Fakta-Fakta BTS Part 170 (V X Petani X Desa)

Posted: November 16, 2015 in About BTS, my korean notes
Tag:

BANG! TAN! BTS!

Source: Video  –  BTS – Interview (Skool Luv Affair Keyword Talk) (Credit: BigHit Ent)

  • V pernah bilang di salah satu interview kalo cita2 masa kecilnya adalah jadi petani kayak neneknya. Dia sejak kelas 6 SD tinggal di desa dan sejak itu dia pengen tinggal di pedesaan dan jadi petani kayak neneknya. Inget kan V pernah exciting banget cerita kalo temen neneknya adalah petani stroberi dan dia jadi tahu banyak tentang stroberi karena itu? Dia juga pernah cerita tentang mascot buah di daerah tempat tinggalnya. Dia juga cerita seneng tiap kali ke rumah neneknya karena letak rumahnya di pegunungan yang air dan udaranya sejuk dsb. Si V ini seneng sama rural place aka pedesaan, keren *gue seneng sama idol model begini chingu, yang ga malu cerita2 begini. Soalnya kan ada orang yang lebih ke “kota oriented” dan nganggep desa/petani dsb itu levelnya di bawah kota, padahal ga juga. Malah justru hidup di desa dengan pemandangan, air, udara, dan suasana yang damai itu lebih bisa bikin tenang menurut gue. Gue juga misalnya disuruh milih lebih suka tinggal di rural daripada di urban (kota), lebih damai soalnya. Dan tentang petani, gue rasa pekerjaan petani itu mulia banget. Coba kalo ga ada petani, apa bisa orang makan? Padahal makanan kan kebutuhan paling pokok manusia. Entah petani padi atau stroberi kayak temen neneknya V dan petani2 yang lain, itu pekerjaan halal dan mulia. Gue suka orang model begini chingu, real. Inilah salah satu nilai di hip hop juga menurut gue, #stayreal sama diri sendiri. Ga malu sama jati diri. Ga malu kalo keluarganya ada yang profesinya petani misalnya, dan malah ngerasa bisa belajar banyak dari petani2 itu juga. Lagipula kenapa orang harus malu sama suatu pekerjaan kalo memang halal dan bermanfaat bagi orang lain? Gue jadi inget salah satu puisi (puisi Indonesia favorit gue) dari Taufik Ismail yang judulnya “Kerendahan Hati”. Salah satu versenya adalah “tidaklah semua menjadi kapten, tentu ada awak kapalnya. Bukan besar kecilnya tugas yang menyebabkan tinggi rendahnya nilai dirimu. Jadilah seperti dirimu, sebaik2nya dari dirimu sendiri”. Maksud puisi ini semacam orang jangan ngerasa satu pekerjaan lebih mulia dari yang lain (jadi direktur lebih mulia dari petani misalnya), karena setiap pekerjaan memerlukan keahlian masing2 dan punya guna masing2 juga bagi manusia yang lain. Bukan besar kecilnya tugas juga yang menyebabkan tinggi rendahnya nilai diri. Bukan karena direktur lalu lebih tinggi derajatnya dari petani, ga seperti itu. Derajat seseorang ga ditentukan oleh hal2 seperti itu. Simplenya, karena yang direktur itu juga belom tentu bisa mengolah sawah untuk jadi padi yang bisa dimakan manusia juga meskipun dia lulusan Harvard misalnya, semua ada kelebihan dan kekurangannya masing2. Kayak salah satu kata2 di puisi tadi, kalo semua orang jadi kapten dan ga ada awaknya, apakah kapal bisa berjalan? Misalnya semua orang di dunia ini jadi direktur, apa bisa dunia ini berjalan? Makanya ada porsinya masing2. Dunia berjalan seperti itu, berjalan karena adanya keberagaman. Makanya dalam Islam “perbedaan/keberagaman itu anugerah”, karena dengan perbedaan itu manusia bisa saling mengenal dan memahami kalo dia ga bisa hidup sendiri dengan skill dia sendiri di dunia ini. Memahami kalo manusia adalah makhluk yang hanya bisa hidup dengan bekerjasama dengan makhluk yang lain. Lalu apa kelanjutannya? Yang terbaik adalah jadi versi yang paling baik dari diri kita sendiri. Apapun pekerjaan kita, kalo bisa menjadi yang terbaik dalam bidang itu berarti sudah berhasil. Gue akhir2 ini udah baca beberapa buku yang relate sama hip hop dan Islam chingu, dan gue ada keyakinan kalo nilai2 di hip hop itu ada kesamaan dengan Islam. Gue punya pemikiran yang sama dengan salah satu jurnaslist (Harry Allen) yang bilang kalo “misalnya hip hop itu punya agama resmi, agama itu adalah Islam”, dengan catatan kalo hip hop kembali ke root-nya/conscious rap, bukan yang mainstream. Ada konsep glocalization di hip hop dan itu relate sama konsep “umma/umat” yang ada di Islam, ada aspek2 yang kalo dipelajari bisa ketemu hubungannya/relatenya. Itu penjelasannya agak ribet sih, panjang banget kalo gue tulis di sini. Garis besarnya aja kalo di blog ini. Hal lain yang membuat gue berfikir letak relatenya lagi antara 2 hal itu adalah ketika baca wawancara salah rapper muslim yang namanya Mos Def di satu buku. Dia ngasih penjelasan yang mencengangkan bagi gue ketika ditanya tentang rhyme/rima dalam hip hop. Dia bilang kalo “pernahkah manusia berfikir kenapa begitu banyak orang di dunia ini yang hafal Quran yang sebanyak itu ayatnya/verse-nya? Salah satu alasannya adalah karena tulisan di Quran itu punya rima/rhyme, dibuat dengan rima, dan itu bisa dengan mudah terhafalkan di otak manusia ketika banyak didenger/dibaca, subhanallah, Maha Suci Allah. Quran adalah kitab yang abadi. Dari awal turun/dulu, sekarang sampai nanti yang akan datang akan sama aja seperti itu isinya. Diterjemahkan dengan bahasa apapun tapi otentiknya masih ada dan akan selalu sama. Itu karena Quran dijaga langsung oleh Allah, makanya juga bisa dengan mudah dihafal manusia supaya tetap terjaga kemurniannya sepanjang masa. Udah pernah liat Quran kan? Itu kan ibaratnya buku ya. Lalu apakah ada orang di dunia ini yang hafal buku? Gue belum pernah tahu. Cuman kalo Quran, banyak banget orang yang hafal full, ga cuman satu atau dua surat/ayat, tapi full. Kembali ke rhyme, contoh surat di Quran misalnya surat Al-Fatihah yang rimanya huruf “i” semua dari verse 1-7. Bismillahirrohmanirrohim (1) Alhamdulillahirobbilalamin (2), arrohmanirrohim (3), malikiyaumiddin (4), iyyakanakbudu waiyyakanasta’in (5), ihdinassirathal mustakhim (6), siratalladzina anamta’alaihim, ghoirilmaghdzubi’alaihim waladholin (7)”. Ini relate sama rap yang dibuat dengan rima (dan inti rap itu juga masalah seni dalam berima/rhyme), makanya meskipun kalimatnya panjang2 bisa diinget dengan mudah. Contohnya rapnya Suga di “hip hop lover” misalnya. Ada kan part verse “hip hopeun chajawaseo salmyeosi, eorin aiga eommareul chatdeushi”, rimanya juga “i” semua dan dilanjutin dengan rima2 lain, semua ada rimanya. Itu bener2 ngebuat gue amaze, berarti secara ga sadar (di sadari atau tidak), pola verse di rap itu semacam relate sama pola verse di Quran. Ryhme di rap relate dengan rhyme di Quran. Quran itu bagi muslim adalah mukjizat yang diturunkan Allah kepada segenap umat manusia di bumi ini melalui messanger (Nabi Muhammad) supaya manusia bisa mengambil pelajaran dari situ. Makanya sangat bisa jadi jika apapun yang tertulis di Quran itu bisa menginspirasi untuk munculnya hal2 kontemporer di dunia ini yang bisa kita rasakan sekarang keberadaannya. Gue muslim, cuman gue sendiri ngerasa ga banyak tahu tentang hal2 yang relate dengan Islam itu sendiri, makanya punya keinginan untuk belajar. Pengetahuan gue masih sedikit tentang itu semua, cuman selagi masih hidup akan mau belajar, semoga istiqomah. Makanya gue seneng tiap kali baca hal2 kayak gitu, bener2 dari yang ga tahu jadi tahu, itu membahagiakan banget. Dan pemikir2 Islam itu ga main2 lhoh, ga kalah dengan pemikir2 barat. Di banyak bidang, pemikir2 Islam itu kontribusinya luar biasa dalam kehidupan manusia. Ada Ibnu Sina yang ahli dalam ilmu kedokteran, ada Al-Ghazali dalam ilmu2 filsafat, ada Ibnu Khaldun di dunia politik dan sosial, ada aljabar yang siapa sih yang ga pernah mempelajarinya di sekolah? Ilmu matematika aljabar itupun asalnya dari pemikir Islam, dan masih banyak lagi. Makanya gue pernah ketika nulis tentang 4 tipe orang di salah satu postingan (orang yang tahu kalo dia tahu, orang yang ga tahu kalo dia tahu, orang yang tahu kalo dia ga tahu dan orang yang ga tahu kalo dia ga tahu) dulu pake referensi dari Al-Ghazali meskipun pemikir barat (Aristoleles) juga berpendapat sama. Kalo ada yang muslim kenapa harus pake yang barat?. Dan itu bukan berarti gue menafikkan pemikir2 barat, kontribusi mereka ke dunia juga besar dan bagus juga mempelajari ilmu2 dari mereka. Hanya saja gue pengen ngasih semacam informasi aja kalo pemikir2 muslim itu juga keren2. Dan orang Islam itu memang dituntun oleh Allah melalui Quran untuk selalu belajar, karena dalam Islam hukum dari belajar itu wajib. Apa wajib itu? Dikerjakan mendapat pahala, tidak dikerjakan berdosa. Jadi orang yang tidak mau belajar itu hukumnya berdosa. Makanya tidak tahu itupun ga bisa jadi alasan, karena selagi hidup manusia harus selalu belajar/mencari tahu yang dulunya ga tahu dalam hal kebaikan. Di Quran-pun manusia dibimbing Allah untuk membaca (keterangannya di surat Al Alaq), yangmana kita manusia ini diperintahkan oleh Allah untuk mau membaca/belajar dengan terlebih dulu menyebut nama Tuhannya/Allah. Jadi belajar itupun mindset kita tetep karena Allah, mengharap ridhonya, dan berharap kita mendapat ilmu dari Maha Yang Punya Ilmu itu sendiri. Pemikir2 Islam tadipun jadi terinspirasi untuk menciptakan ilmu2 baru karena belajar Quran juga. Sebelum belajar hal yang lain, mereka belajar Quran dulu. Makanya Quran tadi adalah mukjizat, ga ada keragu2an dalam Quran, ga ada hal yang salah dalam Quran. Balik ke hip hop, hip hop/rap adalah black music Amerika yang asalnya dari orang2 kulit hitam keturunan Afrika yang tinggal di Amerika. Dulu banyak muslim Afrika yang dipekerjakan di Amerika dan Eropa sebagai budak dan berketurunan sampai sekarang di negara2 itu. Budak muslim itu banyak ada di Afrika sejak dulu dan kemudian mereka dikirim/dipekerjakan di Amerika dan Eropa. Makanya hip hop itu ga hanya booming di Amerika, tapi juga di Perancis. Ada juga rapper2 muslim di Perancis, ga cuman yang di Amerika. Perancis adalah negara di Eropa dimana hip hop paling berkembang. Hip hop itu adalah African-American culture kalo mau ditelusur dari pioneer2 awalnya yang sering dimention di buku2, dan itu rootnya dari orang2 keturunan Afrika, makanya rapper itu orangnya item2/black. Hip hop di awal munculnya banyak bicara tentang aspirasi orang kulit hitam yang diperlakukan tidak adil dan minta untuk tidak didiskriminasi (perkara harta,, social maupun warna kulit), jadi value2 awalnya baik sebenernya. Aspirasi ini disuarakan melalui rap oleh Publik Enemy dengan “fight the power”nya. Bahkan di AHL dulu anak2 BTS sempet dimarahi Coolio karena ga tahu sejarah awal hip hop tentang Public Enemy. Value awalnya itu baik cuman seiring berjalannya waktu, mulai muncul hip hop yang lirik/lifestylenya ga jauh2 dari drug, sex, money, alcohol, clubbing dsb. Napoleon (mantan member The Outlawz. 2PAC salah satu membernya juga) bahkan bilang kalo sekarang hip hop jadi kayak industri setan, meskipun awalnya sebenernya untuk menyuarakan aspirasi2 manusia melalui pesen yang dibalut dengan musik/beat (rap). Makanya sekarang rapper2 muslim kayak Mos Def, Brother Ali, Napoleon dsb misinya adalah bikin rap yang bisa jadi pencerahan manusia ke jalan yang bener (namanya conscious rap). Bahkan banyak rapper2 yang dulunya ya gitu deh setelah masuk Islam jadi ga ngerap sama sekali, contohnya Diams. Dia adalah rapper wanita Perancis yangs sangat fenomenal yang sekarang pilih tinggal di desa dan meninggalkan dunia rap sama sekali. Dia menjadi ibu yang tinggal di desa, mengurusi keluarganya dan berhijab, meninggalkan rap/hip hop yang membesarkan namanya. Member2 Outlawz yang sekarang masih hiduppun kata Napoleon udah jadi muslim juga. Outlawz itu ga main2 lhoh, mereka salah satu pioneer hip hop juga. Yang tahu hip hop pasti tahu nama2 kayak The Outlawz dan 2PAC. Ada juga rapper2 yang dulunya beef2an (beef itu istilah dalam rap yang artinya semacam bersitegang antara satu geng dengan geng yang lain, lalu muncul diss di rap2 mereka) sekarang sholat jamaah bareng. Mereka adalah rapper Loon X Free Way X Napoleon. Meskipun ada yang ga ngerap lagi karena sudah muslim dan sadar kalo hip hop/rap itu ga baik, tapi ada juga yang masih mau ngerap cuman kontennya beda, konten yang baik. Gue sih menghargai semuanya, yang meninggalkan maupun yang stay. Yang meninggalkan gue paham banget karena memang hip hop itu ya sisi bahayanya banyak, cuman gue juga ngedukung yang masih stay. Kenapa? Karena jika manusia2 di hip hop baik, maka dia akan mempengaruhi manusia2 yang lain untuk baik juga. Kayak kata Mos Def di lagunya yang judulnya “fear not of man” dimana dia bilang “hip hop adalah kita, jika kita baik, hip hop-pun akan baik”. Kalo kita mau membuat hip hop itu baik, itu bisa. Sama dengan ketika kita ingin membuat hip hop itu ga baik, semua tergantung manusianya. Makanya Mos Def dkk punya misi konstruktif untuk mengubah itu semua, menjadikan hip hop sebagai genre yang baik ditengah2 “rusak”nya hip hop sekarang ini. Banyak banget cerita2 rapper yang tobat dan jadi muslim, itu gue haru banget. Lebih dari genre2 yang lain, rapper itu banyak yang sekarang jad muslim. Makanya gue ada harapan kalo ga hanya rapper2 Amerika/Perancis aja yang dapet hidayah, tapi suatu saat rapper2 Koreapun/di negara2 lain akan bisa mendapatkan hidayah juga, karena hip hop itu relate sama Islam tadi. Tapi apalah manusia, pemegang hidayah itu bukan manusia, tapi Allah. Makanya manusia hanya bisa berharap/berdoa saja. Nah selain yang tadi, hip hop jadi bisa dibilang musiknya orang teraniaya/miskin/penuh penderitaan dan tekanan dsb, nah muslim juga seperti itu di banyak tempat di dunia, makanya relate lagi. Ingat kan kalian sama suku muslim dari Myanmar (suku Rohingya)  yang terpaksa tinggal di laut terombang2 ambing bahkan ada yang sampai mati karena negaranya ga mengakui mereka dan ga boleh tinggal di negara itu? Sampai akhirnya mendarat di Aceh dan dirawat orang2 Aceh. Kasus Palestine-Israel juga, muslim banyak yang jadi korban tentara2 Israel. Anak2 yang ga berdosa banyak yang mati. Mereka dibom hampir setiap hari, rumah2 mereka dihancurkan, ga bisa sekolah dsb, tapi mereka tetep menjadi muslim yang baik. Ditengah bom dan tembakan, mereka masih membaca Quran dan hafal, itu gue yakin manusia yang punya hati pasti akan haru. Ga usah muslim lah, asal mereka masih manusia pasti haru dan sedih ngeliat hal kayak gitu. Kasus suku muslim Uygur di Cina juga, mereka juga ada yang dideskriminasi. Segala bentuk deskriminasi itu jelas dilarang dalam Islam. Perkara warna kulit? Perkara kaya dan miskin? Perkara punya status sos”ial atau tidak? Islam sangat universal, ga memandang warna kulit dsb, karena yang dipandang Tuhan hanyalah takwa/imannya manusia yang letaknya di dalam hati. Makanya banyak orang masuk Islam sejak dulu (termasuk budak2 Arfika) karena Islam ga bersyarat. Mereka masuk karena hati mereka, tidak ada paksaan sama sekali, agama yang sangat “bersahabat” dengan orang2 teraniaya/budak/miskin dsb. Bahkan sahabat2 Nabi Muhammad itu banyak yang budak muslim yang hitam juga, kayak Bilal msialnya. Nah dengan fakta2 yang masih sedikit ini, gue ngerasa semua itu ada koneknya, makanya ada passion untuk lebih nyari tahu tentang itu chingu. Agak berat sih bahasan ini, gue masih harus belajar juga. Sebenernya juga bisa dikonekkan si hip hop ini dengan humanisme misalnya (yang lebih universal, ga langsung ke agama), cuman karena gue muslim ya kenapa enggak gue banyak belajar tentang konektivitas nilai2 Islam dan hip hop itu. Konektivitas hip hop dengan humanism itu juga udah dibahas BTS di lirik “hip hop lover” misalnya. Liriknya kurang lebih “dengan hip hop, mereka lebih ngerasa kayak manusia”. Ini karena nilai2 kemanusiaan, keadilan, persamaan derajat manusia dsb itu dibahas juga di pesen2 lagu2 hip hop/rap. Anyway, has no ending kan ya belajar itu, dan yang penting adalah selalu pake agama, hati dan logika dalam belajar. Akan ada jalan untuk ketemu apa yang kita ingin tahu di dunia ini (dan pasti benernya) kalo belajar dengan 3 hal tadi. Guepun masih banyak kekurangan chingu, sangat banyak, apalah gue ini. Cuman mindset tadi gue yakin bener dan sebisa mungkin diaplikasikan, semoga gue istiqomah juga. Dan V, ceritamu tentang petani dan desa itu super sekali lhoh, hehe. Yeokshi V, keren! Mana nih fans-nya V, mana suaranya?? sorichilleo~~, haha*

BTS - Interview (Skool Luv Affair Keyword Talk) 1-2.mp4_000374082

#Peace #Love #Happiness

#Live #Love #Learn #Laugh 

#Share #Respect #Inspire

#StayGold #StayTrue #StayReal

Komentar
  1. kim hye lim mengatakan:

    Aku kagum bgt sama kak Linda, pengetahuan kakak luas bgt, entah tgg agama ataupun musik tuh keren bgt,,,
    Kakak bljr dr mana aja sih selain dr buku?
    Sbnrnya aku tuh pengen bgt tanya tgg byk hal ke kakak, tp aku g’ tau hrs tanya dmn?, soalnya aku lagi butuh bgt seseorang yg mau dengerin cerita aku,,,

  2. dede ilah mengatakan:

    kak…. pembahasan kakak kereeen..

  3. savrilahwang mengatakan:

    HUHAAA eonni daebak!!
    keren bngt eonni rajin baca dan banyak tau keren deh… keep writing and keep istiqomah ^^

  4. savrilahwang mengatakan:

    HUHHAA! EONNI DAEBAK!
    eonni banyak tau dan banyak baca gitu keren bngt! keep writing and keep istiqomah ^^

  5. Iin mengatakan:

    subhanallahhh masya allahhhh….. kak linda kok ya keren banget siihhh pengetahuannya banyak… aku banyak belajar dri semua penjelasan dan kata2nya kak linda… gimana sih ka biar bisa pinter kya gitu huaaaaaa….. aku pengen banyak nanya2 sma kak lindaaa…. subhanallah Alqur’an is the bessttt bangettt Muslim itu spesial banget lah pkoknya dan aku baru mengetahui tntang hal2 kya gini ya dri sini.. tau ga ka dri aku baca fakta2 bts ini mulai dri part 1 smpe skarang ini udah 600san lebih penjelasan2 kak linda yg aku screen shot buat bacaan aku klo ada waktu senggang karna tulisan2 kak linda ini menginspirasi banget dan bisa buat belajar juga… neomu gumapseumnida eonniiiiii …. Mani mani saranghae hajusseyoooo :* aku ngrasa beruntung banget bisa nemu blog kak linda ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s