Arsip untuk Juni 7, 2016


BANG! TAN! BTS!

Source: [ENG] 160513 BTS @ 스타가What다  (Credit: KBS), [ENG] BTS Guerilla Live (3) (Credit: V Naver, subbed: Kimmy Yang)

  • Narasi Suga yang “bultaoreune” itu harusnya diucapkan dengan satoori (logat) yang strong chingu, cuman Suganya ga bisa *kelamaan hidup di Seoul sih bang, hehe*. Jadi ya cuman sebatas itu aja yang terdengar di lagu. Ga terlalu kedengeran kayak satoori jadinya *kalo menurut gue tetep kayak satoori chingu, cuman memang ga kentel. Dan menurut gue part yang tiap Suga ngomong “bultaoreune” itu keren chingu, ngeswag gimanaaaa gitu. Ngeswag ala Suga, anak Daegu, hehe. Lagian juga Daegu ga strong banget satoorinya, beda sama daerah2 selatan kayak Busan atau Jeolla yang logatnya kuat banget*
  • Tentang warna rambut anak2 BTS yang sering ganti2 (terutama Suga), dia cerita kalo seringnya stylistnya pengen rambutnya Suga warna apa eh jadinya warna lain (gagal), jadi ya ga ada maksud tertentu tentang warna2 itu. Itu warna2 “kecelakaan” aja, semacam itu.
  • Tentang dance “fire”, komentar Jimin ketika habis ngedance-in itu di konser epilogue adalah “speechless”. Dia ga bilang dancenya berat dsb, tapi speechless aja chingu *berat banget kan ya dance-nya. Bukan berat lagi, lebih dari itu, jadi cuman bisa ngomong “speechless” tadi*. J-Hope sendiri ngerasa dance “fire” itu high level, top class. Kalo Suga, dia cerita kalo secara fisik dia sakit ketika ngedance-in dance itu chingu. Dance yang BTS banget, yang susah levelnya *gue rasa dance BTS itu ya memang susah. Ngeliatnya aja ribet, apalagi yang ngedance-in. Apalagi yang “fire” ini, part bridgenya bikin speechless. Kerja keras banget untuk bisa mastering dancenya. Butuh tenaga yang ekstra juga, tipe dance yang sulit bikin mereka gemuk karena pasti lemak2nya kebakar meskipun mereka banyak makan*
  • Ketika ditanya part dance mana yang paling berat di “fire”, mereka sepakat kalo dari awal sampe akhir berat, hehe. Jadi dari Suga bilang “bultaoreune” itu udah berat katanya, haha BTS terkenal dengan powerful dance-nya kan ya. Mereka sebenernya diminta sama orang2 (fans lah) untuk lebih relax aja (ga perlu lah terlalu powerful sampe kayak gitu) cuman ya ending2nya mereka tetep aja ngedance dengan Bangtan style yang powerful kayak biasanya, yang sejak dulu selalu berat dance-nya. Jimin bilang kalo “fire” adalah dance yang ada part2 slownya cuman juga ada yang harus langsung powerful *setuju gue, kayak dualisme banget dance ini. Ada part yang bener2 relax yang jari2 mereka nunjuk atas dan dengan penuh feel ngegerak2in badan bagian atas, cuman setelah itu tiba2 begitu powerful dan ritmenya mendadak cepat sekali. Bener jadinya kalo high level dance/top class, karena selain teknik juga main di feel. Dancenya punya feel, kadang dilaidbackin (ala2 ngeswag gitu) cuman setelah itu dipowerfulin lagi. Menurut gue butuh feel yang ekstra buat bisa sampe ke apa yang diharapkan dari dance ini. Dan gue rasa BTS berhasil chingu. Ekspresi muka Suga dan V yang ngeswag/santai banget di part yang laidback (yang jari telunjuk mereka nunjuk ke atas dan badan bagian atas digerak2in) itu dapet banget menurut gue feelnya. Bahkan di Runningman ep.300 kemarenpun part itu disukai sama member2 Runningman sebagai hal yang keren dari dance mereka. Itulah hip hop, baik di teknis atau feel semuanya diperhitungkan. Bukan tekniknya aja yang bagus, tapi ada nyawanya, tetep ada swag2nya, dan “fire”pun begitu*
  • Nah dari semuanya, part dance yang paling berat menurut mereka adalah di bagian bridge chingu (yang kakinya menghentak2 dengan cepat dan disambung back2 dancer). Itu gila banget kata J-Hope *tapi bener ya, BTS dance-nya bener2 ga pernah ga berat, selalu berat dan “fire” ini menurut gue yang terberat karena ada dance sepowerful itu. Part dance di bridge lagu ini menurut gue adalah klimaksnya chingu. Musiknyapun support, kayak ada feel marchingnya juga, impactful sekali jadinya. powerful X ngeswag X impactful, itulah dance “fire” menurut gue*
  • Ketika Hope ditanya siapa member yang perkembangan dancenya paling meningkat sekarang, dia ngejawab RapMon chingu. RapMon yang langsung seneng gitu dan ngasih heart pake jari ke Hope, hehe. RapMon sendiri udah ngedance selama 7 tahunan ini *wah lama ya, wajar banget kalo sekarang udah keren banget juga dancenya. 7 tahun ngedance itu bukan waktu yang sebentar lhoh, wow*. RapMon sendiri ampe semacam speechless juga, dia sadar kok dia ternyata udah lama juga ya ngedancenya. Soalnya kan memang dia sejak awal kan bukan niatnya ngedance tapi hanya ngerap, eh ternyata malah udah ngedance 7 tahunan ini, wow *selamat ya RapMon, 7 tahun~~~*
  • Ketika ditanya siapa member yang paling banyak NG di “fire”, mereka sepakat kalo itu Jimin. Dia banyak NG di part MV yang dia nyalain lighter dan tereak “aww” itu chingu. Ketika ditanya apa dia nyentuh api di lighternya beneran, dia bilang iya cuman ga begitu panas katanya.
  • 2 album BTS secara berurutan ada di 200 chart billboard utama. Ini adalah kali kedua dalam sejarak K-Pop. Ketika ditanya kesannya, Suga bilang kalo bisa masuk di billboard adalah hal yang mereka dulu hanya sebatas memimpikannya. Bahkan bermimpipun sulit karena mereka rasa itu terlalu jauh buat mereka. Namun ternyata mereka dapet banyak cinta dari banyak orang sehingga bisa pada posisi itu sekarang. Mereka berterimakasih dengan itu chingu. Kalo sekarang mereka masih di 200 besar (terakhir di posisi 107), untuk selanjutnya mereka ingin masuk ke peringkat 100 besar chingu. Jadi mulai ada greedy sampe ke situ juga.
  • Tentang makna lagu “fire” yang jadi title track mereka, lagu itu kata RapMon menceritakan gimana mereka berlari di tengah realita yang sekarang mereka jalani dan mengajak kita untuk membakar realita yang ada itu chingu *paham ga maksudnya? Kalo interpretasi gue sih lagu ini ga jauh2 dari lagu “young forever”, “nevermind”, “crow tit”, “dope” dan sejenisnya chingu. Lagu yang kita bisa belajar dari situ, meskipun ada hal2 juga yang kita harus menghindari itu. Interpretasi gue terhadap lagu ini adalah BTS menceritakan gimana mereka bersikap terhadap pandangan miring orang2 yang memandang kita dengan sebelah mata di usia kita yang masih muda ini. Kita dianggap loser karena ga sederajat/sama dengan mereka secara status sosial, keadaan kehidupan kita yang sekarang dan apa yang kita lakukan. Gue pake kata “kita” bukan berarti kita semua loser, tapi lebih ke orang2 yang relate/ngerasa kalo dia sekarang adalah loser, diremehkan orang, dipandang orang dengan sebelah mata dsb. Gue ga tahu kalian relate dengan ini (pernah ngerasain ini/sedang ngerasain ini) atau enggak, cuman interpretasi gue seperti itu chingu. Hampir sama kayak di “dope” atau “crow tit” dulu, lagu ini adalah lagu kritik sosial. Kalo di “crow tit” mereka pake istilah burung yang kakinya panjang dan pendek, di sini mereka pake istilah sendok (sendok emas/perak dan sendok tanah). Mereka sama2 pengen ngomong kalo kelas sosial itu masih menjadi masalah. Orang yang punya kelas sosial tinggi bisa seenaknya menginjak-injak yang di bawahnya, meremehkan, menyakiti dan bahkan mencoba menghancurkannya padahal mencobapun belum, kayak di lirik “dope” dulu. Makanya semua itu harus dihancurkan, semua itu harus dibakar kalo kata lirik di “fire” ini. Semua itu bentuk ketidakadilan dan harus ada yang bisa menghancurkannya. Ini relate sama teori konstruktivisme yang udah sering gue bahas ketika nulis BTS. Yaitu teori untuk menghancurkan pandangan2 yang sudah kelewat terpelihara di dunia ini (meskipun itu salah) dan setelah itu hancur, pandangan itu bisa diubah/dibentuk ulang menjadi yang lebih baik. Jangan sampe pandangan2 jelek itu terus berlanjut dan terus di-mantain/dipelihara oleh orang2 tertentu yang berkepentingan kayak di “crow tit” dulu. Makanya hancurkan, bakar, bakar sampai hangus tak berbisa realita itu. Realita ketidakadilan, penindasan, diskriminasi, stigma negative yang ga berdasar kemanusiaan dsb. Lagu ini masih cerita perilah humanisme chingu, kayak BTS yang biasanya* note: gue enter karena terlalu panjang-
  • *Part2 awal memang ekstrim sih, menceritakan orang yang notabene seorang loser yang mabok dan sampe nyumpah2 di jalanan udah kayak orang gila (jangan diitiru). Kemudian di lirik selanjutnya JungKook bilang “itu hidupmu, jadi hiduplah dengan sesukamu, jangan mencoba terlalu keras, gapapa menjadi seorang loser”. Ini budaya banget sih kalo menurut gue. Kalo di Korea kan minum minuman keras dan mabok di jalan biasa aja (sering liat di drama juga) jadi pengandaian di lirikpun ya pake contoh2 real yang ada di sana, makanya liriknya jadi kayak gitu. Dan itu jangan kita ditiru, janganlah hidup sebagai loser, hiduplah yang bermanfaat bagi orang lain. Gue sebenernya ga suka lirik itu chingu cuman mau gimana kalo hal2 kayak gitu real ada di sana, otomatis kan liriknya dibuat dengan budaya yang ada di sana juga. Intinya sih lirik Hope X Suga di awal itu ngegambarin fisiknya loser aja kalo menurut gue. Meskipun begitu, menurut gue kita tetep bisa ambil positifnya dari lirik JungKook tadi. Bahwa kadang gapapa kita menunjukkan sisi2 kalah/losernya kita ke orang karena memang ga selalu manusia itu menjadi winner/pemenang yang bisa berjalan dengan gagah di tengah kerumunan. Kadang (bahkan sering) manusia menghadapi kekalahan/masalah yang membuat dia menunduk seperti orang yang kalah dalam bertanding. Jadi gapapa sesekali jadi loser, itu wajar. Bagaimanapun entah kamu loser/winner, itulah kamu, itulah hidupnya, jadi belajarlah untuk lebih aware dan care dengan hidupmu. Jangan mencoba terlalu keras juga, karena tadi, wajar kalo sesekali orang itu kalah, ga masalah, bisa dicoba lagi lain kali. Nah, ini nyambung sama arti “fire” yang dibilang RapMon tadi bahwa semua itu adalah realita Kita menjadi loser adalah sebuah realita. Bahkan kita mungkin sedang menjadi loser itu sekarang. Kita sedang berlari pada jalan itu sekarang, makanya BTS pengen kita membakar semua realita yang ada itu bersama2. Ini nyambung sama lirik2 dimana kita diajak nyalain api, ngebakar semuanya sampai habis. Bakarlah semua realita yang berupa stigma negatif orang ke kita yang bilang kita ini loser dsb, bakar semua, itu semua ga penting bagi kita* note: gue enter karena terlalu panjang-
  • *Lalu apa hubungan loser X humanisme X fire ini? Gue rasa intinya ada di lirik RapMon yang “kamu manggil aku sendak sendok, aku ini bukan sendok, aku ini manusia, so what???”. Ini menurut gue adalah core/inti lagu “fire”. Dimana BTS mencoba untuk menunjukkan sikap mereka pada orang2 yang memandang remeh dan tidak adil pada mereka hanya karena mereka dianggap loser. Ini masuk ke aspek budaya lagi chingu. Jadi di Korea ada semacam istilah (stigma negatif lah) yang diberikan pada orang yang lahir tergantung dari kelas sosialnya. Yang lahir dari keluarga kaya namanya sendok emas/perak dan yang lahir dari keluarga miskin namanya sendok tanah. Nah, BTS dengan lirik part RapMon ini pengen ngebakar hal2 kayak gitu dan mengatakan kalo kita ini entah darimanapun asal usulnya adalah sama2 manusia, bukan sendok emas/perak/tanah yang bisa jadi bahan cemoohan orang. Kita semua manusia, jadi “so what?” apakah kita ini lahir dengan sendok emas/perak/tanah tadi. Ini menurut gue nyambung juga dengan loser di depan tadi (part Hope X Suga) yang bisa jadi si sendok2 tanah inilah yang kemudian dilabeli dengan loser yang diceritakan di lirik mereka berdua. Anak muda dari sendok tanah yang hidupnya menyedihkan, begitu stigma orang2. Makanya BTS minta semua realita itu dibakar sehabis2nya. Ga ada orang yang terlahir loser, orang itu sama aja entah dia kaya atau miskin, mereka sama2 manusia. Poin humanisme inilah yang gue maksud chingu. Dimana RapMon menegaskan kalo apapun kita, kita semua ini adalah sama, kita ini sama2 manusia. Jadi janganlah menjustifikasi orang hanya karena asal usul keluarganya dan kelas sosialnya sekarang. Kita ini sama kok, kita sama2 lahir sebagai manusia, jadi apa yang salah dengan itu? Apa ada orang yang ingin terlahir seperti loser? Kalo disuruh milih pasti pengen jadi winner kan? Jadi anak orang kaya dan banyak harta, bisa sekolah yang baik dsb. Apa ada orang yang ingin lahir sebagai anak orang miskin, hidup di lingkungan yang buruk, kemudian jadi pemabuk dsb? Bener memang kalo mabuk dsb itu ga baik, cuman apakah cukup hanya dengan kita menjustifikasi mereka saja tanpa memberi solusi dengan menyelesaikan akar masalah sebenarnya? Iya memang bener mereka salah, cuman itu semua factor lingkungan juga dan kitalah yang wajib untuk memperbaikinya, bukan menghinanya. Apa yang bisa diharapkan dari anak dengan lingkungan yang seperti itu? Gue jadi inget Tupac jadinya. Kurang lebih ya sama dengan ini. Nigga/getho2 yang ada di Amerika sana juga bisa jadi adalah korban Mereka butuh pertolongan, mereka butuh solusi dan keadilan, cuman selalu saja mereka disudutkan dan itu tidak menjadi solusi tapi malah terus menyengsarakan kehidupan mereka. Hip hop seperti itu chingu, kuat sekali relevansinya dengan isu2 seputar diskriminasi, ketidakdilan, isu2 kemanusiaan dsb. Meskipun beda negara beda kasus, cuman kurang lebih seperti itu yang dibahas, seputar isu2 sosial*- note: gue enter karena terlalu panjang-
  • *Hal tadi ditegasin lagi di lirik part akhir (Jin) chingu. Liriknya menyeru pada orang2 yang ada rasa takut di hatinya dan juga orang yang hatinya sakit karena pernyataan2/stigma negatif orang2 untuk masuk ke acara bakar2an mereka. Acara untuk membakar semua realita menyedihkan itu sampai habis tak bersisa. Realita yang selama ini kita jalani dan membuat kita sakit. Gue kemaren baru nonton drama “Mirror of The Witch” dan kebetulan line di drama itu nyambung sama hal ini chingu, tentang manusia yang tertakdir lahir di dunia ini. Jadi di drama itu ada line kurang lebih begini “setiap orang yang lahir di dunia ini lahir pasti ada maksudnya, yakni entah bagaimana dia akan berkontribusi dalam membentuk dunia ini. Artinya ga ada orang yang lahir sia2, entah dia lahir dari golongan ningrat atau budak. Dan tentang menemukan apa sebenernya peran/kontribusi kita ketika hidup di dunia ini adalah kehidupan itu sendiri”. Jadi arti kehidupan adalah bagaimana kita menemukan apa sebenernya peran kita di dunia. Apa kontribusi kita dalam ikut serta membentuk dunia ini. Jika kita ingin dunia ini lebih baik, apa peran yang harus kita perankan dan hal apa yang mesti kita lakukan sebagai sumbangsih, itu poinnya. Dengan menemukan peran itu, maka kita akan tahu apa sebenarnya tujuan kita lahir/hidup di dunia ini. Berarti, arti hidup kita ini jelas chingu sebenernya, yakni untuk bermanfaat bagi kehidupan ini sendiri. Kita hadir ke dunia adalah untuk berkontribusi membentuk baiknya dunia ini, sehingga dengan apapun hal yang kita kuasai, kita harus ikut serta dalam peran itu. Peran dalam memberi kemanfaatan bagi sesama yang berarti bermanfaat pula pada kehidupan di dunia ini. Karena bagian terpenting dari kehidupan di dunia ini adalah manusia, sehingga dengan bermanfaat bagi manusia yang lain, maka otomatis kita membentuk kehidupan dunia ini menjadi baik. Hanya dengan begitu kita akan mendapati hidup ini punya makna. Hanya satu kuncinya, jika kalian merasa hidup kalian bermanfaat bagi orang lain dan berkontribusi membuat dunia ini menjadi lebih baik, berarti kalian sudah menemukan peran kalian di dunia ini. Sama seperti Nabi Muhammad bersabda bahwa sebaik2nya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Itulah tujuan kita hidup chingu, yakni untuk bermanfaat bagi orang lain. Manfaat yang semoga itu semua diridhoi oleh Maha Yang Menciptakan kita sehingga kelak kita bisa kembali kepadaNya dalam keadaan yang damai dan ditempatkan di tempat yang damai pula selama2nya, amin* – note: gue enter karena terlalu panjang-
  • *Balik lagi ke lagu “fire”. Gue rasa line di drama yang gue sebut tadi nyambung banget sama lagu ini chingu. Bahwa entah darimana asalnya kita, kita ini punya peluang yang sama untuk maju menjadi baik. Makanya jangan menjadi orang yang suka menghina orang hanya karena status sosialnya berbeda dengan kita, karena bisa jadi hari ini kita adalah winner namun besok menjadi loser. Ga ada yang abadi di dunia ini, apalagi hanya title “winner” atau “loser”. Dunia ini dinamis dan Tuhan adalah Maha Berkehendak, jadi jangan sampai kita mendzolimi/berbuat jahat pada orang hanya karena dia kita anggap “lebih rendah” dari status kita. Entah dia sendok emas/perak/tanah, kalo di lagu ini ya jangan panggil dengan “sendak sendok” karena kita semua adalah sama2 manusia. Nah, bagaimana kita menghancurkan atau membakar semua stigma itu? Dengan berusaha untuk berubah menjadi lebih baik. Kita bisa mengubah nasib kita jika kita mau. Nasib harus kita ubah sendiri karena Tuhan juga sudah berfirman bahwa Dia tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum itu tidak merubahnya sendiri. Kayak lirik di “crow tit” dulu yang kita bisa mengubah rule yang udah ada dengan perubahan. Belajar itu bentuk usaha, bekerja juga bentuk usaha, berkarya juga bentuk usaha, semua itu adalah usaha kita untuk berubah menjadi lebih baik. Dan masa muda/youth adalah masa paling tepat untuk itu. Masa yang tepat untuk mengubah hidup kita yang “loser” menjadi “winner”. Kita bakar realita menyedihkan itu dalam semalam. Anggap pernyataan orang2 yang buruk terhadap kita adalah angin lalu yang tidak layak kita masukkan hati dan membuat hati kita sakit/sedih. Tetap maju dan jangan jadikan hal2 itu alasan bagi kita untuk larut dalam kesedihan. Ok hari ini mungkin kita “loser”, namun hari yang akan datang dengan usaha dan doa, kita bisa jadi menjadi “winner”. Yang bisa mengubah realita yang sekarang kita sedang berlari di lintasan itu adalah diri kita sendiri. Semua tergantung diri kita masing2. Gue rasa “fire” ini jadi semacam “gong” yang pas sekali untuk ending “The Best Moment In Life” apalagi di album yang titlenya “young forever” ini chingu. Nyambung gitu dari HYYH Pt.1 ke 2 lalu yang ke-3 ini. Semua lagu2nya kurang lebih menceritakan hal yang sama. Memotivasi kita untuk lebih optimis lagi terhadap masa depan kita terlepas dari stigma negatif yang sering dilontarkan orang2 pada kita. Lagu yang gue rasa mewakili banyak perasaan kita sebagai anak muda yang penuh dengan ketidakpastian, sakit hati dengan realita yang ada, bingung harus bersikap bagaimana dsb. Kalo BTS sikapnya ya seperti di lagu mereka, yaitu bakar semua hal buruk yang orang katakan pada kita. Itu semua ga penting, kita bisa menciptakan stigma positif setelah yang negatif terbakar ga bersisa tadi. Kita bisa mengubah nasib kita sendiri dengan usaha keras. Jangan menyerah dan selalu fokus pada hal yang ingin kita capai meskipun rintangan pasti berat. Gue rasa gue belajar banyak chingu dari lagu ini. Lagu yang gue rasa kita bisa mengambil sisi2 positifnya. Terimakasih BTS untuk lagu yang keren ini dan semoga tulisan gue ini ada manfaatnya. Semoga ke depan BTS tetep punya karya yang impactful lagi dan kita sama2 bisa belajar dari mereka, amin ^^*

—-

[ENG] 160513 BTS @ 스타가What다.mp4_000042409

[ENG] BTS Guerilla Live (3).mp4_000246279

[ENG] BTS Guerilla Live (3).mp4_000371170

[ENG] BTS Guerilla Live (3).mp4_000416416

#Peace #Love #Happiness

#Live #Love #Learn #Laugh 

#Share #Respect #Inspire

#StayGold #StayTrue #StayReal


Source: Video –  [FULL ENG SUB] DAY6 – I Love Idols 151111 (Credit: I Love Idols China, subbed: rollingshells), 160530 HAPPY 2 O’CLOCK DAY6 IMMORTAL LIVE (FULL) (Credit: MBC, uploaded: DAY6 TV), After School Club Ep214 Live on May 31 1PM (KST) – DAY6 Jae (Credit: Ariang)

  • Anak2 DAY6 pernah ditanya deg2an enggak ketika mengajukan lagu ke JYP. SungJin cerita kalo mereka deg2an juga chingu. Ini karena mereka tahu kalo JYP adalah orang yang udah menciptakan lebih banyak lagu dari mereka dan lagu2 itupun banyak yang ngehits. Dia juga seorang penyanyi juga. Ketika anak2 DAY6 selesai bikin lagu, lagu itu mereka perdengarkan ke JYP dan JYPnya juga ngerespon dengan cepat. Itu ngebantu anak2 DAY6 banget jadinya *hampir sama kayak di YG ya. Anak2 WINNER itu juga deg2an banget keliatannya ketika lagu2nya didengerin sama YG. Keliatan banget mereka mikir “YG suka ga ya sama lagunya..”. Senengnya DAY6 jadi anak JYPE mungkin salah satunya karena JYP seorang producer juga ya. Jadi komen2 yang JYP kasih setelah denger demo lagu2  anak2 DAY6 pasti relevan juga, membantu pertumbuhan mereka sebagai musisi. JYP jadi semacam guru juga bagi mereka jadinya. Orang yang selain bos mereka tapi juga adalah semacam “guru” yang mengkoreksi pekerjaan “murid2nya”*
  • Ketika ditanya siapa membr DAY6 yang suka masak di dorm, SungJin ngejawab kalo mereka ga tipe yang masak2 gitu. Cuman WonPhillah yang semacam pernah masak di dorm. Semacam “eomma”nya group jadinya. Ini karena WonPhil orangnya care chingu, dia tipe take care gitu sama member2 lain *keliatan halus ya anaknya si WonPhil ini, kalem gitu, maknae banget meskipun wajahnya enggak. Dulu sebelum ada DoWoon maknaenya juga dia*. Dia kata member2 DAY6 lain anaknya sensitive juga *gue suka banget chingu ekspresi WonPhil ketika nyanyi “letting go” di salah satu live perform Sukira. Sisi sensitifnya dapet banget menurut gue ketika menjiwai lagu itu. Sebenernya ga hanya WonPhil sih, gue rasa SungJin X YoungK juga keren banget ketika menjiwai sebuah lagu, cuman kalo WonPhil itu jatuhnya lebih mellow menurut gue, dan gue suka ngeliat ekspresi mellownya itu. SungJin X YoungK menurut gue juga keren banget di ekspresi2nya, strong semua. Menurut gue mereka bisa banget ngasih strong impression ke audience dengan roman muka mereka ketika perform. Sedangkan WonPhil menurut gue lebih halus chingu impresinya, meskipun begitu tetep menimbulkan kesan yang kuat juga. YoungK itu ekspresinya bener2 kayak orang marah kan ya kalo perform. Kalo SungJin bener2 kayak ngajak ngomong orang pake lagu. Gue rasa kerennya anak2 DAY6 juga terletak pada ekspresi mereka ketika perform chingu, meskipun mereka pada sambil main alat musik. Mereka bisa mengeskpresikan isi lagu dengan baik dan itu menimbulkan kesan yang mendalam ke yang nonton. Mereka adalah band yang member2nya strong secara ekspresi menurut gue*
  • Ketika WonPhil ditanya apa kebiasaan aneh Jae, dia bilang Jae kalo tidur sering ngelindur pake bahasa Jepang (di JYP mereka diajarin bahasa Jepang juga chingu), cuman anehnya ketika dia di kehidupan nyata dan diminta ngomong pake bahasa Jepang, dia malah ga tahu *ha? Kok bisa ya? haha. Mungkin saking kepikiran terus ya, jadi kebawa mimpi deh kosakata2 yang udah dipelajari sebelumnya. Guepun sama chingu, gue kalo lagi mikirin sesuatu banget2, sering kebawa ke mimpi. Kalo ngelindur kan gue ga sadar, cuman kalo mimpi iya. Kata2 yang sering gue denger di kehidupan nyata/sehari2pun sering jadi mimpi jadinya. Jadi gue di mimpi itu melakukan hal yang relate dengan kata2 itu misalnya. Gue beberapa waktu lalu juga mimpiin satu orang sampe hampir 1 minggu dan nambah beberapa hari gitu (hampir 2 minggu) gitu. Itu karena gue terlalu banyak kepikiran dia mungkin. Gue sebenernya ga niat mikir cuman tiba2 terlintas aja dianya, parah parah. Itu sebenernya mau gue omongin ke orang yang bersangkutan cuman ga jadi (padahal udah gue tulis semacam surat segala karena malu ngomong langsung) cuman ga jadi sampe sekarang. Baru pertama kali dalam hidup gue mimpiin orang sampe berhari2 sama terus kayak gitu chingu, parah. Cuman sekarang udah enggak sih, udah bukan dia dan dia lagi. Meskipun cuman mimpi tapi kan kepikiran juga ya. Iya gue tahu mimpi itu cuman bunga tidur cuman karena baru pertama kali ini mimpi orang yang sama hampir setiap hari selama 2 mingguan ngebikin gue jadi gimanaa gitu. Gue sendiri orang yang ga percaya sama tafsir mimpi dsb (arti mimpi yang kayak primbon2 gitu) jadi ya paling sebatas “kenapa bisa ya?” dan jawabannya mungkin karena terlalu sering kepikiran tadi. Gue coba analisa secara logis aja. Dan mungkin doa gue juga kurang sebelum tidur jadi sampe mimpi, hehe. Berarti gue harus lebih serius lagi ketika doa sebelum tidur ^^*
  • Ketika ditanya siapa member yang kalo pagi paling susah bangun, member itu adalah DoWoon. DoWoon anaknya lambat kalo gerak. Makanya perlu sekitar 10 menit untuk bener2 ngebangunin dia *eh, ini relate ga sih sama style ngomong dia yang juga pelan2/kayak laidback gitu? Hehe~*
  • Ketika Jae ditanya misalnya dia ada di gurun pasir sendirian dan siapa member yang bakalan dia ajak bersamanya, dia ngejawab Young K chingu. Alesannya adalah Young K itu tipe orang yang bisa diandalkan. Dia pandai dalam melakukan banyak hal *keliatan ya, YoungK keknya memang banyak bisanya. Dia bisa nyanyi, ngerap, composing lagu, main bass, bisa bahasa Inggris juga, keknya pinter juga (kuliah jurusan bisnis kan dia itu), keknya memang bisa diandalkan*
  • DoWoon pernah semacam perform di keramaian (di Busan) dengan tempat gitar yang dibuka lalu dia perform dan orang2 ngasih uang ke tempat gitar itu chingu (kayak pengamen gitu). Dan katanya pengalaman itu seru sekali *yeokshi, musisi. Keknya belom afdol ya kalo musisi belum pernah kayak gitu. Dengan perform seperti itu kan berarti orang bener2 appreciate sama musik yang musisi itu sajikan, bukan hal2 lain. Justru itulah menurut gue musisi yang sebenernya, ketika orang ga kenal sama dia cuman karena seneng/tersentuh dengan musiknya lalu ngasih apresiasi (entah uang, entah bunga) ke kotak musiknya. Musisi jalanan adalah musisi juga. Street performance adalah pertunjukan juga dan para street performer adalah performer juga. Gue rasa DAY6 pun mencoba untuk seperti itu. Mereka sering kan perform di keramaian kayak jalanan/taman gitu. Gue rasa style busking mereka yang kayak gitu itu bagus chingu sebagai band. Mereka menurut gue aware kalo mereka itu musisi, jadi ya pengen orang lebih appreciate sama apa adanya mereka sebagai musisi yang berkarya dengan musik mereka sendiri. Apalagi DAY6 juga termasuk yang aktif bikin musik mereka sendiri. Kayak gitu kalo di Korea gue rasa udah banyak, orang perform dengan tempat gitar/biolanya dibuka dan dilempari koin sama yang nonton kalo suka. Gue rasa akan keren kalo di Indonesia juga modelnya kek gitu. Jadi pengamen lebih “dihargai” juga. Mereka akan dinilai sebagai musisi juga, dengan image yang lebih baik. Gue pernah nonton Hitam Putih dan katanya di Pemkot Surabaya (yang walikotanya Ibu Risma) udah kayak gitu chingu. Jadi pengamen2/musisi jalanan didata dan boleh perform di taman2 dengan ngegelar lapak (naruh tempat koin dsb) di depan dia perform. Itu mereka sifatnya legal dan boleh perform di taman2 di sana dan ga boleh di lampu2 merah misalnya. Gue rasa itu suatu kebijakan dari pemerintah yang keren banget sih, harusnya dicontoh/diterapkan di daerah lain. Dengan begitu selain musisi2 jalanan lebih dihargai dan dilindungi hukum, juga supaya orang Indonesia lebih aware sama mereka. Supaya akhirnya orang memandang musisi jalanan itu musisi yang bekerja secara professional juga dengan karya mereka (skill mereka) dan image mereka yang dulu cenderung “negatif”pun bisa berubah menjadi lebih baik. Gue rasa Ibu Risma itu keren chingu. Selain program itu dia kan juga inisiatif buat memberhentikan lokalisasi di sana dan para pekerja seksual di sana dikasih keterampilan dan dipekerjakan di tempat2 kerajinan gitu. Itu hal yang keren banget dari seorang pemimpin menurut gue. Dia juga ngebangun taman2 kota dan tempat pancuran air supaya anak2 kalo sore bisa main di sana, indah sekali. Gue haru chingu nonton episode hitam putih hari itu, seorang pemimpin yang menurut gue hatinya baik, apa yang dia lakukan membawa kemanfaatan bagi sesama, keren. Semoga pemimpin Indonesia pada kayak gitu ya, amin. Mungkin kalian the next one-nya, hehe. Kalopun enggak jadi pemimpin, gue harap para pembaca di blog ini kelak juga jadi orang yang bermanfaat bagi sesama, apapun profesinya. Menjadi orang yang ahli di bidangnya masing2 dan bisa memberi kemanfaatan dan membuat dunia ini menjadi lebih baik, amin ^^*

[FULL ENG SUB] DAY6 - I Love Idols 151111.mp4_001090956

160530 HAPPY 2 O'CLOCK DAY6 IMMORTAL LIVE (FULL).mp4_001656733

After School Club Ep214 Live on May 31 1PM (KST) - DAY6 Jae.mp4_000024257

#Peace #Love #Happiness

#Live #Love #Learn #Laugh 

#Share #Respect #Inspire

#StayGold #StayTrue #StayReal


Come and Get It, GOT7!

Source: Video – [ENG SUB] 160525 One Point Korean Lesson Ep #07 – GOT7 (Credit: , subbed: OMG7 Subbing team)

  • YuGyeom ngerasa diantara dia, Bambam dan YoungJae, member yang paling ga bisa ngafalin jalan/buruk dalam arah adalah YoungJae chingu. Bambam bilang dia dan YuGyeom ketika jalan2 bisa ngehafalin jalan dengan baik. Mereka punya ingatan yang baik dalam direction *wah jangan2 YoungJae kayak Jinwoo WINNER, hehe. Gue sendiri ga tahu sih si YoungJae separah apa ketika ngafalin jalan (soalnya belom pernah nemu video dia tersesat/bingung nyari alamat). Kalo JinWoo WINNER iya, dia susah banget ketika nyari2 alamat chingu. Ilang mungkin dia itu kalo jalan2 sendiri, hehe. Guepun sama chingu, gue ga bakat sama direction makanya beban mental banget kalo diminta jadi penunjuk jalan (karena probabilitas tersesat bakalan tinggi). Prinsip gue adalah “jangan menyesatkan orang lain, kalo diri sendiri gapapa (resiko ditanggung sendiri soalnya)”. Makanya kemana2 gue lebih seneng pergi sendiri meskipun ending2nya juga tersesat dan mesti tanya banyak orang buat ke tempat yang bener/jalan pulang. Tentang direction, gue gagapa tersesat, cuman gue ga mau “menyesatkan” orang lain chingu. Biarlah gue yang harus sering nanya, bolak balik dsb, cuman orang lain jangan sampai menjalani itu dengan gue. Direction itu salah satu kelemahan gue chingu. Makanya gue suka bad mood banget sama orang yang nekat naik kendaraan kenceng (dia penunjuk jalan) padahal gue bener2 udah bilang jangan kenceng2 karena gue bener2 ga tahu lokasi itu. Gue baru berani naik kendaraan kenceng asalkan gue bener2 tahu lokasinya/familiar. Kenapa ga berani? Karena menurut gue orang yang masih menerka2 lokasi ketika di jalan itu bahaya. Selain membahayakan diri sendiri juga orang lain dan gue ga mau jadi sumber bahaya itu. Pernah ga kalian liat orang nyari2 alamat (naik motor misalnya) lalu entah gimana posisinya jadi ke tengah sendiri (karena perhatiannya beralih ke alamat bukannya konsentrasi mengemudi) lalu diklakson kendaraan dari belakang? Nah gue ngerasa itu bahaya makanya ga suka. Solusinya gimana? Kalo gue pribadi untuk tempat2 yang pertama dikunjungi ya pake kendaraan umum (kereta/bus/angkot misalnya). Nah baru kalo udah hafal jalan baru pergi sendiri. Atau kalo enggak diboncengin temen dulu awalnya (yang dia udah bener2 paham lokasinya). Tentang ke suatu tempat, kalo misalnya itu bagi gue ga penting2 banget (gue ga HARUS ke sana), gue mending enggak ke sana daripada meribetkan diri gue sendiri chingu. Gue ga masalah sih dibilang ga pernah main, kurang gaul dsb. Karena omongan orang itu ga perlu semuanya dipikirin juga kan ya. Gue suka simplicity (kesimple-an) chingu, makanya kalo hal itu malah bikin gue ribet sendiri mending enggak. Kecuali gue bener2 pengen dan harus ke sana, maka akan tetep gue usahakan meskipun akan banyak bertanya tadi. Kalo main kan ga harus, makanya ya jarang. Lain kalo misalnya mau ikut tes, mau beli sesuatu yang penting, itu hal lain. Ya sama kayak yang sering gue cerita, gue soliter chingu. Gue kemana2 suka dan sering sendiri (meskipun sering tersesat tadi). Oya, kalian boleh lhoh cerita pengalaman kalian tentang direction di sini ^^*
  • Ketika ditanya siapa member yang paling serius, mayoritas ngejawab Jr chingu. JB X Mark X YuGyeom X Bambam nunjuk Jr. Jr dan Jackson nunjuk YuGyeom semantara YoungJae nunjuk dirinya sendiri, haha *kalo bukan diri sendiri, siapa yang bakalan nunjuk ya bang, wkwk*. Jackson bilang kalo Jr itu tipe orang yang selalu bekerja keras dan ga gampang nyerah sama hal yang dia tekuni chingu. Bambam cerita kalo Jr punya ketertarikan pada acting makanya ketika di dorm dia sering keliatan latihan pelafalan dan baca script *nyambung ya ini sama “analisis” gue sebelum2nya, kalo Jr adalah orang yang serius. Gue rasa semua orang pasti ada sisi seriusnya sih, cuman mungkin kadarnya yang dominan/enggak dibanding karakternya yang lain. Jackson itu kan juga serius cuman kayak ketutup sama sifat cerianya, makanya ga banyak orang tahu kecuali cerita dari teman2/dia sendiri. Kalo Jr menurut gue kadar seriusnya tinggi chingu dan itu ga ketutup sama sifat ceria (kayak kasus Jackson tadi misalnya), jadi ya keliatan kalo dia itu memang orang yang serius. Makanya gue suka karakter Jr chingu, karena gue ngerasanya juga orang yang serius (meskipun kalo bercanda ya lebay kayak Jackson). Temen2 gue pada ga percaya kalo gue itu orang yang serius chingu (karena suka bercanda tadi), cuman gue sendiri ngerasanya gue itu tipikal orang serius. Gue suka bercanda ya karena memang pengen aja orang seneng (suasana jadi menyenangkan) meskipun gue sendiri mungkin lagi sedih, ada masalah dsb. Jadi gue ngerasa kalo dalam bercandaan itupun gue punya intention/maksud dan itu adalah hal serius. Gue ngerasa ga ngasal dalam bercanda, tapi memang karena gue serius pengen ngebuat orang lain seneng/suasana menyenangkan, makanya melakukan itu. Jadi bercanda itupun gue anggep hal yang serius karena gue ada aspek “mikirnya” juga di situ. Gue ngerasa jadi punya 2 karakter yang menonjol chingu, jadi antara “serius” sama “bercanda” itu membaur. Meskipun begitu, gue sendiri ngerasanya aspek serius gue lebih besar. Alesan gue adalah gue ngerasa gue ini soliter, makanya lebih deket ke seriusnya daripada bercanda2nya*
  • Ketika ditanya siapa member yang paling suka bercanda, mereka ber6 sepakat nunjuk Jackson. Ketika ditanya kesannya dibilang member yang paling suka bercanda gimana, dia bilang “ya aku berterimakasih”. Bambam nyaut “apa yang kamu terimakasihkan dari itu?” cuman JB bilang “berterimakasih terhadap segala sesuatu adalah mindset yang baik” *gue setuju sekali sama kata2 JB ini chingu. Kata2 yang keren. Berterimakasih/bersyukur pada apapun yang diberikan memang merupakan mindset yang baik. Kenapa? karena dalam keburukan yang kita dapatkan sekalipun sesungguhnya ada yang tetep bisa kita petik sebagai suatu hikmah yangmana dengan hikmah itu bisa mengantarkan kita menjadi lebih baik dari sebelumnya chingu. Termasuk ketika ditunjuk sebagai orang yang suka bercanda. Bercanda memang ga boleh berlebihan sih, cuman perlu juga kan untuk meningkatkan mood. Asal bercandanya ga bohong dan ga nyinggung orang2 lain. Menurut gue bercanda itu hal sulit sih chingu. Karena ga ngasal juga, tetep harus dalam koridor yang benar. Ini karena gue muslim dan dalam Islam tetep harus ada kan aturan2 dalam pergaulan. Ga ngasal/los banget, tetep diatur supaya ga bertentangan dengan yang semestinya. Dan ga hanya dalam hal bercanda menurut gue, banyak hal yang kita perlu menanggapi itu dengan terimakasih juga. Penelitian juga menunjukkan kalo orang yang sering bersyukur/berterimakasih dengan cara menulis catatan kesyukuran apa yang dia dapatkan hari itu hidupnya akan lebih bahagia. Berarti bersyukur/berterimakasih memang adalah sumber kebahagiaan manusia. Makanya bener kata JB, berterimakasih adalah mindset yang baik. Berterimakasih itupun ga harus yang misalnya kita rangking 1, dapet undian hadih dsb lalu baru berterimakasih, bisa bernafas dengan sehat sehinga bisa beraktivitas sampai saat ini, bisa berbagi senyum dengan teman2 di sekolah/kampus/kantor, bisa memberi sedekah meskipun sedikit kepada yang membutuhkan, bisa meringankan beban teman kita dengan membantu sebisanya (meskipun cuman jadi tempat curhat), bisa makan 3 kali sehari, bisa tidur dengan nyenyak setelah seharian beaktivitas, bisa mandi dengan nyaman di rumah sendiri dsb. Semua itu harus disyukuri karena ada orang2 yang dalam hidupnya ga bisa merasakan hal2 itu. Jadi, ayo lebih banyak berterimakasih/bersyukur chingu, ayo lebih bahagia dari sekarang!. Selain berterimakasih, mari kita juga berbagi kasih kepada sesama dengan berbagi semampu kita chingu. Semoga hidup kita semua menjadi lebih bahagia dengan hal itu. Amin…*
  • Ketika ditanya siapa member yang paling penakut. 5 member ngejawab Bambam sedangkan Bambam X YuGyeom ngejawab YoungJae. Alasan Mark nunjuk Bambam adalah Bambam ketika tengah malah gitu suka minta hyung2nya deket2 dia di kamar. Ini karena dia lagi nonton film horror makanya takut sendirian. Jadi di satu sisi dia takut sama hal horror, cuman di sisi lain seneng nontonya. Makanya suka nonton cuman harus ada yang nemenin chingu. Nah kalo YoungJae tadi, alesan Bambam bilang dia penakut adalah adalah karena YoungJae ga berani naik wahana di amusement park. YoungJae sendiri ngejawab, katanya itu karena jantungnya yang ga bisa menghandle itu, makanya ya ga naik. Jackson sama, dia juga ga berani naik2 begituan karena takut sama jantungnya chingu. Dan Bambam diakhirnya bilang “gapapa, penakut kan bukan hal yang buruk” lalu JB nyaut “iya bener, jujur adalah hal baik” *gue sepakat lagi sama sautan JB ini chingu. Takut itu bukan hal yang buruk juga, itu justru wujud dari sikap kehati2an kita sebagai manusia. Sekarang misalnya kita gengsi (padahal kita punya penyakit jantung) dan nekat naik wahana karena takut dibilang penakut/cemen. Yang nanti rugi kalo terjadi apa2 siapa? Kita sendiri kan?. Kita jadi semacam “mendzolimi” diri kita sendiri jadinya, makanya ya jangan dilakukan. Takut itu menurut gue malah banyak positifnya chingu. Contoh lain misalnya orang yang ga gengsi dibilang cemen karena ga ngerokok karena dia takut paru2nya akan sakit. Itu takut yang baik kan, meskipun konsekuensinya dia dibilang cemen/penakut/sok alim dsb. Takut yang lain misalnya takut ga pacaran karena ntar bisa jadi kebablasan (lebih banyak jeleknya daripada baiknya). Takut ga bohong (selalu jujur) karena takut dosa. Takut menyebar aib orang lain karena takut ntar aibnya kesebar balik dsb. Takut malah justru jadi sesuatu yang baik kan kalo takut yang seperti itu tadi? Kalo takut di konteks Bambam ini takut yang jujur, jadi baik. Dia jujur mengakui kalo dia penakut dan menurut gue itu hal yang baik chingu. Kenapa? karena ya memang begitulah dia, dia ngomong apa adanya. Jujur itu apa sih pengertiannya? jujur itu adalah mengatakan sesuai dengan yang sebenernya. Jadi misalnya dia memang begitu ya katakan saja apa adanya, jangan bohong/dikarang/dibuat2. Gue jadi inget kata2 “jujurlah dalam apapun meskipun belum tahu tanggapan orang akan seperti apa, karena paling tidak dengan jujur kamu telah melegakan dirimu sendiri dan segala tanggapan menjadi urusan orang lain, bukan kamu”. Misalnya jujur itu awalnya kita anggap sebagai beban (bilang ga ya, jujur ga ya, aduh, harus bilang apa ini?), maka dengan mengatakan kejujuran itu sendiri berarti beban kita sudah hilang chingu. Kita udah ga usah mikir lagi, atau paling tidak ga nambah masalah. Nah perkara tanggapan orang akan gimana ya itu jadi urusan mereka. Jadi semacam “jujur bisa mengurangi beban pikiran kita/ga nambah masalah lain”. Karena bohong itu pangkal kejahatan chingu. Orang yang terbiasa bohong maka hidupnya akan penuh dengan scenario untuk melancarkan kebohongannya itu dan pada akhirnya dia akan kewalahan dan rugi sendiri. Orang yang ga jujur hidupnya ya ga jelas, dia harus pinter nyusun skenario2 supaya kebohongannya ga terungkap. Gue pernah denger hadist yang intinya “kebohongan itu pangkal kejahatan dan kejahatan itu pangkal ke neraka”, makanya bohong itu hal bahaya yang harus dihindari. Karena berbohong bisa menjadi pemicu untuk timbulnya kejahatan2 lain yang lebih besar. Gue sendiri ngomong gini ya untuk gue sendiri juga chingu, sebagai pengingat gue juga, bukan ke kalian aja. Gue sendiri masih jauh dari baik, masih belajar, masih banyak hal yang harus gue ubah dsb. Cuman ya semoga kata2 ini ada manfaatnya bagi kita semua. Paling enggak ini bisa jadi hal yang kita bisa lebih aware lagi terhadap itu. Semoga kita sama2 bisa belajar dari GOT7 ya kali ini. Gue rasa gue belajar banyak dari 2 statement JB ini, selalu berterimakasih dan jujur. Semoga kata2 ini bisa kita terapkan dalam kehidupan kita sehari2 ya chingu. Annyeong~ ^^*

[ENG SUB] 160525 One Point Korean Lesson Ep #07 - GOT7.mp4_000012112

[ENG SUB] 160525 One Point Korean Lesson Ep #07 - GOT7.mp4_000156923

[ENG SUB] 160525 One Point Korean Lesson Ep #07 - GOT7.mp4_000190857

[ENG SUB] 160525 One Point Korean Lesson Ep #07 - GOT7.mp4_000217350

[ENG SUB] 160525 One Point Korean Lesson Ep #07 - GOT7.mp4_000231731

[ENG SUB] 160525 One Point Korean Lesson Ep #07 - GOT7.mp4_000252885

[ENG SUB] 160525 One Point Korean Lesson Ep #07 - GOT7.mp4_000317617

#Peace #Love #Happiness

#Live #Love #Learn #Laugh

#Share #Respect #Inspire

#StayGold #StayTrue #StayReal