Arsip untuk Januari 9, 2017


BANG! TAN! BTS!

Source: [ENG SUB][INDO SUB] BTS — RM Rap Monster — Talking with ARMY After Fanmeeting —방탄소년단  [V LIVE] (Credit: V, subbed: ..)

Udah cukup lama ya gue ga posting BTS. Mian chingudeul, mianhaeyo~. Akhirnya setelah cukup lama gue kembali nulis di sini. Banyak hal ya yang sudah terjadi sama Bangtan di akhir tahun kemaren dan awal tahun ini. Mereka menang banyak award dan bahkan mereka dapet Daesang di MAMA “artist of the year”. Sebuah penghargaan yang begitu berarti bagi seorang artisan di Korea. Penghargaan yang berarti merekalah artis yang di tahun 2016 kemaren paling bersinar di Korea karena apa yang telah mereka lakukan. HYYH Pt 1, 2, Young Forever yang kemudian masih dilanjutkan dengan Wings membuktikan betapa aktifnya mereka berkarya di tahun 2016 yang lalu dan itu dibayar dengan sangat indah dengan award di MAMA kemaren. Suga yang pernah bilang ga akan nangis sebelum dapet daesangpun kemaren nangis di stage saking harunya. Siapa yang nyangka ya BTS, anak agensi yang notabene bukan Big 3 tapi artisnya bisa menang Daesang. Tahun 2013 yang dapet Daesang adalah GD (YG), tahun 2014 adalah EXO (SM), tahun 2015 adalah BIG BANG (YG) dan di tahun 2016 jatuh ke BTS (Bighit). Ini gue rasa sekali lagi sangat bisa memotivasi kita bahwa dari manapun kita berasal, itu ga berpengaruh banyak dalam keberhasilan kita. Keberhasilan kita lebih ditentukan oleh kemauan diri kita sendiri. Dari manapun asal sekolah kita, asal universitas kita, asal tempat kerja kita, kita selalu bisa berkarya menciptakan sesuatu yang terbaik yang bisa dibanggakan jika selalu mau belajar, tekun, berlatih dan bekerja keras seperti BTS. Ga ada alasan “gue ga sekolah di sekolah favorit, gue ga mungkin menang ngelawan anak dari sekolah favorit”. BTS buktinya. Bukan dalam hal “mengalahkan” yang negative ya, “mengalahkan” dalam hal positif, dalam karya. Jika dibandingkan dengan agensi lain yang lebih besar dengan artis2 senior di agensi itu yang sudah sangat dikenal, BTS berada di posisi yang seperti kuda hitam kan jadinya. Sekelompok orang yang tidak diunggulkan tapi nyatanya bisa membuktikan kekompetenan mereka dalam industri musik KPOP, bahkan global. Gue pribadi bangga chingu BTS kemaren dapet daesang, nangis juga. Kemenangan mereka menurut gue punya arti yang lebih. Semoga semakin memotivasi kita bahwa kita selalu bisa membuktikan aspek terbaik dari diri kita melalui karya darimanapun kita berasal asal kita mau berkerja keras. Tidak perlu kita rendah diri hanya karena latar belakang kita yang mungkin tidak sekeren orang lain, selalu ada jalan. Di setiap kemauan, pasti ada jalan. Begitu kan bunyi pepatah yang sering kita udah denger? BTS yang dulunya tidak diundang di acara2 variety show kemudian merekam acara mereka sendiri agar orang lebih kenal mereka. Mereka aktif bermusik dengan mixtape ditengah2 kesibukan album official mereka juga, sebuah tanda kalo mereka memang passionate di musik. Mereka membuat lagu mereka sendiri, mereka menulis lirik mereka sendiri. Bisa dikatakan mereka berkarya dengan berdiri di kaki mereka sendiri, keren sekali. Ya, semoga ini bisa jadi pelajaran, inspirasi dan motivasi kita semua chingu. Jangan pernah menyerah pada keadaan, never give up. nevermind kalo kata Suga. Terus berusaha keras meraih mimpi2 kita, semua akan ada jalannya asal kita ga gampang nyerah. Semoga ARMYpun seperti BTS. Menjadi pribadi2 keren yang bisa menunjukkan kebiasaan mereka di bidangnya masing2. Kebiasaan yang ga hanya berguna bagi diri sendiri, namun menyebarkan kebaikan juga bagi orang lain. Jika BTS mencoba menjadi semacam “secercah cahaya harapan” bagi para pemuda di seluruh dunia untuk ga menyerah meraih mimpi2nya, maka ARMY dengan bidang2nya masing2 bisa juga berkontribusi untuk dunia yang lebih baik juga. KITA SEORANG DIRI memang ga bisa mengubah dunia chingu, tapi KITA SEMUA bisa. Karena jika semua orang berfikir sama, dunia ini perlahan akan berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya dengan sendirinya. Dengan kata lain, kita tidak perlu mengubah orang lain, yang harus kita lakukan hanyalah mengubah diri kita sendiri ke arah yang lebih baik. Dengan cara kita masing2, dengan bidang kita masing2, dengan keunikan kita masing2, mari kita mulai memikirkan itu agar lebih bermanfaat bagi orang lain chingu. Like BTS, lets fly with our own beautiful wings in 2017 chingudeul! Fighting!!!

Itu chingu sedikit intro yang pengen gue sampaikan di awal tahun ini. Semoga kemenangan BTS di akhir tahun kemaren kembali lagi bisa memotivasi kita untuk meraih mimpi2 kita sendiri.  Resolusi di tahun ini gue harap kita semua bisa tumbuh menjadi pribadi, menjadi manusia, dan menjadi ARMY yang lebih baik. Kita bertambah usia, semoga bertambahnya usia itu juga diikuti dengan semakin matangnya kita dalam hidup ini. Menjadi manusia yang lebih mau berfikir, belajar, peduli dan manusia yang pada akhirnya bermanfaat bagi menusia yang lain dengan apapun bidang yang kita bisa. Tidak muluk, resolusi gue pribadipun sederhana chingu. Gue hanya pengen sedikit demi sedikit menjadi pribadi yang terus lebih baik dari tahun yang kemaren. Bukan perubahan yang sangat drastis, sedikit demi sedikit saja namun istiqomah, semoga tercapai, amin. Gue berdoa semua resolusi baik kalian di tahun 2017 ini dapat tercapai chingudeul. Apa yang kalian impikan perlahan2 menemukan jalannya. Selalu sehat, bahagia dan damai hati kalian, amin ^^

Ok, sekarang gue pengen review sedikit tentang satu video dari RapMon di V yang gue tonton kemaren malem:

  • RapMon di acara fanmeeting pernah ditanya gimana caranya dia belajar bahasa Inggris chingu. Jadi salah satu metode RapMon belajar bahasa Inggris adalah dengan nulis kosakata di note/buku catatannya. Buku tulis itu perlembarnya digaris tengah. Sebelah kiri ditulis kosakata dalam bahasa Inggris dan sebelah kanan artinya dalam bahasa Korea. Ditulis kayak gitu terus sampai 10an halaman dan setiap lembar ada 50an kata (kayak ala kamus gitu chingu, cuman ditulis tangan). Itulah cara dia mengingat kosakata dalam bahasa Inggris chingu. Kenapa mengingat kosakata ini penting? Karena kalo perbendaharaan kata kita terbatas, akan sulit juga memahami suatu konteks kalimat/pembicaraan. Grammar juga penting, tapi jumlah kata/kosakata yang kita ingatpun penting dalam bahasa asing termasuk Inggris chingu. Ketika itu, RapMon cerita kalo dia juga ga tahu kenapa dia melakukan metode itu dulu, namun pada akhirnya ternyata apa yang dia lakukan itu membantu juga. Selain itu, dia belajar juga dari nonton film maupun drama *mungkin kesan kalian baca ini “kenapa harus repot2 kayak buat kamus di buku tulis? Kenapa ga baca dari kamus aja?”. Menurut gue, sesuatu yang ditulis akan lebih bisa kita ingat daripada cuman kita baca chingu. Makanya penting yang namanya resume, bikin note/catatan. Simplenya ketika baca, kita cuman sekali mengingat. Tapi kalo setelah baca kemudian kita tulis, kita mengingat paling tidak jadi 2 kali. Effort sih ini, harus sabar nulis, cuman yakin ini akan ada gunanya. Kalian boleh percaya boleh enggak, ketika gue belajar bahasa Koreapun gue beberapa kali nulis kosakata di buku tulis ala2 kamus yang kayak dibilang RapMon itu. Cuman kalo gue ga bertahan lama karena gue menemukan lebih nyaman dengan ngedengerin vocab Korea langsung di variety show/radio/lagu lalu baru buka kamus/google translet kalo ga tahu, nambah deh itu kosakata. Nah kalo di awal2 belajar, tetep mau ga mau harus sering ngafalin kamus. Jadi beli kamus atau buku2 bahasa Korea yang ada banyak kosakatanya lalu dihafalin. Belajar bahasa mau ga mau harus ngafalin menurut gue. Nah nanti seiring berjalannya waktu bakalan nyangkut juga hafalan itu di otak. Apalagi kalo sering didenger, diucapin, dibuat nulis, dipraktekkan. Ga singkat sih ini, perlu waktu. Ya kayak kita belajar bahasa Ingggris dari SD sampe SMA. Bisa sih bisa, tapi belom jago kan? Range 12 tahun aja belom jago, apalagi baru2 belajar? Proses tetep penting, sabar dalam belajar. Ya kayak metodenya RapMon tadi, mungkin dia melakukannya ketika masih SD/SMP. Ga mungkin langsung ngefek, cuman setelah dia lulus SMA misalnya, efeknya kerasa. Gue bukan ga suka teknologi sih chingu, cuman gue rasa anak SD, SMP bahkan SMA itu sebaiknya suka mencatat. Jangan cuman penjelasan guru difoto dan nyimpen materi pdf di hp, tapi baca buku fisik juga, rajin ngeresume dan mencatat ala2 RapMon ini juga penting. Mengingat, kemudian ditulis, sering mengingat kemudian sering ditulis, seperti itu chingu. Kalian yang pengen belajar bahasa asing menurut gue bisa menggunakan cara RapMon ini chingu. Semoga dengan cara ini bisa berhasil dan pinter kayak RapMon, hehe. Fighting! Gue sendiripun juga masih terus belajar chingu, dan mungkin cara RapMon ini bisa gue pake lagi juga, hehe. Metode belajar kan banyak, mungkin kalian punya metode kalian sendiri, bisa lhoh dishare di sini, hehe*
  • Menurut RapMon, bahasa Korea itu cantik, yeppo. Jadi di bahasa Korea kan kata cinta (sarang), manusia (saram) dan hidup (sara) secara pengucapan juga hampir sama. Selain itu, maknanya kan juga nyambung satu sama lain, saling terkait. Kayak “manusia yang hidup selalu terkait dengan cinta”. Cintanya pada orangtua, teman, guru, dll, cinta yang luas. Dia mendapati itu sebagai sesuatu yang indah dan menarik chingu *sesuai sama tes IQ yang pernah dilakukan di Runningman dulu ya chingu, aspek yang paling menonjol dari RapMon adalah di bidang bahasa. Ketertarikannya pada bahasa asing tinggi yang menyebabkan akhirnya dia mahir juga dalam bahasa asing, Inggris terutama. Terlebih profesinya sekarang yang seorang rapper yang juga relate banget yang namanya wordplay, rima, bahasa banget. Untuk bisa bikin lirikpun dia jadi kayak bikin puisi kan?. Memperhatikan banyak aspek kebahasaan kayak rima tadi, diksi (pilihan kata yang erat dengan seberapa banyak kata yang dia tahu/perbendaharaan katanya), estetika dan keefektivitasan kalimat di liriknya dsb. Bahkan, RapMonpun pernah cerita kalo dia ga jadi rapper maka dia ingin jadi penulis chingu. Dan menurut gue, kecintaan dia pada bahasa yang pada akhirnya bisa membuat dia melihat bahasa itu sendiri adalah sesuatu yang indah baik secara lafal, filosofi/makna dibaliknya serta keterkaitannya adalah keren chingu, keren. Sebagai orang yang juga suka bahasa, gue juga ngerasa kalo somehow bahasa Korea itu indah chingu. Selain hangeul sendiri yang menurut gue secara tulisan indah, secara grammarpun bagi gue cukup enak dipelajari, secara pelafalan juga luwes, cocok buat ngerap/dibikin lagu, enak gitu diucapkan, hehe. Sejauh inipun gue juga cuman belajar cukup intens di 2 bahasa, Inggris dan Korea. Gue pernah juga coba belajar bhs Jepang, Mandarin dan Perancis, cuman kurang betah. Ya mungkin ini selera saja sih, bisa jadi kalian menemukan passion kalian di bahasa yang lain dan menemukan bahasa itu indah bagi kalian sehingga makin semangat untuk mempelajarinya, hehe. Fighting lah buat ARMYdeul yang mau belajar bahasa asing, semangat!!!*
  • Beralih ke hal lain, RapMon di sini cerita tentang guru2nya selama masa sekolah dulu chingu. Dia bilang adalah penting untuk bisa ketemu sama guru2 yang baik di masa sekolah kita. RapMon sendiri masih keep in touch juga sama beberapa gurunya sampe sekarang lhoh. Guru yang banyak ngasih nasehat, perhatian dan juga pengajaran yang baik buat dia. Cuman guru2nya pada ga nyangka kalo akhirnya RapMon jadi seorang idol, hehe. Gurunya juga jadi makin ngerasa juga kalo nasib orang ga ada yang tahu, misteri. RapMon sendiri adalah tipe yang suka bertanya2 dia ntar 10 tahun ke depan gimana/jadi apa chingu. Jadi dulu ketika dia kelas 6 SD, dia juga mengira2 ntar 10 tahun ke depan akan jadi apa dan dia pikir kalo ga jadi pembuat puisi (poet/seniman puisi) ya jadi penulis. Meskipun sekarang pekerjaan dia sebagai rapper, cuman ga jauh2 juga dari 2 hal itu kan ya. Dia sendiri ga expect bakalan jadi idol juga sebenernya. Dia ga expect bakalan jadi BTS, ngadain fanmeeting, menggelar konser dsb. Ya, nasib kita ke depan memang ga ada yang tahu, meskipun bisa kita usahakan dari sekarang. Meskipun ga deket banget, cuman nyambung kok ya kalo RapMon mah *gue rasa RapMon tipe orang yang apa yang dia suka itu jelas sejak awal chingu, ga berubah2 juga, konsisten/istiqomah lah, jadi ya endingnya dia jadi apa yang ga jauh2 banget dari passion dia sejak kecil. Gue juga pengen kayak gitu chingu, jadi ga semacam “sia2” juga apa yang udah gue pelajari dengan senang hati di waktu kecil. Belajar banyak hal baru memang bagus, ok, cuman kan alangkah baiknya jika dari awal udah bener2 di satu bidang dan itu berlanjut sampai sekarang, tentu semakin mendalami juga. Beda kalo berubah2 yang dipelajari, pasti tetep ada bedanya menurut gue. Gue rasa (gue pribadi ngerasa) kalo hidup ini singkat sekali chingu. Makanya kayaknya ga bisa seseorang bisa menguasai banyak bidang dalam range waktu sesingkat ini. Bahkan 1 bidangpun sampe dia bener2 expert belum tentu bisa. Daripada banyak2, mending 1 aja asal fokus dan konsisten, itu yang sering gue pikirkan*
  • RapMon ini meskipun pinter tapi anaknya pelupa chingu. Jadi pernah dia udah semangat banget bawa laptop dan segala peralatannya dari mulai laptop case, audio card, mic, mic amp, cooler laptop, mouse wireless, mouse pad sampe keyboard cuman semua gagal total (laptopnya ga bisa digunakan) karena dia lupa ga bawa CHARGER, wkwk. Charger laptopnya juga rare, ga mudah didapatkan di sembarang tempat, makanya ga guna itu udah bawa barang2 sebanyak itu karena walhasil ga nyala laptopnya, kehabisan baterai, wkwk. Padahal dia niatan banget buat bikin musik di sela2 waktu yang banyak di hotel. Itulah chingu, nobody perfect, hehe *gapapa Njoon, itu tandanya kamu disuruh tidur aja, istirahat, ga usah bikin2 musik (kerja) di waktu santai, haha*
  • RapMon di sini juga bicara tentang “sendiri” chingu. Lagi, dia sering ngomong tentang ini ke ARMY. Dia bilang kalo sekarang ini kebiasaan jalan2 sendirian sedang ngetrend chingu, dan dia ngerasa senang dengan itu. Karena dengan itu berarti ga akan ada orang yang semacam bilang kamu “aneh” ketika jalan2 sendirian. RapMon juga bilang kalo “you live life alone” atau semacam “kamu itu hidup juga sendiri”. RapMon bilang kalo karena kita ini dilahirkan juga sendiri, kita juga butuh waktu juga untuk sendirian *jadi ya kayak hal biasa aja kalo ngapa2in sendiri*. RapMon cerita juga kalo pikirannya jadi tajam dan mendapatkan inspirasi untuk musik karena suka jalan2 sendirian tadi. “Ga sendiri” juga sih chingu kalo versi dia. Dia menggambarkan ketika sendiri itu, kita sebenernya punya temen juga yakni diri kita sendiri yang seusia kita. Pernah kan kita ngerasa lagi ngomong sama diri sendiri? Itu kayak kita sebenernya punya temen deket dan itu diri kita sendiri tadi. Makanya ga heran banyak juga orang yang ketika sendirian baik2 saja karena memang dia ngerasa nyaman dengan dirinya. Malah kayak lagi ngobrol sama best friend, dan best friend itu adalah diri kita sendiri. Temen tetep punya, RapoMon punya temen. Dia pernah main bareng juga sama mereka, cuman intensitasnya lebih sering dia sendirian daripada bareng2 chingu. Entah kemana, pas makan, dia sering sendirian. Dia cerita kalo seiring bertambahnya usia, waktu yang banyak mengubah keadaan juga, temen yang bisa dia ajak cerita bener2 semakin berkurang. Pas waktu sekolah memang punya temen banyak, cuman sekarang ga sebanyak dulu, tapi lebih intens. Kayak bukan lagi ke kuantitas, tapi kualitasnya, seperti itu. RapMon sendiri bersyukur punya beberapa teman yang meskipun ga banyak cuman bisa menenangkan dia chingu. Dia punya temen yang sama2 pernah merebah di rerumputan sambil melihat langit, dia senang masih punya mereka. Dia juga punya temen yang pernah curhat ke dia kenapa hidupnya abu2. Pertanyaan seputar hidup yang akhirnya bikin RapMon jadi ikutan mikir juga *kesan gue ngedengerin ini adalah RapMon suka tipe teman yang suka mikir chingu. Balik ke alone/sendirian tadi, kayak yang gue bilang kemaren, lonely beda sama alone. Alone itu pilihan, tapi lonely itu memang keadaan yang membuat kita kayak jadi outcast, ga enak. Alone atau ngapa2in sendirian bukan hal yang buruk juga, cuman ingatlah untuk tetep punya temen chingu. Ya meskipun cuman 1/2/3, milikilah teman yang bisa kalian ajak ngobrol serius, saling berbagi. RapMon juga, dia dengan karakternya yang memang suka berfikir, suka diskusi, suka berbagi pemikiran, membutuhkan teman seperti itu. Teman yang dia bisa ngobrol lama di café tentang apa yang memenuhi benaknya, dan dia punya itu. Bukan teman juga gapapa, guru misalnya. Pokoknya orang yang kalian percaya dan bisa banyak ngobrol sesuatu yang penting sama dia. Ya memang sulit sih dicari, cuman effort untuk itu tetep harus ada. Kembali lagi, manusia pada dasarnya kan membutuhkan manusia yang lain, makanya perlu untuk berhubungan dengan sesama kita juga. Iya kita memang suka alone dsb, cuman ada part2 dalam hidup yang kita ga bisa terus2an sendiri dan perlu orang lain*
  • Balik ke guru tadi chingu. Jadi ketika sekolah dulu RapMon punya guru yang dia suka ngobrol banyak sama guru itu, namanya Guru Ju (Ju saem/Ju seonsaengnim). RapMon yang masih kontak2an sama guru ini pernah ngobrol di café bareng chingu. Nah dia waktu ngobrol itu nanya ke gurunya “apakah aku ini aneh karena terlalu banyak berfikir pada hal2 yang semacam tidak berguna/useless? Beberapa orang juga mengatakan bahwa aku punya banyak pikiran yang harusnya ga dipikirin dan beberapa orang juga berkata bahwa aku ini kekanak-kanakan”. Nah, gurunya ini ngejawab kurang lebihnya gini “punya banyak pemikiran di usia 23 tahun kayak kamu sekarang bukan hal yang aneh. Ini karena sekarang memang pikiranmu seperti layaknya pohon tumbuh, bercabang-cabang ga beraturan. Ya, itu memang sakit dan membuatmu bingung, tapi kelak  kamu akan masuk di usia 30an suatu hari nanti dan cabang2 itu nanti akan menjadi pohon yang lebih tertata dan keren”. RapMon sendiri ngerasa kata2 gurunya itu menenangkan dia chingu. RapMon ngerasa kalo ada orang yang mungkin juga kayak dia sekarang ini, punya banyak pemikiran di pikirannya dan berfikir lebih banyak tentang semua hal daripada orang lain pada umumnya hingga membuat orang lain menilainya aneh, makanya dia sharing tentang ini. Ini alesan dia sharing, karena ngerasa yang ngerasain bukan hanya dia. Inilah basic sharing kan? Sharing dilakukan karena mungkin saja cerita kita relate dengan orang lain, dan dengan sharing itu bisa saling menguatkan. Bicara tentang cabang2 pohon tadi, RapMon bilang memang itu sakit, seperti cabang ranting pohon muda yang terus tumbuh dengan segala pengalaman yang dialaminya, perasaan cinta, adanya harapan, mimpi, passion, rasa sedih, kecewa, ngerasa tersesat dsb, tapi ingat bahwa kelak di usia kita yang masuk ke 30an atau bahkan lebih, kita akan seperti menjadi sebuah pohon yang lebih teratur, lebih tertata, lebih membentuk pohon yang seharusnya, pohon yang keren. Ranting yang terus tumbuh ga beraturan tadi pada saatnya akan beraturan dan keren, percayalah. Dia sendiri berharap ARMY semua bisa juga menjadi pohon yang hebat nanti chingu. RapMon ga tahu istilah yang tepat apa cuman intinya semakin kita tua, kita akan punya attitude yang lebih bijak dari sebelumnya. Pengalaman yang kita punyai ketika usia kita 20an ini akan menyebabkan hidup kita mungkin bisa lebih bijaksana di usia 30an atau lebih nanti, semoga. Kayak orang tua itu suka bilang chingu, “sepandai2nya anak muda, masih pandai orang tua. Kenapa? Orangtua menang di pengalaman. Orangtua udah pernah muda, kita yang masih muda ini belom pernah tua”. Pengalamanlah yang merupakan hal penting untuk menjadikan kita bisa semakin baik dan bijak*
  • RapMon di sini bilang kalo pada bunga ada arti bunga, kalo pohon dia ga yakin ada arti2nya kayak bunga apa enggak. Cuman yang jelas, pohon juga punya nama dan semua dari kita dia harap seperti layaknya pohon dengan arti2nya yang berbeda dan bagus chingu. RapMon sendiri bilang dia suka pohon chingu. Dia bilang pohon itu hidup selama 200, 300 tahun dan punya akar yang sangat kuat, dan dia pengen hidup seperti itu juga. RapMon karena sukanya sama pohon juga suka searching2 tentang pohon chingu *RapMon ngomong akar pohon yang kuat ini gue jadi inget ayat di Quran chingu, surat Ibrahim ayat 24, bunyinya “tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya menjulang ke langit”. Tentang pohon ini dilanjut lagi di verse/ayat ke-26 yakni “dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut akar2nya dari permukaan bumi, tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun”. Iya, kalimat yang baik (nasehat dalam kebaikan, mengagungkan asma Allah, mengagungkan keesaan Allah dsb yang baik2) adalah seperti layaknya pohon yang baik. Pohon yang akarnya kuat, cabangnya menjulang ke langit. Pohon yang kuat, bermanfaat, keren. Maka dari itu marilah kita suka chingu untuk menebar kalimat2 yang baik. Bukan hanya menebar, tapi juga menjalankan apa isi kalimat itu. Saling mengingatkan dalam kebaikan. Sebaliknya, jangan suka menebar kalimat yang buruk. Semoga dengan suka menebar kalimat yang baik dan menghindari kalimat yang buruk, kita bisa termotivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Yang terpenting adalah dengan itu semoga diri kita sendiri terutama dan juga semoga orang lain bisa mendapatkan manfaat dan Allah ridho terhadap apa yang kita lakukan itu chingu, amin*

Bicara pohon, nama gue kan Linda. Nah, Linda itu ternyata relate sama pohon namanya pohon Linden chingu. Gue sendiri suka pohon. Mungkin dari nama blog ini aja udah bisa tahu kalo yang nulis suka pohon, hehe. Gue suka pohon (“namu” dalam bahasa Koreanya) dan ngerasa kalo pohon itu memang makhluk yang keren yang kita manusia bisa belajar banyak dari mereka. Nah, Linden itu pas gue baca2 ternyata kayunya itu bisa dibuat tameng (shield) chingu. Gue jadi inget lambang BTS yang juga relate sama semacam tameng2, hehe. Linden itu pohon yang berbunga juga. Ada madu yang asalnya dari bunga Linden itu juga. Selain jadi madu, bunganya bisa dibuat teh dan obat herbal juga chingu. Selain dibuat shield tadi, kayunya juga dibuat untuk alat musik kayak gitar dan drum juga. Kalo kalian kepo, googling aja pake keyword “linden tree”, nanti klik Wikipedia yang judulnya “Tilia” karena itu nama lainnya Linden tree. Selain Linda, nama belakang gue kan “Wardani”. Nah itu dari kata “wardah” yang artinya mawar chingu. Jadi nama gue pohon ya ada, bunga ya ada, wkwk. Nama depan gue kan Aminah chingu kalo kalian belom tahu. Nama lengkap gue “Aminah Linda Wardani”. Perhatikan, ARMY itu pelafalannya jadi semacam AMI, iya kan? “na” itu dalam bahasa Korea artinya “saya”. Kalo nama gue ditulis pake hangeul, jadi “A-MI- NA” tanpa H secara teori. Jadi Aminah=Saya ARMY? Wkwk #apaini #mengada2, wkwk. Kebetulan sih chingu ini, cuman kadang gue suka mikir juga, nganalisis sendiri ceritanya, wkwk #maafkansaya. Anyway apapun itu, seperti yang RapMon bilang, jadilah kita semua seperti halnya pohon yang keren chingu. Kita semua sekarang ini ibarat pohon muda chingu. Pohon yang masih banyak cabangnya, masih perlu banyak pengalaman untuk tumbuh yang kemudian di usia 30an nanti kita bisa melihat diri kita lebih “rapi” seperti pohon yang telah berbentuk, menjadi pohon yang keren, pohon yang inshaAllah lebih bermanfaat bagi sesama. Dan untuk mencapai hari itu, kita tentu harus mengupayakannya dari sekarang. Fighting buat kita semua!!!  Fighting ARMY!!! ^^

—-

eng-subindo-sub-bts-rm-rap-monster-talking-with-army-after-fanmeeting-%eb%b0%a9%ed%83%84%ec%86%8c%eb%85%84%eb%8b%a8-v-live-mp4_000025320

—-

#Peace #Love #Happiness                                                                                               

#Live #Love #Learn #Laugh 

#Share #Respect #Inspire

#StayGold #StayTrue #StayReal