Fakta-Fakta BTS Part 184 (The Most Lonely Creature In The World X The Loneliest Person In The Universe)

Posted: Desember 14, 2015 in About BTS, my korean notes
Tag:

BANG! TAN! BTS!

Source: BTS Whalien 52 Lyric, bbc.com, slate.com, dailymail.co.uk, sciencebuzz.org, nasa.gov

Banyak yang minta gue buat review MV “Sing For You”nya EXO yang katanya relate juga sama whale 52 hertz kayak di “whalien 52”nya BTS. Jujur chingu, gue ngerasa lagunya EXO itu malah ga relate sama whale 52 hertz. Ini karena lirik mereka yang menurut gue confession/ungkapan cinta aja dan itu ga begitu impactful buat gue pribadi, padahal kisah whale 52 hertz itu deep banget (setidaknya bagi gue). Kalo gue ngerasanya lagunya EXO dan BTS itu meskipun sama2 ada unsur whale-nya tapi bicara hal yang sangat berbeda. Kalo EXO, dia confession/ungkapan cinta, sedangkan BTS lebih ke menceritakan kisah whale 52 hertz yang memang selalu bernyanyi meskipun ga didenger dan kesepian. Makanya to the extend sampe gue mikirnya adanya whale di MVnya EXO itu biar MV itu artistic aja, sesimple itu. Tapi kalo ada orang yang mikirnya ga gitu gue juga respect, gapapa, karena semua orang punya sudut pandangnya masing2. Gue tipe yang based on lirik, dan berkali2 baca lirik “sing for you” gue ga ngerasa itu berkaitan dengan kesepian seperti di whale 52 hertz atau bahkan Michael Collins. Seandainya lirik mereka lebih ke menceritakan orang yang kesepian dan bukan ke confession aja, pasti gue relate. Meskipun ga frontal menyebut Michale Collins yang sendirian/kesepian mengorbit di dekat bulan di saat Edwin Aldrin dan Neil Amstrong menjalankan misi di bulan, tapi kalo poin kesendirian itu dimunculkan lebih intens pasti gue relate. Soalnya yang gue tangkep di lirik “sing for you” itu cuman orang yang lama mendem cinta ke orang yang dia sukai dan pada hari itu dia memutuskan untuk mengungkapkannya, itu aja, light liriknya. Sedangkan visual mereka yang astronot dan whale itu jelas berkaitan dengan Michael Collins dan whale 52 hertz yang sama2 makhluk paling kesepian di bumi ini, deep storynya. Kalo pandangan gue yang BTS lebih mengangkat ke pausnya sedangkan EXO lebih ke astronotnya. Bedanya si BTS ngejelasin kesepian di liriknya dengan intens sedangkan EXO menurut gue  lebih ke confession song aja, ga kena gitu jadinya feel “loneliest” yang ingin disampaikan. Gue rasa EXO akan lebih keren kalo liriknya lebih nyeritain astronot itu, misalnya kisah orang yang terisolir dari kerumunan tapi dia selalu berkarya bahkan karyanya ga diketahui orang, itu menurut gue akan lebih relate sama konsep “astronot kesepiannya” itu, semacam berkarya tapi ga keliahatan, semacam itu. Sorry buat EXO-L misalnya pandangan gue ga cocok dengan kalian, cuman gue nangkepnya gitu. #peace

  • Kalo ada orang yang suka membandingkan EXO dengan BTS menurut gue bener (selama dalam hal2 yang professional, bukan war yang ga mutu, atas dasar sentiment fandom belaka aja), karena memang keduanya strong banget di konsep. Mereka bukan group yang sembarangan ketika bikin sesuatu, contohnya ya di whale 52 hertz dan Astronot Michael Collins ini. Mereka berdua ngangkat ikon paling kesepian di dunia yaitu “the most lonely creature in the world” atau “whale 52 hertz” dan “the loneliest person in the universe” atau Michael Collins dalam misi Apollo 11-nya ke bulan tahun 1969 ke dalam lagu2 mereka, cuman tendensinya beda. Yang BTS lebih ke whale-nya, sedangkan EXO lebih ke astronotnya. Buktinya jelas konsep pic EXO juga ala2 astronot dan itu ga mungkin ga ngarah ke astronot paling kesepian di dunia yaitu Michale Collins. Baper juga gue baca cerita tentang Michael Collins ini. Jadi pada tahun 1969, ada misi pendaratan manusia di bulan oleh NASA. Ada 3 astronot yang ditugaskan dan itu adalah Neil Amstrong (manusia yang pertama kali mendarat di bulan, sering dipelajari di sekolah tentang ini), Edwin Aldrin dan Michael Collins. Sayangnya, 2 dari mereka mendarat dan berhasil menyelesaikan misi di bulan sedangkan Michael Collins hanya melayang2 di orbit bulan saja. Jadi udah capek2 mau sampe bulan, si Machel Collins itu ga bisa nginjek bulan kayak 2 temennya. Dia ngelayang2 aja di orbit dan malah sempet kehilangan kontak segala selama 48 menit dengan komandonya di bumi. Dia saat itu berjarak 384.400 dari bumi dalam keadaan sendirian. Di saat Neil dan Edwin foto2 di bulan, bawa materi2 bulan buat di teliti di bumi dan nancepin bendera Amerika di bulan, si Michael ini kesepian mengorbit sendirian dan praktis ga keliput media. Saat itu diperkirakan ada 450 juta pasang mata yang sedang ngeliat peristiwa besar itu dan dia ga keliatan di layar, padahal dia 1 tim dengan mereka. Michael hanya bisa ngeliat pemandangan antariksa yang ga berbatas ini sendirian di pesawatnya. Makanya dia dijuluki “the most loneliest person in the universe” atau “orang paling kesepian di semesta”. Dalam kurun waktu 3 hari di saat Neil dan Edwin menjelajah bulan, Michael ini hanya mengorbit di sekeliling bulan dengan pesawatnya tanpa komunikasi dengan orang lain, dengan jarak yang beribu2 jauhnya dari manusia seperti dia. Maka itu dia memegang rekor sebagai manusia yang paling terisolasi yang pernah ada. Pernah ditanya ketika dia sudah sampe di bumi apakah dia kesepian saat itu dan dia bilang “I am alone now, truly alone, and absolutely isolated from any known life” atau “aku sendirian, benar2 sendirian dan benar2 terisolir dari kehidupan”. Jadi ketika kehilangan kontak radio dengan bumi itu dia bener2 kesepian, hampa, baper. Makanya kisah ini jadi booming juga sama kayak whale 52 hertz, keadaan dimana suatu makhluk bener2 ga ada temennya, SENDIRIAN. Makanya itu juga wajar kalo misalnya kisah2 ini diangkat jadi cerita di sastra/musik karena “kesendirian” itu sendiri adalah keadaan yang relate dengan banyak orang. Banyak orang yang ngerasa sendirian dalam hidup mereka.
  • Masuk ke lirik “whalien 52”. Suga yang memang terkenal sebagai tipe rapper yang frontal mencoba mendeskripsikan whale 52 hertz ini dengan segamblang2nya. Suga beda dengan RapMon, Suga pernah bilang sendiri kalo dia beda dengan RapMon dalam hal rap. Suga kalo bikin rap straightforward sedangkan RapMon lebih ke sastra yang indah secara rima/diksi. Dan bagi Suga, itu adalah kekuatan/poin RapMon yang bukan karena kita pengen kayak gitu lalu kita bisa dengan mudah bisa kayak RapMon. Kemampuan RapMon bikin rap bukan sesuatu yang bisa begitu saja ditiru orang lain *gue juga ngerasanya gitu, high level kalo RapMon ini*. Nah, di partnya Suga, diceritakan bahwa ada seekor paus yang hidup di tengah2 samudra yang sekeras apapun dia bicara ga ada yang bisa denger. Meskipun begitu, ada orang2 yang bilang dia/si paus ini jadi terkenal (semacam selebriti) karena kesendiriannya itu. Lalu si paus gimana? Ya so what? Terkenal dan tidak terkenal tapi faktanya aku ini sendirian, kejebak dalam dinding yang sekeras apapun aku ngomong/tereak ga ada orang yang datang kepadaku dan menemaniku. Lalu mau apa kalian? Kalian bisa apa dan aku bisa apa? Semacam itu *frontal sih kalo Suga, ya memang style-nya dia begitu. Terkait dengan lirik itu, pernah ga kalian ngerasa hal yang kayak gitu juga? Ketika kalian dielu2kan karena rangking 1, karena juara ini itu tapi sebenernya kalian itu sendirian, ngerasa sepi. Orang mungkin membincangkan kalian/iri dengan kalian, tapi kalian sendiri malah ngerasa ga jadi apa2, sepi aja, kosong. Kayak peribahasa “rumput tetangga lebih hijau dari rumput di pekarangan rumah sendiri”. Orang ngeliat orang lain banyak yang ngerasa “orang itu lebih dari gue” padahal ga juga, belom tentu, malah kadang yang suka dielu2kan justru kesepian, cuman kitanya aja yang ga tahu. Gue pernah liat kisahnya rapper Perancis yang sekarang udah ga jadi rapper dan jadi ibu rumah tangga biasa di salah satu desa di pinggir Perancis. Dia bilang ketika dia ada di masa paling bersinar di karir rappernya, dia malah ngerasa amat kesepian. Iya bener orang2 mengelu2kan dia, neriakin dia dsb, tapi dianya sendiri ga seneng dengan itu dan ngerasa hampa hidupnya. Malah ketika dielu2kan pas konser itu dia dalam hati bilang “udah dong, diem kalian!!!”, dia gitu chingu. Berarti apa? Kita tuh ga pernah bisa tahu hati orang itu gimana. Meskipun keliatannya booming pecah membahana, tapi kesepiannya dia sampe batas mana kita ga tahu. Ya sama kayak whale 52 hertz ini, dia dibincangkan umat sedunia, tapi dia sendiri itu apa? Kalo misalnya dia ada, dia itu makhluk paling kesepian. Jadi so what? BTSpun bisa jadi kayak gitu. Mereka di kamera baik2 aja, tapi apa kita tahu kalo di hati mereka ada rasa kesepian juga? Makanya hati orang itu ga bisa dengan mudah ditebak, siapapun ga bisa nebak, hanya Tuhan yang bisa. True, masalah hati itu hanya kita sendiri dan Tuhan yang bener2 tahu*. Suga juga bilang di partnya kalo suara paus ini kecil sekali. Iya, 52 hertz itu suara yang tinggi bagi manusia cuman sangat rendah bagi paus yang lain chingu, jadi ga ketangkep oleh species paus lain. Makanya dia ga bisa berkomunikasi dengan paus lain di samudera itu. Tapi apakah si paus baik2 saja? Ada media yang menyebutkan kalo dia sehat. Kalo di liriknya, si paus digambarkan seperti terjebak di dinding2 yang sunyi yang ga bisa naik ke permukaan. Lirik yang lain mengungkapkan kalo si paus akan tetep bernyanyi/bersuara sampai ada yang mendengarkan itu, meskipun dia masih ga tahu pasti apakah dia akan sampai pada itu.
  • Poin astronot yang gue sebut di awal menurut gue relate sama lirik RapMon yang “an endless message will one day reach someone, to the other side of that planet”. Dia ngomong other side of that planet, berarti luar angkasa. Dan memang bener, ada orang yang pernah kesepian hidup di luar angkasa dan jadi “the loneliest person in the universe” yakni Michael Collins. Meskipun suara Michael Collins saat itu ga didenger siapapun, tapi pada kenyataannya ada ga yang denger suaranya? Ini adalah penggalan wawancara NASA dengan Michael Collins “I don’t mean to deny a feeling of solitude. It is there, reinforced by the fact that radio contact with the Earth abruptly cuts off at the instant I disappear behind the moon, I am alone now, truly alone, and absolutely isolated from any known life. I am it. If a count were taken, the score would be three billion plus two over on the other side of the moon, and one plus God knows what on this side.” Kata2 “Tuhan tahu apa yang ada di sisi ini”, berarti dia sadar meskipun dia terisolasi dan ga ada orang yang tahu dia dimana, bagaimana dan apapun itu, Tuhan tahu semuanya, denger semuanya. Dan ini jelas banget bagi kita yang percaya, bahwa meskipun suara kita di dunia ini atau bahkan planet/luar angkasa ga ada yang denger, Tuhan denger, itu pasti, Tuhan tahu semuanya, itu pasti. Makanya meskipun suara baik kita belum terdengar, jangan nyerah, karena suatu hari pasti akan sampai kepada yang kita tuju, konsisten/istiqomah. Dan ketahuilah bahwa ada Maha di dunia maupun di luar dunia/luar angkasa dan bahkan mungkin lebih dari itu yang akan selalu ngedenger suara itu, yaitu Tuhan Yang Maha Esa.
  • Untuk liriknya Hope, yang gue tangkep adalah dia mengibartkan dance-nya sama dengan paus yang berenang. Dancing=swimming. Dia sadar kalo dia memang menderita dan kesepian, berada di relung lautan yang gelap dan sunyi, tapi dance/berenang menjadi motivasinya untuk hidup. Dia punya harapan jika dia tetap menari, dia akan merasa berharga *semacam meskipun dalam situasi yang sangat ga menyenangkan sekalipun, tapi orang pasti punya hal yang membuat dia merasa berharga, misalnya dance. Ok aku ga bisa hal lain selain dance memang, tapi dengan dance aku bisa berdedikasi, dengan dance aku bisa bahagia dan dengan passion terhadap dance itu aku bisa bertahan. Orang harus punya sesuatu yang dia merasa berharga punya itu. J-Hope=dance, RapMon=rap, kalian? Kalian harus temukan itu juga*.
  • Sampai pada lirik JungKook yang “aku percaya pada hertz-ku”. Meskipun semuanya berat dan ga ada orang yang denger suaraku, tapi aku tetap yakin pada suara/frekuensi/hertzku sendiri. Ini adalah sebuah keyakinan pada diri sendiri. Ini adalah hip hop value juga, value yang ngajak kita untuk percaya pada diri sendiri, percaya pada suara kita sendiri, dan percaya bahwa kelak suara kita bisa tersebar ke banyak orang dan menggerakkan banyak orang. Hip hop is spread your voice, dan itu ga akan bisa kalo orang udah ga percaya pada suara/frekuensi/hertz dia sendiri. Jadi, percayalah pada hertz kalian sendiri chingu #BelieveYourHertz. Jika kalian yakin kalian benar, dengan sumber yang benar, dengan hal baik, maka ga perlu ragu untuk menyebarkannya. Rintangan itu jelas ada, tapi jangan sampe melemahkan kalian. Seperti whale 52 hertz yang percaya pada hertznya, seperti BTS yang percaya pada suaranya juga, maka kalian juga harus percaya pada suara kalian sendiri. Fighting!

Michael_collins

#Peace #Love #Happiness

#Live #Love #Learn #Laugh 

#Share #Respect #Inspire

#StayGold #StayTrue #StayReal

Komentar
  1. Khairunnisa mengatakan:

    Kak Linda, salam kenal ya kak. Aku sering baca tulisan kakak dan aku suka banget. Dan ketika aku baca postingan kakak tentang Whale 52 ini, aku ngerasa ini relate banget sama aku. Aku baru kalau ada cerita kayak gitu dan diangkat jadi lagu sama BTS. Aku suka BTS juga awalnya gara-gara liat Rap Monster di problematic man kak. Dan aku ngerasa lagu-lagu bts banyak yang relate sama aku juga. Makasih ya kak udah rajin nulis selama ini🙂

  2. maghfiraulfa mengatakan:

    Kak Linda, salam kenal. Aku sering baca tulisan kakak dan aku suka banget. Ketika aku awal-awal suka BTS pun aku langsung baca semua fakta yang kakak tulis. Aku baru tahu kisah Whale 52 dari tulisan kakak. Pas pertama dengerin lagunya aku gak ngeh isinya tentang apa. Tapi pas tau kisah dibaliknya aku jadi speechless banget karena aku ngerasa kisah Whale ini bener-bener relate banget sama aku dan aku rasa juga sama banyak orang didunia ini. Gak nyangka aja ternyata kisahnya bisa diangkat jadi lagu sama BTS. Makasih ya Kak tulisan-tulisannya. Tetep nulis ya Kak🙂

  3. miro mengatakan:

    kak, coba baca reviewnya kak ron tentang mvnya exo yg sing for you di blog ‘kaoskakibau’, disitu dijelasin kalo maknanya lagu itu bukan sebatas lagu percintaan biasa tapi lebih universal juga, dan menurut gw ini berkaitan juga sama sehun X paus X the most lonely creature in the world

    nb : maap gabisa kasih link -,-v

  4. selfi mengatakan:

    Tapi bisa dong review Sing for you EXO tanpa membandingkannya dgn konsep boyband lain dan menyambungkannya dengan alien atau paus….hanya murni pada liriknya. Karena lagu ini sangat sangat bagus.

  5. Zero mengatakan:

    MV Sing for you ini banyak bercerita tentang EXO yang frustasi karena ditinggal 3 member, tapi akhirnya mereka bangkit, mereka masih bisa walaupun hanya 9 orang yang tersisa. Tentang adegan sehun sama paus, disitu paus nya kan makhluk paling kesepian, nah sehun juga member paling kesepian di EXO. disitu juga menggambarkan bahwa Sehun pada akhirnya jadi orang yang menyaksikan semua yang terjadi di dalam grup ini dengan sudut pandang dia sebagai maknae (bagaimana dia menyaksikan semuanya digambarkan dengan dia menjadi astronaut yang bisa melihat bumi secara utuh dari luar angkasa).
    Kadang-kadang, si bungsu hanya bisa memperhatikan tanpa bisa melakukan apa-apa dan kadang-kadang dia yang paling tersakiti daripada yang lain (entah karena kondisi dia yang tidak bisa melakukan apa-apa atau karena memang tidak tahu harus apa).

  6. Iin mengatakan:

    aaahhh yeokshi kak linda smart banget deh punya bnyak pengetahuan…..
    dan musisi2 korea emang kereen gilaaa trmasuk BTS ini… usia boleh muda tpi pmikirannya bener2 bagus banget…. smpe ngangkat story2 ikan paus/astronot jdi lgu yg jga relate sma khidupan asli mreka….
    iya hati orang siapa yg tau klo bukan orang itu sndiri & tuhan… mkanya kita jga ga boleh mndang orang dri luarnya/penampilannya doang krna kita ga tau hati orang itu kya gimana…
    kak linda terimakasihhh🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s