Fakta-Fakta BTS Part 257 (Ingin Diingat Sebagai Apa Kamu Di Kemudian Hari?)

Posted: April 11, 2017 in About BTS
Tag:

BANG! TAN! BTS!

Source: [ENG SUB] SUGA explains why he won’t be perfect – BTS thanks their family & ARMY (Credit: Big Hit Ent, uploaded: ARMYzutter)

  • Kita semua sudah tahu ya chingu kalo Suga mulai bermusik itu di usia yang sangat muda (young age). Di salah satu konsernya (EPILOGUE HYYH), dia pernah cerita kalo ketika perform di Daegu, dia ga pernah menunjukkannya ke orangtuanya karena malu chingu. Perform pertama dia di Daegu adalah ketika dia SMA dan itu dihadapan 2 audience aja. Nah, dia memikirkan masa2 itu ketika mempersiapkan konsernya itu. Dia dulu perform di hadapan 2 orang aja, cuman sekarang bahkan perform di hadapan 10 ribu orang. Siapa yang nyangka ya chingu? Nasib memang ga ada yang tahu, namun jika kita berusaha keras, probabilitas/kemungkinan akan berhasil tentu akan makin besar. Di konser itu dia mengucapkan terimakasih dan cintanya ke bapak, ibu dan juga kakaknya chingu. Akhirnya dia sekarang sudah menjadi anak yang bisa membanggakan orangtuanya. Ya, dulu dia memang malu menunjukkan perform rapnya, namun sekarang dia tidak malu lagi *mungkin kalian juga pernah mengalami hal yang sama. Di awal ketika kita baru membuat/menekuni bidang tertentu, pasti malu untuk menunjukkan ke orang lain termasuk keluarga, karena memang belum pantas. Namun kita ga menyerah, kita terus berusaha untuk mendapatkan hasil yang lebih baik hingga pada saatnya kita bisa menunjukkannya pada mereka. Ga sehebat Suga memang, dari 2 menjadi 10 ribu. Namun, dalam hidup tentunya ada kejadian yang mirip2 itu yang pernah kita alami. Kita malu menunjukkannya karena belum pantas, tapi ketika pantas kita berani menunjukkannya ke orangtua dan ga jarang membuat mereka bangga. Misalnya masakan kita. Awalnya ga enak, tapi lama2 setelah belajar rasanya enak dan ketika ditunjukkan ke ibu bapak mereka senang. Siapa tahu kan kelak jadi koki hebat? Hehe. Ya, hal2 kayak gitu chingu. Dan tentu saja itu sangat perlu usaha keras, 2 menjadi 10 ribu itu effortnya sangat besar. Tinggal kita, mau tidak mengeluarkan effort yang besar itu*
  • Suga kemudian melanjutkan kata2nya chingu. Orang pasti punya keinginan ya, keinginan untuk lebih dan lebih, lebih baik, lebih sempurna. Itu manusiawi. Cuman Suga pernah denger orang bilang kayak gini chingu “jika kamu menginginkan kesempurnaan, kamu malah ga akan bisa sempurna. Entah kamu sempurna atau tidak, itu tergantung dari dirimu sendiri atau orang lain yang akan mengingatnya di kemudian hari. Semakin tamak kamu, maka semakin susah juga kamu nanti”, itu kata2nya chingu, dan Suga mengiyakan kata2 itu. Dia bilang “daripada menjadi penyanyi yang sempurna atau Min Yoongi yang sempurna, tujuannya adalah dia ingin diingat sebagai orang yang keren, yang baik”. Ya, dia ingin diingat sebagai Suga/Yoongi yang seperti itu di kemudian hari chingu. Untuk itulah dia bilang akan berusaha keras agar bisa diingat seperti itu. *ada sebuah kutipan yang pernah gue baca juga, yang intinya “ingin dikenal sebagai apa ketika kamu mati nanti?”. Menurut gue ini mirip2 sama yang Suga bilang. Karena pada akhirnya orang tetap akan menilai kita chingu. Kita mungkin merasa kita sudah keren, sudah baik, namun belum tentu orang menilainya sama. Maka bener kata Suga bahwa harus ada effort/usaha kita untuk mencapainya. Sebenarnya kita merasa sudah baik, sudah keren, itu juga bisa saja, karena standar itu kita yang tentukan sendiri. Kalo kita bukan orang yang greedy-nya tinggi, tentu akan cepat puas. Tapi pandangan orang lain bisa jadi berbeda chingu, dan itu penting. Ingat, karena kita hidup di dunia ini ga sendirian, kita punya komunitas, punya kelompok, punya orang2 yang berinteraksi dengan kita, suka tidak suka dan disadari atau tidak. Nah orang2 itulah yang kelak akan ingat kita itu apa. Mereka akan mengingat berdasarkan apa yang pernah kita lakukan, prestasi apa yang sudah pernah kita buat, kebaikan atau keburukan apa yang sudah kita buat. Sekarang tinggal kita ingin dikenal sebagai apa oleh mereka. Egois jika orang hanya melakukan sesuatu untuk diri mereka sendiri, itu pandangan gue. Karena menurut gue pada akhirnya orang harus tetap memberi manfaat bagi orang lain, meskipun saat ini jalannya bisa saja bukan jalan yang umum. Misalnya rapper. Mereka mungkin dianggap orang melakukan hal aneh yang tidak bermanfaat. Tapi, rapper kebanyakan mengesampingkan semua itu dan terus berjalan di jalan yang dia pilih itu, jalannya sendiri. Rapper yang dianggap remeh orang memang tidak menganggap pandangan orang lain itu penting, tapi sejatinya dia sedang berusaha membuktikan pada orang2 bahwa apa yang sedang dia lakukan adalah penting dan juga berguna bagi orang (gue bicara konteks rapper yang baik ya chingu, yang kata2nya bervalue, baik). Rapper yang menjadikan rap sebagai sarananya untuk only spit good things peacefully. Semua tetap perlu pengakuan. Orang yang ngerasa “gue ga peduli, asal gue senang” menurut gue keliru. Karena konteksnya apa dulu. Kalau konteksnya adalah kita mengesampingkan omongan buruk orang terhadap hal baik yang sedang kita upayakan, itu benar, bodo amat orang mau bicara apa. Tapi ini tidak berlaku bagi orang yang ga punya tujuan dan ngomong kayak gitu hanya untuk melegakan dirinya sendiri. Berarti orang seperti itu belum sampai pada pemikiran paling akhir hidup yakni “ingin dikenal sebagai apa ketika saya mati nanti”. Dengan mindset seperti itu, semoga kita mulai berfikir juga chingu. Kita harus punya makna dalam hidup ini. Dan cara supaya bermakna itu gue rasa adalah punya karya. Apapun bidang kita, apapun passion kita, apapun hal baik yang ingin kita bagi kepada orang lain. Yoongi ingin dikenal sebagai penyanyi yang keren dan baik oleh orang lain di masa depan, lalu kita apa? Adakah dari kita yang ingin dikenal sebagai dokter yang bermanfaat bagi banyak orang di masa depan? Adakah dari kita yang ingin dikenal sebagai guru yang mengajarkan hal2 baik dan bermanfaat bagi ribuan murid di masa depan? Adakah dari kita yang ingin dikenal sebagai seorang pengusaha yang suka berderma di masa depan? Adakah dari kita yang ingin dikenal sebagai seorang koki dengan masakan yang enak di masa depan? Adakah dari kita ingin dikenal sebagai seorang arsitek, seorang diplomat, seorang ahli tumbuhan, seorang musisi, seorang rapper, seorang desainer, seorang akuntan, seorang penulis, seorang customer service, seorang sales, seorang pelukis, apapun, yang intinya adalah “kita ingin dikenal sebagai apa”. Itu adalah sebuah pertanyaan yang serius, besar dan penting chingu menurut gue. Yoongi perlahan sudah berjalan di proses itu chingu. Dia dengan cita2nya itu selalu berusaha keras untuk semakin dan semakin baik. Hingga mungkin saja harapannya akan terwujud. Yakni di masa depan bahkan ketika dia sudah mati, orang akan mengingat dia sebagai Suga, rapper yang keren dan juga Yoongi, seorang manusia yang baik. Suga memang ga secara langsung mengatakan kita juga harus berusaha untuk itu chingu. Namun, semoga dengan kata2nya ini kita termotivasi juga untuk mencapai apapun cita2 kita. Tentu kita tidak ingin dikenal sebagai orang yang buruk kan chingu? Kita pasti ingin dikenal sebagai orang yang baik dan bermanfaat. Namun ingat, jangan sombong. Jangan semata2 menginginkan pujian dari orang. Gue muslim dan dalam Islam diajarkan bahwa semua aktivitas hidup itu muaranya adalah hanya mengharap ridho Allah. Termasuk ketika kita berupaya meraih cita2 kita, semua itu harus diniatkan untuk bermanfaat bagi orang lain dan Allah ridho terhadap itu, tanpa ada kesombongan hanya agar dipuji orang lain. Mungkin aspek agama ga disebut oleh artis KPOP manapun dalam speech2nya karena apa yang mereka pelajari berbeda. “seperti hanya setengahnya”, itu yang gue rasakan. Suga benar, namun dalam pandangan gue, itu masih kurang. Suga benar tentang “ingin dikenal sebagai apa kita ini oleh orang lain di masa depan”, namun tidak mengatakan bahwa “aku melakukan itu semata2 hanya karena mengharap ridho dari Maha Penciptaku”. Gue ga bermaksud semacam “sok bener” atau gimana chingu. Gue cuman menulis apa yang ada dalam pikirkan gue dan apa yang terasakan hati gue. Gue merasakan bahwa selama ini banyak perkataan Suga/RapMon atau siapapun artis2 itu yang benar yang layak kita tiru. Namun, karena gue beragama, maka tentu saja gue harus memasukkan unsur agama dalam jalan yang gue pilih, termasuk kaitannya dengan meraih cita2 tadi. Semoga kalian bisa memahami ini chingu. Gue hanya ingin mengambil hal2 baik dari orang2 yang gue kagumi chingu, tanpa lupa bahwa gue adalah muslim. Kita selalu bisa mengambil pelajaran/hikmah dari mana dan siapa saja kan chingu? Akan selalu ada hal baik meskipun hanya 1% dari 99% yang buruk. Daripada concern pada 99%nya, kenapa kita tidak memblowup yang 1%nya? Selalu ada hal baik yang bisa kita gali dari cerita dan pengalaman hidup orang, itu yang gue yakini. Toh kita ini sama2 manusia, bisa saling belajar. Seperti kata2 Ali Bin Abi Thalib “dia yang bukan saudaramu dalam iman, adalah saudaramu dalam kemanusiaan”. Iya kita memang berbeda secara iman, tapi pasti ada hal yang bisa saling kita pelajari karena kita ini sama2 manusia. Panjang ya chingu jadinya, hehe. Fighting lah buat kita semua. Semoga tulisan ini ada manfaatnya dan semua cita2 kita terwujud dan Tuhan memberkahi apa yang kita perbuat chingu, amin… ^^

[ENG SUB] SUGA explains why he won't be perfect - BTS thanks their family & ARMY.mp4_000540720

—-

#Peace #Love #Happiness           

#Live #Love #Learn #Laugh 

#Share #Respect #Inspire

#StayGold #StayTrue #StayReal

Adv:

Chingu, gue punya olshop nih, minta tolong disupport yah~ ^^

Like dan Share ke temen2 kalian yah, neomu kamsahamnida.

Namanya namu.shopID, ini linknya:

https://www.facebook.com/namu.shopID/

—-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s