Fakta-Fakta BTS Part 176 (RapMon X Humanisme X Care is Love)

Posted: November 18, 2015 in About BTS, my korean notes
Tag:

BANG! TAN! BTS!

Source: Video  –  BTS – Interview (Skool Luv Affair Keyword Talk) (Credit: BigHit Ent)

  • Cita2 masa kecil RapMon adalah jadi “door keeper/penjaga pintu” ternyata. Jadi ketika kecil, ada penjaga pintu yang usianya masih muda di apartemen-nya dan dia rasa itu cool. Penjaga pintu itu bisa ngontrol parkir2 liar, itu cool bagi RapMon, haha *ga heran ya kalo di Dope kemaren kostum dia kayak door keeper juga. Gue pernah beropini kalo kostum dia itu kayak tentara2 Inggris gitu (soalnya modelnya ya gitu2). Gue rasa model2 baju di Korea itu banyak yang terinspirasi dari Eropa/Amerika, jadi meskipun door keeper, satpam, tukang parkir dsb itu ya kostumnya yang gitu2, kayak kostum2 formal gitu. Anyway mimpi masa kecil anak2 BTS lucu2 ya, ada yang jadi penjaga pintu kayak RapMon, ada yang pengen jadi petani kayak V kemaren, ada yang jadi koki kayak Jimin gara2 baca komik, hehe. Cutee >.<*
  • Dalam hal rap, daripada menjadi penyanyi/musisi, RapMon awalnya lebih pengen untuk bisa spread his own story lewat rap sebenarnya. Jadi bukan pengen jadi penyanyi/idol cuman lebih kayak pengen mengeskpresikan cerita hidupnya lewat rap. Dia sendiri mulai suka rap ketika kelas 1 SMP. Awal dia suka rap adalah dari lagu “fly”nya EPIK HIGH dan “without me”nya Eminem. Dia rasa rap itu menyenangkan dan amazing, jadi dia pengen ngerap juga. Ketika itu, dia merasa kalo rap itu sebenernya beda dengan kehidupan dia sehari2 yang “good boy”, yang datar2 aja *rap kan bisa dibilang genre yang frontal, bukan genre yang datar2 aja. Ini karena rap itu pada dasarnya dibuat untuk bicara tentang suatu masalah/problem dalam kehidupan dan dengan rap itu rapper ingin supaya orang yang ngedenger jadi relate lalu bisa melakukan sesuatu terhadap concern mereka itu. RapMon sendiri ngerasa ga bahagia dengan kehidupannya yang datar2 aja itu dan akhirnya mutusin buat lebih fokus di rap. Meskipun dia pinter, tapi itu ga membuat dia bahagia. Meskipun di pelajaran sekolah dia masuk peringkat top, dia ga bahagia, karena bahagianya adalalah ketika dia bersama musik, rhyme dan beat (rap itu tadi), dan itu dia tulis di rapnya. Jadi, kalo kasus RapMon ini dari “good boy” ke “rapper”, yang berbeda dengan hidupnya yang sebelumnya. Rap itu banyak bicara tentang pengalaman dan perasaan pribadi para pembuatnya. Apa yang dia lakukan jika melihat suatu masalah, bagaimana pandangan dia terhadap masalah itu, bagaimana pengalamannya sampai bisa jadi rapper, apa hal yang membuat dia akhirnya memutuskan suka genre rap dsb. Makanya kemudian si RapMon ini mulai ke Hongdae buat lebih mendalami rap, mulai bikin mixtape, mulai ikut2 kompetisi rap dan akhirnya masuk di BigHit buat jadi trainee. Intinya rap itu ya kayak orang curhat aja, apa yang menjadi concern si rapper saat itu. Makanya rapper2 itu biasanya bikin lagu ya dari pengalaman mereka sendiri. Ada juga yang cuman ngarang2 lagu, cuman rapper itu tendensinya tetep speak their voice, story and concern ke public. Ini sama kayak di lagunya RapMon yang “voice”, hip hop yang kayak gitu, spread their own voice sehingga voice itu reach/sampai ke orang lain*
  • Dulu, RapMon ngerasa kalo dia itu rebel (pemberontak) banget. Dia punya idealisme sendiri, dia kritis terhadap dunia. Semacam “aku ga bisa mentolerir ini, aku ga bisa memaafkan ini” dsb ketika ada hal yang ga sesuai sama idealisme dia. Cuman seiring berjalannya waktu, dia mulai bisa berdeal dengan dunia ini, lebih flexible dalam menghadapi sesuatu *sama, gue juga pernah di fase itu. Fase dimana gue rasa gue harus hidup dengan sangat idealis. Cuman lama2 gue ngerasa gue juga kalo gue harus berdeal dengan hal lain. Gue juga kritis, gue tipe orang yang melakukan sesuatu based on diri gue sendiri/apa yang gue yakini, cuman kalo itu diterapkan dalam hubungan dengan manusia yang lain, itu kadang ga pas, ada konflik. Gue marah ketika sesuatu berjalan ga sesuai dengan idealisme gue. Gue ngerasa dunia ini dan orang2nya sangat perlu untuk banyak dikritik dsb, itu jadi concern gue banget, gue sensitive pada hal2 kayak gitu. Tapi lama2 (seiring bertambahnya usai gue juga), gue jadi sadar kalo gue harus lebih flexible pada dunia ini, ga sepenuhnya harus terpaku pada idealisme gue meskipun itulah yang ideal dan benar. Meskipun gue ga sepenuhnya berdeal dengan itu, tapi porsinya berkurang daripada sebelumnya. Kenapa ga sepenuhnya berdeal? Karena idealisme itu tetep penting bagi gue*
  • RapMon bilang kalo sebelum debut dia ngerasa ga pasti juga, apakah debut atau tidak. Dia cuman latihan dan latihan setiap hari (rutinitas yang sama) cuman ga ada kepastian kapan debut dan itu membuatnya jadi pengen banget tahu kapan rutinitas itu akan berakhir. Entah jadi penyanyi atau tidak, dia pengen dapet jawaban yang pasti ketika itu *bener ini, ketidakpastian itu sesuatu yang sangat menjadikan beban. Entah jadi atau tidak, kalo ada kepastiannya akan lega. Kalo misalnya jadi, maka akan bekerja lebih keras karena sudah firm. Kalo memang enggak, maka bisa mencari jalan lain dsb, tidak digantung jadinya. Idealnya memang gitu, cuman gue rasa dalam hidup ini juga ga ada yang bener2 firm/tetap, serba ga pasti, ibarat ilmu ekonomi itu fluktuatif (naik turun ga pasti)*
  • Tentang BTS, dia ingin orang bisa mencoba untuk tahu BTS. Entah mereka pada konklusinya bakalan suka ataupun tidak suka, dia pengen orang ngedenger musik mereka dulu. Mereka pengen orang2 tahu apa yang mereka ingin sampaikan dulu terlepas dari hasilnya *ya memang gitu kan harusnya, kita kan ga bisa maksa orang suka sama apa yang kita buat/lakukan? Meskipun begitu, kita tetep harus berusaha untuk spread our own voice ke mereka. Masalah orang suka atau tidak suka ya memang bukan kuasa kita, preferensi orang2 itu, cuman berusaha tetep harus dilakukan. Konsep ini sama aja kayak di dakwah. Dakwah itu hukumnya wajib bagi semua muslim (untuk menyebarkan nilai2 Islam) cuman perkara orang yang didakwahi jadi baik/tidak itu bukan lagi urusan yang mendakwahi. Tugasnya hanya menyampaikan saja, perkara orang2 suka/tidak ga jadi masalah, yang penting sudah berusaha semaksimalnya. Gue rasa banyak sih value2 hip hop yang match sama Islam. Rapper kan juga spread their own opinion, tapi orang apa dipaksa untuk suka? enggak kan? Ada ga yang maksa kalian suka lagunya BTS yang “no more dream” misalnya? Lagu itu tentang BTS yang pengen orang2 mulai punya mimpi. Nah perkara ada orang ngedenger lalu terinspirasi untuk punya mimpi lalu jadi fans mereka juga ya terimakasih, cuman kalo ga suka gapapa, yang penting mereka udah menyuarakan itu. Gue nulis di sinipun dengan mindset yang sama. Orang baca tulisan di sini ya alhamdulillah/terimakasih, enggak ya gapapa. Gue rasa semua itu harus dari hati, jadi ga worthed buat maksa orang lain untuk suka sama karya kita/apa yang kita lakukan. Usaha harus ada, perkara hasilnya gimana ya yang penting udah berusaha semaksimalnya*
  • Sama kayak J-Hope kemaren, bahagia dalam definisi RapMon adalah ketika dia hidup sebagai diri sendiri, menjadi diri sendiri dan bisa melakukan apa yang dia ingin lakukan *kata2 “be yourself” itu meskipun kesannya “apa banget diulang2, udah tahu kaleee” cuman itu diulang2 karena memang itu merupakan yang penting. Sesuatu itu diulang2 karena sesuatu itu penting, makanya motto “be your self” “love your self” itu wajar diulang2 di banyak kesempatan karena memang itulah yang penting. Orang yang ga bisa menjadi dirinya sendiri ga bisa bahagia, dia akan jadi bayangan orang lain aja, sedangkan bahagia itu ukurannya dari hati masing2. Belum tentu orang lain yang bahagia di hatinya lalu kita juga bahagia kan? Contohnya orangtua RapMon bahagia kalo dia jadi siswa top, cuman RapMonnya ngerasa enggak, makanya dia ga bahagia. Jadi kebahagiaan orang lain itu belum tentu jadi kebahagiaan kita. Dan dengan jadi diri sendiri, orang akan bisa mencari bahagianya. Ini karena dia tahu apa yang bisa membuatnya bahagia dan kemudian mengupayakan untuk mendapatkan kebahagiaan itu, semua dari diri sendiri. Makanya merenung tentang diri sendiri itu penting juga karena kita jadi semacam berkomunikasi dengan diri kita sendiri sehingga lebih tahu diri kita ini maunya apa. Nah cuman gue pengen bilang di sini kalo meskipun RapMon ga bahagia jadi peringkat top secara akademik/akademik bukan passionnya, itu story-nya dia, kalian belum tentu. Makanya jangan ngejadiin storynya RapMon ini alasan untuk ga belajar karena bukan passion. RapMon meskipun ga passion tapi ilmunya yang didapet di sekolah tetep guna juga sampe sekarang, Suga juga sama aja, yang lain juga, jadi kalian juga harus belajar. Kembali ke diri sendiri tadi, kalo gue, gue tipe orang yang sering ngomong sendiri, pernah bahkan temen2 kos gue ngerasa gue stress apa gimana karena gue itu suka cerewet ngomong sendiri tentang banyak hal di tempat yang mereka bisa denger (ruang tamu misalnya). Ketika melakukan itu, gue rasa gue sedang mengidentifikasi pikiran gue sendiri. Gue mencoba mendengarkan pikiran gue sendiri ketika ngomong itu. Meskipun gue pernah baca artikel kalo orang yang suka ngomong sendiri adalah pinter/genius kayak yang gue singgung di postingan kemaren, gue ngerasa itu belum pasti di kasus gue, kalo di kasus orang lain gue ga tahu, hanya saja gue suka melakukan hal itu. Gue ngerasa ga genius juga soalnya, dan gue rasa orang dikatakan genius juga ga serta merta karena factor itu, banyak factor lainnya juga. Nulis ginipun berarti gue sedang ngomong sendiri. Siapa yang gue ajak ngomong kalo nulis ini? Berarti kan gue ngomong sendiri sebenernya dalam prosesnya. Bedanya cuman antara ngomong pake mulut dengan ngomong pake tulisan yang diketik dengan tangan. Penulis itu orang yang ngomong sendiri menurut gue, penyanyi/rap juga. Karena interaksi/feedback antara yang mengutarakan sesuatu (baik tulisan/rap/musik) dengan yang nerima (audience/pembaca) ga langsung terjadi. Komen/tanggapan dsb itu baru muncul jika sesuatu telah dibuat. Berarti kan selama dibuat itu sebenernya lagi ngomong sendiri. Balik ke RapMon, intinya living as yourself/be yourself itu penting untuk mencapai kebahagiaan buat dia. Semua hal itu dimulai dari diri sendiri, bukan orang lain. Salah satu filsuf Islam yang namanya Roomi pernah bilang kalo “ketika saya pandai, saya ingin merubah dunia. Namun ketika saya bijak, saya ingin merubah diri saya sendiri”. Jadi orang pandai itu pengennya merubah dunia dengan kebisaannya, cuman level bijak itu lebih dari pandai, maka dia kemudian sadar kalo semua itu harus dimulai dari diri sendiri dulu, pada level yang paling sederhana dulu. Ini karena secara tidak langsung jika semua orang sudah bisa merubah dirinya sendiri, maka dengan sendirinya dunia itu juga akan berubah. Berubah ke arah yang lebih baik dimulai dari diri sendiri. Ini sederhana, namun inilah yang benar*
  • Ketika ditanya tentang 3 hal yang penting bagi dia, RapMon ngerasa kesehatan itu hal yang paling penting. Yang kedua adalah hal yang bisa membuat dia ngerasa dia sedang bahagia, simplenya semacam “mimpi”nya. Dia bahagia ketika tahu/punya sesuatu yang pengen dia capai/lakukan.. Dan yang ketiga adalah cinta. RapMon rasa kekayaan dan kehormatan itu bagus juga, cuman bagi dia dua hal itu adalah tipikal sesuatu yang bisa didapet dengan sendirinya (mengikuti) jika dia mengupayakannya. Tapi masalah sehat, mimpi dan cinta, itu perlu kondisi2 tertentu untuk bisa didapatkan. Ada faktor semacam luck-nya menurut dia untuk ketiga hal itu.
  • Ketika ditanya tentang makna cinta, RapMon ngerasa humanisme itu adalah cinta juga. Contohnya ada di film Frozen dimana Elsa cinta Anna dan sebaliknya. Emosi dalam persahabatan dan keluarga itu adalah cinta juga bagi RapMon. Mungkin orang2 menganggap cinta itu hubuangan wanita dan laki2 aja, tapi bagi dia persahabatan dan keluarga itupun cinta *konstruktif ya berarti pemikirannya, beyond dari biasanya*. Nah, humanisme tadi maksudnya adalah rasa care terhadap sesama, sikap care ke sesama adalah cinta juga *cinta itu memang luas kan ya, ga hanya cinta cewek cowok, tapi care sama temen, keluarga bahkan orang lain yang ga kenalpun termasuk cinta juga. Care/peduli itu cinta, dan ketika kita peduli sama orang, berarti ada rasa kasih sayang kita untuk orang itu. Kasih sayang itupun dalam konteks hubungan manusia dan manusia yang lain ga hanya di hari Valentine aja misalnya, kasih sayang is everyday. Ada hadist yang bunyinya “tidak masuk surga kecuali manusia itu beriman, manusia tidak dikatakan beriman jika tidak berkasih sayang? Lalu apa yang bisa dilakukan manusia untuk berkasih sayang? Yaitu dengan menebar keselamatan pada sesama umat manusia”. Maksud menebar salam disini bukan ketemu orang “assalamualaikum” gitu doang, tapi menjaga orang itu agar tidak celaka karena perbuatan kita. Salam sendiri adalah bahasa Arab yang artinya selamat. Jadi menebar salam itu adalah menebar keselamatan pada orang lain. Jangan sampai orang celaka karena perbuatan kita, sakit hati karena kata2 kita, sedih karena sikap kita dsb. Jangan sampai itu terjadi, maka satu sama lain harus saling care/peduli tadi. Ada juga hadist lain yang bunyinya “barang siapa menyayangi yang ada di bumi, maka yang di langit akan menyayanginya”. Jadi kasih sayang itu bukan ke manusia saja, tapi pada apa saja makhluk di bumi ini termasuk hewan dan tumbuhan. Jika manusia sayang pada yang ada di bumi, maka yang ada di langit akan menyayangi dia juga (maksudnya Tuhan). Pernah ada riwayat orang melihat anjing yang kehausan lalu dicarikan air dan berita itu disampaikan pada Nabi Muhammad. Lalu Nabi Muhammad bersabda kalau orang itu masuk surga karena telah berkasih sayang/care dengan anjing yang kehausan itu. Namun ada juga riwayat  wanita yang mengurung kucingnya sampai mati kelaparan, dan Nabi bersabda bahwa wanita itu masuk neraka. Jadi kasih sayang yang diajarkan dalam Islampun sangat universal. Untuk hewan saja Nabi bisa bersabda begitu, apalagi terhadap manusia? Pasti lebih rasa kasih sayangnya. Meskipun manusia itu banyak bedanya (perbedaan keyakinan, pandangan, pemikiran dsb) tapi itu ga boleh jadi alasan untuk menyakiti orang lain yang berbeda dengan dia. Meskipun beda, manusia itu ada kok samanya. Apa? Sama2 manusia yang tinggal di bumi, sama2 menghirup udara dengan bebas (pake hidung juga, sama, dimana aja sama), sama2 makan, sama2 punya hati dan pikiran, sama2 suka BTS misalnya dsb. Sebelum memutuskan untuk berkelahi perkara perbedaan, pikirkan dulu samanya. Lalu juga pake rasa empati, jika saya menganiaya/menyakiti orang itu lalu orang itu sakit, bagaimana dengan saya jika diperlakukan hal yang sama? Perbedaan itu memang ada, cuman jangan menjadikan kita bertengkar karena itu. Misalnya kita ga paham sama satu pemikiran orang, ya gapapa, tapi yang sepaham pasti banyak juga. Misalnya ada temen kita yang ngerayain halloweee/valentine, cuman kita ga mau karena takut dosa misalnya, yaudah dihargai. Meskipun kamu merayakan saya tidak (beda kan) cuman di aspek hidup kita yang lain, kita ini ada samanya, jadi jangan jadi bertengkar karena itu. Kita masih sama2 manusia jadi harus punya sifat kemanusiaan (humanism) yang salah satu aspeknya tentu saja adalah menghargai pendapat/kepercayaaan orang lain. Kita  masih bisa makan bareng, kita masih bisa ngomong hal yang lain, kita masih bisa kerjasama bareng di hal lain dsb. Apalagi sampai memaksa orang buat masuk ke golongan/kepercayaan kita, itu jelas ga boleh. Karena Allah sendiri sudah menjelaskan di Quran “lakumdinukum, waliyadin”, yang artinya “bagimu agamamu, bagiku agamaku”, jadi saling menghormati kepercayaan masing2 #respect. Damai sekali Islam itu kalo manusia2nya mau kembali ke Quran dan sunnah yang shahih, is all about #peace. Agamanya baik, hanya kadang manusianya yang ga baik dan mencoret agama itu sendiri. Makanya orang Islam itu diharapkan bisa menjadi contoh di tengah2 manusia, contoh yang baik yang bisa kita lihat setelah dia mempelajari Quran dan sunnah. Kita ini leader lhoh di dunia ini chingu, liriknya RapMon di “I believe” itu bener, manusia diciptakan di bumi ini sebagai pemimpin. Pemimpin untuk bisa mengelola bumi ini dengan baik, bukan menjadi perusak. Tujuan manusia hidup juga bukan pertumpahan darah/terror/perang dsb, tapi kedamaian. Makanya sikap kasih sayang tadi sangat ditonjolkan dalam Islam hingga orang yang ga berkasih sayang/ga care sama orang lainpun dikatakan orang tidak beriman. Sedangkan tidak beriman itu berarti dia tidak bisa masuk surga. Dan care/cinta itu bener kata RapMon, bukan cuman cewek cowok tapi ke teman dan keluarga juga. Bahkan kalo di Islam ke semua mahkluk Tuhan, pada anjing kehausan sekalipun*
  • Tentang humanism tadi, RapMon berharap dia dengan fanspun hubungannya tidak semacam “fans ke idolanya” tapi lebih ke “satu manusia dengan manusia yang lain”. Jadi entah fans/penyanyinya ya sama2 manusia, jadi ya hubungannya manusia-manusia aja *yeokshi ya, RapMon ini gue rasa humanis. Gue seneng sama idol yang pemikirannya kayak dia gini chingu. Di Islampun sama, manusia dan manusia yang lain itu sama aja, ga ada bedanya. Entah fans X idol, orang kaya X miskin, orang kulit hitam X kulit putih, sama aja. Perbedaannya bagi Allah hanya di ketaqwaannya dan itu hanya bisa dilihat oleh Allah dari hati kita masing2, jadi secara lahiriah/fisik sama aja manusia itu. RapMon itu juga manusia, Suga itu juga manusia, ga berbeda dengan kita. RapMon tinggal di bumi dan kita juga, dia makan nasi dan kita juga, jadi ya bener kalo dia bilang pengen menjalin hubungan yang lebih humanis ke siapa aja. Banyak belajar ya dari RapMon di postingan ini. Semoga kita bisa dapat manfaat ya dari pemikiran2 RapMon ini. Semoga kita menjadi pribadi yang lebih baik dan meningkatkan rasa care/peduli/kasih sayang terhadap sesama ya, amin ^^*

BTS - Interview (Skool Luv Affair Keyword Talk) 2-2.mp4_000712420

BTS - Interview (Skool Luv Affair Keyword Talk) 2-2.mp4_000479020

#Peace #Love #Happiness

#Live #Love #Learn #Laugh  

#Share #Respect #Inspire

#StayGold #StayTrue #StayReal

Komentar
  1. Anggunie mengatakan:

    Kakak belajar baca hangul itu dimana ? Belajar sendiri atau dari orang lain? Aku udah bisa sih baca nya cuman gak paham sama artinya, jadi aku pengen belajar lebih dalam lagi gimana tulisan hangul beserta artinya.

  2. monsternim94 mengatakan:

    bahas soal tangan rap monster kemarin, please

  3. anonimjeon mengatakan:

    Kak punya translate mixtapenya rapmon nggak sih??? Aku nyari jarang ada yang translate.. mohon dibales kak^^ thanks

  4. Raissa mengatakan:

    gue suka baca blogmu tp gk pernah komen wkwkw *mianhae😀
    habbit kita serupa, suka ngomong sendiri, cuma bedanya klo d tmpt umum
    gue lebih suka ngomong dlm hati, makanya org2 pikir klo gue suka bengong haha
    gue suka banget sama tulisan2mu chingu, opini2 yg kamu tulis sampe bgt ke gue,
    kamu seakan2 lg ngomong di depan ku. feel nya dpt bgt
    *apa cuma imajinasi gue ajh yg kelewat tinggi* wkwkwk
    gue akan bilang itu bakat, semua org bisa nulis tp gk semua penulis feel nya
    bisa sampe ke pambacanya. thank u so much chingu🙂

  5. Iin mengatakan:

    i’m kombekkkk… udah beberapa hari ga baca postingan kak lindaa *maklum orang sibuk😀
    Terharu bacanyaaa selalu ada ilmu di setiap postingan kak linda..
    yeokshi rapmon ini pinter bangett pemikirannya luas & dalem macem laut *apadehh :v
    kak linda juga pinter mnurut aku pemikirannya dlm juga…
    mkin cinta ma BTS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s