Fakta-Fakta BTS Part 236 (BTS X “Lost” X Semut)

Posted: Oktober 25, 2016 in About BTS
Tag:

BANG! TAN! BTS!

Source: lyric“lost” BTS, Buku & Video“Keajaiban Semut” Harun Yahya

“pernahkah kalian melihat semut berjalan menuju sesuatu? Semut tidak menemukan jalannya dalam sekali pergi. Semut harus merayapi banyak sekali rintangan, berkelana berhari-hari untuk mencari makanan. Tahukah kamu? Bahwa kegagalan itu adalah berguna (ada hikmah dari itu semua). Aku percaya bahwa kita berjalan di jalan yang benar. Suatu hari jika kita menemukannya, kita pasti bisa kembali ke rumah dalam sekali jalan, seperti semut” – lost (BTS)

Sudahkah kalian ngedenger lagu “lost” BTS chingu? Gimana kesan kalian ngedenger lagu itu? Beberapa hari ini gue ngedengerin lagu itu sambil baca liriknya. Apa yang terjadi? Monangis, haru, berkaca2. Ada hal di lagu itu yang begitu menyentuh gue, yakni perkara “semut”. Hewan kecil yang banyak berada di sekitar kita yang gue dan kita semua sebenernya bisa belajar banyak dari mereka. Cuman mungkin banyak dari kita yang ga kepikiran untuk jauh lebih tahu tentang mereka dan mencoba mengambil hikmah (pelajaran) dari mereka. Dan BTS dengan “lost” ini membuat gue jadi ingin lebih tahu tentang hewan ajaib yang satu ini. Alhamdulillah, setelah kemaren paus, burung gagak dan burung bangau, sekarang semut. BTS secara ga langsung memicu gue untuk belajar dan mengambil hikmah dari hewan2 itu chingu. Ini adalah hal yang sangat gue syukuri. Tahu lagu2 BTS bukan cuman masalah asik2an, namun gue juga jadi terinspirasi untuk terus belajar lebih jauh tentang banyak hal. Belajar yang semoga bisa mengantarkan gue menuju kebaikan, sesuatu yang bahkan bisa meningkatkan iman gue, amin. Tentang semut, kita bisa banyak dapet hal baik dari semut chingu. Dan salah satu hal baik itu telah tersampaikan dalam kutipan lirik yang gue tulis di awal postingan ini. Lirik yang menurut gue sangat indah, sangat menginspirasi.

Lagu “lost” secara umum menceritakan anak2 dalam usia youth (pemuda, pemudi) yang semacam kadang ngerasa “kehilangan arah”. Digambarkan seperti berada di antara lautan dan gurun, kehilangan arah mau melangkah kemana. Masa yang kita ga nyangka bakal mengalaminya. Sesuatu yang ga pernah kita rasakan sebelumnya. Sehingga kemudian muncul pertanyaan “apakah kalau begitu sekarang aku menjadi orang dewasa? Apakah ini tandanya aku sudah masuk usia dewasa?”. “kehilangan arah/being lost” adalah hal riskan yang kita bisa saja alami dalam masa2 usia kita ini chingu. Kita bingung mau melangkah kemana. Sulit untuk bisa menemukan jalan yang memang benar untuk kita, sangat membingungkan. Karena sulit dan membingungkan, sehingga perlu bimbingan, “jangan tinggalkan aku sendirian”, begitu kata Jin di liriknya di “lost”. Namun meskipun sulit, membingungkan dan sepertinya tidak mungkin, BTS dalam liriknya mengatakan bahwa mereka tetap percaya akan bisa menemukan jalan yang benar buat mereka.

Masa youth adalah masa yang kita seperti sedang berada di antara hujan, amukan badai dan angin. Berada di dunia yang sangat rumit, yang sepertinya tidak ada jalan keluar. Namun sekali lagi, meskipun kita berada di dunia yang seperti itu, tetap ada jalan keluarnya, jangan khawatir. Yang perlu dilakukan adalah hanya percaya pada jalan kita sendiri (our own path). Meskipun lambat, kita harus berjalan dengan kaki kita sendiri untuk mencapai tujuan kita. Percaya bahwa jalan ini adalah jalannya kita, jalan yang tepat untuk kita. Sehingga, kita tidak akan pernah kehilangan mimpi-mimpi kita. Gue rasa “lost” ini adalah lagu yang sangat indah chingu. Gue salut sama BTS yang lagu2nya ga hanya bagus secara melodi dan musik, namun lirik mereka juga mengandung pembelajaran dan impactful. Gue mungkin udah ngomong hal ini berkali2 (gue ulang2), namun itulah yang gue rasakan ketika mendengar lagu2 mereka.

Ngedenger lagu “lost” ini gue jadi inget lagunya Nas chingu. Nas itu rapper yang jadi inspirasi juga bagi RapMon dkk buat berkarya. Rapper Amerika yang terkenal, berpengaruh di dunia per-hiphop-an. Ada satu lagu Nas yang gue suka judulnya “I Can”. Lagu itu kurang lebih menceritakan bahwa kita harus percaya bahwa kita bisa mencapai mimpi2 kita. Jika kita percaya kita akan sampai, kita akan sampai. Jika kita bekerja keras untuk mencapainya, kita akan sampai. Mimpi memang ga bisa didapat dengan mudah, perlu effort/usaha yang keras untuk bisa mencapainya. Perlu latihan, banyak belajar dan tentu saja kerja keras.

Nas dalam lagunya itu menasehati anak2 agar memilih pergaulan yang tepat. Jangan sampai kita masuk dalam pergaulan yang buruk (dunia malam dsb) yang itu jelas akan merusak kita. Kita ga tahu apa penyakit yang bisa saja kita dapatkan dari pergaulan seperti itu (HIV, narkoba, minuman keras), naudzubillah. Sehingga pilihlah jalan yang tepat. Jalan untuk kita bisa jadi dokter, artistek, presenter seperti Oprah Winfrey dan sebagainya, begitu liriknya. Jalan positif yang bisa menuntun kita menuju orang yang berguna untuk orang lain. Nas bilang di liriknya “read more, learn more and change the globe”, “bacalah lebih banyak, belajarlah lebih banyak dan ubahlah dunia”. Kita ga bisa merubah diri kita sendiri dan lebih luas dunia ini (secara kolektif) kalau kita sendiri ga tahu apa2. Makanya kita harus membaca lebih banyak, belajar lebih banyak, agar dunia ini juga menjadi lebih baik meskipun secara tidak langsung. Setidaknya jika kita melakukan itu, kita bisa mengubah diri kita sendiri dulu. Dan jika banyak orang berfikiran sama, maka dunia akan mengikuti dengan sendirinya. Kita tidak perlu merubah dunia (tidak akan bisa juga), namun jika setiap individu manusia punya keinginan untuk lebih baik, maka dunia akan berubah dengan sendirinya. Pemuda (youth) sendiri adalah agen perubahan itu. Maka berusahalah kita semua (gue dan kalian) untuk jadi agen yang baik chingu, yang cerdas dan pada akhirnya berguna bagi orang lain, dengan cara dan skill kita masing2. Nas X BTS, semuanya membicarakan hal2 itu chingu. Dengan karyanya, mereka ingin bisa menginspirasi orang untuk mau berfikir untuk menjadi versi terbaik dari diri mereka, dengan skill masing2, meraih mimpi2nya masing2. Memberikan semangat untuk kita juga untuk ga menyerah (seperti lagu “lost” tadi). Gue berharap semoga upaya2 mereka membuat karya2 seperti itu bisa sampai ke kita dan akhirnya bisa menginspirasi kita untuk tetap semangat dalam meraih mimpi2 kita chingu, amin…

Lanjut ke hal yang sebenernya jadi topik utama yang pengen gue bahas di postingan ini, yakni tentang semut. Gue pengen tahu tentang semut chingu, makanya beberapa waktu itu searching2 tentang semut. Nah, ini adalah beberapa fakta2 menarik tentang semut yang kita bisa banyak belajar darinya. Ga semua hal tentang semut akan gue bahas. Hanya beberapa hal yang sepertinya berhubungan dengan lirik “lost” tadi. Jika kalian kepo, kalian sangat bisa mencarinya sendiri dengan googling ^^

“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia, kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.” (Quran Surat An-Nahl, ayat 68-69)

“Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dialah (Allah) yang memegang ubun-ubunnya” (Quran Surat Hud, ayat 56)

 “Sesungguhnya pada langit dan bumi benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah untuk orang beriman. Dan pada penciptaan kamu dan pada hewan melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini. (Quran Surat Al-Jatsiyah, ayat 3-4)

 “Hingga apabila mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut: “Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.” (Quran Surat  An-Naml, ayat 18)

 “Dan tiadalah bintang-bintang yang ada di bumi dan burung-bu-rung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat-umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatu pun di dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.” (Quran Surat Al An’aam, ayat 38)

“Hai Manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah. Mereka tidak mengenal Allah dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha-kuat lagi Maha Perkasa.” (Quran Surat Al-Hajj, ayat 73-74)

Di ayat yang pertama (An Nahl ayat 68-69), Allah menjelaskan bahwa apa yang dilakukan oleh lebah bersumber dari ilham yang diberikan Allah untuk mereka. Pada semut, kita bisa melihat hal yang serupa. Semut hidup dengan ilham yang Allah berikan untuk mereka. Tentang semut ini, akan gue bahas beberapa hal yang sudah gue baca sebelumnya di sini. Ayat2 lain menjelaskan bahwa Allah berkuasa atas semua makhluknya, termasuk binatang. Dan  dengan itu, manusia harusnya sadar akan tanda2 kekuasaan Allah kemudian beriman kepadaNya.

Gue muslim dan gue tahu di Al-Quranpun ada surat yang namanya An-Naml (semut) chingu. Itu menurut gue bukti yang sederhana bahwa manusia memang bisa mengambil hikmah/pelajaran dari semut. Semut dengan ilham yang diberikan Allah menjalani kehidupan yang tertakdir untuknya dengan patuh. Kehidupan yang meliputi cara dia mencari makanan, cara dia menjaga koloninya, cara dia membuat konstruksi sarang dan jalan, cara dia bersosialisasi dengan sesamanya dan sebagainya. Tidak ada yang mengajari semut untuk melakukan semua itu melainkan ia diberi ilham oleh Allah yang menciptakannya untuk hidup seperti itu. Cara hidup yang kita para manusia jika mau mengamatinya bisa belajar banyak darinya. BTSpun nyatanya belajar dari semut. Satu hal chingu, harapan gue setelah tahu pelajaran2 yang bisa didapat dari semut akan menambah keimanan gue pribadi dan semoga kalian juga. Bahwa Allah menciptakan makhluk itu pasti bertujuan dan manusia bisa mengambil pelajaran darinya. Bahkan pada hal yang kecil sekalipun seperti semut, disitu terdapat tanda2 kekuasaan Allah. Tanda2 yang harusnya orang meyakini keberadaan Tuhan, keberadaan Allah. Bukan menjadi orang yang sombong dan menafikkan keberadaan Sang Maha Pencipta. Siapa yang bisa menciptakan semut dengan segala “keistimewaannya” jika bukan Sang Maha Pencipta? Apakah semut dan juga makhluk lainnya tercipta dengan sendirinya secara kebetulan (tidak ada yang menciptakan) lalu mengalami evolusi bertahap seperti dalam teori evolusi Darwin? Ada orang2 yang sampai saat ini masih percaya pada teori Darwin tentang evolusi makhluk hidup, dan juga tentang paham materialisme yang tidak meyakini Tuhan. Semut tidak berevolusi, dari dulu bentuknya sudah begitu, manusiapun tidak. Manusia asalnya dari kera? Kalian percaya pada hal itu? Ok ada di buku pelajaran, namun banyak bukti yang menjelaskan bahwa itu tidaklah benar. Logika sederhana, jika manusia itu awalnya dari kera, kenapa sekarang masih ada kera di bumi? Kenapa semua kera2 itu tidak menjadi manusia? Itu menurut gue alasan sederhana yang membuktikan bahwa manusia ya manusia, kera ya kera dan semut ya semut, dan juga yang lainnya. Semua diciptakan Tuhan dengan bentuknya masing2, kapasitasnya masing2. Semut dan hewan2 lain diberi ilham oleh Allah untuk bertindak seperti itu (mencari makan, membuat sarang dll) selama hidupnya tanpa menentang. Manusia berbeda, manusia diberi akal pikiran untuk bisa memilih jalannya sendiri, jalan yang baik maupun yang buruk. Teori Darwin tentang evolusi dimana yang kuat adalah yang bertahan jelas membuat orang saling bersaing dan bahkan berkonflik, sehingga muncul kekacauan. Tapi, manusia kan tidak seperti binatang yang memang bisa memakan satu dan lainnya karena takdirnya begitu. Manusia berbeda, manusia diberi pikiran/akal oleh Allah untuk bisa bertahan hidup (survive) dan hidup berdampingan secara damai (peaceful co-existence) bersama manusia yang lain dan alam (hewan dan tumbuhan) di bumi ini. Darwinisme juga menjadi bibit2 rasisme, kolonialisme dan juga komunisme. Tentang rasisme, sederhana, apakah ketika kalian/teman kalian di sekolah dulu pernah dibully dengan kata “monyet” karena punya wajah yang dipandang jelek? Bahkan sampai sekarangpun masih banyak orang yang menyebut orang yang dinilainya berwajah jelek dengan “monyet”. Gue pernah menjumpai itu chingu. Ketika gue SMP, ada temen sekelas gue yang wajahnya (maaf) rahangnya maju, tonggos juga. Karena kami waktu itu belajar tentang evolusi dan ada manusia setengah kera namanya pithecanthropus erectus, dia dibully dengan memanggilnya itu oleh beberapa teman sambil tertawa2, seakan2 yang membully itu manusia, dan temannya yang dibully itu kera. Itu menurut gue ga akan terjadi kalo sejak awal ga ada “cerita” manusia awalnya dari kera. Daripada mengajari hal itu, kenapa ga mengajari bahwa manusia diciptakan berbeda2 di belahan bumi ini supaya bisa saling mengenal? (bayangkan semua orang di bumi ini sama, ga akan ada motivasi kita untuk mengenal satu sama lain). Semua ras sama saja, semua manusia diciptakan sempurna oleh Tuhan, kita semua bersaudara, sehingga tak boleh mengejek fisk satu sama lain dan harus hidup rukun berdampingan secara damai. Dulu teori evolusi ini menjadi “pembenar ilmiah” ras kulit putih yang menganggap mereka lebih hebat dari ras yang lain karena mengalami evolusi yang paling maju. Dari sisi fisik  mereka merasa lebih maju. Manusia lain di luar mereka ada yang mereka judge “kera yang evolusinya belum maju” karena rahangnya maju (masih menyerupai kera). Ras2 lain seperti yang berkulit hitam dan berahang maju dianggap rendahan dan bisa dibully (dijajah/kolonialisme). Padahal kalau kita kembali pada Islam, Allah jelas2 menciptakan manusia itu sempurna. “You’re perfect” kalo kata RapMon di lagu “21st century girl”. Beda warna kulit, beda bentuk muka, beda bentuk mata, warna bola mata, bukan berarti kita lebih rendah atau lebih tinggi dari yang lain. Yang membedakan kita dengan yang lain di hadapan Allah cuman amal perbuatan kita. Gue tidak ada maksud rasis dalam hal ini chingu. Orang kulit putihpun ada yang tidak rasis. Kita tidak bisa menjudge secara membabi buta, semua tergantung individu masing2, hati mereka masing2, terlepas dari ras mereka. Hanya saja, sejarah menulis seperti itu. Bahwa ada penjajahan orang2 kulit putih terhadap ras lain di berbagai wilayah di dunia ini, bahkan kita orang Indonesiapun dulu juga dijajah sebelum merdeka. Tentang komunisme, rezim Stalin X Lenin X Mao X Polpot, semua terinspirasi teori Darwin yang memandang manusia bukan merupakan makhluk yang berharga (hanya binatang yang berkembang/berevolusi melalui konflik, kekerasan dan kekacuan) sehingga enteng saja untuk melenyapkannya dengan bengis jika dirasa tidak patuh pada penguasa. Mereka mencuci otak warganya untuk hormat pada pemimpin dan kekacuan menjadi hal biasa. Banyak masalah kemanusiaan terjadi karena rezim itu. Jutaan orang tak berdosa menjadi korban, semua karena filsafat yang keliru yang berakar dari pandangan yang menentang keberadaan Tuhan. Sederhana, orang tanpa kepercayaan pada Tuhan/agama tidak akan takut berbuat kejahatan. Kenapa gue menulis ini? karena gue ingin membuka pikiran kita semua untuk kritis. Kesalahan terbesar kita adalah kebodohan chingu. Kita lemah karena kita bodoh. Maka kebodohan itu harus diberantas dengan selalu belajar dan berfikir, dengan kritis tadi. Orang banyak menggunakan teori “darwinisme” sebagai pembenaran hal2 negatif seperti “pembullyan” yang dianggap wajar karena ada manusia jelek dan tidak jelek versi para pembully (bully fisik). Hal lain adalah tentang seleksi alam/hukum alam (bahwa yang kuat yang bertahan), yang menyebabkan persaingan antar manusia menjadi membabi buta, konflik dan kekacuanpun terjadi, bahkan perang bisa terjadi. Karena persaingan itu pula, manusia akhirnya juga menjadi orang yang cenderung individualis (mementingkan diri sendiri), padahal manusia sebenarnya bisa memilih untuk tidak begitu jika dia mau. Manusia adalah makhluk sosial yang harusnya saling bekerjasama dalam masyarakat. Bukan seperti sekarang dimana yang kuat menindas yang lemah, yang cantik mengejek yang “jelek” dan yang kaya mencemooh yang miskin. Ini ga akan terjadi kalau manusia sadar jika dia dibekali dengan akal pikiran, tidak seperti hewan. Kita selalu bisa memilih jalan terbaik untuk hidup damai dan mengesampingkan hawa nafsu yang buruk jika kita mau. Dan ini hanya bisa dilakukan jika kita dekat dengan agama. Karena agama adalah petunjuk bagi kita dalam melangkah. Tuhan adalah penolong sejati kita dalam melangkah menuju kebaikan. Maka kepercayaan seperti darwinisme yang menyebabkan ketidakpercayaan pada Tuhan Sang Maha Pencipta perlu dihapuskan. Hukum alam manusia adalah hidup berdampingan secara damai, bukan yang kuat yang menang. Bukan saling membully, tapi saling berbagi, saling mengasihi, menyayangi dan peduli. Semoga kita semua senantiasa diberikan petunjuk oleh Allah untuk selalu berada di jalan yang benar chingu, jalan yang akan mengantarkan kita pada kedamaian yang abadi nanti..amin.

  • Menyambung di awal tadi chingu. Semut hidup dan bekerja dengan ilham dari Allah seperti halnya lebah. Mereka menjalani takdir yang Allah gariskan pada mereka dengan penuh ketaatan. Pun hendaknya dengan manusia kan? Manusia harus patuh pada Tuhan dengan menjalankan perintahNya dan menjauhi larangannya. Perlu diketahui, semut tidak egois dan juga individualis seperti yang ada dalam teori Darwin. Semut adalah hewan sosial dan cinta damai. Seperti lebah, semut juga punya tugas masing-masing dalam hidupnya. Sama kayak BTS yang punya tugas masing2, ada leader, ada main rapper, ada main vocal, ada main dancer, ada sub rapper, ada sub dancer, ada sub vocal. Semua bekerja bersama2 untuk mencapai satu tujuan (perform yang bagus) dengan skillnya masing2. Semutpun sama, ada Ratu semut, semut jantan , semut prajurit, semut pekerja dsb yang bekerjasma untuk satu tujuan juga, yakni melestarikan koloninya. Ratu semut tugasnya bereproduksi untuk meningkatkan jumlah koloni. Tubuhnya lebih besar daripada tubuh semut lain. Semut jantan tugasnya hanyalah membuahi sang ratu. Hampir semua semut jantan ini mati setelah membuahi. Anggota semut yang lain tugasnya seperti prajurit. Mereka mengemban tugas seperti berburu dan menemukan lingkungan baru untuk hidup. Anggota semut yang lain adalah semut pekerja. Semua pekerja ini adalah semut betina. Mereka merawat induk dan bayi-bayi semut, membersihkan dan memberinya makanan. Mereka juga membersihkan sarang dan mencari makanan. Ada juga semut yang bertugas melawan musuh, membangun sarang dan memelihara sarang. Mereka bekerja dengan tugasnya masing-masing. Tujuannya hanya satu, keberlanjutan koloninya (koloninya lestari). Kita jelas bisa belajar dari semut kan chingu? Mereka adalah hewan kecil namun dengan pembagian tugas yang begitu sempurna. Mereka bekerja keras di bidangnya masing2 dengan maksimal untuk satu tujuan. Subhanallah…Maha Suci Allah yang telah menciptakan hewan seperti semut ini.
  • Pernahkah kalian melihat semut yang ketika bertemu sesamanya berhenti sejenak dan seakan2 berkomunikasi? Komunikasi semut dilakukan dengan menyentuh antenna satu sama lain. Bentuk komunikasi ini digunakan untuk berbagai tujuan, misalnya dimulainya makan, ajakan, dan pertemuan sosial agar teman-teman sesarang saling mengenal. Contohnya adalah salah satu spesies semut pekerja yang hidup di Afrika. Para pekerja pertama-tama bersentuhan antar antena (berjabatan antenna) ketika bertemu yang berarti sapaan dan ajakan masuk sarang. Gerakan ajakan ini sangat jelas dalam beberapa spesies semut seperti Hypo ponera. Saat dua ekor semut pekerja bertemu berhadapan, semut pengajak memiringkan kepalanya ke samping 90 derajat dan menyentuh bagian atas dan bawah kepala temannya dengan antena. Semut yang diajak menanggapi dengan cara yang sama. Sebuah sistem komunikasi yang manusia bisa sangat belajar darinya. Bahwa manusia merupakan makhluk sosial yang perlu untuk saling menyapa, perlu untuk saling berkomunikasi agar saling mengenal.
  • Pernahkah kalian mendengar “feromon”? Feromon berasal dari kata “fer” (membawa) dan “hormon” (hormon) dan artinya “pembawa hormon”. Feromon adalah isyarat yang digunakan di antara hewan sespesies dan biasanya diproduksi dalam kelenjar khusus untuk disebarkan di udara. Feromon memainkan peran penting dalam komunikasi serangga. Semut menggunakan feromon sebagai petunjuk untuk menunjukkan jalan menuju sumber makanan. Seperti halnya lebah madu, bila lebah madu menyengat, ia tak hanya meninggalkan sengat pada kulit korbannya, tetapi juga meninggalkan zat kimia (feromon) yang fungsinya memanggil lebah madu lain untuk membantu menyerang. Demikian pula dengan semut yang bisa menyebarkan feromon sebagai tanda bahaya jika terancam musuh. Semut dan serangga lain dibekali feromon untuk bertahan hidup. Ini senada seperti bunglon yang bisa merubah warna kulitnya menjadi mirip pohon jika musuh datang, seperti gurita yang bisa menyemburkan tinta ketika diancam, dan seperti siput yang masuk ke cangkangnya jika merasa bahaya. Semua punya cara masing2 untuk survive. Sekali lagi, subhanallah…
  • Chingu, semut bukanlah hewan yang egois (mementingkan dirinya sendiri). Ketika mereka lapar padahal saat itu paceklik, semua anggota koloni memakan cadangan makanan yang tersimpan dalam tembolok semut pekerja muda. Semut juga membawa butiran makanan di dalam tubuhnya (disamping dia sendiri sudah makan). Semut juga saling memberi makan dari mulut ke mulut. Ketika semut pemburu pulang membawa makanan cair, ia menggelengkan kepalanya ke kanan dan kiri untuk menarik perhatian kawan-kawannya atau langsung menghampiri mereka dan menunjukkan butiran makanan di mulutnya. Pertukaran makanan ini merupakan contoh berbagi yang luar biasa. Sekam dan biji-bijian yang dibawa ke sarang juga dimakan semua semut bersama-sama. Oleh karena itu, kebutuhan makanan seluruh koloni dapat dipenuhi. Mereka ketika memperoleh rezeki tidak memakannya sendiri, selalu ingat untuk berbagi dengan sesamanya, subhanallah…
  • Semut adalah makhluk yang kuat dan cerdas. Semua spesies semut yang jumlahnya mencapai kira-kira 8.800 spesies mencari makanan dan membawanya pulang dengan cara yang berbeda-beda chingu. Dalam spesies-spesies tertentu, semut berburu sendirian dan membawa pulang makanannya masing-masing. Spesies lain berburu secara berkelompok dan membawa serta menjaga makanannya bersama-sama. Jika mendapatkan makanan yang ukurannya cocok bagi tubuhnya, biasanya semut membawanya sendirian. Kalau ukuran makanan terlalu besar atau menemukan beberapa gundukan kecil makanan di suatu daerah, mereka mengeluarkan hormon beracun untuk mencegah semut lain agar tidak menghampiri daerahnya. Kemudian, mereka memanggil para pekerja lain baik besar maupun kecil untuk bersama-sama mengangkut makanan tersebut. Semut besar memotong-motong makanan dan menjaganya dari hewan-hewan asing, sementara semut kecil membawa pulang makanan. Kalau bekerja berkelompok, semut dapat membawa potongan makanan yang lebih besar. Mereka mengangkat makanan menggunakan satu atau dua kaki. Pada saat yang sama, mereka juga menggigit makanannya dengan rahang terbuka. Semut pekerja menggunakan cara yang berbeda-beda berdasarkan posisi dan arahnya. Semut yang berjalan di depan bergerak mundur sambil menyeret makanan. Semut yang ada di belakang berjalan maju sambil mendorong makanan. Semut yang di samping membantu mengangkat, subhanallah. Dengan cara ini, semut dapat mengangkat makanan beberapa kali lebih berat dari yang bisa dibawa seekor semut. Berdasarkan pengamatan, ditemukan bahwa jika semut bekerjasama, mereka dapat mengangkat beban seberat 5.000 kali berat yang dapat diangkat seekor semut pekerja. Seratus ekor semut dapat membawa seekor cacing besar di atas tanah dan bergerak dengan kecepatan 0,4 cm per detik. Ini adalah kerja tim yang manusia sangat bisa mencontohnya. Sesuatu yang terasa berat akan menjadi ringan jika dikerjakan bersama2 dengan skill kita masing2. BTSpun sama. Menari sambil menyanyi memang berat, namun karena mereka melakukannya berganti2an terasa tidak seberat itu. Satu member hanya perlu maksimal di partnya, menghafal partnya sendiri, dengan begitu tidak terlalu menghabiskan pikiran dan tenaga. Semut yang besar membawa beban yang lebih besar juga. Member yang pintarpun membawa tanggungjawab yang besar juga di grup, RapMon misalnya. Member yang lain mesupportnya dengan keahliannya masing2. Inilah kerja tim, seperti RapMon pernah bilang “teamwork makes dream works” atau “kerja tim membuat impian menjadi kenyataan”. Semut saja bisa bekerjasama sampai sehebat itu dengan hasil semaksimal itu dan bahkan dengan tubuh yang hanya sekecil itu, kitapun harusnya bisa melakukan hal yang sama. Bukan perpecahan, keegoisan, ketamakan, keindividualisan, tapi kerjasama. Gotong royong mencapai satu tujuan, itu poinnya. Seperti di Korea, mereka juga ada prinsip seperti itu dalam kehidupan bernegaranya yakni “Semaul undong” atau semacam “gotong royong” kalo di sini. Bahu membahu demi terciptanya kesejahteraan masyarakat di suatu negara. Semoga era globalisasi yang gila ini ga membuat kita lupa pada kerjasama chingu. Kerjasama yang baik (bukan kerjasama saat ujian lhoh ya), tapi kerjasama yang bermanfaat. Setiap kita ngerasa goyah, lihatlah semut. Belajarlah darinya, sehingga kita terus bisa termotivasi untuk lebih baik dan lebih baik. Semut saja bisa, masa kita yang diberi akal, otak, pikiran tidak bisa? Allah menjadikan kita sempurna, sehingga kita harus menggunakan modal itu untuk menjadi orang yang terbaik di bumi ini, yaitu yang paling bermanfaat bagi orang lain. Dengan begitu semoga Allah ridho terhadap kita, amin.
  • Nah terakhir, gue pengen sedikit ngebahas lirik BTS tentang semut yang dipakai di lagu “lost” chingu. Jadi memang benar, semut yang bertugas mencari makan biasanya menjalankan tugas dengan cara yang sulit dijelaskan, unik. Semut berangkat ke sumber makanan dengan berjalan berkelok-kelok, tetapi kembali ke sarang dengan rute lurus yang lebih singkat. Hal ini senada dengan apa yang BTS tulis di lirik “lost”. Lalu, bagaimana mungkin seekor semut yang hanya dapat melihat beberapa sentimeter ke depan bisa berjalan lurus? Untuk menjawab pertanyaan ini, seorang peneliti bernama Richard Feynman meletakkan sebongkah gula di salah satu ujung bak mandi, lalu menunggu seekor semut datang dan menemukannya. Ketika semut yang pertama kali datang ini kembali ke sarangnya, Feynman mengikuti jejaknya yang berkelok. Kemudian Feyman mengikuti jejak semut-semut berikutnya. Ternyata Feynman menemukan bahwa semut yang datang belakangan tidak mengikuti jejak yang ditinggalkan, mereka mengambil jalan memotong sampai akhirnya jejaknya menjadi berbentuk garis lurus. Diilhami hasil penelitian Feynman, seorang ahli komputer bernama Alfred Bruckstein membuktikan secara matematis bahwa semut-semut yang datang selanjutnya memang meluruskan jejak berkelok itu. Kesimpulan yang didapatnya sama, yakni setelah beberapa ekor semut, panjang jejak dapat diminimalkan menjadi jarak terpendek antara dua titik. Dengan kata lain, membentuk garis lurus. Ini membuktikan bahwa semut yang awalnya harus susah payah berkelok2 mencari makanan, namun begitu ia mendapatkannya, mereka bisa pulang dengan lebih cepat. Mereka menyederhanakan langkah dan akhirnya bisa menempuh jalan terdekat. Usaha dari semut awal yang menemukan makanan kemudian dimudahkan dan semakin dimudahkan oleh semut2 berikutnya. Ajaibnya lagi, pada malam hari mereka tetap dapat menemukan dan mengikuti jalan yang mereka tempuh saat menemukan makanan pada pagi harinya, meskipun kondisinya berubah. Bagaimana semut bisa punya pengatahuan matematis sehebat ini jika tidak datang dari ilham Allah? Subhanallah~. Gue rasa kita bisa mengambil hikmah yang besar dari sini chingu. Bahwa jalan kita untuk mencapai harapan atau mimpi2 kita memang tidaklah mudah, harus berkelok2 terlebih dahulu, harus melewati banyak rintangan terlebih dahulu, bersusah2 dahulu. Namun, ketika kita sudah menemukannya, semuanya akan menjadi mudah. Seperti semut tadi, perjalanan pulang tidak serumit perjalanan ketika mereka pergi. Gue jadi ingat Quran Surat Al-Insyiraah ayat 5-6 yang bunyinya “maka sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan”. Bahkan diulang 2 kali kan itu. Berarti memang Allah menekankan bahwa dibalik kesulitan pasti ada kemudahan. Semut tadi juga, dia memang susah2 dahulu di awal, cuman pulangnya mendapatkan kemudahan. Oleh karena itu kita harusnya juga ga gampang nyerah chingu. Gapapa kita susah2 di awal, yakin Allah bakalan ngasih kemudahan buat kita. Allah sudah berfirman seperti itu, kita harus percaya. Kesulitan sepaket dengan kemudahan, tenang saja. Semoga apapun yang sedang kita jalani sekarang (upaya kita mencapai mimpi2 kita, upaya kita membahagiakan orangtua kita dan apapun hal baik yang kita upayakan), kita senantiasa diberi kekuatan untuk sabar, terus berusaha dan juga yakin pada pertolongan Allah. Kapanpun kita ngerasa lelah, semoga lagu “lost” dengan liriknya ini bisa sedikit memberi semangat bagi kita. Semut bisa jadi inspirasi kita untuk tidak pernah berputus asa sekeras apapun masalah yang kita hadapi, karena yakin setelah itu PASTI ada kemudahan. Gue rasa kesimpulan lagu “lost”pun adalah “sesudah kesulitan ada kemudahan” yang dicontohkan dengan kehidupan semut yang mencari makan. Akhirnya, semoga kita sama2 bisa mengambil pelajaran dan manfaat dari “lost”nya BTS ini yah chingu, amin. Semoga tulisan inipun bermanfaat bagi kita semua, amin. Sampai jumpa di postingan selanjutnya, annyeong~ ^^

—-

#Peace #Love #Happiness

#Live #Love #Learn #Laugh

#Share #Respect #Inspire

#StayGold #StayTrue #StayReal

ant-architects

*credit pic: howitworksdaily.com

Komentar
  1. Dede mengatakan:

    Yakin kak, BTS bikin lagu hasil cari juga. Ahhh bahasan yang panjang tapi bermanfaat. Harus benar benar matang mempublikasikannya.

  2. Inara mengatakan:

    Emang sih, pas liat arti lost, entah mengapa langsung inget an-naml. Klo k-idol tuh bikin lagu gak pernah main2, beneran mateng. Gak setengah2. Punya role model baru nih, haha. Kayaknya klo k-idol bikin lagu tuh kayak beneran riset gitu deh. Jadi kerenlah, two thumbs up buat BTS.

  3. Iin mengatakan:

    SUBHANALLAHHH ….. GA BISA KOMEN APA2 INI KEREN BANGETTT… KAK LINDA BISA NENGGABUNGKAN ANTARA LAGU KPOP,SURAT2 DI AL-QUR’AN,SEMUT DLL DLM SATU BAHASAN…
    BAHAGIA BANGET BISA KENAL BTS & KAK LINDA… SANGAT MENGINSPIRASI….
    aku juga suka sma lgu LOST,selain dri liriknya yg kereeenn musiknya juga enak
    Fighting BTS
    FIGHTING KAK LINDA

  4. awwin mengatakan:

    keren kak, saya sangat suka post2an di sini, makasih bermanfaat

  5. ARRYLEA mengatakan:

    Kak…
    Saya speechless. Allah memang selalu luar biasa dalam hal apapun.
    Tapi kak, kalau boleh saran, untuk tulisan yang panjangnya seperti ini, ada baiknya diberi jarak/enter. Karena jujur saja saya malah pusing bacanya, terlalu dempet, berdekatan dan jadinya malah bikin saya ngebaca ulang baris yang udah saya baca. Kasihanilah saya yang bacanya via pc:(
    Jadi meskipun masih di point yang sama, tapi tetep dikasih jarak. Maaf ya kak kalau kesinggung.
    Semangat terus nulisnya dan mari hijrah bersama!🙂

  6. kim mengatakan:

    Masya Allah kak postingannya kece badai. Keren. Pokonya semangat trus yaa kak. Makasih buat postingan yang menginspirasi ini🙂

  7. kim mengatakan:

    Masya Allah kak postingannya kece badai. Keren. Pokonya semangaat trus ya kak dan makasih udah bikin postingan yang menginspirasi🙂

  8. oktarisa14 mengatakan:

    Kak, aku izin copas kalimat yang paling atas yang dari lirik lost itu ya, karena aku udah cari dimana mana tapi nggak ada translatean yang serapi dan cocok kayak translatean kakak itu, izin ya kak 😊

  9. ayuhasna mengatakan:

    Aku suka bangt sama postingan kakak,banyak pelajaran yg bisa aku ambil dari sini,makasih kak😊

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s