut gue. Ketika musisi bisa mewakili perasaan banyak orang, itu keren, dan BTS bagi gue adalah musisi yang seperti itu. Meskipun mereka sepertinya menekankan range usia yang relate dengan mereka dsb cuman gue rasa orang yang usianya agak diatas dan dibawah range mereka (misalnya line 80-an atau 00-an) bisa juga relate sama mereka. Yang 80-an bisa jadi semacam nostalgia mereka ketika masih di awal 20an, dan yang baru mau masuk 20an (masih teen) akan punya gambaran ke depan itu kayak gimana*
  • RapMon kan ikut “Problematic Men” dan jadi booming banget karena itu (inget kan postingan RapMon di Runningman gue sebelumnya? hehe). Nah di sini dia ditanya tentang apa yang membuat seorang pria menjadi “sexy brain”. Jawaban RapMon adalah tentang bagaimana orang itu berfikir dan jika sedang berbicara dengan orang itu, ada hal yang dia bisa pelajari darinya. Lebih detailnya, orang itu perlu untuk jadi subjektif, orang itu perlu untuk punya belief/kepercayaannya sendiri. Selain itu, dia rasa orang juga akan keren jika dia bisa menyampaikan hal2 yang ingin dia sampaikan kepada orang lain *setuju gue sama jawaban RapMon. Orang yang “sexy brain/pinter” itu dilihat dari bagaimana dia berfikir/pola pikirnya gimana. Nah pertanyaan selanjutnya pola pikir yang gimana? Kalo bagi gue ada 2 hal. Yang pertama dia harus punya belief dulu/keyakinan/kepercayaan dulu, dan ini hubungannya sama hati. Yang kedua adalah dia punya ilmu yang banyak, yang hubungannya dengan kecerdasan otak. Kalo dua hal ini sama2 outstanding, gue rasa orang tersebut adalah “sexy brain” sejati. Orang yang pinter aja tapi hatinya ga baik itu ga sexy juga menurut gue. Malah lebih baik hatinya baik dulu meskipun ga pinter2 banget, karena belajar untuk pinter secara otak itu lebih mudah daripada belajar untuk baik secara hati. Gue juga setuju kalo orang yang punya “sexy brain/pinter” itu ketika kita ngomong sama dia, kita berasa banyak belajar dari dia. Dan ini nyambung sama statement dia yang terakhir yang dia rasa orang yang bisa menyampikan hal ke orang lain itu adalah keren. Ini karena sepinter2nya orang, kalo orang itu ga bisa mendeliver/menyampikan pikirannya ke orang lain ya sama aja. Gue rasa semakin pinter orang adalah orang yang bisa menyampikan sesuatu yang besar dengan sederhana dan orang lain bisa mudah menerimanya. Ada rasa humble ketika dia menyampikan, ga terkesan menggurui karena dia sudah begitu pandai, namun kita ngerasa ditransgeri ilmu sama dia. Dan itu susah banget menurut gue, itu level yang paling tinggi menurut gue dalam perkara “transfer menstransfer” perihal ilmu ke orang lain. Setuju banget sama RapMon, orang yang bisa kayak gitu berarti dia keren. Tentang statement dia yang “orang perlu subjektif” menurut gue bener juga, karena orang itu harus punya pegangan dia sendiri di tengah2 orang lain. Subjektif yang gue tangkep di sini maksudnya dia punya pandangannya sendiri terhadap sesuatu yang sudah based on pada beliefnya/apa yang dia percaya. Dan itu menurut gue perlu karena ngebikin kita ga akan mudah terombang ambing. Kita jadi punya pegangan dan ga mudah menjadi objektif yang akhirnya ngeblend dengan pikiran orang lain yang mungkin bertentangan dengan pandangan kita sendiri dan lebih buruk jika itu salah. Semacam “I have my own think, my own style, I am unique, i be myself” dsb. Gue rasa orang yang pola pikirnya selalu berusaha jadi diri sendiri itu paling keren. Dia subjektif, cuman subjektif yang bisa dipertanggungjawabkan. Keren ga sih uri RapMon? Ga heran ya jadi ikon “Sexy brain”? hehe. BTS different lah pokoknya, banyak hal yang bisa banyak gue pelajari dari BTS menurut gue*
  • Ketika diminta ngasi contoh selebriti yang sesuai dengan karakter “sexy brain man” yang dia sebut tadi, dia milih member “Problematic Men” Ha SeokJin. Dia sendiri ngerasa ga bisa menjelaskan part mana dari hyung itu yang sexy dalam sebuah kata, cuman dia ingin belajar banyak dari hyung itu. Bagi RapMon, SeokJin hyung bisa menjadikan orang lain yang sedang bersamanya merasa nyaman, kemampuannya untuk itu sangat bagus. RapMon ngerasa hyung ini selalu bisa menaikkan suasana. Dia bukan orang yang sangat subjektif namun kata2nya membuat RapMon ingin mendengarkannya. Dia juga jujur menurut RapMon. Dia strong sekaligus soft di saat yang sama *berarti level wise kan ya, charismatic. Ya kayak inti kata2 gue sebelumnya, orang yang pinter itu justru bisa ngebuat orang lain jadi nyaman, bukan menggurui. Dia bisa ngeblend dengan yang lain tapi tetep keliatan kalo dia beda. Orang lain nyaman sama dia di satu sisi tapi respect juga di sisi yang lain. Menurut gue level yang seperti ini tuh udah keren banget. Kalo RapMon, menurut gue dia sisi pinternya udah dapet cuman ngebuat orang nyaman itu belum sampe (factor usia juga). Di Problematic Man itu masih ada kesan RapMon terlalu mudah exciting kalo dia bisa ngejawab, sisi wise-nya belum terlalu nampak. Tapi gue yakin wise itu akan muncul seiring berjalannya waktu. Orang ga bisa dikatakan wise kalo masih muda kan? Belum banyak pengalamannya, mikirnya juga belum banyak, jadi masih mudah exciting. Termasuk gue, gue ini masih jauh banget dari wise meskipun sedang berusaha untuk bisa wise. Jalan gue keknya masih panjangggggg banget untuk bisa wise, hehe. Ha SeokJin itu udah 30 tahunan usianya, otomatis udah lebih banyak pengalamannya daripada RapMon. Kalo yang gue liat di Problematic Man, Ha SeokJin itu ya kayak yang RapMon bilang itu, persis. Jadi orangnya itu pinter (pinter banget). IQnya aja no.2 yang paling pinter di acara itu, 150-an, cuman orangnya ya nyantai. Dia pinter tapi orang ga segen sama dia, seperti itu. Kadang dia serius juga cuman ga pernah sampe ke level yang orang jadi segen. Gue rasa Ha Seokjin kehilangan banget karena RapMon diganti Park Kyung sekarang, hehe~. Ha SeokJin itu sendiri mengakui kalo RapMon itu anaknya pinter. Makanya di episode awal ketika Park Kyung ngegantiin RapMon dan ternyata Park Kyung dirasa dia belum sepinter RapMon, dia bilang dia akan bisa jadi no.1nya ketika RapMon ga ada. Berarti posisi RapMon diakui banget sama SeokJin. Cuman Park Kyung minggu kemaren (edisi chuseok) pinter banget chingu, keren. Dia menang di episode itu setelah beberapa kali belum menang2. Kalo RapMon dari awal menang banyak terus, sering menang dia mah. Park Kyung itu pinter juga, cuman lebih pinter RapMon versi gue. Gue sebenernya udah males nonton Problematic Men karena RapMon udah ga ada, cuman gue ngerasa udah klop aja sama member2nya yang lain jadi tetep nonton akhirnya. Semua member unik, karaternya beda2, gue seneng semua. Semoga RapMon balik lagi ke situ dan ketemu Ha SeokJin lagi!*
  • Terakhir, dia ditanya tentang hip hop. Ada part dimana rappers ngediss orang lain atau mengekspresikan hip hop melalui kata2 tidak baik (cursing/menyumpah). Orang yang bukan bagian dari budaya hip hop kadang2 merasa ga nyamann dengan itu dan ga paham juga kenapa hip hop dilakukan dengan cara seperti itu. Komentar RapMon adalah, tentang budaya hip hop, itu tergantung dari bagaimana orang itu melihatnya, terbuka sebenernya. Meskipun begitu, ada juga kecenderungan yang mana hanya orang2 yang ada di dalam hip hop itu saja (yang terlibat) yang dapat memahaminya. Tentang kata2 kasar yang ada di hip hop, itu sudah ada sejak lama dan menjadi karakteristik di hip hop. Dia pikir orang umum perlu untuk menghormati itu sebagai sebuah budaya, namun dia berfikir bahwa menggunakan kata2 kasar itu bukan hal yang baik juga *setuju gue sama komentar ini. Hip hop itu sangat tergantung darimana kita memandangnya dan memilahnyas sebenernya. Memang adalah fakta kalo hip hop itu cukup identik dengan kata2 kasar, diss/celaan , drug, sex, wanita, uang, party dsb, cuman ada part di hip hop yang menurut gue positif juga kayak gimana MC/rapper ngedeliver suara dia ke orang lain supaya orang lain tergerak. Ada juga pesan2 baik yang disampikan ke orang lain lewat karya2 mereka. Tergantung kita mau mendalami yang mana, yang diss dsb tadi atau yang lebih ke pesan2 positifnya. Makanya ga heran MV2 hip hop banyak pake model cewek sexy dsb, ya karena dari pendahulu2nya hip hop udah gitu, karena hip hop memang ada part2 budaya itu, itu fakta. Meskipun itu fakta, tapi orang kan harus subjektif (seperti kata RapMon di awal). Orang bisa memiliah karena dia udah punya kepercayaan yang dia pegang. Ketika orang ngerasa yang party dsb itu bertentangan dengan belief-nya/apa yang dia sudah yakini, ya ga usah didalami yang sisi itu, cari sisi lain yang aman. Apa ada yang aman di hip hop? Ada. Contohnya ya BTS dengan lirik2nya yang meaningful itu. Rapper2 master (pendiri2nya) juga ada, meskipun setahu gue ga banyak, lagu yang “aman”pun bagi gue ga banyak, namun bukan berarti ga ada. Apa contohnya? Coba kalian cari lagunya Nas yang “I Can” X 2PAC yang “hold on be strong” atau rapper2 muslim kayak Mos Def X Brother Ali, mereka banyak bicara kehidupan dan nasehat2 di lagu2 mereka. Mereka legend di hip hop. Tentang genre ini, memang harus bijak2 memilah sih, karena genre ini menurut gue riskan juga bagi para awam. Jadi kalo kalian beneran suka hip hop, jangan cuman modal ngejadiin satu atau dua pengetahuan tentang hip hop jadi pegangan kemana2. Kayak kalo ada apa2 langsung yang “ini kan budaya hip hop” seakan2 udah paling tahu sendiri budaya hip hop itu apa. Keliatan banget kalo orang itu malah beginners, ga paham hip hop itu apa dan sudut pandanganya apa aja, sehingga langsung menjudge seperti itu. Menurut gue menjadi sebuah pilihan juga ketika ada orang yang misalnya komentar “ini kan hip hop, nyombong gapapa (orang kenyataannya gitu), ngediss gapapa, kan budayanya gitu”, cuman gue menyayangkan aja yang kayak gitu. Berarti hip hop di dalam sudut pandang mereka hanya pada batas itu saja, padahal aspek2 lain yang lebih baikpun ada sebenernya. Ya kembali lagi, itu sangat tergantung dari sudut pandang mana yang kita pilih. Kita lebih memilih memandang dari sisi yang lebih wise atau yang kasar. Tentang kata2 RapMon yang “hanya orang2 tertentu yang terlibat yang memahaminya”, itu bener juga, karena sejarah hip hop itupun sendiri sangat kompleks. Bukan hanya masalah karya tapi lebih dalam masuk ke banyak aspek kehidupan artisannya itu sendiri. Mereka bicara tentang filosofi hidup mereka, idealisme mereka, stories pribadi mereka, kejadian2 di sekitar mereka, dan itu semua mereka ungkapkan dengan musik & lirik sehingga kadang bersinggungan juga antara artisan yang satu dengan yang lain, dan ga jarang terjadi clash juga diantara mereka. Kenapa hip hop cukup identik dengan pake kata2 kasar? Menurut gue orang harus belajar lebih dalam untuk bisa paham tentang itu, cuman simplenya genre ini sendiri muncul di situasi yang ga kondusif, masalah ras, masalah keadilan dsb, jadi ya wajar cursing stufflah yang keluar. Makanya RapMon bener kalo dia bilang hanya orang2 yang terlibat yang bisa tahu. Orang yang ga mau belajar (cari tahu)/ga mau baca/ga mau terlibat ya ga bakalan tahu soalnya. Dan karena itu memang tidak bisa dipungkiri sudah menjadi bagian dari budaya hip hop itu sendiri, sebagai orang yang tahu sejarahnya ya semacam cukup tahu aja kalo menurut gue, respect. Perkara kita ga ikut melakukan itu karena udah ada belief tadi ya gapapa (bagus), cuman itu memang fakta yang ga bisa dihapus dari budaya hip hop itu sendiri. Selanjutnya tergantung kitanya mau ngambil yang mana. Ok dissing/cursing itu budaya hip hop, cuman sebagai manusia, harusnya  bisa berfikir kalo hal2 itu ga baik. Dan kalo sudah tahu itu ga baik, maka harusnya tidak dilakukan, memiliah lalu melakukan yang baik2 saja. Apakah kita harus merelakan diri untuk jadi ga baik atas nama suka hip hop? Enggak kan?. Demi apa hobi ngediss atas nama “hip hop lovers?”, penting banget apa hal itu buat hidup kita? LOL. Hip hop aja ga pernah minta orang buat ikut budaya dia yang itu kok. Apa ada artisan hip hop yang akan ngamuk kalo lagu2 genre hip hop ga pake diss/kata2 kasar? Ga ada. Itu tergantung masing2 orangnya aja. Boleh kok pake genre hip hop cuman style liriknya sesuai dengan diri sendiri, ga ada yang ngelarang. Malah J-Flow (musisi hip hop Indonesia yang menang AMI 2015 kemaren) menang di lagu hip hop yang temanya persatuan Indonesia dengan lagu yang judulnya “We Are One”. Lagu itu ada rapnya juga (hip hop) dan itu ga ada kata kasar/cursingnya juga. So? Ya you decide by yourself. Mau selalu ngomong “ya inilah hip hop” atau belajar lagi hip hop itu apa dan direnungkan lagi yang harus dipilih dari berbagai sudut pandang itu yang sudut pandang apa/bagimana. Manusia memang ga bisa sempurna, namun berusaha menjadi baik adalah suatu keharusan kan?. RapMon dan musisi2 lain yang sepemikiran sama RapMonpun ngomong begitu menurut gue juga bukan karena dia udah paling baik, cuman sebagai manusia gue rasa dia tetep harus mengakui kalo kata2 kasar itu ga baik meskipun dia paham hip hop dan suka hip hop. Sekali lagi, ini bergantung dari sudut pandang mana kita menilai. Hip hop dalam sudut pandang gue adalah tetep punya sisi2 baik meskipun ada sisi2 ga baiknya. Gue berharap orang ga menggeneralisasikan hip hop hanya dengan hal2 seperti “over bangga pada diri sendiri dan merendahkan yang lain, ngediss yang lain/mancing emosi yang lain dan pake kata2 kasar”, tapi hip hop juga punya sisi dimana musisinya berusaha menyampaikan pesan2 baik ke orang lain lewat musik dan liriknya. Terinspirasi dari RapMon, pesan gue adalah jadilah subjektif dengan terlebih dulu punya strong belief chingu. Kalian suka hip hop? Pilihlah tendency/kecenderungan yang kalian suka, hanya saja pesan gue pilihlah itu setelah terlebih dulu menggunakan pikiran dan hati kalian matang2. Jangan sampai kalian mencintai genre secara berlebihan (membenarkan semua yang ada di genre itu) padahal kalian sendiri bahkan ga tahu maksud genre itu apa dan akhirnya menyesal sendiri karena pilihan kalian ga tepat. Dan jangan salahkan yang lain juga jika pada akhirnya (setelah berproses) pilihan orang lain ternyata tetap berbeda dengan kalian, karena menjadi manusia memang adalah perkara memilih setelah tahu apa yang harus dia pilih. Peran gue di sini cuman ngasih pandangan gue aja. Konklusinya tetep “you decide by yourself” tadi. #respect*

*Notes: Support “NAMU Shop” yah chingu. Support juga buku2 gue “Get Ready? This Is K-Pop” (book 1) & “Probably Perfect”. Rekap link2nya ada di:

https://leendashinhyunjae.wordpress.com/namu-shop/

https://leendashinhyunjae.wordpress.com/my-book/

*Untuk pemesanan, bisa langsung aja kontak melalui fanpage blog ini di: https://www.facebook.com/leendashinhyunjaewordpresscom-212733048923567/timeline/

Setiap pembelian produk baik album/buku, akan langsung mendapatkan card member blog ini dan goodies dari gue ^^

Gomawo~ ^^

201509221649067910_14

#Peace #Love #Happiness

#Live #Love #Learn #Laugh 

#Share #Respect #Inspire

#StayGold #StayTrue #StayReal

Komentar
  1. Apriel mengatakan:

    Pada awalnya ya emang kurang nerima kata2 kasar dalam hiphop, plus diss-nya. Cuman setelah dipikir2 dan baca-baca sedikit tentang hiphop, sepertinya itu emang udah kebiasaan yang mengakar. Aneh sih menurutku dalam genre musik pun ada budayanya juga, tak kira cuma dalam suku apa negara doang. Nah, gemesnya ketika ada fans yang ngebelain idol-nya ngediss idol lain, bahkan yang lebih senior dengan tameng ‘ini kan budaya hiphop, biasa di hiphop kayagitu’ aishh -_- mau ngatain salah kenyataannya budaya hiphop kayagitu mau dikatain bener itu juga gak baek ngatain orang, bahkan lebih senior.

  2. haneul mengatakan:

    Aku masih berumur 16 tahun(dlm budaya) 15 tahun (nasional), gak tau ini normal atau gak tapi gua sering baget mkirin masa depan gua.. di satu sisi gua pengen gapai mimpi gua#mskipun gua tau gua msih labil dn berkeinginan berubah-ubah.. tpi di satu sisi nya masa dpan gua sdah di tentukan oleh ortu .. #jadi kesan nya bingung dan frustasi juga.. sya mempunyai mimpi yg tdk jlas dan belum tercapai, tpi ortu memaksa untuk menjadi seorang pengusaha..#stress.. eonni kalau pnya saran atau pendapat tlong bantuin yaa.. gimana supaya bisa mengatasi masalah ini.. gamsahamnida´ຶ%>_<%

    • lindashin mengatakan:

      Kalo aku, nikmati aja masa2 labil itu, pada saatnya seiring bertembahnya usia aku rasa kamu akan paham sendiri. Soalnya berdasarkan pengalamanku memang semua based on waktu. Tapi yang penting kamu terus belajar aja selagi muda, semaksimal mungkin.

      • haneul mengatakan:

        Ok gomawo eonni.. atas saran nya.. frustasi berat pdahal itu hanya sebagian masalah kcil dari hdup.. msih bnyak cobaan yg menanti sya..😂

  3. winterinspring mengatakan:

    Ahh…
    Postingannya kereeen.
    Aku blum 20th tpi ada di akhir usia belasan, dan aku jg ngerasain bgt di usia2 segini bener2 rentan bgt. Samalah kyk yg dimaksud anak2 BTS, ini yg ngebuat aku mkin suka mereka.
    Karena pas bc arti lirik lagunya berasa yang “ini gue banget” di satu sisi pengen bgt ngelakuin hal2 yg disukai tpi di sisi lain ngerasa bingung dan takut jg ke depannya mau dibawa kemana.
    Semakin bertambah usia, makin banyak jg hal2 yg dipikirin.
    Tanggungjawabnya jg makin gede…
    Buat uri leader mah udahlah gak bisa ngomong apa2, speechless ^^

  4. Iin mengatakan:

    ini keren bangett keren keren kerennnnn… BTS JJANG, RAPMON JJANG KAK LINDA JJANG ga bisa ngomong apa2 tntang ini… penjelasan kak linda LUAR BIASA bangettt aku bener2 belajar dri semua penjelasan kak linda di postingan2nya ini..
    Rapmon ini ngingetin ke tmen aku jga dia pinter dan ngobrol sma dia itu nyaman …
    dan aku sendiri jga kyanya lgi dlm fase itu “beatiful moment in life” umur aku lgi di akhir belasan (19) dan aku lgi sering mikir mau dubawa kmana hidup aku kedepannya.. ada satu hal yg beraaatttt banget bagi aku dan itu mnyangkut masa depan… aku msih pengen sneng2 nikmatin masa” muda aku tpi ibu aku udah ngejodohin sma orang yg ga aku suka… ahhhh tuh kan bawaanya curhat mulu… BTS SARANGHAE MANI MANI HAJUSEYOOO

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s