Fakta-Fakta BTS Part 280 (V & Jimin X #FriendshipGoals)

Posted: Oktober 10, 2017 in About BTS
Tag:

2! 3! BANG! TAN!

Source: Video: [Eng Sub] BTS JUNGKOOK honestly talks about how he really feels. Heartbreak Alert 맴찢주의 (subbed: J-Dope-L), [Vmin] V cried after reading his letter to Jimin (Credit: V app, subbed: mimi mimi)

Siapa yang ga kenal Kang HoDong? Yak, MC acara Star King ini terkenal banget. Sekarang, Kang HoDong juga jadi salah satu brother di variety show Korea yang langi ngehits “knowing brother”. BTSpun main di acara itu di episode 94 yang lalu.

Ngomong2 tentang Kang HoDong, pernah chingu si JungKook semacam curhat gitu sama paman ini. JungKook ditanya apa dia punya semacam problem gitu. JungKook kemudian cerita kalo dia dari Busan ke Seoul itu pas masih remaja banget (sachungi), makanya bener2 butuh penyesuaian diri dan itu ga mudah. JungKook cerita kalo dia itu kayak punya “topeng”. Kok bisa? Ketika pertama kali ketemu orang atau ngomong/berinteraksi dengan orang, dia ngerasa kayak ga menjadi diri dia yang sebenernya ke mereka, kayak ada tembok diantara mereka. Oleh karena itu dia pengen bisa jadi orang yang lebih jujur (menjadi dirinya sendiri) ketika berinterksi dengan orang lain. JungKook juga sadar bahwa orang harus sungguh2/tulus ketika ingin dekat dengan orang lain, cuman dia masih bingung gimana caranya supaya bisa dekat dengan dia atau orang lain bisa suka sama dia.

Lalu, apa nasehat yang diberikan Kang HoDong ke Jungkook? Beliau bilang JungKook bisa melihat itu dari sudut yang lain. Kang Hodong adalah mantan atlet gulat. Beliau cerita kalo biar bisa menang dalam pertandingan gulat, dia harus tahu lawannya dulu. Lawannya itu lebih tinggi atau lebih pendek dari dia. Treatment/perlakuan yang diberikanpun harus beda. Teknik supaya menangin orang yang lebih pendek dan lebih tinggi itu berbeda dan semuanya harus dipelajari. Kayak istilah “know your enemy first” chingu, ketahui dulu lawan2mu sebelum bertanding/perang. Dan untuk menjadi juara di gulat, beliau bilang ga bisa untuk tetap pada posisi yang sama terus. Nah, itu sama dengan kasus JungKook. Kapanpun ketika bertemu dengan orang baru, coba lihat karakter orang itu dulu. Dengan lebih mengenal banyak tipe orang, maka akan lebih bisa menjaring banyak orang. Kayak orang yang berbeda diperlakukan dengan berbeda sesuai dengan kebutuhan

*gue ngerasa relate chingu sama kasus JungKook. Mungkin juga kalian. Ngerasa kayak kurang jujur sama diri sendiri (ga bisa all out) ketika berinteraksi sama orang. Rasanya pengen orang lain tuh suka sama kita, cuman ga tau cara yang paling tepat itu yang kayak gimana. Dan ketika kita melakukan apa yang kira2 orang suka (dengan kita melakukan hal itu, orang bakalan suka sama kita), kita malah ngerasa ga sedang jadi diri sendiri. Susah kan itu, di satu sisi pengen orang lain bisa suka sama kita, tapi di sisi lain kita juga ingin jadi diri sendiri. Padahal dengan jadi diri kita sendiri, orang lain belum tentu suka sama kita. Sebuah deal yang rumit. Cuman ya memang akan kayak gitu menurut gue, akan terus pake topeng, karena penyesuaian diri itu harus dilakukan. Makanya tepat menurut gue saran dari Kang HoDong. Bagaimanapun Kang HoDong udah senior, udah banyak pengalaman, makan asam garam kehidupan, maka sarannyapun gue rasa betul chingu.

Daripada terlalu memikirkan fakta kita pake topeng dan risih karena ga menjadi diri sendiri, coba dilihat dari sudut pandang yang lain. Persis kayak kasus HoDong. Apa bisa beliau menang kalo ga tahu lawannya? Fleksibel, orang dengan karakter A ditreatment dengan treatment A, begitupun orang karakter B, C, D dst. Supaya apa? Supaya menang. Memang ga ada habisnya kalo kita pengen orang lain suka sama kita, itu hal yang sulit, dan mungkin ga akan bisa. Cuman coba kita mikirnya lebih realistis. Setiap orang pasti berinteraksi sama orang lain, dan itu pasti ada maksudnya. Ga mungkin ga ada maksud. Jadi yang jadi concern harusnya maksudnya aja, kepentingan kita apa, kalau udah tercapai/selesai ya udah, gitu aja. Jangan baper istilahnya.

Memang ga menjamin dengan jadi diri kita sendiri maka orang lain akan suka sama kita, tapi apa kita lantas harus menjadi orang lain juga? Tidak juga. Lalu gimana? Tetep jadi diri sendiri, tapi jangan sampai menjadi pribadi yang buruk (do bad thing ke orang) yang orang akan ga suka sama kita, itu aja. Ya memang hidup idealis itu sulit, maka perlu adanya deal. Kayak tulisan gue tentang Suga kemaren2. JungKook ini sama aja. Dia pengen idealis, tapi realitasnya sulit. Tapi apa kita harus pure realis? Ya ga juga. Tengah2nya ya kalau memang berinteraksi sama orang lain jangan terlalu baper. Biasa aja. Aku butuhnya apa, kamu butuhnya apa, selesai. Itu bentuk #Love_Yourself juga gue rasa, dalam rangka melindungi diri sendiri. Mungkin niat kita baik, tapi apa udah jelas kalo orang lain juga punya niat yang sama dengan kita? Bukan suuzon, tapi perlindungan diri.

Ini gue rasa kenapa sahabat itu aslinya cuman bisa diitung jari. Orang yang bener2 sahabat kita dalam hidup itu paling2 dari angka 1-3. Karena apa? Sulit chingu menemukan orang yang benar2 true sama kita. Kalau sama sahabat kita baru bisa ngelepas topeng. Tapi kalo sama orang2 biasa aja, jangan dilepas, biarkan aja. Itu bukan hal yang buruk.  Itu dalam rangka perlindungan diri. Yang penting jangan merugikan dia, jangan melakukan hal2 buruk ke dia. Jangan terlalu terbuka juga dengan dia. Keywordnya “BIASA AJA”. Hubungan professional aja kalo sama orang. Tentang gimana bisa tahu seseorang itu sahabat kita atau tidak, kalian sendiri yang tahu jawabannya. Yang jelas sahabat itu adalah orang yang ga hanya ada saat kalian seneng, tapi juga susah, dan selalu membersamai untuk kebaikan bersama. Semakin kalian dewasa, orang2 yang adalah true sahabat kalian akan ada di hitungan jari doang. Kalian tanya saja ke diri kalian sendiri berapa orang yang bener2 selalu membersamai kalian saat senang maupun susah? Pasti ga akan banyak. Rata2 membersamai pas seneng2 aja yakan? Wkwk.

Gue jadi inget quote dari Ali Bin Abi Thalib chingu “jangan menceritakan dirimu ke orang lain, karena yang suka kamu tidak butuh itu dan yang membenci kamu tidak mempercayai itu”. Berarti kan kita seperlunya aja kalo cerita sama orang itu, jangan semua hal diceritakan. Karena pada kenyataannya orang itu hanya mau mendengar apa yang ingin dia denger chingu (kayak part liriknya RapMon di lagu “we on”). Jadi ya mereka kebanyakan akan “I don’t care” sama concern kita. Dan yang membenci kitapun ga akan percaya ketika kita menceritakan diri kita ke mereka. Kalau belum punya sahabat ya curhat sama Tuhan, berdoa. Pasti Tuhan kasih yang terbaik buat kita. Semoga juga segera “ngirimin” sahabat ke kita. Gue rasa kalo kalian masih remaja, mungkin akan relate sekali dengan apa yang JungKook pikirkan chingu. Cuman kalo kalian udah mulai lebih dewasa dengan udah menjalani semakin banyak problem dalam hidup, kalian akan relate sama Kang HoDong. Bukan jahat, bukan pure realistis, tapi pada akhirnya kita tetap harus melindungi diri kita sendiri chingu. Kita harus bisa berdeal dengan keadaan2 yang kita jalani supaya bisa survive. Jangan terlalu stuck pada pikiran “jadi diri sendiri” kalau itu adalah interaksi dengan orang lain. Interaksi dengan orang lain=fleksibel, asal tidak melanggar norma. Hubungan professional saja, hubungan yang win-win solution tanpa tendensi/kecenderungan apapun. Itu lebih aman. Kalian bisa tetap jadi diri kalian sendiri untuk diri kalian sendiri. Dengan kalian tahu DNA kalian, tahu potensi terbaik kalian, kemudian berprestasi, itu berarti kalian know yourself very well chingu. Dan terserah orang mau suka atau tidak dengan itu. Pembuktian “jadi diri sendiri” itu lebih elegan dengan prestasi2 kayak gini. Sekali lagi, belajar apa itu “deal” dari BTS*

 

 

Terkait sama sahabat. Mungkin kisah V X Jimin ini bisa jadi gambaran kita tentang sahabat itu yang kek gimana chingu. Seperti yang gue bilang tadi, sahabat itu ya ga pas kita seneng aja, pas nangis, pas sedih juga terus membersamai dan mensupport*. Udah nonton/baca belum chingu surat V untuk Jimin yang dibacain langsung sama V di salah satu episode Bon Voyage? Suratnya gini:

“Untuk Jimin. Hallo Jimin? Menulis surat yang tulus seperti ini membuatku cringe (kayak cheesy banget, saking “sweet”nya jadi geli sendiri, hehe) cuman ya tolong dimengerti yah~. Sejak hari2 dimana kita trainee, kita datang ke Seoul tanpa petunjuk apapun. Kita bangun, mengenakan seragam dan datang ke sekolah yang sama. Setelah itu kita makan bersama, latihan bersama dan kembali ke dorm bersama. Lalu kita ngobrol di malam hari. Selama 6 tahun ini, kamu adalah teman yang paling aku sayangi. Sebelum kita debut, kamu pernah khawatir tentang itu. Ketika itu juga aku bertemu (meeting) dengan perusahaan dan perusahaan bertanya padaku tentang bagaimana jika Jimin adadalam timku. Ketika itu aku menjawab ‘saat senang dan sedih, Jimin selalu ada di sampingku. Jimin adalah satu2nya yang tertawa bersamaku, menangis bersamaku. Aku ingin teman seperti itu untuk debut denganku sebagai tim’. Aku senang dulu pernah mengatakan itu dan juga bahagia karena akhirnya bisa debut denganmu. Semua kenangan indah yang pernah kita lalui juga membuatku bahagia. Dan maaf karena aku selalu yang berada di posisi menerima. Ketika aku menangis di kamar mandi, kamulah yang tetap menangis bersamaku di sana. Kamu tiba2 datang menemuiku juga ketika subuh, tertawa bersamaku. Terimakasih untuk telah peduli dan memikirkanku. Kamu bekerja keras karena aku dan juga memahamiku karena peduli denganku. Terimakasih telah mendengarkan hal berat yang sedang aku pikirkan dan terimakasih telah menyukai teman yang banyak kekurangannya seperti aku ini. Ke depan, ayo kita hanya berjalan di jalanan berbunga (jalan yang bahagia). Aku mencintaimu, chingu…”.

Setelah mendengar itu, Jimin bilang kayak gini chingu “mungkin orang2 ngerasa kalo aku yang lebih care ke TaeHyung, cuman sebenernya aku banyak belajar dari TaeHyung. TaeHyung membuatku merasa bahagia dan juga sering menyentuh hatiku. Itulah kenapa aku beruntung bisa mempunyai teman seperti TaeHyung. Aku berterimakasih pada TaeHyung juga”

*Gue nangis chingu baca surat ini, mewek, hehe. Indah persahabatan mereka tuh. Jimin adalah teman yang sangat peduli pada V dan V adalah teman yang tahu juga bagaimana caranya untuk menyayangi dan menghargai teman yang udah sangat peduli padanya itu. #FriendshipGoals lah kalo keyword sekarang mah. Mereka juga teman sebaya kan, lahir di tahun yang sama. Jadi lebih bisa juga untuk jadi “chingu/sahabat” karena budaya hyung/dongsaeng (kakak/adik)” yang begitu kental di Korea, meskipun hanya selisih 1 tahun*

Di lain waktu, V juga cerita bahwa meskipun dia keliatannya karakternya ceria di depan orang2, tapi dia sebenernya bukan orang yang bisa untuk cerita masalahnya ke orang2 chingu. Dan Jiminlah satu2nya teman yang dia ajak cerita. Ketika sedang merasa sedih dan berat, Jimin suka datang ke kamar V buat nyari dia lalu mereka nangis bareng. V sangat berterimakasih karena Jimin selalu ada untuk V chingu. Jimin juga bilang bahwa V sering cerita ke dia tentang semuanya, makanya dia bisa memahami surat yang V bacakan ke dia. Jimin bilang “sedeket2nya kamu berteman sama seseorang, kalo temenmu itu ga mau cerita maka kamu juga ga bakalan tahu” chingu. Dan karena V mau ceritalah makanya Jimin bisa “nolong” dia.

*Meskipun V anaknya keliatan ceria, konyol, tapi nyatanya masalahnya dia pendem sendiri dan cuman cerita ke Jimin. Berarti dia yakin kalau Jimin adalah true sahabatnya dan Jiminpun juga merespon itu dengan baik. Jimin mau “menolong” V. Mau diajak curhat, bahkan nangis bareng malem2, ketawa bareng, ngobrol sampe subuh bareng, latihan bareng, punya mimpi yang sama dan bekerja keras untuk itu bareng2 juga. Bukan sekedar temen curhat tapi juga kerja bareng buat mencapai mimpi2 mereka. Sahabat yang ga pas seneng2 aja, tapi juga mau nangis bareng saat sedih dan kerja keras bareng buat mencapai mimpi mereka. Gue rasa ini definisi sahabat chingu. Orang yang bisa diajak nangis bareng itu rare banget menurut gue. Orang kebanyakan hanya mau diajak ketawa bareng. Berarti tinggi sekali kan empatinya orang yang mau nangis bareng kalian. Ga hanya selesai nangis bareng aja, tapi bangkit bersama untuk ngelanjutin ngejar cita2 kalian. Persis kayak V X Jimin ini. Jimin sering menguatkan V. Makanya V juga ngomong maaf udah jadi pihak yang menerima. Meskipun Jimin juga bilang bahwa dia belajar banyak dari V juga. Ikut seneng chingu sama persahabatan mereka. Meskipun V ngerasa di pihak yang selalu dipedulikan Jimin, tapi gue rasa mereka tetep menguatkan satu sama lain. Seneng ya tahu hal2 kayak gini di KPOP tuh, apalagi anak2 Bangtan. Ga cuman ini. Jungkookpun juga sayang banget sama hyung2nya di BTS dan sampe bisa ada lagu “begin” dulu itu. Udah baca kan gimana “beyond the scene”nya lagu itu? Pernah gue bahas di blog ini juga dulu. Lagu itu tentang persahabatan JungKook dengan hyung2nya di BTS. Hyung2 yang selalu care sama dia, sayang sama dia, dan kerja keras bareng hingga BTS jadi kayak sekarang. Persahabatan J-Hope dan Suga juga keren. Meskipun keliatannya dingin, tapi Suga care sekali sama J-Hope. Pas semua pada pulkam, Suga balik ke dorm buat nemenin J-Hope. RapMon X J-Hope-pun suka curhat2 bareng tentang masa depan mereka. Suga X RapMon juga, malah jadi lagu “move on” di HYYH yang lalu. Jin juga, selalu take care member2 lain sebagai member tertua. Indah chingu persahabatan mereka. Ini juga relate sama kisah JungKook sebelumnya. Bahwa kita ga perlu chingu menceritakan masalah/beban hidup kita secara detail ke semua orang, orang2 tertentu saja. Orang yang kita rasa dia adalah orang yang tepat. Dan itu kalian pasti sudah bisa menilai sendiri siapa2 saja. Hubungan dengan orang lain dijalani secara proporsional dan professional saja. Teman V mungkin banyak, tapi nyatanya sahabat tempat dia bisa cerita adalah Jimin*

Oya, ada netizen (mimi mimi) yang notice kalo persahabatannya V X Jimin ini relate sama lagunya V yang “4 o’clock chingu”. Kok bisa yah? Ini liriknya V di lagu itu:

“suatu hari, aku menulis sebuah surat yang panjang, surat yang panjang untuk bulan. Meskipun tidak akan lebih terang darimu (bulan), namun aku menyalakan sebuah lilin kecil. Di sebuah taman yang berdebu, seekor burung yang tak mempunyai nama bernyanyi “dimanakah kamu? Mengapa kamu menangis? Hanya aku dan kamu yang ada di sini. Ya, kamu dan aku”. Mengikuti malam yang dalam, suara nyanyianmu, membawa kepada cahaya merah (fajar) selangkah demi selangkah. Subuh berlalu dan ketika bulan tertidur, maka bayang2 biru yang membersamaikupun lenyap.

*Apa interpretasi kalian ke lagu ini? Kalo gue ngerasa ini relate juga sama penggambaran persahabatannya V X Jimin chingu. Pada kenyataannya subuh2 gitu si Jimin pernah nyamperin V buat jadi temen curhat dan bahkan nangis bareng. Kata2 “kamu dimana? Kenapa nangis? Hanya aku dan kamu yang ada di sini”. Menggambarkan si Jimin yang suka nyari2 V di kamarnya dan nanya kenapa V nangis dan bahkan keduanya jadi nangis bareng, berbagi kesedihan bersama. Gue rasa V menggambarkan dirinya sebagai lilin dan Jimin sebagai bulan chingu. Meskipun sama2 cahaya, tapi Jimin bagi V lebih terang. V yang lebih banyak menerima dari Jimin. Vpun sadar jika dia adalah teman yang banyak kekurangannya. Meskipun begitu, V tetep pengen menyampaikan terimakasihnya ke Jimin yang begitu “terang” baginya. Selain itu mereka juga curhat ketika subuh kan (jam 4 (4 o’clock), sesuai judul lagu). Di lagunya ditulis ketika subuh dengan cahaya merahnya benar2 datang, maka bayang2 biru yang membersamaikupun lenyap. Gue rasa “bayang2 biru” ini lambang kesedihan chingu. Sebelum subuh kan gelap banget tuh ya, bayang2 kelam gitu, nah cuman perlahan2 tergantikan kan oleh cahaya merah yang terang. Ini gue rasa sama dengan perasaan V. Perasaan V yang sebelum fajar itu kelam, namun setelah Jimin datang dan “menolong” dia maka bayang2 kelam yang membersamai Vpun ikut lenyap dan yang ada tinggal adalah cahaya merah yang terang benderang. Dengan kata lain, kesedihan Vpun lenyap dan pagi/hari yang indah dan membahagiakanpun datang*

Indah sekali, to the extend sampe gue nangis pas baca dan nulis ini chingu. Sahabat itu adalah orang yang bisa menemani kalian saat senang maupun sedih dan maju bareng dalam hal yang positif. Contoh yang keren lagi dari member BTS. Meskipun cuman denger/baca dan nulis, cuman gue ngerasa dapet healing juga chingu. Kisah2 indah tuh bisa jadi healing gue juga chingu. Pesen gue ke kalian, jangan sia2kan sahabat yang udah mau nangis dan ketawa bareng sama kalian chingu. Karena orang kayak gitu tuh susah dicari, dan kalaupun ada bisa diitung dengan jari di sepanjang hidup kalian. Dan misal kalian ga/belum menemukan sahabat yang seperti itu, maka jadilah sahabat yang seperti itu untuk orang lain chingu. Kalo kalian ga bisa jadi kayak V, maka jadilah kayak Jimin. Sesimple itu.

Terimakasih yah chingu udah baca postingan ini, semoga ada manfaatnya. Salam semangat buat kita semua! Fighting!!! ^^

.*Bagi kalian yang pengen beli albumnya BTS (atau album2 lain) dan buku2 gue, bisa langsung hubungi gue di 0882-1657-4341 (WA/SMS) yah. Kita bisa komunikasi lewat situ chingu. Kamsahamnidang~ ^^

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

#Peace #Love #Happiness

#Live #Love #Learn #Laugh

#Share #Respect #Inspire

#StayGold #StayTrue #StayReal

Iklan
Komentar
  1. sarelll berkata:

    Kak lindaaa😭😭😭 aku terharu banget baca tulisan ini. Rasanya jadi ikut ngerasa anget juga baca gimana pandangan kakak terhadap persahabatan vmin. Aku lebih suka org yg bisa ngapresiasi mereka kayak gini, persahabatan mereka, bukan diship2in ga jelas gitu huhu *eh
    Trus baruuuu aja aku itu lg penasaran sama maksud dari lagu 4 o’clok. Sumpah ya, aku suka banget sama lagunya. Suara v yg dalem itu ditambah beda banget feelnya, v kayak yg masuk banget ke lagu itu, aku aja yg dengernya suka ikut hanyut gitu, sampe penasaran apa maksud lagu ini tuh. Aku pernah liat video proses rekaman lagu ini. Dan tau juga lagu ini buat jimin, tp masih belum ngeuh maksudnya apa. Dan setelah baca postingan ini, aku merasa tercerahkan gitu. Sekarang aku paham, deep banget lagunya. Skrg kalo aku denger lagi lagu ini bakal keinget terus sama gimana hangatnya persahabatan gimana. Serius kak, rasanya hati aku itu dipenuhi sama kehangatan sama rasa haru pas baca tulisan kakak ini😭😭😭. Makasih kak buat tulisan kakak hari ini, aku ngerasa seneng tau persahabatan vmin sedalem itu😭😭

  2. sarelll berkata:

    *maksudnya lagu nya itu nyeritain seseorang yg lagi menunggu temannya, dan v bilang, temennya itu adalah jimin CMIIW

  3. Iin berkata:

    Gimana yah aku ngmongnya… Setuju sih sama jungkook…aku jga gitu.. Aku sering ngerasa kya aku ngga bisa jdi diri sendiri klo sama orang lain, aku kyak pke topeng klo sama orang2 yg ngga gitu akrab sama aku.. Persis kya jungkook tadi yg pengen gimana caranya biar orang lain itu suka sama kita, kita kadang mlakukan hal2 yg kita sendiri ngga suka tpi kita ttp mlakukan itu biar orang lain suka sama kita. Tpi beda halnya klo kita berada di dekat orang2 yg udah akrab sama kita, keluarga atau sahabat dekat misalnya ngga perlu topeng lgi klo sama mreka, ngga perlu jdi orang lain klo lgi sama mreka. Aku tipe orang yg ngga punya banyak temen… Bener kata kak Linda klo sahabat itu cuma bisa dihitung pke jari.. Aku pun gitu.. Kenalan di luar sana sih bnyak, temenan tpi cuma ada satu yg bener2 jdi sahabat aku. Orang yg dri dulu selalu ketawa bareng dan nangis bareng,agak ngga rela pas dia akhirnya nikah. Tpi trnyata yg namanya sahabat smpe kpan pun bkalan jdi sahabat. Terbukti setelah nikahpun dia ngga berubah dia tto jdi sahabat terbaiku. *kokcurhatttttt. Saran aku sih jangan gampang percaya sama orang yg baru jdi teman kita, jngan terlalu trbuka apalgi berani crita2 bagian2 privasi hidup kita sama orang yg statusnya masih “temen” bukan seudzon tpi ini emang pngalaman… Kirain temen baik tpi nyatanyaaaa sahabat sama temen itu beda jauh. Temen gampang di cari tpi sahabat itu susah. Itu sebabnya sahabt cuma bisa dihitung pke jari

    Demi apa aku nangis pas liat V bacain surat buat jimin…. Bahagia liat persahabatan mreka.. V aja sampe nangis gitu pdahal dia jarang nangis berarti jimin emang spesial bnget buat V. Sahabat trbaik V…
    Bahagia liat kekeluargaan & persahabatannya BTS… Suga wktu itu sampe bilang aku jga pngin punya teman se Line kya V jimin dan Rapmon Jhope….
    Indah banget yah lagu V buat jimin (4 o’clock) Indah…pemilihan Kata2nya…

  4. Indri berkata:

    Hai kak, ini komen pertamaku. Biasanya cuma baca gak pernah ninggalin komen. Hehe.
    Aku sumpah pas bon voyage pun ikut nangis.. baca ini pun mata berkaca-kaca.

    Ga kebayang gitu sama perjuangan mereka. Masa-masa trainee itu kan berat. Dan V beruntung ketemu Jimin. Begitupun sebaliknya. Indah banget persahabatan mereka.

    Dan kata-kata kakak yang ini :”Dan misal kalian ga/belum menemukan sahabat yang seperti itu, maka jadilah sahabat yang seperti itu untuk orang lain chingu. Kalo kalian ga bisa jadi kayak V, maka jadilah kayak Jimin. Sesimple itu.” Juga ngena banget.

    Makasih kak masih mau bahas BTS. Mereka spesial buat aku karena hadir di masa-masa sulit. Dan pilihanku untuk ngeARMY gak salah, ditambah baca-baca blog apresiasi gini. Jadi ngerasa lebih berfaedah ngefangirlnya 😊

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s