Fakta-Fakta BTS Part 201 (Belajar Tentang “Kecerdasan” Dari BTS)

Posted: Maret 21, 2016 in About BTS
Tag:

BANG! TAN! BTS!

Source: [ENG] 150519 BTS -On Dream- Concert (Credit: KBS, subbed: @ArmyUnnie)

  • Karena acara ini yang nonton anak2 sekolah, maka MCnya nanya ke anak2 BTS yang diwakili RapMon tentang bakat member2 BTS, termasuk yang relate dengan background pendidikan mereka selama ini. Secara akademis, RapMon sendiri udah dikenal sebagai siswa yang pinter ketika sekolah. Dia masuk di 1% siswa terbaik Korea dan juga jago bahasa Inggris dengan skor TOEICnya yang tinggi. RapMon cerita kalo Jimin ketika SMA juga masuk sebagai top student di sekolah seni di Busan karena bakat ngedance-nya. Suga juga punya bakat producing music yang mumpuni dan Jin juga diterima di Konkuk University jurusan film. Meskipun begitu, RapMon ngerasa mereka bukan orang yang bener2 berbakat atau yang gimana2, mereka hanya selama ini berkolaborasi dengan baik untuk mencapai satu tujuan yang sama. Itulah kenapa mereka bisa jadi seperti kayak sekarang. Jadi semacam bukan faktor bakat aja, tapi karena mereka memang berusaha keras dan berkoordinasi dengan baik secara tim selama ini. Lagipula bakat ya ga akan jadi apa2 kalo ga diasah kan ya? *Ngomongin tentang bakat ini, gue jadi inget buku yang pernah gue baca chingu. Judul bukunya gue lupa cuman intinya buku itu ngejelasin kalo semua anak itu bisa untuk menjadi genius/cerdas dengan versinya masing2. Genius bukan cuman masalah IQ, tapi genius itu luas. Orang yang jago banget ngedance itupun bisa disebut genius. Orang yang bisa produce lagu kerenpun itu adalah genius, jadi ga serta merta genius=ranking 1 ketika sekolah. Jadi genius/macam kecerdasan itu banyak macamnya chingu. Ada yang namanya “genius/cerdas bahasa”. Anak yang genius bahasa berarti kemampuan dia dalam berbahasa lebih dari yang lain, bisa menguasai banyak bahasa dsb. Gue rasa RapMon masuk ke kategori ini. Dia excellent di bahasa Korea (terutama sastra Korea), bahasa Inggris bahkan bahasa2 lain meskipun masih belum level high. Ada lagi yang namanya “genius/cerdas logika”. Anak yang genius dalam bidang ini jago ilmu2 eksak seperti matematika. Makanya jangan heran kalo ada orang yang bahasa Inggrisnya dapet 9 dan matematikanya dapet 2, karena memang geniusnya dia bukan di matematika tapi bhs Inggris. RapMonpun sama, dia juga paling ga jago matematika chingu ketika di sekolah cuman karena kemampuan bahasanya di atas rata2, makanya dia jadi rapper yang notabene seni yang sarat dengan kemampuan mengolah bahasa. Ada lagi “genius/cerdas kinestik/gerak”. Ini contohnya orang2 yang jago dance atau olahraga/atlet. Jimin X JungKook X J-Hope adalah contoh dari kecerdasan ini. Ok mungkin mereka ga jago bahasa atau matematika, cuman mereka punya kecerdasan lain dan itu jenis kecerdasan gerak/kinestik tadi. Jadi jangan pernah bilang orang bodoh hanya karena dia bisanya cuman ngedance aja. Itu karena memang porsinya masing2, beda2, dan itu ga ada yang jelek tentang itu. Orang yang jago matematika tidak lebih baik dari yang jago dance, seperti itu. Semua keren dengan genius/kecerdasannya masing2. Selain itu, ada lagi yang namanya “genius/cerdas musik” chinu. Orang yang genius musik biasanya jago main alat2 musik atau bikin musik. Nah Suga dan V adalah contoh dalam jenis ini. Suga jago producing dan V juga bisa main saxophone. Orang yang mastering di biola misalnya, dia itu berarti genius juga, karena ada kategorinya. Intinya setiap anak punya kecerdasan yang berbeda2, jadi ga boleh dipukul rata apalagi direndahkan, that’s no no. Nah tugas orangtua menurut gue adalah sejak kecil mengarahkan potensi terbesar anak supaya dia menjadi yang terbaik di bidangnya. Misalnya sejak kecil dia udah suka bahasa ya lanjutin aja. Sejak kecil dibiasakan belajar bahasa asing, ikut kompetisi kayak pidato bahasa asing dsb. Sehingga kelak dia akan mastering dalam bidang itu dan jadi orang yang berhasil di bidang itu. Bakat itu memang penting chingu, tapi itu terlebih dahulu harus ditemukan, diasah baru kemudian dimaksimalkan. Selain factor bakat, factor minat/suka itu juga penting. Jangan sampe melakukan sesuatu yang ga kita sukai/terpaksa karena cepat atau lambat itu akan membuat kita jenuh sendiri dan akhirnya meninggalkannya. Bakat harus didukung dengan minat dan harus didukung pula dengan kemampuan/kompetensi. Ga bisa dong orang suka2 doang cuman ga kompeten di bidang itu. Bayangkan orang suka nyanyi cuman suaranya jelek banget yang orang buru2 tutup kuping ngedengernya, itu ga akan berhasil. Minat harus paralel/sejalan dengan bakat dan kompetensi chingu. Sebaliknya, kompeten saja ga cukup kalo orangnya sendiri ga suka dengan itu. Makanya harus sinergi antara bakat, minat dan kompetensi. Biasanya, orang yang punya minat/suka  pada sesuatu akan mempelajari itu sepenuh hati. Jadi menurut gue, minat itu dulu yang harus ada. Meskipun hujan badai, kalo orang minat buat latihan dance misalnya, pasti dateng kan? Nah setelah minat lalu diasah bakatnya, step selanjutnya adalah dikompetisikan. Semacam “bisa ga nih gue menang dalam bidang ini?”. Kalo misalnya menang, berarti kita punya harapan tinggi di bidang itu. Kalo misalnya udah sering nyoba dan ngerasanya udah maksimal cuman gagal2 terus ya mungkin jalan kita bukan di situ. Kita harus nyari jalan lain yang paling tepat dan itu ga perlu terlalu jauh dari sebelumnya. Nah, kenapa kompetisi/pembuktian bakat ini penting? Karena kita pada akhirnya bakalan hidup di era persaingan yang ketat chingu. Orang bisa diakui/sukses itu ga mudah, harus kompeten, alias modal suka aja ga bisa. Banyak kan orang pengen jadi penyanyi cuman hanya sedikit yang survive? Ketika audisi, ribuan bahkan puluhan ribu orang daftar, wow!. Cuman, ga semua dari mereka yang ikut audisi itu sering ikut kompetisi sejak kecil dan menang kan? Itulah yang membedakan. Orang yang bisa juara Indonesian Idol dsb sebagian besar/hampir semua pasti bakatnya pernah diuji  juga sebelumnya. Entah nyanyi dari panggung ke panggung, juara nyanyi tingkat RT, juara nyanyi di sekolah, pernah juara di festival tertentu dsb. Pembuktian itulah yang perlu kita perhatikan agar kita ga percaya diri terlalu dini tentang kemampuan kita padahal sebenernya mungkin kita ga cukup mampu di bidang itu. Ini menurut gue penting dan harus diperhatikan oleh kita semua chingu. Jangan kita PD duluan padahal belum pernah dibuktikan apa2 kemampuan kita itu. Dan bakat, minat serta kompetensi yang gue bicarakan ini ga ada hubungannya dengan jenis pekerjaan chingu. Orang mungkin akan nganggep cita2 jadi “peternak domba” itu ga banget, cuman sadarkah orang kalo yang lebih penting dari jenis pekerjaan adalah bisa ga kita jadi versi palin baik dari pekerjaan itu? Pikiran kita jangan kita persempit dengan anggapan kalo orang sukses adalah yang kerja di kantor. Peternakpun bisa sukses jika dia bisa mengelola peternakan besar misalnya. Ga ada yang lebih baik dan tidak lebih baik, semua adalah masalah “bisa ga kita jadi versi terbaik dari hal yang kita tekuni”. Pernah gue baca buku yang intinya si penulis pergi ke luar negeri dan heran karena ketika sang guru TK nanya ke anak2 TK tentang cita2 mereka, anak2 pada ngejawab jawaban yang menurut dia aneh. Anak2 itu  ada yang ngejawab mereka pengen jadi “tukang sampah” dan si guru bilang “excellent! Very good!”. Lalu singkat cerita si penulis ini nanya ke gurunya karena gagal paham, semacam “apa bagusnya jadi tukang sampah coba? Kok si guru juga malah support gitu sih? apa2in ini?”. Lalu si guru malah balik nanya ke si penulis ini asalnya darimana kok nanya begitu. Ini karena di negaranya, profesi apapun dihargai chingu. Itu juga alasan kenapa negara mereka bersih. Tukang sampahnya penuh dedikasi dalam pekerjaannya dan menggunakan sistem sebaik mungkin dalam hal pengelolaan sampah. Meskipun tukang sampah, karena mereka adalah orang2 yang expert di bidang itu, kontribusi ke negaranyapun juga bagus. Dan orang yang expert di bidangnya akan dapet kompensasi finansial yang sesuai juga, itu pasti. Akhirnya si penulis tadi sadar bahwa esensi dari kesuksesan itu bukan dari jenis pekerjaan cuman dari apakah kita bisa expert/jadi versi terbaik dalam pekerjaan itu. Nyambung ke jenis2 kecerdasan tadi, berarti udah jelas bahwa kita bodoh banget kalo ngerasa A lebih pinter/baik dari B hanya karena A jago/suka/expert matematika dan B jago/suka/expert di dance. Ga ada yang jelek, mereka hanya berbeda, punya kegeniusan/kecerdasan dalam versinya masing2. Semoga dengan ini chingudeul juga mulai untuk memikirkan tentang apa tipe kecerdasan kalian dan mulai belajar tentang itu, memaksimalkan itu lalu membuktikannya sehingga tahu apakah dengan itu kalian bisa menjadikannya sebagai sebuah pekerjaan yang akan membuat kalian survive dalam hidup kalian. Semoga apapun itu, kalian bisa jadi versi yang terbaik buat diri kalian sendiri. Fighting!*
  • Balik ke RapMon. Jadi dia memang anak pinter chingu ketika sekolah, cuman dia ga bahagia dengan itu. Dia belajar cuman ga tahu ke depan itu dia mau giman2/visinya ga jelas. Dia sampai SMA kelas 1 cuman belajar dan belajar tanpa tahu dia itu pengennya apa. Itu semua karena ayahnya pernah bilang kalo dia harus jadi anak pinter selama sekolah supaya nanti ketika mimpinya suatu hari muncul, dia bisa menggapainya karena dia pinter. Jadi gini, RapMon kan belum tahu tuh mimpinya apa. Kalo dia dari awal ga belajar, maka ketika sewaktu2 dia ketemu mimpinya (pengen masuk jurusan hukum karena pengen jadi pengacara misalnya) cuman karena nilainya jelek dan ga bisa ngerjain tes masuk perguruan tinggi karena dulu ga belajar, dia pasti akan nyesel dan ga bisa ngejar mimpinya. Jadi entah udah nemu atau belum, yang penting belajar dan pinter dulu, kurang lebih begitu. Iya, dia memang akhirnya pinter. Dengan belajar dia jadi anak pinter, cuman dia ga bahagia karena melakukan sesuatu yang dia sendiri ga jelas mau kemana chingu. Dia mempersiapkan kedatangan mimpi dengan belajar tapi dia ga menikmati prosesnya. Akhirnya, dia menemukan kalo mimpinya adalah jadi rapper sukses karena dia jatuh cinta dengan dunia rap/hip hop. Itu menjadikan dia menekuni rap dengan pentas di Hongdae, ikut kompetisi sampai akhirnya dipilih agensi BigHit dan jadi rapper sukses kayak sekarang yang timnya dapet berbagai award, fansnya mengglobal dan  dia sendiri bisa diakui kemampuannya oleh rapper2 dunia *Nyambung sama teori kecerdasan yang gue bilang di awal. Berarti memang minat dan bakat itu harus dibuktikan chingu. Ga bisa kita mengklaim kita expert di satu hal cuman kita ga bisa menunjukkan prestasi kita dalam bidang itu. Meskipun begitu, gue aware juga kalo ga semua orang bisa jadi versi yang terbaik padahal udah berusaha keras/ngerasa udah maksimal. Misalnya kompetisi cuman juara harapan aja/berapa besar aja sehingga ngerasa galau apakah bener bakat gue di situ apa enggak. Kalo jawaban gue pribadi sih gini, pekerjaan itu jenisnya banyak, jadi jangan mudah menjudge kita jelek di bidang ini hanya karena kita juara harapan misalnya. Katakanlah si juara 1 bisa jadi rapper, maka juara harapan bisa lari ke bidang serupa dengan jadi engineer misalnya. Bukan ngerap-nya, tapi pekerjaannya membantu rapper dalam produce lagu dan dia ada di balik layar. Ini yang tadi gue singgung di depan, jangan jauh2 dulu, cari yang lain yang deket dengan passion kita. Apakah orang yang juara rap harus selalu jadi rapper? Jawaban gue adalah enggak. Banyak pekerjaan yang relate dengan itu. Dia bisa jadi producer, bisa jadi pelatih rap, bisa jadi dosen/pengajar di sekolah2 formal bidang musik/seni, bisa jadi engineer, bisa jadi lyricist, bisa jadi stylist hip hop, jadi penata panggung untuk perform rap dsb. Cari celahnya dan yang paling penting mindsetnya harus ”jadi producer yang baik ga kalah baik dari jadi rapper yang baik”. Balik lagi, jadilah versi yang terbaik dalam bidang kita, apapun itu*
  • RapMon cerita juga kalo dia dulu ketika sekolah pernah pengen belajar alat musik atau ngedance aja saking ga jelas tujuannya kemana, cuman dia akhirnya sadar kalo orang perlu untuk pinter juga ketika berinteraksi dengan dunia yang real. Jadi pinter itu penting dan dia sadar kalo belajarnya selama ini ada gunanya juga. Dia jadi sadar kalo belajar itu penting setelah bener2 terjun di masyarakat yang real *Kalo kita ga pinter, bisa aja kita dibohongin orang kan? Lagipula sudah jadi fakta juga kalo sekarang tindak penipuan itu marak banget, jadi orang harus makin pinter di jaman sekarang ini. Intinya meskipun kita mungkin ga suka/ga ngerasa penting, tapi belajar itu tetep ada gunanya chingu, jadi jangan malas untuk belajar. Hanya saja kita tetep harus juga tahu tujuan belajar kita itu mau kemana dan jadi apa kelak, bukan belajar2 doang cuman ga ada passion/visi yang jelas. Ok kita bisa matematika, bahasa Inggris dan bahasa Korea, cuman harus ada 1 hal yang paling menonjol dan itu kita sukai lalu kemudian bisa kita maksimalkan. Gue rasa spesialis itu lebih baik dari generalis. Menurut gue ga perlu orang bisa masak, nyanyi dan main biola sekaligus. Kalo bisa ya syukur Alhamdulillah cuman bisa satu aja udah bagus asal kita bener2 expert/ahli di situ. Penelitian membuktikan kalo orang tipe spesialis yang menguasai 1 bidang saja (ahli di bidangnya) akan lebih sukses dari yang semua hal bisa tapi ga bener2 dikuasi. Inilah kenapa juga gue pengen jadi orang dengan tipe spesialis chingu. Gue rasa saat ini gue masih tipe generalis soalnya. Jepang adalah contoh dalam hal spesialis ini. Jepang udah mikir kayak gitu dari tahun 1930 dan buktinya Jepang jadi negara maju kayak sekarang karena orang2nya ekspert di bidangnya masing2. Pernah ga liat acara Jepang di TV kita dimana mereka ada yang ahli dalam hal hafal nama2 bunga dan sayuran (semua jenis bunga/sayuran tahu namanya), ahli bikin macam2 kue dsb. Itu mungkin “apa banget” buat kita cuman itulah yang menyebabkan mereka punya banyak orang ahli di negaranya yang akhirnya berkontribusi positif bagi negaranya pula. Pertanyaan selanjutnya, lalu kita kapan? Itu yang harus kita pikirkan chingu. Ok mungkin kita udah agak terlambat, cuman lebih baik terlambat daripada ga disadari dan diperbaiki sama sekali kan? Guepun yakin orangtua kita banyak yang ga aware tentang hal2 kayak gini sehingga kita udah terlanjur kuliah atau kerja yang hasilnya ya biasa aja karena sejak kecil ga dituntun untuk “expert di bidangnya” itu tadi. Makanya dengan postingan ini semoga kelak ketika kita udah punya anak misalnya, kita bakalan aware tentang ini semua. Ada banyak kasus orang sekarang yang udah kuliah semester akhir (udah mau lulus) cuman malah ga lulus2 karena ngerasa passionnya bukan di jurusan itu dan akhirnya malah ga jelas akan gimana2. Dia bingung kalo lulus mau ngapain dan akhirnya malah stagnan, ga mau bikin skripsi, malah cuti dsb. Contohnya dia masuk jurusan hukum dan ketika lulus expect mau jadi pengacara, cuman dia ini ternyata anaknya malu ngomong sama orang dan passionnya ternyata di desain. Si anak ini betah berjam2 ngedesain di depan komputer karena ga mau ketemu banyak orang dan selama ini kuliah hukum ternyata jauh dari passionnya. Kalo udah gini, apa yang terjadi? Wasting time kan kuliahnya selama ini? Makanya sebelum melangkah lebih jauh, mengenali diri sendiri adalah penting chingu. Jangan sampe kita mengalami hal kayak gitu. Kita harus tahu betul kita ini minatnya apa, karakternya gimana, bakatnya apa, kompetensi terbesarnya dalam hal apa lalu baru belajar lebih jauh tentang itu. Peran orangtua dan guru menurut gue besar di sini. Menurut gue orangtua harus mulai aware sama hal2 kayak gini karena jaman kita udah bukan kayak jaman ortu kita. Kita hidup di era globalisasi dimana persaingan jelas makin ketat dari era sebelumnya. Kita bakalan ketinggalan kalo kitanya enggak kompeten. Dulu orang lulus SMA aja bisa jadi PNS, sekarang boro2, S2 aja banyak yang nganggur. Gue sendiri harap ga ada kisah2 kayak gitu lagi chingu, minimal para readers blog ini. Gue pengen kalian menjadi lebih baik dan lebih baik setiap waktu dan jadi orang yang berhasil dan bermanfaat bagi orang lain karena kalian kompeten. Really, gue pengen banget kalian mencerna postingan ini dan mulai aware sama masa depan kalian masing2. Gue pengen dengan suka BTS kita jadi terinspirasi untuk jadi lebih baik, bermanfaat. Bukan suka sesuatu yang ga ada gunanya/lebih banyak aspek ga manfaatnya. Guepun sama, gue juga masih terus belajar. Kita jalan sama2 untuk selalu jadi lebih baik*
  • JungKook itu hebat di bidang olahraga chingu. Dia pernah dapet juara nasional juga (juara 2 handball), pernah dapet award juga. Itu berarti si JungKook memang jago di bidang kinestik. Dia bisa mengolah tubuhnya dengan baik, makanya ga heran dia bisa jago ngedance juga. Lagipula ga semua orang bisa ngedance/olahraga kan? Olahraga memang bisa, cuman jadi atlet dan dapet award itu perkara lain. Ngedancepun sama, ngedance seperti/sebagai BTS dan ngedance2 di rumah doang yang ga ada penontonnya juga hal yang berbeda. Inilah kenapa ada frasa “expert/ahli di bidangnya”, karena memang banyak orang yang bisa bidang tertentu, cuman ga banyak yang ahli dalam bidang itu *selain kecerdasan yang gue mention tadi, ada beberapa lagi kecerdasan yang jadi indicator “genius” chingu. Setelah logika, bahasa dan kinestik, ada yang namanya kecerdasan yang berhubungan dengan alam (jiwa eksplorasinya tinggi). Biasanya orang ini suka sekali menjelajah, menemukan sesuatu yang baru dan ketika besar bisa jadi peneliti, ahli hewan, ahli tumbuhan dsb. Gue rasa Haru anaknya Tablo itu masuk ke tipe ini. Ada lagi yang namanya “genius/cerdas interpersonal”. Anak dengan tipe ini biasanya jiwa sosialnya tinggi, dia care dengan keadaan sekitar, jiwa humanismenya tinggi dan akan cocok jadi pengurus LSM, panti asuhan, guru, tim sar, pekerja di PBB Ada lagi “genius/cerdas intrapersonal” dimana dia begitu paham dengan dirinya sendiri, dia perasa dan tahu apa yang dia tahu dan tidak tahu. Anak kayak gini pinter mengolah rasa makanya bisa jadi actor, penulis, psikolog dsb. Pernah ga kalian liat iklan susu anak yang tagline-nya “beda anak beda cerdas”?. Nah itu yang dimaksud dengan jenis kecerdasan tadi. Suga dan V beda dengan RapMon cuman mereka sama2 cerdas. Bedanya Suga dan V cerdas di musik (Suga producing dan V bisa main alat musik) dan RapMon jago berbahasa. Akan beda lagi mereka bertiga sama  Jimin X J-Hope X JungKook yang cerdas di gerakan/dance/olahraga. Mereka ber6 juga akan beda lagi denga Jin yang cerdas di emosi/interpersonal dengan  kemampuan aktingnya. Semua dari mereka punya kecerdasan masing2, “beda member beda cerdas” jadinya. Kalianpun sama chingu, kalian bisa dan kalian pasti punya salah satu tipe dari kecerdasan2 tadi. Mungkin ada pertanyaan, gimana dengan profesi lain? Masak misalnya, itu masuk jenis kecerdasan apa? Menurut kalian itu masuk dimana? Gue rasa masak itu “genius logika” karena orang yang jago masak pastinya bisa memperkirakan berapa banyak bumbu yang harus dimasukkan untuk satu hidangannya. Fashion designerpun sama, mereka memperkirakan model pakaian yang akan di buat dan pada prakteknya menggunakan hasil ukuran badan si pemesan baju yang disandingkan dengan kain, itu semua perlu perhitungan. Arsitekpun sama, semua butuh hitung2an. Itulah mungkin kenapa orang yang genius di logika seperti matematika/eksak terkesan lebih dari yang genius dalam bidang lain, karena memang banyak pekerjaan di dunia ini yang perlu kemampuan hitung dan logika chingu. Namun itu bukan berarti yang genius di bidang bahasa/gerak=jelek misalnya. Semuanya sama, asal kita bener2 expert di bidang itu. Akhirnya, pesen gue ke kalian adalah gue harap kalian (apalagi yang masih sekolah2) mulai mikirin ini untuk masa depan kalian. Persaingan ke depan akan makin ketat chingu, makin banyak orang pinter, jadi kalian harus menonjol dari yang lain.  Gue jadi inget pernah kuliah umum sama mantan dubes Indonesia di Perancis dan waktu itu dia bilang kayk gitu juga. Dia mengingatkan gue dan kawan2 kalo ke depan persaingan itu makin ketat jadi pinter aja ga cukup, harus menonjol dari yang lain, punya skill yang mumpuni dan membedakan kita dari yang lain. Seperti BTS, mereka menonjol meskipun banyak sekali boyband di Korea sekarang. Jadikan BTS ini inspirasi kalian untuk jadi yang terbaik sebagai A.R.M.Y chingu. Gue rasa mereka contoh yang tepat dalam hal ini. Temukan bakat kalian dengan bertanya ke diri kalian sendiri apa yang saya suka lalu pelajarilah itu. Jika berbakat dan bakat itu terasah, kalian mungkin akan menemukan kalo kalian berkompeten dalam bidang itu dan itu bisa kalian lanjutkan untuk masa depan kalian. Jika gagal, jangan segera menyerah karena mungkin usaha kalian belum maksimal, perlahan2, semua butuh proses. Mimpi ga bisa langsung diraih, perlu usaha setapak demi setapak dengan penuh konsistensi dan semangat. Jika toh kalian udah merasa maksimal dan tetap ga bisa, alihkan ke profesi/pilihan lain yang mendekati itu. Seperti gue bilang tadi, suka rap ga harus jadi rapper, bisa jadi producer, engineer dsb. Suka masak ga harus jadi koki, jadi manager rumah makan, cooking blogger dan petani buahpun bagus. Jangan menyepelekan satu jenis pekerjaan dan jadilah versi terbaik dari pekerjaan yang kalian tekuni itu chingu. Yang masih sekolahpun sama, entah IPA atau IPS, kalian harus jadi versi terbaik dalam bidang itu. Ketika milih jurusan kuliahpun pastikan kalian memilih jurusan yang tepat dan tekun menjalaninya sehingga mendapatkan hasil terbaik yang akan memudahkan hidup kalian kelak. Seperti yang gue bilang tadi, pinter aja ga cukup chingu, jadi mulailah berfikir apa yang membedakan kalian dari yang lain yang menjadikan itu poin plus kalian. Gue pernah baca buku dimana ada anak yang passionnya di dance hip hop dan pengen tekun di situ/sekolah hip hop di Amerika. Cuman dia dinasehati orang kalo dancer hip hop itu udah banyak makanya dia disarankan untuk menggabungkan tari bali yang juga dikuasainya dengan hip hop yang akhirnya menjadikan dia “baliness hip hop dancer”. Keunikan inilah yang penting dan akan menjadikan kita spesial da eksis lebih dari yang lain yang udah mainstream. Temukan itu, kalian pasti punya dan pasti bisa. Akhirnya dengan ini semoga kita lebih aware lagi dengan masa depan kita dan mulai menentukan arah yang tepat sebelum terlambat chingu. Gue harap tulisan ini bisa membuka pikiran kalian untuk lebih aware sama kehidupan kalian sendiri. Semoga kita semua bisa jadi versi terbaik dari diri kita sendiri, amin. A.R.M.Y Fighting! Semangat! !!

—-

[ENG] 150519 BTS -On Dream- Concert.mp4_000342566

[ENG] 150519 BTS -On Dream- Concert.mp4_000382733

#Peace #Love #Happiness

#Live #Love #Learn #Laugh 

#Share #Respect #Inspire

#StayGold #StayTrue #StayReal

Komentar
  1. Nff mengatakan:

    Aku kangen tulisan Kak Linda, asli…
    BTS emang menginspirasi bgt. Mereka beda, dan itu yang bikin suka

  2. Dhea ermasanti mengatakan:

    Maaf kak aku silders dan baru menyempatkan diri komen sekarang.
    Tulisan kakak sangat menginspirasi sukaaaa~ Jadi intinya adalah harus punya minat, bakat dan kompeten supaya jadi lebih baik/expert dibidangya.
    BTS juga sangat menginspirasi, aku belajar banyak dari mereka, gak nyesel kenal mereka. BTS itu my idol my inspiration^^ ahhh makin cinta

  3. dhea ermasanti mengatakan:

    Maaf kak aku silders dan baru menyempatkan diri komen sekarang.
    Tulisan kakak sangat menginspirasi sukaaaa~ Jadi intinya adalah harus punya minat, bakat dan kompeten supaya jadi lebih baik/expert dibidangya.
    BTS juga sangat menginspirasi, aku belajar banyak dari mereka, gak nyesel kenal mereka. BTS itu my idol my inspiration^^ ahhh makin cinta

  4. Iin mengatakan:

    makasih banget atas tulisannya kak.. ngliat judulnya aku langsung loncat baca part ini kkkkkk bermanfaat banget tulisan kak linda ini sangat menginspirasi.. aku bersyukur banget bisa kenal BTS disini bisa kenal ka Linda juga..seneng banget pokoknya..
    aku sendiri lgi bingung nih kak..aku ga tau bkat aku apa dan kedepannya mau jdi apa.. tpi aku pengen bisa main komputer/mengusai hal2 apa aja yg bisa dilakuin lewat komputer sedangkan aku cuman lulusan SMP T_T😥 yg ga tau apa2 tntang komputer..sempet ada rencana mau Les khusus komputer tpi aku takut gagal & ntar malah bingung mau krja apa.. aduh kaaaa kasih aku saran plisss.. maap aku curhat disini kak..

  5. Aegi mengatakan:

    Gw jatuh cinta sm bts wkwkwkwk.
    G tw knpa q pnh nyoba bwt sk sm grup lain slain bts,tp alway blx lg k mrka

  6. Prasetyo Hestina A mengatakan:

    Kak, kalo bisa aku minta saran. Passion aku kan di bahasa kayak Rapmon itu. Tapi aku tuh orangnya gak mau ketemu orang lain. Ya semacam Social Phobia mungkin. Dan aku juga bingung. Besok kalo aku kuliah di sastra Korea, aku mau jadi apa? Ketemu banyak orang aja aku takut. Aku suka sama BTS juga ambil positifnya aja. Aku suka sama kata-kata dan nasehat kakak. Makasih ya kak, aku jadi sadar kalo aku juga harus me-maksimalkan usahaku. Karena semua itu gak ada yang instan dan tanpa usaha. Bahkan maling pun juga berusaha gimana caranya biar gak ketangkap hehehe😀 Aku juga berharap kalo ARMY bisa menjadi orang-orang yang menonjol kemampuannya, kayak BTS. Fighting ARMY!!

  7. Syelvy Juniarti mengatakan:

    Aku udah lama baca di blog kakak dari jaman masih bahas exo dulu sampe sekarang dan yang buat aku suka ama blog kakak gara2 kakak bukan cuma nulis fakta2 aja,tapi juga ngasih motivasi buat aku,dan juga BTS emang ngasih motivasi banget,semenjak aku suka BTS aku jadi agak ngelupain BB lain,soalnya BTS itu bukan cuma BB yang bisa nyanyi+dance aja tapi mereka juga bisa nyiptain sendiri dance+lagu mereka,terus kalo ngeliat mereka itu aku kayak dapet motivasi aja gitu kak,aku bahkan sekarang pengen gitu kayak suga,walaupun dia orangnya kayak gk pedulian tapi banyak hal yang bisa kita contoh dari dia.
    Sorry kak kepanjangan komenan aku.

  8. ayuariwindari mengatakan:

    Kak, gue jatuh cinta sama tulisan lo ini. Pikiran gue jadi semakin terbuka. Gue jadi tau apa yang harus gue lakuin. Thanks banget!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s