Catatan Tulus #1 (Ruang Sendiri. Ruang Yang Damai, Ruang Yang Indah)

Posted: September 29, 2017 in About Tulus, my korean notes
Tag:

Referensi: Video Clip Tulus – Ruang Sendiri (Credit: Tulus Company), album fisik “monokrom” Tulus, (credit: Tulus Company), video wawancara Melati Suryodarmo, (credit: www.indoartnow.com)

Mungkin bagi kalian yang pernah baca blog gue selain ini yang namanya aloneinpsithurism.blogspot.co.id pernah ya baca postingan ini. Iya chingu, postingan2 di sana gue hapus dan pindah ke sini. Biar lebih “terintegrasi” aja, biar ngumpul. Soalnya gue seringnya update di sini dan gue rasa konten2nyapun ga jauh2 beda. Masih soal interpretasi, musik, lirik, seni, hehe. Gue copas aja chingu dan reupload di sini. Ini postingan tahun lalu sih. Jadi gambaran peraaan gue ya tahun lalu ketika baru tahu Tulus. Ga hanya KPOP kok, gue juga sukak musisi Indonesia. Ada musisi2 tertentu yang gue suka, Tulus contohnya. Enjoy yah tulisan ini~^^. Semoga bisa ada “something” yang “baik” yang bisa kalian pelajari/dapatkan dari sini, kayak kalian baca tulisan2 gue tentang idol2 KPOP biasanya ^^. Ok langsung ajah~

Gue lagi sukaaa banget sama lagu yang judulnya “ruang sendiri” dari Tulus. Tulus adalah salah satu penyanyi keren di Indonesia menurut gue. Gue sendiri tahu Tulus udah setahunan ini cuman ya denger2 aja, ga mendalami. Temen gue suka sama Tulus makanya sering juga ngeplay lagunya cuman gue ga yang ikut mendalami gitu. Sampai akhirnya 2 mingguan ini gue tahu lagu “ruang sendiri” dan jadi suka sekali baik video clip maupun lagunya. Ga cuman “ruang sendiri”, gue kemudian nyari2 lagu lain dan ada beberapa lagu lain yang gue suka juga dari Tulus seperti “gajah” dan “teman hidup”.

Beberapa hari yang lalu gue mutusin buat beli albumnya Tulus yang ada lagu “ruang sendiri”nya chingu. Nama albumnya adalah “monokrom”. Gue amaze sekali sama lirik2 di lagu itu. Lirik yang menurut gue begitu humanis, relate sama apa yang gue rasakan juga. Mungkin kalian inget gue sering bilang “humanis dan humanis” di blog leendashinhyunjae ini, wkwk. Iya, gue memang suka sama humanisme teman2, termasuk di lagu. Lagu yang ketika kita baca liriknya, sisi2 kita sebagai manusia bisa “terbangunkan dari tidurnya”. Kita jadi ingat kalo kita adalah manusia yang pada dasarnya baik. Manusia yang pada dasarnya punya hati baik dan dengan hati baik itu kita bisa berkarya yang bermanfaat bagi orang lain. Lagu yang ga hanya bicara cinta dan cinta (pacaran, putus, nyambung) yang mungkin kita ga relate/merasakan semua itu, tapi lagu yang menyemangati kita untuk mau berkarya dengan hati dengan apapun skill yang kita miliki, lagu yang ngajak kita untuk ga mudah menyerah terhadap tekanan yang bikin kita sedih, lagu yang liriknya menjadi salah satu sumber semangat kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Lagu seperti itu chingu, lagu yang membangkitkan diri kita kembali sebagai manusia yang pada dasarnya baik dan cinta pada kebaikan.

tulus-monokrom-toko

Banyak part di lagu ini yang pengen gue bahas chingu. Ga cuman liriknya, tapi juga video clip dan bahkan pemikiran artis di video clipnya yakni Melati Suryodarmo. Yang belum liat MV (Video Clipnya) langsung ke youtube aja yah~ bagus banget tuh MVnya.

Untuk yang pertama, gue pengen menginterpretasikan lirik di lagu ini dulu. Ini adalah lirik “ruang sendiri” official dari album fisiknya. Gue tulus eh tulis ya, hehe #PaanSiiLind

*

Ruang Sendiri – Tulus

Beri aku kesempatan untuk bisa merindukanmu, jangan datang terus

Beri juga aku ruang bebas dan sendiri, jangan ada terus

Aku butuh tau seberapa ku butuh kamu

Percayalah rindu itu baik untuk kita

*Pagi melihatmu menjelang siang kau tahu

Aku ada dimana sore nanti

Tak pernah sekalipun ada malam yang dingin

Hingga aku lupa rasanya sepi

Tak lagi sepi bisa kuhargai

Baik buruk perubahanku tak akan kau sadari, kita berevolusi

Bila kita ingin tahu seberapa besar rasa yang kita punya, kita butuh ruang

*

Kita tetap butuh ruang sendiri-sendiri,

Untuk tetap menghargai rasanya sepi

**

Gimana chingu kesan kalian ngebaca lirik ini? Gue pribadi jujur ngerasa relate banget sama lirik lagu ini. Mungkin karena pada dasarnya gue orang yang suka menyendiri, soliter dan “alone” (bukan lonely), makanya ngerasa lagu ini bisa kena di gue. Dari judulnya aja udah kena di gue.

Gue rasa makna lagu ini sangat bisa diinterpretasikan secara universal sih chingu. Ga hanya ke pasangan tapi juga bisa ke teman, keluarga, artis dan fansnya dan sebagainya. Pokoknya hubungan antar manusia. Lagu ini menurut gue memberi gambaran ke kita bahwa meskipun kita suka banget sama seseorang (entah itu pasangan, teman, keluarga dsb), ga harus kita selalu ketemu sama orang itu. Karena kalo kita terus-terusan ketemu, kita jadi ga bisa merasakan kerinduan pada orang itu. Padahal rasa rindu itu baik. Perasaan yang justru sangat indah dan membuat kita justru semakin mencintai orang itu. Selain itu juga untuk kita bisa tahu seberapa besar perasaan kita pada seseorang, kita butuh untuk ga ketemu sama orang itu dalam waktu tertentu. Kalo kita sangat rindu, berarti perasaan kita begitu besar kepadanya. Intinya kita butuh ruang sendiri, ruang yang dia ga ada, ruang dimana kita bisa merindukannya.

Contohnya simple. Misalnya hubungan anak dengan ibunya. Ibu mungkin pengen setiap hari dekat dengan anaknya, begitupun sebaliknya. Cuman karena cintanya dia pada anaknya, dia jadi gapapa mengirim anaknya buat sekolah atau kuliah jauh dari rumah supaya kelak anaknya jadi orang yang lebih berguna, lebih baik, lebih sejahtera. Sang ibu pasti merindukannya, tapi rasa cintanya yang begitu besar pada si anak membuat dia harus “melepas” anaknya jauh darinya. Cinta bukan berarti harus selalu bersama, namun lebih kepada rela melepaskan orang yang kita cintai untuk kesuksesan dan kebahagiaannya, right? Perpisahan ini akhirnya membentuk suatu ruang, semacam “ruang rindu”. Ruang yang justru indah, ruang yang baik, ruang yang dinantikan. Maka ketika suatu hari si anak sudah berhasil dan bertemu lagi dengan ibunya, kebahagiaan yang didapatkanpun akan sangat besar dan indah.

Contoh lain misalnya suami yang harus merantau untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, atau suami yang bertugas di luar daerah dan harus berada jauh dari istrinya. Mereka terpisah oleh ruang. Mereka jadi berada di ruangnya sendiri-sendiri kan? Namun, diantara ruang itu kemudian muncul ruang lain yang namanya “ruang rindu”. Ruang yang isinya kerinduan untuk bisa bertemu kembali pada suatu hari yang membahagiakan. Kerinduan yang justru membuat mereka kuat dan bersabar karena tahu apa yang mereka alami adalah demi kebaikan keluarga mereka. Indah kan ini?

Contoh lagi adalah tentang pertemanan. Reuni adalah bertemunya kita dengan teman2 yang dulu kita sering bercengkerama dengannya kemudian terpisah dan akhirnya bertemu kembali setelah sekian lama. Sebelum bertemu, kita berada di ruang masing2 kan? Si A di ruangnya sebagai guru di ruang guru, Si B ada di ruangnya di kantor pengacara, Si C di rumah mengasuh anak di ruangnya sebagai ibu rumah tangga, Si D ada di pasar dan menjalani bisnis makanan, Si E ada di luar negeri bekerja di kedutaan, Si F menjadi petani yang sederhana di desa dan hidup bahagia dan sebagainya. Semua orang menjalani kehidupan di ruangnya sendiri-sendiri selama bertahun-tahun hingga akhirnya memunculkan kerinduan pada masa yang lampau. Dan ketika bertemu, kebahagiaan begitu membuncah diantara mereka. Bagaimana jika mereka tidak punya ruang sendiri-sendiri dan terus bersama sepanjang waktu? Tentu tidak ada rasa rindu yang besar diantara mereka, semua akan biasa-biasa saja. Ruang2 sendiri tadi adalah ruang untuk membangun diri kita masing-masing selepas sekolah, untuk lebih berhasil lagi sebagai manusia. Ruang yang sangat kita perlukan dalam hidup, ruang eksplorasi, ruang pendewasaan. Ruang yang kita gunakan untuk berusaha dengan keras sebagai dedikasi kita dalam hidup. Hingga kemudian reuni hadir sebagai peristiwa bertemunya kita kembali setelah sekian lama berkutat di ruang kita sendiri-sendiri.

Satu lagi contoh, misalnya yang suka KPOP dan pas lagi nunggu idolnya comeback. Kita pasti rindu kan buat ketemu mereka setelah sekian bulan ga liat karyanya? Nah misalnya mereka setahun penuh ga istirahat dan terus-terusan perform, apa kitanya ga bosen? Justru karena kita “terpisah” dari mereka dalam waktu tertentu, kita makin menunggu mereka. Di ruang jeda itu, mereka berusaha mempersiapkan karya yang lebih baik dan kitapun harusnya bisa juga menggunakan waktu itu untuk hal lain yang kita ingin capai. Hal lain yang membuat kita bertumbuh dan berkembang menjadi lebih baik juga sama seperti mereka. Ada sabar dalam penantian dan ketika mereka bener2 datang, kita akan sangat bahagia.

Makanya gue sepakat dengan lirik “percayalah rindu itu baik untuk kita”. Bahwa rindu itu memang baik untuk suatu hubungan chingu. Karena kadang ketika kita begitu mencintai seseorang, kita justru harus “melepaskan” dia untuk sementara demi keberhasilan/kebahagiannya. Ketika terpisah itu, masa jeda yang ada akan menumbuhkan kerinduan. Dan ketika kerinduan yang kita rasakan begitu besar, berarti itu tanda bahwa kita memang punya rasa cinta yang begitu besar pada orang itu. Dan rasa itu kemudian membuat kita semakin dewasa dalam mencintai seseorang #eaaaa #janganbaper #apadehLind wkwk

Dengan punya ruang sendiri-sendiri, kita kemudian bisa menghargai rasanya sepi. Sepi atau sendiri itu bukan sesuatu yang buruk lhoh chingu. Kesepian itu buruk, cuman sepi dalam artian menyendiri karena melepaskan orang yang dicintai sementara waktu untuk kebahagiaan/keberhasilannya adalah baik. Kita membiarkan dia bertumbuh dan berkembang semakin baik, kitapun sama, kita seharusnyapun melakukan hal yang sama. Hingga pada suatu waktu kita bisa bertemu kembali dengannya dengan diri kita dan dirinya yang semakin baik dari sebelumnya. Pasti indah kan kalo itu sampai terjadi? Kalau di tauziah2 itu bahasanya “saling memantaskan diri” #eaaa #apadeh haha.

Gue pribadi ngerasa relate banget sama reff lagu ini chingu. Gue pernah sampe nangis ketika denger lirik itu. Gue nangis di lirik “pagi melihatmu, menjelang siang kau tahu, aku ada dimana sore nanti, tak pernah ada sekalipun ada malam yang dingin, hingga aku lupa rasanya sepi, tak lagi sepi bisa kuhargai”.

Gue punya kakek chingu, sekarang udah meninggal. Kakek gue pas gue masih sekolah dulu kalo pagi gitu duduk di kursi depan rumah dan ngelihat gue berangkat sekolah dengan tatapan sangat teduh. Padahal kakek gue terkenal galak, cuman kalo sama gue teduh. Menurut cerita dari tetangga gue, di siang hari dia sering ngeliat kakek gue suka ngamatin jalan seakan menunggu gue pulang. Gue jelas sedang belajar di sekolah kan di siang itu, diapun pasti tahu cuman tetep kayak nungguin. Nah sorenya ketika gue pulang dia sudah duduk di kursi depan itu lagi dan pas ibu ga ada dia yang selalu mengarahkan gue untuk makan dulu. Pagi, siang, sore dan hingga datang malam. Nah, lirik Tulus ini membangkitkan memori gue tentang kenangan gue “sehari bersama kakek” teman2. Dan itu indah banget, ngebuat gue begitu haru ngedengernya. Sama seperti lirik itu. ga ada satu malampun yang sepi karena kita bercengkerama bersama sambil nonton TV dan sebagainya di malam hari kala itu. Meskipun dalam sehari masih ketemu, cuman ada juga momen sendiri-sendiri antara gue dan kakek. Kita mengalami berada di ruang sendiri-sendiri juga saat itu. Gue di sekolah dan dia di rumah. Dan selang waktu itu ternyata indah chingu. Ga harus 24 jam ketemu, jeda yang ada ternyata justru begitu berharga dan bisa menumbuhkan kerinduan yang besar, yang sekarang menjadi kenangan indah tersendiri bagi gue.

Gue dulu ga mikir sampe segitu chingu, tapi bertahun2 setelah kakek pergi gue jadi ngerasa masa2 itu ternyata indah sekali dan bahkan gue sering nangis ketika inget itu sekarang. Pergantian pagi menuju siang, sore dan kemudian malam dalam satu ruang yang bernama “sehari” bersama kakek adalah kenangan indah yang akan terus gue inget sepanjang gue hidup. Dan, sekarang gue sangat amat merindukan masa2 itu. Gue rindu sekali dengan kakek chingu. Rindu yang mendalam. Orang yang paling gue rindukan dalam hidup ini yang gue berharap kelak suatu waktu bisa bertemu lagi dengannya. Gue dan kakek sekarang terpisah oleh ruang dan waktu, berada di ruang sendiri-sendiri. Gue di dunia dan dia di alam yang berbeda. Namun, kenangan dan kerinduan ini akan terus gue simpan selagi gue masih hidup. Kenangan yang jika gue mengingatnya gue ngerasa ga sendiri lagi. Banyak momen dimana gue “lonely” juga, cuman ketika mengingat itu gue jadi ngerasa dia dekat dengan gue dan menyebabkan gue tenang. Iya gue nangis, cuman tangisan itu menenangkan. Sekarang dalam sepi gue bisa mengingatnya, sehingga gue bisa menghargai perasaan sepi itu sendiri. Gue merasakan bahwa ruang yang memisahkan kami pada akhirnya menimbulkan kerinduan yang begitu besar dari gue ke dia chingu. Gue mungkin ga akan merasakan seberapa besar rasa gue ke kakek jika ga ada ruang sendiri-sendiri ini. Makanya gue setuju sama lirik “bila kita ingin tahu seberapa besar rasa yang kita punya, kita butuh ruang”. Ruang digunakan untuk mengukur rasa kita pada orang yang kita cintai.

Mungkin gue yang terlalu sensitif apa gimana, cuman inilah interpretasi gue terhadap lagu ini chingu. Mungkin lagu ini secara simple bisa digambarkan pada hubungan kasih wanita dan pria yang karena terpisah malah justru makin cinta. Ya sekali lagi, ini adalah interpretasi gue semata. Orang lainpun bebas menginterpretasikannya gimana. Kalian juga boleh lhoh sharing ke gue tentang interpretasi kalian terhadap lagu ini. Tulis di kolom komentar yah chingu~ gue akan seneng sekali ngebaca interpretasi kalian ^^

Setelah ke lirik, kita ke video clipnya chingu. Ada banyak adegan di video clip “ruang sendiri” ini yang bener2 gue suka. Yang pertama adalah tentang pohon. Mungkin kalian udah tahu kalo gue suka sama pohon. Bahkan nama blog gue yang leendashinhyunjae-pun “Under The Gold Tree Shade” yang berarti posisi gue yang berada di bawah naungan pohon berwarna emas. Itu ada maksudnya sih chingu, cuman ya nanti2 aja gue cerita, hehe. Pohon bagi gue adalah sesuatu yang kita banyak bisa belajar darinya. Makhluk yang akarnya menjurus ke tanah dengan kuatnya dan dahannya menjulang ke langit dengan gagahnya. Daunnya rindang menyejukkan dan buahnya bermanfaat bagi makhluk lain, bahkan bunganya semerbak dan berwarna warni indah menyejukkan hati. Manusia sangat bisa belajar tentang makna kebaikan dan kebermanfaatan dari pohon menurut gue.

Di video clip inipun ada adegan Melati Suryodarmo (dia adalah seniman di video clip ini) sedang memeluk pohon. Gue paling seneng part ini diantara part yang lain chingu. Interpretasi gue kenapa dia meluk pohon adalah karena pohon itu adalah sesuatu yang baik dan hangat meskipun kelihatannya dingin, kaku dan kesepian. Dengan visualiasi memeluk pohon, berarti seakan2 dia sedang memeluk kebaikan yang kesannya dingin, kaku dan kesepian, padahal tidak.

TULUS - Ruang Sendiri.mp4_000079080

Ini menurut gue sama seperti kita berfikir kalo “ruang sendiri dan rindu” itu buruk, dingin, kaku dan sepi, padahal tidak sama sekali. Pohonpun sama, dia memang kelihatannya seperti itu (kaku, keras, standing alone, kayak lonely jadinya), namun jika kita cermati, dia adalah makhluk yang hangat dan tidak kesepian. Dia berbuat banyak untuk makhluk lain dalam hidupnya. Hidupnya adalah selalu bermanfaat bagi makhluk lain meskipun dia kaku tidak bergerak secara fisik. Dia hanya seperti bergerak disapu angin, namun sebenarnya dia aktif di dalam tubuhnya, dia tak berhenti bergerak. Aktif untuk selalu memberikan persembahan yang terbaik pada makhluk lain lewat banyak aspek dalam tubuhnya. Lewat kokohnya batang yang kelak bisa digunakan manusia untuk membuat bangunan, rindangnya daun yang menyejukkan ketika udara panas, hijaunya daun yang memberikan oksigen kehidupan dan menyerap karbondioksida dari hewan dan manusia, ranumnya buah yang bisa digunakan sebagai sumber pangan kaya manfaat, bunga yang selalu bisa menyenangkan padangan kita dan bahkan bentuknya yang menarik dan tak pernah sama satu dan yang lainnya, yang menjadi bukti tanda kekuasaan Sang Maha Pencipta. Lewat pohon gue rasa manusia bisa memahami bagaimana Maha Besarnya Allah. Dia menciptakan makhluk yang begitu hangat, begitu bermanfaat dan penuh kebaikan seperti pohon, subhanallah…

Adegan lain yang gue suka adalah ketika di awal si artis duduk di kursi sendirian sambil ada kayak burung merpati gitu di pangkuannya. Kalo gue ga salah, burung merpati adalah burung yang setia pada pasangannya kan chingu? Interpretasi gue terhadap adegan itu adalah dia lagi nunggu seseorang dengan setia, makanya pake ala2 ada burung merpati gitu. Menurut gue menunggu pasangan dengan setia adalah kegiatan yang indah sekali. Dari pagi, siang, sore, malam, pagi lagi, siang lagi, malam lagi dan seterusnya sampai sekian waktu hingga yang ditunggu akhirnya datang. Seperti istri yang menunggu suaminya pulang kerja, ibu yang menunggu anaknya pulang sekolah, kakek gue yang menunggu gue pulang sekolah, kalian yang menunggu bapak kalian pulang kerja, bapak kalian yang menunggu jam pulang untuk bisa bertemu dengan kalian dan sebagainya, semuanya adalah bentuk menunggu yang indah. Entah lama entah sebentar, menunggu dengan setia pada siapapun yang kita tunggu adalah hal yang indah menurut gue.

TULUS - Ruang Sendiri.mp4_000016880

Menunggu itupun menurut gue adalah salah satu bentuk persembahan terbaik kita pada orang yang kita cintai chingu. Jika kita sudah berjanji akan bertemu pada suatu waktu pada seseorang yang kita cintai, maka waktu yang berlangsung sampai hari itu tiba akan menjadi waktu yang indah jika kedua belah pihak punya mindset yang sama, yakni setia. Menunggu X Kesetiaan menurut gue adalah 2 hal yang sangat berhubungan, sehingga menurut gue brilliant sekali artis di video clip ini menggambarkannya dengan duduk di kursi sendiri dengan ada burung merpati di pangkuannya.

Adegan lain yang gue suka lagi dari video clip ini adalah ketika artisnya pegang cermin dan rebahan dekat cermin chingu. Menurut gue ini relate banget dengan lirik yang “baik buruk perubahanku tak akan kau sadari, kita berevolusi”. Seperti halnya ketika kita sedang bercermin. Diri kita yang di cermin dan yang sebenernya ga akan jauh beda kan? Paling kualitas cerminnya aja yang lebih berperan di sini dan dari angle mana kita bercermin, sambil tiduran apa sambil apa. Baik buruknya perubahan yang terjadi pada diri kita sering ga begitu kita sadari. Kita berevolusi, kita mengalami perubahan yang lambat, yang ga kerasa, padahal sebenernya ya tetep berubah. Kalo menurut gue, meskipun kita ga sadar, perubahan itu tetap akan berpengaruh pada hidup kita, sekecil dan selama apapun itu. Waktu yang akan menjawab, akan membuktikan part mana di diri kita yang berubah dari sebelumnya. Makanya di jeda waktu sendiri itu, di ruang sendiri itu, alangkah baiknya jika evolusi kita adalah evolusi yang selalu berubah menjadi lebih baik dan semakin lebih baik lagi dari sebelumnya. Sehingga ketika sudah waktunya bertemu, kita bisa menunjukkan hasil yang baik dari evolusi kita selama ini pada orang yang kita cintai. Diapun sama, harusnya diapun juga berevolusi menjadi semakin baik dari sebelumnya.

TULUS - Ruang Sendiri.mp4_000107880

TULUS - Ruang Sendiri.mp4_000087680

Part yang paling sering muncul di video clip ini menurut gue adalah ketika artisnya semacam merapikan tali yang kusut dengan tangannya chingu. Dia dengan sabar dan perlahan2 mengulur tali yang kusut itu sehingga akhirnya terciptalah gulungan tali yang cukup rapi. Ini secara simple gue pahami sebagai sebuah bentuk kesabaran dalam penantian. Si artis keliatan sabar dan telaten mengulur tali kusutnya. Sama dengan orang yang menunggu seseorang kan? Berat memang, cuman harus dijalani dan dilalui dengan sabar dan perlahan2. Kesabaran kelak akan menghasilkan hasil yang diinginkan, semacam itu. Kesabaran yang dikaitkan dengan merapikan tali kusut menurut gue ide yang bagus. Gue ga tahu sih apa interpretasi gue ini tepat seperti maksud si artis, cuman kalo gue nangkepnya gitu. Semua yang gue tulis di sini adalah pure interpretasi gue sendiri sekali lagi. Kembali lagi, performance art is about interpretation, right? ^^

TULUS - Ruang Sendiri.mp4_000018720

TULUS - Ruang Sendiri.mp4_000026840

TULUS - Ruang Sendiri.mp4_000041720

TULUS - Ruang Sendiri.mp4_000234000

Karena gue kepo sama artis di video clip ini, gue sempet cari video wawancara beliau chingu. Gue amaze banget sama pemikirannya, keren. Gue tambah amaze lagi ketika baca curriculum vitae-nya beliau. Beliau ternyata adalah seniman performing art Indonesia yang pengalamannya udah banyak banget. Ga cuman di Indonesia, tapi juga di luar negeri terutama Jerman. Beliau belajar performing art di Jerman chingu.

Di salah satu wawancaranya di indoartnow.com, beliau cerita kalo ketika sekolah performing art di Jerman, beliau harus banyak baca buku dan mendalami buku-buku filsafat juga. Menurut gue sangat perlu untuk mempelajari filsafat ketika seseorang terjun di dunia seni chingu. Ya kayak RapMon BTS itu, dia kan baca buku2nya Socrates juga ketika bikin konsep album HYYH. Walhasil yang keluar adalah lirik2 yang punya value besar kan? Nilai-nilai yang menggugah jiwa, yang ga cinta cintaan doang cuman lebih ke humanisme, bagaimana dia sebagai rapper bisa memberikan sumbangsih pada orang lain dengan karyanya dan sebagainya. Belajar filsafat berarti berfikir, selalu mau berfikir. Secara simple gue memahaminya begitu. Gue pernah baca kalo filsafat atau philosofie itu asalnya dari kata “philos” yang artinya penggemar dan “sofos” artinya hikmah atau ilmu. Hikmah adalah bahasa Arab yang diIndonesiakan menjadi rahasia. Berarti filsuf adalah orang yang cinta pada ilmu sehingga mereka selalu berfikir. Filsafat itu sendiri tidak akan berhenti selama manusia masih berfikir, bertanya dan batinnya masih merasakan adanya rahasia. Menurut gue belajar filsafat menjadi penting karena dari pengetahuan yang didapet dari buku2 itu bisa menginspirasi si seniman dalam membuat suatu karya yang impactful ke orang. Karya yang punya nilai tinggi atau nilai-nilai yang besar yang menggugah jiwa orang. Bukan cuman karya yang sampe di mata dan telinga, tapi juga sampai ke hati dan pikiran penonton sehingga mereka tergugah pada apa yang disajikan dan bahkan memicu untuk berinterpretasi sesuai dengan wawasan dan pemikiran yang mereka punya. Ga cuman sampe situ juga, bisa ke ranah act/do something yang real juga setelah menginterpretasikannya. Tanpa banyak baca gue rasa karya seni yang bagus juga ga akan tercipta. RapMon BTS sih chingu contoh gue dalam hal ini (maklum anak KPOP, hehe). Dan ternyata Melati Suryodarmopun bilang juga kalo dalam kesenian yang beliau jalani beliau harus berbekal banyak buku, termasuk mendalami filsafat. Jadi, ayo kalian yang pengen jadi seniman juga, pelajari buku-buku filsafat chingu!

Melati Suryodarmo.mp4_000035080

Bagi Melati Suryodarmo, yang paling penting dalam performing arts adalah tentang manusia chingu. Its all about human. Hubungan pelakunya dengan manusia lain. Gue bukan orang sekolah jurusan art cuman gue suka sama statement ini chingu. Sebagai orang yang (merasa) cukup suka seni, gue rasa bagaimana seni itu bisa menyentuh orang adalah yang paling penting. Bagaimana pelaku seni dan penontonnya bisa terkoneksi sehingga apa yang pelaku sampaikan bisa sampai ke penonton meskipun menimbulkan interpretasi yang beragam. Bukan masalah bagus tidaknya karya menurut ukuran subjektif orang, tapi bagaimana karya itu bisa sampai ke audience. Simplepun ga masalah asal sampai, lebih ke “rasa”, lebih “selera”, ke hal2 abstrak seperti itu chingu.

Di wawancara ini, Melati Suryodarmo cerita bahwa ketika tahun 1997, beliau diajar oleh Prof. Marina Abramovic, dan sejak itu beliau makin tahu bahwa performing arts itu tidak hanya membutuhkan tubuh sebagai media, namun juga tubuh sebagai “conceptual body”. Tubuh berarti tidak hanya mewakili konsep. Namun juga adalah kesatuan antar tindakan. Tindakan yang live, tindakan yang natural, yang alami, yang manusiawi, tapi di balik itu ada sebuah perjalanan untuk memutuskan bahwa ini saya lakukan karena saya punya maksud, punya pemikiran, punya wawasan dan bukan sekaedar show/pertunjukan. Berarti, ada maksud dibalik setiap gerakan2 dalam perfoming art chingu, jadi ga cuman show semata. Ada pertimbangan yang didasarkan pada pemikiran si pelaku yang sudah punya wawasan sebelumnya, sehingga membuat dia memutuskan harus melakukan gerakan/pertunjukan itu.

Melati Suryodarmo.mp4_000080160

Kalo di video clip “ruang sendiri”, kayak gerakan si artis yang dengan badan penuh kayak bedak (apa itu putih2) menutupi badannya lalu bergerak, ngebuat gerakan random di kasur. Meskipun mungkin kita2 yang nonton bingung, cuman pasti si artis punya maksud sendiri ketika melakukannya. Maksud yang mungkin karena ketidakpekaan atau kelemahan interepretasi dan imajinasi serta knowledge kita, kita bingung itu apa maknanya. Sekena gue, gerakan itu dibikin yang pertama supaya match sama musiknya saat part itu dan yang kedua karena mungkin menggambarkan kekesalan orang yang sedang menunggu dan terlampiaskan di tempat tidurnya. Kadang orang kalo lagi kesel gitu kan suka gerak2 di tempat tidur kayak gusar gitu, membuat gerakan yang aneh2, jadi mungkin seperti itu.

TULUS - Ruang Sendiri.mp4_000185760

TULUS - Ruang Sendiri.mp4_000206160

Lanjut ke poin wawancara selanjutnya. Beliau juga mengatakan bahwa dalam performing arts, kelemahan kita juga sekaligus menjadi kekuatan kita chingu. Kelemahan adalah manusiawi dan dari situlah energy justru tumbuh. Baliau berfikir bahwa mengkomunikasikan konsep atau pikiran yang melatarbelakangi sebuah karya performance itu bisa terwakili hanya ketika itu disaksikan secara live.

Gimana sih karya yang menarik itu? Menurut beliau, karya yang menarik adalah karya yang nampaknya belum selesai chingu. Jadi eksekusi yang terakhir dari sebuah karya itu tidak hanya berhenti seperti sebuah desain. Jika suatu performance/pertunjukan tidak berhasil menggugah pintu-pintu persepsi penontonnya, maka karya itu belum terjangkau.

Mungkin ini alasan kenapa video clip/MV KPOP itu membingungkan dan random ga jelas ya? Mungkin karena performance yang mereka tujuan memang untuk membuka pintu2 persepsi orang yang ngeliat. Kalo simple dan mudah ditebak, mungkin orang gampang bosen, dan akhirnya ga nonton2 lagi atau memperbincangkannya lagi. Makanya dibuat serumit mungkin supaya pintu2 interpretasi orang berkembang dan dengan itu memicu orang untuk memikirkannya lagi dan lagi hingga mendapatinya menjadi sesuatu yang begitu menarik dan menggelitik untuk sering dibahas. Termasuk video clip “ruang sendiri” ini chingu. Guepun sering ngeplay karena ngeliat sekali ga paham, makanya nonton berkali2 dan akhirnya menemukan itu menarik dan jadi pengen memperbincangkannya kayak sekarang. Dan video clip “ruang sendiri” berhasil membangkitkan interpretasi gue.

Melati Suryodarmo mengatakan bahwa publik selalu membawa kejutan, dan resiko karya selalu ada di situ. Dia berkarya dengan tujuan supaya message atau pikiran kita tersampaikan, namun ternyata publik tidak akan pernah beliau bisa duga pikiran mereka kek gimana. “Kita tidak bisa mengkontrol apa yang diserap oleh pencernaan visual mereka, feeling mereka”. Bener ya ini, pelaku seni (performarce) pengen publik/penonton menerima pesan darinya, cuman pesan itu belom tentu bisa sampai sesuai yang diharapkan karena berbagai faktor. Ga bisa terduga bagaimana respon dari penonton, apa yang mereka pikirkan melihat karya itu, bagaimana perasaan mereka melihat karya itu, semuanya misterius. Terlebih lagi latar pendidikan tiap penonton beda, selera mereka pada seni beda, rasa/taste mereka pada sesuatu beda, wawasan/pengetahuan mereka beda2, makanya jelas ga bisa seragam. Ada orang yang konek atau nyambung bisa menerima pertunjukan itu dan bahkan memahami maksudnya, namun ada juga yang ga paham atau ga nyambung. Itu pekerjaan sulit sih menurut gue, mengkomunikasikan pesan kita supaya orang mengerti, itu hal yang sangat ga mudah. Apalagi performance art yang ga pake lirik kayak lagu, cuman gerakan aja. Gerakanpun cenderung abstrak dan sangat simple. Cuman gue justru suka sih chingu yang model2 begini, karena memicu dan semacam membebaskan gue untuk berinterpretasi, gue suka menginterpretasi sesuatu soalnya.

Di akhir wawancara ini, beliau mengatakan ingin selalu mencoba untuk urut mengembangkan metode, menemukan apa sih “long durational” itu. Apa yang bisa hadir, apa yang bisa dia dapatkan, yang bisa dia berikan, bagaimana sejuta kata dari sebuah konsep bisa tereduksi menjadi satu kata. Tapi itu belum selesai chingu, karena hubungan dia dengan publik yang kemudian aktif. Dan itu terus beliau kaji, beliau riset. Beliau pikir keingintahuannyalah yang membuat beliau secara kontinyu untuk membuat karya seni chingu.

Penuh “pemikiran” ya performace art itu ternyata? Hehe. Bagaimana sebuah konsep yang bisa dijabarkan dalam sejuta kata bisa tereduksi jadi hanya satu kata dan kemudian hanya dalam satu gerakan saja. Itu pekerjaan sulit, sulit banget pastinya. Mereduksi sejuta kata menjadi sesuatu yang sangat simple, wow! Salut gue sama sosok artis hebat Indonesia yang satu ini. Wawancara ini menurut gue wawancara keren yang membuat pengetahuan gue tentang performing art bertambah chingu. Gue harap ke depan lebih banyak video wawancara dengan expertise2 kayak gini lagi supaya anak2 muda yang pengen lebih eksplor tentang performing arts bisa dapet referensi bagus.

Akhirnya, selesai juga postingan gue yang relate tentang Tulus di blog ini. Gila ya panjang banget!!!. Intinya gue appreciate banget sama karya “ruang sendiri” yang dinyanyikan Tulus ini chingu. Ga hanya Tulus sih, tim Tulus yang terlibat di lagu inipun adalah tim yang keren, salut!. Selain itu gue ngerasa banyak belajar juga dari artis Melati Suryodarmo, terimakasih banyak semuanya. Semoga mereka tetap bisa menghasilkan karya2 yang keren, penuh value dan bermanfaat bagi orang lain ya chingu. Dan terakhir semoga apa yang gue tulis inipun ada manfaatnya buat kita semua, amin…

Udah dulu chingu postingan ini, sampai jumpa di postingan selanjutnya yah~! ^^

*Oya, jangan lupa beli albumnya Tulus “Monokrom” yang disitu ada lagu “ruang sendiri” ini di toko2 musik seluruh Indonesia yah chingu. Di Gramedia biasanya ada kok, gue beli di sana juga. Support terus karya asli anak negeri, okay! ^^

#peace #love #happiness

#Live #Love #Learn #Laugh

#StayGold #StayTrue #StayReal

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s