Arsip untuk Oktober 17, 2016


BANG! TAN! BTS!

Source: [ENG] BTS ‘WINGS’ Showcase Q&A (Credit: BigHit Ent, subbed: ARMY Unnie)

BTS Comeback!!! ARMY seluruh dunia pasti heboh sama comeback “WINGS” kali ini. Gue pribadi ngerasa excited juga chingu sama comeback mereka kali ini. Gue ngikutin semenjak teaser2nya keluar cuman ga kepo banget sama analisis/teori2 terkait itu. Cuman dari situ aware juga kalo RapMon ngambil something dari buku untuk konsep album BTS kali ini, terdengar dari kutipan2 yang dia baca di teaser2nya. Cuman dari buku apa dan bagaimana, gue belum terlalu jauh kepo. Nah, sampai akhirnya gue tahu kalo RapMon ngambil kutipan2 itu dari buku judulnya “Demian” karya penulis kenamaan Jerman, Hermann Hesse.

Kita semua tahu kalo RapMon adalah orang yang suka baca buku. RapMon bahkan baca buku2 filsafat dari filsuf klasik kayak Socrates. Jadi ga heran juga kalo dia baca buku “Demian” ini. Apalagi ini buku terkenal, novel terkenal tepatnya. Kalo kemaren buku “Kafka On The Shore” dimention di lagu “butterfly” HYYH, menurut gue kali ini “Demian” bahkan jadi semacam “main concept” BTS di 2nd Full Album mereka ini. “Demian” jadi kayak inspirasi utama dalam membuat wings ini. Petikan2 dalam buku itu banyak dipakai bahkan sampai ke penginterpretasiannya ke dalam MV maupun judul-judul lagunya (wings, awake, boy meets evil dsb). Gue belom bisa ngebahas ini terlalu dalam sih chingu, cuman gue ngerasa “Demian” sangat mewarnai karya BTS kali ini dalam banyak hal.

“Demian” sendiri adalah novel Jerman terbitan tahun 1919 yang ditulis oleh Hermann Hesse. Beliau pernah memenangkan nobel juga di tahun 1946 dalam bidang sastra. Gue belom baca novelnya chingu, jadi belom tahu pasti ceritanya gimana, hehe. Cuman, gue baca dari berbagai sumber kalo “Demian” ini dibuat dengan banyak pengaruh dari teori salah seorang psikolog Jerman berama Carl Gustav Jung yang dikenal dengan pengaruh “Jungian”. Hesse ngerasa tertarik sama analisis dan interpretasi dari Jungian, makanya Karya “Demian” ini penuh dengan Jungian’s archetype *nah lo? apaan tuh? wkwk*. Jadi intinya, karya “Demian” ini erat sama aspek2 psikologi aliran Jungian chingu. Makanya jujur ga mudah bagi gue pribadi untuk banyak komentar tentang ini karena bahasannya berat. Ga cuman “oh dari novel ya? ok, titik”, tapi novelnya sendiri adalah novel yang mengandung konten dari mulai spiritualitas, filsafat sampai dengan hal2 berbau psikologis (psikoanalis), makanya perlu waktu buat mencerna.

Sempet gue gooling tentang kaitan novel “Demian”, Jungian dan Hesse, yang akhirnya nemu intisari yang kurang lebih novel “Demian” itu menceritakan anak yang mencoba untuk menjadi dirinya sendiri, menemukan dirinya sendiri. Nah, ini lekat banget dengan teori psikoanalis Jungian tentang individuasi (pencarian jari diri). Makanya tadi gue bilang Hesse kepengaruh sama teori psikologi Jungian dalam membuat novel ini. Simplenya teori individuasi Jungian dijadikan inspirasi oleh Hesse untuk bikin novel “Demian”. Cuman, proses menemukan jati diri yang tergambar di novel ini tuh bukan enak (fine2 aja) chingu, tapi digambarkan Hesse dengan menyakitkan, seperti seekor burung yang keluar dari cangkangnya. Proses yang ga enak dan menyakitkan demi memulai menjadi sesuatu yang baru (terlahir kembali). Gue rasa RapMon dkk cerdas sekali menggunakan konsep ini dalam album mereka. Sesuatu yang masih berbau “youth” cuman dari perspektif/sudut pandang yang lain, lebih dark dari sebelumnya. Kalo HYYH kemaren kan bunga2, youth yang penuh dengan bunga. Cuman sekarang youth yang kayak sayap2 burung yang habis keluar dari cangkangnya. Yang bisa jadi berdarah2 dulu, rapuh dulu, sakit dulu, baru kemudian perlahan2 bisa terbang dengan indahnya. Album ini masih bertema “youth” chingu, belom ke tema yang bener2 baru. Gue rasa karena mereka juga masih dalam masa youth dan masih banyak hal2 di youth yang pengen mereka eksplor.

Tadi gue sempet nulis Jungian archetype. Nah, apa itu? Singkatnya, dalam Jungian jiwa itu ada 3, ego (alam sadar) X alam bawah sadar personal X alam bawah sadar kolektif. Nah, dalam alam bawah sadar kolektif itu ada yang namanya archetype (arketipe) yang membentuk kepribadian seseorang. Apa saja itu? Ada persona, anima dan animus, the shadow dan the self *ini kalo ada anak psikologi ralat gue kalo salah ya, ok?*. Intinya, persona itu adalah topeng, pencitraan. Orang yang menjadi orang lain (di luar dirinya yang asli) karena ingin dipandang begitu atau tuntutan lingkungan, misalnya politisi ngejaga image, anak yang sok alim di depan ortu padahal di belakang enggak dsb. Ini gue rasa terefleksikan di track kayak “lie”. Yang kedua adalah anima dan animus. Anima adalah sifat perempuan dalam diri laki2 dan animus adalah sifat laki2 dalam diri perempuan. Misalnya ada laki2 yang lembut, sensitif. Nah, dia dapet sifat2 itu karena pengalaman kedekatannya sama ibu, saudara perempuannya atau perempuan yang lainnya. Lalu ada wanita cuman tangguh, strong, mandiri. Nah itu kepengaruh sama ayahnya, saudara laki2nya atau laki2 yang lain. Ada sisi feminis dalam laki2, sama seperti wanita yang ada sisi maskulinnya juga. Ada peran wanita juga (sosok ibu yang bijaksana) yang ditunjukkan di novel “Demian”. Gue rasa ini terefleksi dalam track kayak “MAMA”. Nah kalo the shadow, dia adalah bagian dalam diri seseorang cuman ga ingin ditampilkan ke publik karena dianggap lemah atau bakalan ga diterima. Ini timbul misalnya karena ngerasa dia jelek, ga sempurna, korban bully dsb, sehingga dia ga bisa melihat sisi baik dalam dirinya. Terkungkung dalam bayangannya sendiri yang gelap.  Ini menurut gue terefleksikan dalam track kayak “stigma” dan “reflection”. Dan terakhir adalah the self, yakni menjadi manusia seutuhnya yang terus bertumbuh menjadi lebih baik dengan jiwa yang sehat. Dia bisa mengenali dirinya sendiri, menjadi dirinya sendiri dan memaksimalkan potensi dalam dirinya sendiri. The self ini adalah yang ideal. Karakter anak di “Demian” ini diceritakan mencoba menemukan the self ini chingu. Gue rasa ini terefleksikan dalam track “awake”, makanya Jin gue rasa adalah si Emil Sinclair (tokoh anak di novel “Demian”). Cuman cara menemukannya ya tadi, menyakitkan bagai burung keluar dari cangkang.

Masa “youth”, masa pencarian jati diri yang ideal, masa menemukan diri kita sendiri, masa yang kita menemukan diri kita dalam diri kita sendiri kayak Rapmon suka bilang “don’t stop finding yourself in you”. Ya its all about youth. Dan gue rasa BTS dengan “wings”nya ini GILA BANGET chingu. Konsep “wings” ini liar cuman sekaligus indah dan juga relate sama kita2 anak muda. Konsep paling GILA sepanjang gue tahu KPOP. Semacam “kok bisa di KPOP ada yang sampe bikin karya kayak gini?” #demiapa. Salut buat BTS. Mereka mengejawantahkan youth itu ga dengan cara biasa. Mereka pake teori2 yang mendukung untuk mendefinisikan proses anak muda dalam menemukan dirinya sendiri. Mereka banyak baca, banyak memahami teori, yang akhirnya menetaslah karya. Karya yang menuntut fansnya buat makin cerdas juga. Karena ga mungkin ARMY paham maksud karya2 mereka kalo ga mau baca. Sebab karya mereka sifatnya dalem, perlu effort untuk tahu maknanya. Ga cuman lagu2 cinta yang sekali denger langsung paham meskipun ga relate dan ga berkesan, tapi karya mereka selain pengen denger lagi juga gue rasa bisa membawa kita jadi lebih tahu banyak hal chingu. Contohnya #demiapa gue jadi “ala2” anak psikologi baca tentang Jungian dsb? Karena BTS “memaksa” kita untuk belajar jika kita ingin paham maksud karya mereka. Ini lama2 ARMY IQnya bisa naik kalo BTS bikin karya2 kayak gini terus, wkwk.

Gue aware chingu kalo harus hati2 menginterepretasikan “wings” termasuk MV “Blood, Sweat and Tears”. Sesuatu yang jangan sampe gue sotoy dan akhirnya nulis sesuatu yang gue sendiri ga paham. Makanya perlu banyak membaca, supaya kalopun gue komen, ada dasarnya. Intinya sama aja dengan karya2 BTS atau grup2 lain. Kalo itu membawa manfaat baik bagi kaita, ya diambil, kalo tidak ya jangan. Interpretasi itu hal yang ga bisa dikontrol memang. Karya itu mati ketika dia sudah dirilis ke publik. Yang hidup hanyalah interpretasi dari konsumen karya2nya. RapMon dkk mati setelah wings rilis, Hesse juga mati setelah “Demian” rilis dan Carl Jungpun mati setelah “Jungian” keluar. Yang hidup hanyalah interpretasi/penafsiran orang2 terhadap apa yang mereka karyakan. Guepun mati ketika postingan ini gue publish. Yang hidup adalah penafsiran kalian masing2 dalam mencerna maksud yang ingin gue sampaikan lewat tulisan itu. Makanya dalam karya kita ga bisa saklek ingin orang lain merasakan yang ingin kita sampaikan pada mereka chingu, karena interepretasi orang ga akan bisa kita kontrol. Orang dengan background pendidikan, pengetahuan, bahasa, “rasa”, usia dll yang ga sama tentu akan mencerna suatu karya dengan hasil yang berbeda2 pula. Ga semua orang bisa memahami apa yang seniman karyakan.

Pernah ga kalian kepo kenapa MV KPOP itu random ga jelas? Termasuk mungkin MV BTS yang baru ini (Blood, Sweat and Tears). Karena interpretasi tadi. Semakin pertunjukan itu aneh, semakin orang akan memperbincangkannya dan terus2an melihatnya supaya paham. Dan ini bagus baik dari sisi promosi maupun performing art. Justru karya yang bagus itu ga selesai seperti sebuah desain (ok udah selesai, titik), tapi justru ketika karya itu menimbulkan pintu2 persepsi dari orang yang melihatnya chingu. Kembali lagi, karya yang dipublish itu mati. Yang hidup hanyalah interpretasi dari konsumen karya itu. Makanya kalo MV dibuat datar2 aja ya pintu2 persepsi ga akan timbul. Orang ngeliat sekilas udah paham dan ga akan nonton2 lain. Itu sih chingu yang gue yakini dalam MV KPOP. Bahwa mereka ingin penontonnya berinterepretasi terhadap karya mereka, sehingga dibuat random yang menyebabkan kita bisa menganalisanya dalam perspektif/pandangan yang berbeda2. Dan ga jarang kita bahkan bikin teori sendiri tentang karya. Ya itu uniknya KPOP, kita sangat bisa mengeksplor interpretasi kita pada karya2nya.

Wah panjang banget ya intronya, okelah kita langsung ke interview presscon wings aja, hehe

  • Wings ini adalah 2nd Full Album BTS sejak 1st Full Album mereka yang pertama (Dark & Wild) yang rilis 2 tahun lalu. Dan comeback ini adalah 5 bulan paska HYYH Young Forever.
  • Kalo di HYYH mereka ngomongin masa muda yang menyakitkan namun juga sekaligus indah, di wings ini lebih ke masa muda yang berhadapan dengan cobaan chingu. RapMon sebagai perwakilan BTS bilang kalo semua dari kita (manusia) punya cobaan dalam hidup kita masing2 *ada ga orang di dunia ini yang ga punya cobaan dalam hidupnya? Jawabannya GA ADA. Semua orang punya cobaan hidup masing2 yang kita mungkin ga tahu. Ga tahu bukan berarti ga ada, pasti ada. Makanya jangan suka mengeluh seakan2 “gue doang yang paling menderita di dunia ini”, karena yang dicoba bukan dirimu saja, kita semua dicoba kok, sama saja. So, stay positive chingu! Ingat “Allah tidak menguji hambanya di luar batas kemampuan hambanya”. Maka setiap cobaan yang menimpa kalian, kalian sebenernya bisa melaluinya. Yang harus dilakukan adalah bersabar dan berusaha menyelesaikannya dengan usaha maksimal. Semangat!!!*. RapMon ngelanjutin, “semakin cobaan itu sulit untuk ditolak, maka semakin kita berusaha untuk mengatasinya”. Dan BTS melihat proses usaha itu sebagai bagian dari pertumbuhan mereka chingu. Sehingga di album ini mereka mencoba mengekspresikan cara mereka untuk bisa berjuang dan bertumbuh ketika mereka harus berhubungan dengan dunia di luar mereka atau dengan orang lain di luar mereka, dengan style BTS tentunya. Kayak burung tadi, BTS diibaratkan kayak burung yang berusaha keras keluar dari cangkangnya untuk bisa menghadapi dunia luar yang beda dari sebelumnya *kita ya sama aja kan, ketika kita menghadapi cobaan, kita susah payah berusaha mengatasinya. Semua itu berat, ibaratnya berdarah2, cuman setelah itu kita kayak terlahir kembali sebagai manusia baru yang lebih kuat kan? Untuk kita bisa naik kelas, kita harus lulus ujiannya dulu. Untuk kita bisa naik kelas dalam kehidupan, kitapun harus menghadapi cobaan hidup dulu. Semua cobaan dan ujian serta rasa sakit itu kita perlukan untuk bisa menghadapi dunia yang memang keras ini. Agar kita menjadi lebih kuat, lebih baik dan bisa menjadi diri kita sendiri, caranya memang terkadang menyakitkan. Cuman dari rasa sakit itu kita bisa bertumbuh menjadi lebih baik. Intinya semua orang pasti punya cobaan hidup, jadi jangan ngerasa kalian sendiri yang punya ya chingu. Kita sama aja kok, guepun punya masalah, kita semua punya masalah masing2. Tetap semangat menghadapi semua cobaan hidup kita, fighting! Dan semoga dengan karya2 BTS ini dan mungkin tulisan di blog ini bisa sedikit meringankan cobaan kalian, menjadi healing bagi kita semua, amin…*
  • Secara simple, Suga bilang kalo title album “wings” diartikan bahwa ketika kita menghadapi cobaan dan konflik dalam hidup kita, kita harusnya bisa melaluinya seperti burung yang terbang dengan sayap2nya. Terbang yang jauh dan semakin jauh *semoga kita semua bisa mendapatkan hal2 baik dari comeback “wings” ini yah chingu. Gue yakin kita manusia akan mendapatkan apa yang kita niatkan kok. Gue pernah beberapa waktu lalu baca postingan yang intinya “kita bisa kok nemu orang jahat di Arab” dan “kita juga bisa nemu orang baik atau alim di New York/Korea dsb”. Jadi semua tergantung niat kita. Sekalipun kita berada negara dimana Ka’bah berada, kalo yang kita cari sesuatu yang buruk, kita akan ketemu juga. Sebaliknya, sekalipun kita di negara muslim minoritas (misalnya), kalo niat kita bertemu dengan orang baik dan alim, akan ketemu juga. Sama seperti wings ini gue rasa. Jika kita ingin dengan karya ini kita bisa dapat pelajaran yang berguna dan baik bagi kita, akan ketemu juga. Sebaliknya, jika kita ingin ketemu hal2 buruk dari karya ini, pasti akan ketemu juga. Gue ga ngerasa wings ini karya yang full baik, namun gue juga ngerasa tetap ada hal2 baik yang bisa kita dapatkan dari sini chingu. Harapan gue pribadi (dan mungkin kalian), yakni semoga kita dapat selalu mengambil hal2 baik dari BTS dan meninggalkan yang tidak baik darinya*
  • Genre dari title track “Blood, Sweat and Tears” mereka kali ini namanya “Moombahton trap” chingu. Ini adalah satu diantara genre2 yang sekarang tengah populer dan ngetrend di dunia. Dalam pembuatan album ini, BTS kembali menggandeng mix engineer terkenal dari Inggris “James F.Reynolds”. Dia bekerja juga untuk artis2 luar seperti Snoop Dog dan Selena Gomez. Ga cuman title track kali ini, tapi BTS rupaya udah dari jaman No More Dream bekerja sama dengan beliau *ga heran ya produksi musiknya canggih, bener ala2 musik UK. Oya, gue paling suka musik dan melody “begin”nya JungKook di wings chingu. Itu lagu favorit gue sampai saat ini dari semua lagu2 di wings*
  • Ada 15 track di lagu album ini. Mereka bilang ingin bikin “full album” karena pengen dikenal orang juga sebagai BTS yang punya lagu2 banyak dan bermanfaat untuk didengarkan, ga hanya title tracknya aja tapi juga following tracknya. RapMon bilang akan terdengar grande jika mereka bilang ini adalah “tujuan paling puncak” mereka. Cuman, mereka akan senang jika musik mereka secara simple dalam membuat seseorang bahagia mendengarnya chingu. Dan dia berani bilang bahwa tujuan musik mereka akan tercapai jika musik mereka memberi pengaruh yang baik pada hidup seseorang (bermanfaat dan bernilai bagi mereka) *nah, RapMon sendiri sudah bilang begitu. Maka mari kita suka BTS dengan mempertimbangkan hal ini chingu. Jadikan dengan suka BTS kalian bisa lebih baik, jangan sebaliknya. Temukan hal2 baik yang bisa bermanfaat dan bernilai bagi diri dan kehidupan kalian dari karya2 mereka. Dengan begitu, tujuan musik mereka berhasil, kalianpun bisa menjadi lebih baik. Jadilah ARMY yang cerdas, yang baik, yang bisa bermanfaat juga bagi orang lain seperti yang dilakukan BTS. Fighting buat kita semua! ARMY Fighting! BTS Fighting! ^^*

Sampai jumpa di postingan selanjutnya chingu, annyeong~~

—-

eng-bts-wings-showcase-qa-mp4_000040300

eng-bts-wings-showcase-qa-mp4_000054100

eng-bts-wings-showcase-qa-mp4_000076866

eng-bts-wings-showcase-qa-mp4_000327733

eng-bts-wings-showcase-qa-mp4_000339133

#Peace #Love #Happiness                                                                                               

#Live #Love #Learn #Laugh 

#Share #Respect #Inspire

#StayGold #StayTrue #StayReal