Fakta-Fakta BTS Part 195 (RapMon “Member Boygroup” X RapMon “Rapper”)

Posted: Januari 30, 2016 in About BTS
Tag:

BANG! TAN! BTS!

Source:  [ENG SUB] 160125 랩스타의 탄생 랩몬스터 (The Birth of a Rap Star – Rap Monster) (Credit: MBC, subbed: Peachisoda)

Gue pernah nulis di blog ini kalo ada beberapa rapper yang gue suka di K-Pop dan Rap Monsterlah yang menurut gue paling bagus dari semuanya. Yang suka baca blog ini dan selalu ngikutin pasti udah baca part yang itu. Selain RapMon, gue juga mention nama2 lain kayak Zico, Bobby, GD dan MINO. Alesan gue milih RapMon adalah karena dia kayak bisa nunjukin ke orang kalo dia memang kompeten di field/bidang rap itu. Point plus dia yang paling nyata menurut gue adalah dia lancar bahasa Inggris, yangmana jelas bahasa itu adalah bahasa asli hip hop. Ini agak beda dengan rapper2 lain yang ga fluent di English meskipun mereka jago secara rhyme dan teknik2 rap lain. Yang kedua, dia punya capability untuk freestyle dengan rima yang keren, dan itu menurut gue point plus banget bagi seorang rapper. Berarti kemampuan dia mengolah kata udah ga diragukan lagi. Bukan mengolahnya dalam tulisan dulu, namun langsung secara verbal. Ini ga bisa kalo bukan orang yang pada dasarnya smart dan punya skill mumpuni menurut gue. Dia juga basicly suka puisi, suka nulis, dan bahkan pernah cerita kalo misalnya ga jadi rapper dia bakalan jadi penulis. Itu menurut gue keren chingu, karena rap itu adalah puisi juga sebenarnya. Rap itu adalah kata-kata berima yang dilagukan dengan beat. Berarti, dia secara passion udah bener2 di rap sejak awal dan itu secara konsisten dia tekuni sampai sekarang, bahkan sebagai karir professional. Tentang composing, dia juga bisa. Bukan hanya lagu2 following track, tapi dia juga berkontribusi untuk title2 track BTS. Untuk kemampuan musical dan lyric, jelas udah ga perlu dipertanyakan lagi. Dia bersama rapper2 BTS lain aktif bikin lirik di tiap album BTS dan dia sendiripun aktif bikin mixtape. Tone? Bagi gue tone-nya dia khas chingu. Memang bener dia keinfluence rapper2 barat kayak Nas misalnya, cuman bagi gue dia tetep RapMon, ya kayak gitu tonenya RapMon, gue mengenali itu. Dan lebih dari itu semua, gue menyimpulkan kalo dia itu pinter sekaligus humanis chingu, dan itu menurut gue bekal banget bagi rapper untuk bisa convey/menyampaikan nilai2 yang keren ke orang lain. Dengan dia ngerap, dia bisa membuka pikiran orang lain untuk bisa lebih kritis lagi terhadap suatu hal. Itu menurut gue hal yang krusial banget bagi seorang rapper. Gue pribadi jadi banyak mikir juga soalnya ketika denger lagu2nya dia, terutama mixtapenya. Dan itu menurut gue ga bisa tercipta kalo dia pada dasarnya ga pinter dan ga humanis. Dengan kata lain, ga bisa kalo sisi intelektual dan emosionalnya ga ada ketika bikin itu. Pinter adalah intelektual dan humanis adalah emosional. Kedua aspek itu menurut gue point yang penting banget bagi rapper, meskipun ada satu hal lagi kalo versi gue, yaitu aspek spiritual. Salah satu kesan gue ke RapMon adalah dia kalo memandang sesuatu menurut gue bijak chingu. Misalnya, dia bisa melihat arti bahagia dari sudut pandang orang miskin misalnya. Orang bahagia ga harus dengan indicator banyak harta, tapi bahagia itu di hati. Meskipun gue sendiri juga ga tahu pemikiran itu bener2 dia internalisasikan/tidak dihatinya, cuman gue mendengarnya keren dan menginspirasi, memberi pelajaran bagi gue. Berarti dia juga memperhatikan aspek human selain aspek materi pada konteks itu, dan itu keren bagi gue. Di sini gue ga mencoba “promosiin” dia apa gimana lhoh ya, hehe. Gue memang suka RapMon, tapi tetep aware kalo dia ga sempurna. Terakhir, meskipun gue suka RapMon (paling suka dia di antara rapper2 lain), tapi gue ga bilang rapper2 yang lain ga bagus, mereka juga punya ciri khas masing2 dan bagus juga. Hanya saja selera/citarasa orang kan beda2, dan pilihan gue pada akhirnya jatuh ke RapMon chingu. Nah, berkaitan dengan itu, kebetulan ada acara yang relate dengan itu chingu. Ok,langsung aja kita mulai, chekidot! Hehe

  • Pernah di tahun 2014 RapMon X Suga ada di salah satu acara radio internet (online) buat diskusi sama rapper2 underground tentang rapper VS idol member. Ketika itu mereka udah debut juga. Nah, ada rapper yang nanya ke mereka apakah musiknya para idol dan musik hip hop itu sama. Seperti yang kita tahu kalo musik2 idol K-Pop itu memang banyak yang pake rap, cuman apakah itu sama dengan hip hop? Itu poin kritisnya. Selalu ada kan posisi rapper di suatu group cuman belum tentu genre mereka hip hop pure. Ada yang lebih ke dance, urban, pop dsb. Makanya jadi pertanyaan juga sebenernya apakah idol yang ngerap=rapper, dan apakah musik K-pop yang pake unsur rap=hip hop. Kedua hal itu tentu jadi concern para rapper, terutama rapper2 underground (bahkan gue juga). Gue aware tentang itu chingu, dan gue seneng ada yang nanyain. Cuman pertanyaan itu bagi gue salah sasaran aja kalo itu untuk BTS, apalagi dengan indikasi kalo it mengarah ke asumsi BTS=just ordinary boygroup yang “ok ada rappernya, end, bye”. Kenapa? Karena BTS itu meskipun “boyband” tapi dia hip hop banget secara musik. Gue ga pengen komentar tentang group lain, cuman kalo BTS jelas mengarahnya ke situ. Kok bisa? Lihat albumnya, indikator yang paling jelas. Cypher itu jelas budaya hip hop dan itu ada di album2 mereka. Berarti secara konteks album mereka udah niatan buat hip hop banget. Secara musikpun mereka pake elemen2 hip hop juga kayak beat gangsta rap di “No More Dream” misalnya. Selain itu mreka pake trap di “N.O”, pake beat2 arabian yang juga relate dengan beat rap di “chypher pt.3: KILLER”, punya lagu “hip hop lovers” yang menunjukkan cintanya mereka sama hip hop dsb. Mereka juga nulis lagu yang enlight orang kayak “dope” dan “crow tit” misalnya. Enlight orang itu tujuan awal hip hop sebenernya, pengen orang lebih bisa mikir dan aware tentang situasi yang terjadi di sekeliling yang pada akhirnya memicu perubahan ke arah yang lebih baik/ideal. Member2nya juga aktif bikin mixtape dan itu jelas tradisi rapper. Ok mereka memang ngedance dsb, cuman harusnya orang melihatnya ga dari itu aja. Mereka harus berdeal dengan label yang butuh uang juga. Bighit entertainment itu bukan seperti PBB yang sumber keuangannya dari iuran negara2 anggota. Tempat itu adalah tempat orang bekerja dan BTS adalah gardu depan usaha mereka, jadi ya mau ga mau mereka harus berdeal dengan sistem dan industri musik yang ada di Korea untuk bisa survive. Mereka ga bisa begitu idealis dengan hanya fokus di rap karena industri K-Poppun sangat ketat persaingannya, sehingga mau ga mau harus ada unsur2 yang diikuti seperti dance, meskipun itu mereduksi hip hop itu sendiri bagi sebagian orang. Kalo gue sih dance itu malah ga mereduksi sebenernya, karena dance itu sendiri adalah bagian dari unsur-unsur pokok hip hop selain rap (MCing), turn tabling (DJing) dan graffiti. Dance yang spesifiknya break dancing adalah budaya utama hip hop. Ini relate sebenernya. *Kalo orang nyari salah ya pasti ada aja, cuman kalo gue pribadi sebaiknya dilihat dulu supaya ga nyesel karena udah salah sangka. Meskipun toh BTS ga bisa pure hip hop karena masalah deal tadi, cuman gue tetep ngerasa value hip hop yang mereka sampaikan baik secara visual dan verbal itu sampai ke gue dan sedikit banyak merubah gue juga untuk bisa lebih baik. Mereka udah berusaha, dan itu gue aware banget chingu*
  • Nah, RapMonpun ngejawab dengan jawaban yang senada dengan itu. Dia bilang “aku ga tahu kamu udah denger lagu2 kami apa belum, cuman album kami benar-benar hip hop”. Menurut gue sebaiknya orang yang suka ngedis mereka itu dengerin dulu albumnya, baru komentar. Karena album mereka ga sama dengan idol2 lain, mereka hip hop banget meskipun “boyband/boygroup”. Dan lebih luas dari itu, musik=luas, jadi apa ga boleh misalnya hip hop diblend sama pop, sama classic, sama r&b dsb? Musik itu adalah universal juga soalnya. Nas aja di lagu “I can” pake unsur musik klasik Beethoven “fur elis”, masa RapMon ga boleh? Misalnya gue suka hip hop/rap, lalu apa gue ga boleh suka lagu folk misalnya? Sama aja kayak RapMon. Dia suka rap, suka Nas, suka Eminem dsb, cuman dia juga suka India Arie yang r&b genrenya, dia suka oohyo yang folk. Itu adalah hal wajar banget dan selalu bisa dieksplor ke karya juga. Lagu ga harus dari awal sampe akhir cuman beat+rap doang, variasi itu bagus, indah, membuat menarik. Misalnya “I NEED U”, lagu itu gabungan dari elemen musik urban, slow jam, hip hop dan eastern melody, indah kan? Coba kalo lagu itu isinya member2 BTS ngerap semua kayak di partnya RapMon, pasti ga akan seperti itu lagunya. Menurut gue orang yang suka musik itu harusnya #respect juga sama kreasi orang lain tentang musik chingu. Janganlah memojok2kan karena kita ga tahu juga siapa yang “lebih hip hop” misalnya. Mungkin orang yang memojokkan ngerasa “gue lebih hip hop dari lu”, tapi belum tentu juga kayak gitu lhoh. Malah justru kalo ada perasaan kayak gitu akan mengarah ke sombong dan ngerasa paling bener lalu menafikkan yang lain, ngeri itu, jangan sampai. Makanya #respect itu tetep penting banget dalam dunia perhiphopan, dan lebih luas di semua hal lain di dunia ini juga.
  • Rapper underground ini selanjutnya nanya lagi ke mereka tentang apa bedanya rapper dengan idol dan RapMon bilang bedanya adalah idol=ikon. Semua ketawa setelah denger itu karena rapper underground-nya nyaut “idola bagi wanita berarti”. Bagi gue ga ada salahnya RapMon bilang idol=ikon, bener banget malah. Ya karena memang gitu. Idol itu kan kayak ikon/role model. Orang yang dengan skill dan bakatnya bisa membuat orang lain suka dan ingin tahu mereka lebih dalam, dan bahkan menginspirasi untuk bisa sama dengan idola itu. Bener menurut gue RapMon ngejawab kayak gitu. Ga hanya RapMon kok, SuHo EXO itu juga bilang idol=role model, makanya dia seneng karena hal2 baik dari dia ada yang ditiru orang. Banyak kok orang bisa belajar dari idol, kayak dari sisi usaha kerasnya, kemampuan mereka berkarya, sisi akademiknya (RapMon X SuHo pinter di akademik), sisi2 humanis mereka dsb. Mungkin orang yang ketawa denger jawaban itu belum bisa menerima aja kalo idol=ikon=role model, padahal itu bukan sesuatu yang buruk juga sebenernya.
  • Diskusi akhirnya mencapai masa2 akhir dan si Suga bilang kalo dia ingin agar rapper underground dan rapper di label besar bisa semacam terhubung. Menurut gue mulia sekali keinginan Suga ini. Sebagai mantan rapper underground tentu dia aware dengan hal2 kayak gini chingu. Dia pasti pernah menghadapi masalah keuangan juga dulu karena rapper underground tidak menjanjikan kemapanan finansial. Makanya ga heran rapper2 underground di forum itu ada yang sampe kerja part time karena uang dari ngerap jelas ga seberapa, padahal dia saban hari harus makan. Itulah deal chingu. Kita bisa aja berfikir idealis, cuman realitanya orang itu butuh makan juga, ga hanya butuh ngerap, makanya menurut gue ga bijak banget ngedis rapper yang jadi idol. Jika underground-label besar bisa terkoneksi, tentu akan baik kan? Yang underground kemungkinan akan terangkat juga dari sisi finansial dan yang label besar akan lebih idealis lagi dalam berkarya. Gue sih cuman berharap harapan Suga ini bisa tercapai chingu. Orang itu idealis boleh, cuman ya jangan 100%, karena orang hidup itu ga butuh musik doang, tapi perlu makan juga, pakaian juga, rumah juga. Tapi orang juga jangan realis banget, karena nanti akan kehilangan rasa. Orang yang materi oriented banget itu ga akan bahagia karena uang akan menguasai/mengendalikan dia, bukan dia yang mengendalikan uang. Memang orang itu tertakdir ga sempurna sih, jadi harus pinter2 berdeal dengan itu semua. Orang akan menderita sendiri kalo terlalu idealis, cuman ga akan bahagia juga kalo terlalu realis. Itu yang sebenernya gue suka juga dari Suga chingu, karena dia aware sama hal2 kayak gini. Dia aware sama idealis X realis dan itu relate di gue.
  • Nah, lalu gimana orang dari kalangan professional menilai semua itu? Gimana kritikus musik Korea (jelas bukan gue, wkwk) menilai semua itu? Gimana dia menilai opini yang timbul karena rapper underground kayak RapMon X Suga BTS akhirnya masuk label besar dan dinilai jadi bukan ke hip hop lagi oleh rapper underground dan bahkan orang pada umumnya? Kim BongHyun, seorang kritikus musik Korea ketika ditanyai oleh MBC tentang pendapatnya mengenai hal itu bilang kalo sekarang ini ada member2 idol group yang punya kompetensi keren dalam hal rap. Bagi dia, Zico dan Rap Monster adalah 2 rapper Korea yang paling brillian dengan teknik rap yang luar biasa diantara rapper2 yang ada di blantika “hip hop” Korea sekarang *SETUJU!*. Dia justru malah mempertanyakan apakah hanya karena mereka masuk jadi member idol group dan masuk ke dalam industri dan sistem yang ada lantas orang bisa menafikkan fakta kalo mereka adalah rapper2 yang berbakat. Semacam apakah bener jika menganggap remeh bakat seseorang hanya karena dia masuk ke dalam sistem musik K-Pop? *gue sendiri sepakat banget sama kritikus musik ini. Apakah hanya karena mereka jadi member boyband lalu dengan begitu saja meremehkan bakat mereka di rap/hip hop music? Gue rasa picik jika ada orang yang berfikiran kayak gitu. Belum tentu juga orang2 underground punya bakat rap luar biasa kayak mereka berdua juga. Ga semua idol adalah modal tampang doang dan ga skilful/berbakat, ada bahkan banyak sekali yang punya dan salah satunya Rap Monster. Bahkan Zico sampe jadi juri SMTM segala meskipun dia boygroup. Berarti kapabilitas dia di rap kan diakui juga. AndUp, salah satu finalis SMTM 4 kemarenpun ngefollow BTS chingu di twitternya. Padahal dia itu semacam “anti boyband ga kompeten” dan frontal juga ketika ngerap. Ini menurut gue indikasi juga kalo BTS memang beda. Iya mereka memang boyband, tapi ga lantas melunturkan jiwa mereka di hip hop*
  • Lalu, gimana RapMon sendiri ngasih komentar tentang semua itu? Dia secara simple ngejawab semua itu dan menurut gue bagus dan tepat banget jawabannya, yeokshi RapMon. Dia bilang kalo entah aku idol apa bukan, entah genre musikku hip hop atau bukan, entah attitudeku hip hop atau bukan, semua itu ga terlalu penting buatku. Karena, yang aku pikirkan sekarang hanyalah aku terus membuat musik dan menunjukkannya pada orang lain *gue haru banget ngedengernya. Semacam dia udah bodo amat sama pandangan2 orang, yang penting adalah dia terus berkarya dengan musik yang dia suka, terlepas dari penilaian orang lain gimana. Soalnya orang itu juga belum tentu dijelasin bisa nerima kok chingu. Mungkin dia paham, tapi belum tentu dia nerima, makanya ya ga ada gunanya terlalu memikirkan itu. Bener kata RapMon, memikirkan itu ga terlalu penting karena yang lebih pentingpun ada. Yang lebih penting adalah dia terus menghasilkan karya dan bisa menunjukkannya pada orang2. Ini sama kayak curhatan dia di mixtape “voice” yang bilang kalo ga masalah orang semacam ngedis karya musik dia karena pasti akan nyari RapMon lagi dan pasti udah ngedengerin. Yang penting adalah “voice”nya bisa spread dan orang jadi aware dengan apa yang dia sampaikan. Justru itulah makna hip hop yang sebenernya, spread your own voice untuk perubahan yang lebih baik/ideal bagi sesama, bukan saling menghina satu dengan yang lain. Spread your own voice dengan skill, dengan kompetensi dan dengan kapabilitas di bidang musik dan lirik, bukan dengan saling merendahkan. Pada akhirny, inti dari postingan ini adalah gue rasa RapMon sebagai member boygroup dengan dia sebagai rapper adalah 2 hal yang harusnya ga dipandang partial, tapi holistic. Harus dipandang secara lebih objektif. Jangan hanya karena dia member boyband lalu orang tidak mau tahu dengan skill dia yang brilliant. Sebaliknya, sekalipun orang adalah rapper underground, itu tidak berkorelasi langsung dengan dia skillful. Idol maupun underground adalah perkara yang berbeda, perkara dealing dengan banyak hal. Jadi ga bijaksana kalo menghakimi hanya karena seorang rapper masuk label besar. Sama kayak kritikus musik tadi, orang harusnya lebih kritis sekarang. Orang jangan hanya memandang suatu hal secara partial (sepotong2) tapi harusnya secara holistic (keseluruhan). Jangan juga mudah menghakimi. Jangan mudah memberi label idol group=ga kompeten/ga berbakat/ga skillful misalnya, karena ternyata ada juga idol group yang begitu brillian seperti Rap Monster. Gue harap RapMon ini bisa jadi semacam gambaran bagi kita semua untuk melihat sesuatu secara lebih cerdas lagi chingu. Jangan mudah melabeli sesuatu adalah jelek tanpa kita mendalaminya terlebih dahulu. Jangan sampe kita menyesal karena itu. Semoga bermanfaat ya postingan ini. Hari ini belajar lagi dari leader BTS #happiness ^^. Sampai jumpa di postingan lain~ annyeong~~🙂

—-

[ENG SUB] 160125 랩스타의 탄생 랩몬스터 (The Birth of a Rap Star - Rap Monster).mp4_000024816

[ENG SUB] 160125 랩스타의 탄생 랩몬스터 (The Birth of a Rap Star - Rap Monster).mp4_000052135

[ENG SUB] 160125 랩스타의 탄생 랩몬스터 (The Birth of a Rap Star - Rap Monster).mp4_000078495

#Peace #Love #Happiness

#Live #Love #Learn #Laugh 

#Share #Respect #Inspire

#StayGold #StayTrue #StayReal

Komentar
  1. Farisa mengatakan:

    Wah daebak… setuju banget nih… ulasan yg panjang dan mengenyangkan… kadang ngebayangin gimana kalo Rapmon sekali2 nulis buku/fiksi, pengen baca.. tentang humanis itu bener banget.. jadi inget anak2 2pm..hehe
    makasih buat tulisannya.. nulis terus ya..🙂

  2. Mila Awalia mengatakan:

    Selalu seneng baca tulisannya Kak Lin iniii😀

  3. Tia mengatakan:

    Waaaahhh ka lin makasih banget terjawab sudah semua pertanyaan yg ada diotak selama ini, sedih juga akhirnya masalah yg sebenernya udah laaaaama bgt musti muncul lagi padahal Monmon oppa ga pernah ngungkit. Gomawo uniiiii tulisannya bermanfaat sekali <3<3<3

  4. dede mengatakan:

    Akhirnya kak lin update… Setuju sama rap monster…
    Suga jawabannya bakal gimana ya?
    (The Birth of rapstar)

  5. Iin mengatakan:

    kereeennn selalu ada pelajaran di setiap postingannya kak linda…
    Wahhhh aku seneng banget sma jawabannya Rapmon dia ga perduli mau orang ngmong yg pnting dia ttp bisa berkarya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s