Fakta-Fakta SEVENTEEN Part 33 (Belajar Parenting Dari Ibunya Jun X The8)

Posted: Februari 22, 2016 in About SEVENTEEN
Tag:

Say The Name! SEVENTEEN!

Source: [ENG SUB] 160202 SEVENTEEN Pre-Debut Film Ep.7 (Jun&The8) (subbed: SVTdiamond subs, credit: Pledis Ent)

  • Setelah kemaren kita ngebahas SeungKwan X Vernon dkk, sekarang kita masuk ke member SEVENTEEN lain yakni member2 China SEVENTEEN (The8 X Jun). The8 sejak kecil sama ibunya memang sudah diarahkan untuk belajar banyak hal chingu. Jadi dia itu dulunya artis cilik juga. Khusus tentang The8 ini pernah juga gue bahas di salah satu part. Nah, dia sering ikut kompetisi juga (termasuk b-boying). Dia udah seneng sama dunia panggung sejak kecil. Ketika berusia 4 tahun, ibunya mengarahkan dia untuk ikut kelas bela diri (martial arts). Kenapa? Ketika itu dia badannya lemah dan juga karakternya penakut, makanya diarahkan buat latihan martial arts biar dia lebih kuat. Dia juga belajar nyanyi dan seni bela diri China yang lain ketika itu. Nah, baru pada 2008 dia kenal b-boying dan suka dengan itu sampai sekarang. Dia rasa b-boying adalah sesuatu yang fun dan udah semacam jadi bagian dari hidupnya *gue rasa dengan bisanya dia martial arts itu, ngebantu banget untuk b-boying-nya chingu. Kenapa? karena spesialisasinya dia bukan “general b-boying” tapi semacam “martial arts b-boying”. Ada gerakan2 b-boying yang diselipi gerakan martial arts china misalnya, dan itu point plus banget. Gue lagi lumayan suka dunia parenting2 gitu chingu dan kemaren baru baca salah satu bukunya Ayah Edy. Tahu ga Ayah Edy? Dia itu pakar parenting yang sering ngasih seminar gitu, dia nulis buku juga. Nah dia bilang b-boying/hip hop dance tepatnya itu udah banyak/mainstream lah, makanya biar orang tetep eksis di situ harus berinovasi. Misalnya, hip hop dipadukan dengan tari bali, jadinya “baliness hip hop dance”. Jadi penari itu masteringnya di 2 hal, both bali dance dan hip hop. Contoh lain kayak The8 ini, dia ngegabungin martial arts Cina dengan hip hop misalnya. Tapi bener lhoh chingu, hip hop dance itu udah mainstream, jadi kalo pengen ngejadiin itu jadi sebuah karir, harus inovasi, mau ga mau. Jangan hanya mastering di hip hop, tapi mastering juga di dance lain dan dikombinasikan. Dengan begitu, orang akan punya brand sendiri yang jadi identity-nya sendiri untuk survive. Dan menurut gue, ibu The8 ini keren banget karena beliau bener2 ngarahin anaknya sejak kecil untuk belajar banyak hal dan akhirnya terfokus ke 1 hal yakni artis. Itu dalam teori parenting bener banget. Sejak kecil, anak harusnya dikasih pilihan2 entah nyanyi, dance, les piano, melukis, latihan olahraga, les matematika dsb. Nah dengan menjalani semuanya, lama2 anak akan keliatan paling berbakatnya dimana dan dari situlah bakat itu diasah. Ga perlu orang punya banyak bakat, satu saja asal bener2 ditekuni sehingga bisa jadi yang terbaik di bidang itu. Gue jadi inget buku Ayah Edy yang gue baca kemaren. Jadi Ayah Edy pernah ke TK di luar negeri dan gurunya nanya anak2 pengen jadi apa dan mereka ada yang bilang pengen jadi tukang sampah lalu gurunya bilang “that’s great, excellent!”. Nah Ayah Edy bertanya2 dong, kok bisa2nya cita2 jadi tukang sampah=great? Great darimana coba? Akhirnya dia nanya ke gurunya dan gurunya malah balik nanya anda dari negara mana. Seketika tertohoklah Ayah Edy-nya. Kenapa luar negeri itu bisa begitu bersih tempatnya? Karena mereka ga menilai pekerjaan itu dari prestis atau tidaknya, tapi apa gunanya bagi orang lain. Bukan bidangnya, tapi bisa ga kita jadi yang terbaik di bidang itu. Jadi yang terbaik=berdedikasi-passion. Kalo orang ingin jadi tukang sampah terbaik, maka dia akan berdedikasi dalam pekerjaannya dan akan semaksimal mungkin menjadikan lingkungan yang dibersihkannya menjadi bersih sebersih2nya. Lalu uangnya? Percayalah, jika kalian menjadi yang terbaik dalam bidang kalian, uang akan datang dengan sendirinya, apapun bidang itu. Inilah yang namanya spesialisasi. Orang di jaman globalisasi ini ga perlu bisa banyak hal, cukup satu saja dan maksimalkan. Jepang udah mikir kayak gitu dari tahun 1930 dan hasilnya ya kayak sekarang. Kita? Mungkin udah “agak terlambat”, tapi lebih baik sadar sekarang dan mulai berfikir daripada lebih jauh lagi ketinggalannya. Pesen gue kalo kalian masih SMP X SMA, belajarlah secara lebih pada hal yang kalian suka dan juga mampu. Kalo milih jurusan kuliahpun ya yang kalian suka dan mampu, supaya ga mubazir nantinya. Karena kenapa? Kenapa orang kuliah jurusan biologi akhirnya jadi customer service? Penekanan gue adalah jangan hanya suka, tapi harus mampu juga. Ga akan berhasil juga kalo kalian suka nyanyi tapi suara kalian jelek/fals mulu kalo ngeluarin suara. Kedua2nya harus parallel. Namun biasanya, kalo kalian suka, maka kalian akan belajar dengan maksimal dalam bidang itu. Dan karena terasah, makanya lama2 akan expert di situ. Nah kalo udah suka dan udah belajar cuman hasilnya ga maksimal dan cenderung jelek/gagal? Coba cari potensi lain, gali terus dimana sebenernya potensi terbaik Balik terkait tentang profesi tadi, itulah yang sering kita lupakan chingu. Orang ngerasa hanya dokter X insinyur X manager yang prestis, padahal ga ada pekerjaan yang jelek di dunia ini asalkan halal/dirodhoi Tuhan. Gue jadi inget salah satu bait puisi Taufik Ismail, begini “tidaklah semua menjadi kapten, tentu ada awak kapalnya. Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi rendahnya nilai dirimu. Jadilah dirimu sendiri, sebaik2nya dari dirimu sendiri”. See? bukan apakah saya kapten dan kamu hanya awak kapal yang bisa jadi tolak ukur kita menilai orang, tapi orang punya spesialisasinya masing2. Belum tentu kapten bisa jadi awak kapal dan begitupun sebaliknya, semua ada porsinya masing2. Dan yang terbaik adalah jadi versi terbaik dari diri kita sendiri, apapun pekerjaanya, apapun bidangnya. Dengen berfikir kayak gitu, akan timbul rasa #respect kita pada orang lain. Kita ga akan memandang rendah orang lain hanya karena jenis pekerjaannya. Indah bukan? Gue rasa ibunya The8 adalah smart mommy chingu, salut gue. Dia juga tahu The8 anaknya lemah badannya dan penakut sejak kecil, makanya untuk overcome itu beliau ngarahin anaknya untuk belajar bela diri. Ini bener kan ya, jaga2 kalo dia dibully di sekolahan apa gimana. Belajar banyak ini dari The8 dan ibunya, jjang!*
  • Bagi The8, SEVENTEEN adalah keluarganya. Dia di Korea ga punya sodara, makanya SEVENTEEN bener2 penting buat dia. Diantara semua member, dia paling deket sama Jun karena sama2 dari Cina. Dia rasa dia ga akan bisa di SEVENTEEN kalo ga ada Jun. Sama kayak The8, Jun ngerasa SEVENTEEN adalah sebuah keluarga. Jun memang hyung bagi The8, cuman bagi Jun si The8 malah yang telaten. Dia sering ngebangunin Jun supaya ga terlambat latihan dsb. Bagi Jun, The8 itu meskipun wajahnya cute cuman hatinya mature chingu. Iya dia memang cutie gitu style-nya cuman hatinya ga menye, cukup mature.
  • Hampir sama kayak The8, Jun juga udah jadi artis sejak kecil. Dia tampil di drama, film dan iklan sejak usia 2 tahun. Jadi ceritanya Jun waktu itu diajak ibunya main di taman dan kebetulan ada actor Cina yang namanya Nick Cheung yang lagi syuting juga di situ. Sutradara yang ada ketika itu ngeliat Jun kecil yang bright banget personalitynya, maka diajaklah dia ikut syuting *bener banget ini, anak kecil harusnya diajak main ke taman sama ibunya. Tapi sayang banget ya, jarang ada taman yang layak buat anak2 di sini. Bahkan taman2 di kotapun banyak yang ga terawat, kotor. Semoga lahan2 hijau di Indonesia makin banyak ya. Makin banyak taman yang bisa digunain anak2 untuk bermain bersama keluarga. Dan masalah bersih inipun jadi tanggungjawab kita bersama chingu. “Jangan buang sampah sembarangan”, itu basic banget. Gue beberapa hari lalu pas naik motor ngeliat ada orang naik mobil yang asal banget ngebuat plastik yang isinya sampah di tengah jalan ketika mobilnya jalan. Jadi dari jendela langsung dibuang ke bawah gitu, bener2 dah itu orang, hadeh~~. Apa ga bisa ya dia berhenti di alfamart kek atau apa kek buat buang sampah sekalian beli minuman misalnya. Ntar kalo banjir atau lingkungan kotor sok ngerasa “terzholimi”, padahal yang nyebabin kayak gitu ya salah satunya kebiasaan buruknya sendiri, seperti ga mengelola sampah dengan baik tadi. Gue rasa sih udah ga jaman gembar gembor nyalahin pemerintah masalah sampah. Mulailah dari diri sendiri, hal yang paling kecil dan sederhana cuman yang paling penting sebenernya. Kalo hanya satu orang yang tertib mengelola sampah, memang efeknya begitu kecil/nyaris ga ada. Tapi bayangkan jika semua orang melakukan hal yang sama, pasti akan berubah kan? Seseorang ga bisa merubah dunia, tapi dunia akan berubah dengan sendirinya jika semua orang berubah, itu point dari makna perubahan chingu. Kita ga usah saling menyalahkan tapi benahilah diri kita masing2. Jika semua orang berfikir dan melakukan itu, dunia ini akan berubah dengan otomatis. Hal akan jadi sia2 doang kalo ga dimulai dan cuman diperbincangkan terus. Setiap pembicaraan harus berlanjut ke tindakan real chingu, termasuk kebiasaan baik mengelola sampah ini. Tulisan ini ga ke kalian doang chingu, ke gue juga, pelajaran ke gue sendiri. Semoga kita sama2 menjadi lebih baik ya ^^*

[ENG SUB] 160202 SEVENTEEN Pre-Debut Film Ep.7 (Jun&The8).mp4_000198656

[ENG SUB] 160202 SEVENTEEN Pre-Debut Film Ep.7 (Jun&The8).mp4_000229854

[ENG SUB] 160202 SEVENTEEN Pre-Debut Film Ep.7 (Jun&The8).mp4_000045420

[ENG SUB] 160202 SEVENTEEN Pre-Debut Film Ep.7 (Jun&The8).mp4_000097514

#Peace #Love #Happiness

#Live #Love #Learn #Laugh 

#Share #Respect #Inspire

#StayGold #StayTrue #StayReal

Komentar
  1. Jun ini hebat ternyata chingu..
    dia ternyata yg jadi pemeran kecil Ip Man. Di film ‘IP MAN’

  2. Seulrinnie mengatakan:

    aku setuju bgt kak sama tulisan kakak.. kalau ada satu keahlian gitu, ya tekuni aja itu.. daripada banyak tapi gk ada yg tuntas.. Tapi kak, *cerita dikit boleh kan?* gini loh.. aku itu emg udh dapet passion aku itu di Dance/tari. Entah itu tari tradisional atau tari modern pokoknya bakat aku itu di tari. Awalnya sih aku gak ada masalah kak. Cuma sekarang, aku mulai pake hijab. Kan susah ya kalau orang berhijab terus nari nari. Kalau tari tradisional, pasti gak bisa soalnya tari tradisional itu kan banyak lenggak lenggoknya. Tari modern juga susah soalnya gerakannya itu hyper. gak cocok sama aku yang berhijab. Mama aku bilang sih cari aja bakat lain. Tapi, katrna kita udah mendalami tari, jadi susah lagi kan kalau mau cari passion lain. menurut kakak, aku harus gimana ya?
    Maaf kak, aku malah curhat gratis di sini, hehe. Soalnya menurut aku, kakak itu pinter bgt nyari solusi. Waktu kakak nulis ini, aku malah keinget sama masalah aku. ‘-‘ Hehehe…

    • lindashin mengatakan:

      aku habis dapet saran dari orang yang sekolah di institut kayak kesenian gitu. Dia bilang itu adalah masalah umum orang berjilbab. Dia ngasih contoh kalo nari itu sekarang bisa dikembangkan ke dalam banyak sekali gerakan tanpa harus heboh. Dia punya temen penari dari Irlandia yang nari itu diem aja di panggung selama 1 jam (ga gerak) dan penontonnya yang gerak. Nah itu konsepnya, yang nari bukan dia tapi penontonnya. Ada juga nari yang gerakannya dibuat seabstrak mungkin (simple) yang berakar dari tradisi juga. Saran dia coba cari referensi tari2 tradisi lama yang bisa kamu kembangkan/dikontemporkan. Kata temenku lain ambil misalnya tari2 yang fokus gerakannya di tangan aja kayak tari lilin/tari saman di aceh yang malah pake jilbab. Kata dia lagi, lebih baik kamu kalo tetep pengen jadi penari/koreografer kamu mending jadi pencipta, bukan menarikan yang sudah ada. Kalo saranku pribadi, nari itu kan banyak aspek, ga harus jadi penari. Kamu bisa mendalami yang relate/berhubungan dengan itu misalnya jadi penata panggung, FD (floor director), penata musik dsb. Kamu juga bisa jadi akademisi dengan jadi guru/dosen. Aku dulu pernah magang di kementerian pariwisata dan kakak2 yang disitu (staff) jurusannya juga seni tari. Dia akhirnya bantu2 bikin surat, konsep acara dsb di kementerian itu. Menurutku sih kamu sebaiknya konsultasi lebih jauh ke mama kamu dan orang2 yang berkompeten termasuk guru kamu. Tapi kalo kamu mau pindah passion ya gapapa, kamu kan masih muda. Ikuti kata hatimu aja! Fighting!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s